
Kiara menatap ke arah Axel yang aura negatif nya sudah menghilang. Kiara menghela nafas lega dan keluar dari ruangan Axel.
" Kiara, kok bunda gak liat kamu dateng? "
Tanya Bunda Intan
" Kiara langsung ke kamar Alex bunda "
Ucap Kiara
" Oh gitu, kamu udah makan? "
tanya Bunda Intan
" Belum "
Ucap Kiara
" Mau makan? "
Tanya Bunda Intan
" Nanti aja bunda "
Ucap Kiara
" Kiara mau cari angin "
Ucap Kiara
" Yaudah, hati-hati ya "
Ucap Bunda Intan
" Iya Bunda, assalamu'alaikum "
Ucap Kiara
" Walaikumsalam "
Ucap Bunda Intan
*****
Di sepanjang lorong banyak sekali hantu dan arwah yang tersesat. Kiara menatap arwah-arwah yang nampak kebingungan karena keluar dari tubuh kasar nya.
Kiara berjalan menuju taman rumah sakit, Kiara menghela nafas panjang sembari duduk di bangku taman rumah sakit.
Kiara menatap orang-orang yang berlalu lalang, Kiara bisa melihat aura mereka yang bermacam-macam, tapi yang menarik perhatian Kiara adalah seorang perempuan yang menggunakan payung hitam dengan aura pekat dan negatif.
Kiara terus menatap perempuan itu. Perempuan itu yang sadar dengan tatapan Kiara menatap balik ke arah Kiara. Tatapan yang tajam dan dingin di berikan kepada Kiara, sedangkan Kiara yang melihat itu langsung membuang muka ke arah lain.
Kiara mulai merasa risih karena perempuan itu terus menatap nya dengan tajam, perempuan itu mendekat ke arah Kiara.
" Kau bisa melihat nya "
Ucap perempuan berpayung itu
Setelah mengatakan itu angin kencang pun berhembus , dan wanita berpayung hitam itu pun menghilang bersamaan dengan angin kencang itu pun berhenti.
__ADS_1
Kiara bingung dengan apa yang di maksud dari kata-kata perempuan berpayung hitam tadi.
Melihat apa?
Siapa dia?
Misteri baru lagi
Batin Kiara
*****
Setelah bertemu wanita berpayung hitam itu, Kiara memilih kembali ke dalam rumah sakit untuk menemui bunda dan ayah nya.
Saat sampai di depan kamar Axel , Kiara melihat ada Raka dan yang lain nya.
" Kalian kapan dateng? "
Tanya Kiara sembari duduk di samping Melly
" Udah dari tadi, kamu kemana aja? "
Ucap Raka kesal, sebenar nya Raka tidak kesal dia hanya khawatir kepada Kiara.
" Tadi, jalan-jalan sebentar "
Ucap Kiara
" Kamu udah makan? "
Tanya Raka
" Mau makan apa? "
Tanya Raka
" Roti "
Ucap Kiara
" Yaudah, aku beli dulu di kantin rumah sakit "
Ucap Raka lalu pergi ke kantin rumah sakit.
" Gak biasa nya Raka gunain aku, kamu "
Ucap Rama
" Mell, ayah sama bunda mana? "
Tanya Kiara
" Tadi tante sama om di panggil dokter "
Ucap Melly
Kiara menganggukkan kepala nya.
" Melly, arwah di sini banyak banget "
__ADS_1
Ucap Kiara
" Ya iyalah, Kiara nama nya juga rumah sakit "
Ucap Melly
" Kalo masjid baru gak ada arwah nya "
Tambah Melly
" Iya sih "
Ucap Kiara
Tidak beberapa lama Raka kembali membawa roti dan minuman untuk Kiara dan yang lainnya.
" Nih "
Ucap Raka sembari menyodorkan plastik roti kepada Melly
" Nih, Kiara "
Ucap Raka memberikan Roti dan teh yang di bungkus secara terpisah.
Melly mendengus kesal dan membuka kantong plastik dari Raka.
Kiara dan yang lain nya makan, sambil menunggu Bunda Intan dan Ayah Fandi keluar dari ruang dokter.
*****
15 menit kemudian Bunda Intan dan Ayah Fandi keluar dari ruang dokter dengan wajah bahagia sekaligus wajah bingung.
Kiara dan yang lain langsung berdiri menanyakan apa yang terjadi.
" Kenapa bunda? "
Tanya Kiara
" Axel udah udah gak koma, kata dokter besok Axel sadar "
Ucap Bunda Intan
" Alhamdulillah "
Ucap Kiara dan yang lainnya
" Tapi kok cepet banget ya?
Ucap Ayah Fandi bingung
" Axel bisa kuat menahan semua ini "
Ucap Bunda Intan dengan air mata bahagia
Kiara tersenyum senang.
Ternyata benar yang di katakan wanita Bercaping itu.
Padahal aku sempat meragukan nya
__ADS_1
Batin Kiara