Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Serbuan Energi Negatif


__ADS_3

Lia dan keluarga nya mendekati Kiara dan Axel.


"Makasih ya kalian udah mau bantuin kaka aku "


Ucap Lia


" Sama-sama "


Ucap Kiara dan Axel


" Terus, masalah suara cekikikan yang aku denger itu gimana? "


Tanya Lia


" Kalo itu hantu iseng, kamu tenang aja aku udah ngomong sama dia "


Ucap Kiara


" Alhamdulillah kalo gitu "


Ucap Lia


" yaudah, kita pulang dulu ya Assalamu'alaikum "


Ucap Axel dan Kiara


" Walaikumsalam, makasih ya "


Ucap Lia lagi


Sedangkan Kiara dan Axel membalas dengan senyuman.


*****


Sesampai nya di rumah, Kiara dan Axel kembali ke kamar masing-masing dengan rasa kantuk yang kuat.


Setelah Kiara melepas sweater nya, Kiara menatap jam yang menunjukan pukul 01.30 .


" Hah, cuma punya waktu beberapa jam doang buat tidur "


Ucap Kiara kemudian langsung melemparkan tubuh nya di atas tempat tidur nya yang lembut dan nyaman.


Kiara tidur dalam hitungan detik, karena merasa sangat lelah.

__ADS_1


*****


Pagi nya, Kiara terbangun jam 04.30.Kiara langsung bergegas mandi dan sholat shubuh.


Setelah selesai Kiara turun ke bawah dengan pakaian seragam rapih.


Di meja makan , Kiara sudah melihat bunda dan ayah nya berkumpul bersama Axel.


Kiara mendekati mereka seraya memberikan pelukan selamat pagi kepada ke dua orang tua nya itu.


Kemudian Kiara pun sarapan bersama dengan keluarga nya.


*****


Kiara dan Axel berangkat menuju sekolah, Kiara belajar dengan tenang di sekolah. Kiara bahkan tidak merasakan aura negatif sama sekali, walau sesekali ada sosok-sosok hantu yang muncul tapi hantu itu tidak mengganggu.


Kiara merasa keadaan sekolah benar-benar tenang, rasa nya nyaman, seperti ada seseorang atau sesuatu yang membuat aura negatif itu hilang dari sekolah.


Meskipun diri nya tau bahwa yang menghilangkan aura negatif ini adalah Nimas Rara Santang yang meminjam tubuh nya.


*****


Sepulang sekolah, Kiara dan Axel kembali ke rumah.


Setelah Kiara mandi dan mengenakan pakaian nya, Kiara merasa rasa kantuk mulai datang. Kiara akhir nya tidur.


Toh, kemarin sudah keluar diam-diam sampai jam 1 malam, wajar saja Kiara mengantuk.


*****


Di sisi lain Wanita yang misterius dengan pakaian seperti jaman dulu yang serba hitam itu, menatap Kiara dari luar balkon Kiara dan menyeringai.


Wanita itu meniupkan kabut hitam kepada Kiara, lalu menghilang seketika.



******


Kiara merasakan sesuatu yang panas di sekujur tubuh nya. Kiara terbangun dan memegang kepala nya yang teras sangat nyeri.


Seakan ada yang ingin masuk ke dalam diri nya tapi tubuh nya mencoba melawan.


Kiara mulai merasa perih di sekujur tubuh nya, kepala nya juga mulai keras sakit.

__ADS_1


Di saat itu Nimas Rara Santang muncul, dia melihat sesuatu yang aneh di tubuh Kiara.


Nimas Rara Santang mencoba mendekati Kiara, tapi dia langsung terpental.


Nimas Rara Santang memejamkan mata nya, dan mengeluarkan cahaya emas di tangan nya dan mengarahkan nya kepada Kiara.


Saat itu Nimas Rara Santang melihat dengan sangat jelas aura negatif yang berkumpul di dalam tubuh Kiara.


Ini pasti kiriman, tapi kenapa bisa sekuat ini?


Batin Nimas Rara Santang.


Sedangkan Kiara masih saja merasa kesakitan, tak berapa lama akhir nya Kiara jatuh tak sadarkan diri.


Nimas Rara Santang memindahkan Kiara ke atas tempat tidur nya, dan menyentuh kening nya untuk melihat apa yang terjadi.


" Candra Kumara ternyata kau telah kembali "


Gumam Nimas Rara Santang setelah melihat apa yang terjadi.


" Kalau begini aku harus mengambil mata air suci sebagai obat untuk tubuh Kiara "


Gumam Nimas Rara Santang


Nimas Rara Santang memejamkan mata nya untuk memanggil Paman Maung.


Tak lama Paman Maung datang dan membungkuk hormat kepada Nimas Rara Santang.


" Paman, aku ingin pergi mengambil mata air suci "


Ucap Nimas Rara Santang


" Mengapa Nimas? "


Tanya Paman Maung


" Candra Kumara telah kembali dan memberi sihir hitam kepada Kiara "


Ucap Nimas Rara Santang


" Baiklah kalau begitu aku akan menjaga Kiara selama Nimas pergi "


Ucap Paman Maung

__ADS_1


Nimas Rara Santang menganggukkan kepala nya dan melesat cepat. Sementara Paman Maung kembali masuk ke dalam gelang Kiara.


__ADS_2