Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Gangguan


__ADS_3

Baru beberapa gerakan Kiara langsung kelelahan, Paman Maung menatap ke arah Kiara yang langsung kelelahan.


Ternyata benar yang di katakan nimas,tubuh Kiara terlalu lemah.


Aku harus melatih nya , agar dia bisa menjadi lebih kuat.


Batin Paman Maung


" Kiara, latihan nya sampai di sini dulu "


Ucap Paman Maung


Kiara menganggukkan kepala nya.


" Sekarang pejamkan mata mu "


Ucap Paman Maung


Kiara kembali menganggukkan kepala nya.


*****


" Sekarang kau boleh membuka mata mu "


Ucap Paman Maung


Kiara membuka mata nya dan melihat bahwa dirinya sudah kembali ke kamar nya.


" Terima kasih Paman "


Ucap Kiara


" Kalau begitu aku pergi dulu, assalamu'alaikum "


Ucap Paman Maung kemudian menghilang


" Walaikumsalam "


Ucap Kiara


Kiara menatap jam dinding yang menunjukan pukul 17.30.


Kiara menghela nafas nya, dan memilih untuk mandi dan bersiap melaksanakan sholat magrib.


*****


Setelah mandi dan sholat Kiara memutuskan untuk turun ke bawah.


Sepi, mungkin Bunda lagi sholat


Batin Kiara


Kiara memilih duduk di ruang tamu sembari memainkan ponsel nya.


" Kiara "


Panggil seseorang dari belakang Kiara, Kiara menoleh dan melihat Axel.


" Kenapa Axel? "


Tanya Kiara


" Kamu udah sholat? "


Tanya Axel


" Udah "


Ucap Kiara


Axel mendekati Kiara dan duduk di samping nya.

__ADS_1


" Kiara, tadi temen aku telepon kata nya dia sering di ganggu suara-suara aneh kalo mau tidur "


Ucap Axel


" Siapa? "


Tanya Kiara


" Lia "


Ucap Axel


" Lia, yang pendiem itu? "


Tanya Kiara


" Iya "


Ucap Axel


" Emang sebener nya dia kenapa sih? "


Tanya Kiara


" Jadi kata nya kalo dia mau tidur suka ada yang jalan-jalan di atas atap rumah nya "


Ucap Axel


" Itu kucing kali "


Ucap Kiara


" Dengerin dulu Kiara "


Ucap Axel


" Hehehe, yaudah lanjut "


Ucap Kiara


Ucap Axel


" Kadang kalo dia mau tidur, dia selalu nyium bau anyir darah, sama sering denger lengser wengi gitu "


Ucap Axel


Kiara mencerna semua perkataan Axel, tapi hanya satu sosok hantu yang kini Kiara pikirkan.


Siapa lagi jika bukan kuntilanak.


" Dia di teror gitu setiap hari? "


Tanya Kiara


" Iya "


Ucap Axel


" Kasian kalo gak di tolongin Kiara "


Ucap Axel


" Iya, aku tau "


Balas Kiara


" Kalo gitu menurut kamu hantu apa yang gangguin dia? "


Tanya Axel


" Kaya nya dia ketempelan sama kuntilanak "

__ADS_1


Ucap Kiara


" Boong? "


Ucap Axel


" Buat apa sih aku boong "


Ucap Kiara


" Terus gimana cara nolongin nya? "


Tanya Axel


" Pasti ada penyebab tertentu gak mungkin kalo Lia ketempelan gitu aja "


Ucap Kiara


" Terus gimana dong? "


Tanya Axel lagi


" Gimana kalo besok kita tolongin Lia "


Ucap Kiara


" Ayok "


Ucap Axel


" Tapi, kamu harus cari rokok sama garam "


Ucap Kiara


" Kenapa? "


Tanya Axel


" Kalo misal nya dia jahat kita bakar sama garam dan doa, tapi kalo dia cuma nyasar atau tersesat kita bisa pulangin pake rokok "


Ucap Kiara


" Rokok nya apa aja? "


Tanya Axel


" Iya, apa aja "


Ucap Kiara


" Oke deh "


Ucap Axel


" Oh ya, sama daun bidara "


Ucap Kiara


" Kenapa sama daun bidara? "


Tanya Axel


" Kalau dia ngajak berantem, jangan sampe dia ngelukain aku, kamu sama keluarga Lia "


Ucap Kiara


" Yaudah, nanti aku cari 3 barang yang kamu minta "


Ucap Axel


" Oke deh "

__ADS_1


Ucap Kiara


__ADS_2