
"Jadi sebenar nya hantu itu takut sama aku, tapi karena aku penakut jadi hantu pada berani sama aku? " Tanya Yurika yang langsung di angguki oleh Kiara.
" Kamu tenang aja dan jangan takut kalau di dekati hantu itu lebih baik pura-pura gak liat atau cuekin aja " Ucap Kiara yang di angguki oleh Yurika.
"Ngomong-ngomong, aku laper nih, kita cari makan yuk " Ajak Kiara
" Ayo, kalo gak salah ada tukang nasi goreng di depan rumah sakit " Ucap Yurika.
Kiara dan Yurika pun pergi mencari tukang nasi goreng yang di maksud oleh Yurika.
******
Setelah makan, Kiara dan Yurika pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit. Kiara juga tidak lupa mengingatkan Yurika agar tidak takut dengan hantu, Yurika pun tersenyum dan menganggukan kepala nya.
Kedua gadis itu pun berpisah, Kiara berjalan menuju kamar rawat Dafa.
Jujur saja, sedari tadi Kiara sudah merasakan hawa dingin di leher nya namun gadis itu mengabaikan nya, toh tidak akan ada yang mendekati nya juga karena ia memakai gelang pemberian dari Nimas Rara Santang.
Kiara sempat melewati kamar mayat saat itu, ada aura yang pekat di dalam situ, Kiara bisa merasakan nya. Aura dendam, kemarahan, kebencian, tangisan, dan juga kesedihan jelas terlihat di mata Kiara.
__ADS_1
Semua aura itu menjadi satu dan membentuk aura gelap yang pekat, Kiara menghela nafas nya gusar, ia paling tidak suka jika harus melewati kamar mayat, karena pasti akan ada bentrokan aura dari hantu-hantu di kamar mayat dan juga dengan aura Kiara sendiri.
Tapi Kiara tetap melewati kamar mayat itu dengan tenang, walaupun ia harus menahan rasa pusing dari bentrokan aura nya dan aura kamar mayat itu.
Akhir nya Kiara sampai di ruang rawat Dafa, Kiara mendekati Axel dan menyerahkan plastik berisi sebungkus nasi goreng dengan botol air mineral kepada pemuda itu.
" Kamu tadi kemana? " Tanya Axel sambil menerima plastik itu.
" Ngobrol sama Yurika " Ucap Kiara sambil sibuk memulai mengemasi barang-barang milik Dafa.
” Kiara, dari tadi itu aku ngerasain ada aura yang beda deh dari Dafa " Ucap Axel sambil mulai menyantap nasi goreng nya.
” Gak papah kok " Ucap Kiara.
Setelah selesai membereskan barang-barang Dafa, Kiara duduk di kursi sambil memainkan ponsel nya.
" Kiara " Panggil Axel.
" Kenapa? " Tanya Kiara.
__ADS_1
" Kok rasa nya aneh ya " Ucap Axel membuat Kiara mengerutkan kening nya.
" Aneh kenapa? " Tanya Kiara.
" Dari kemarin itu gak ada hantu sama sekali yang masuk ke ruangan ini, kan biasa nya suka ada tuh hantu yang suka masuk buat gangguin pasien " Ucap Axel.
" Aku juga gak tau " Ucap Kiara.
"Kiara, akhir-akhir ini gak tau kenapa aku sering banget denger suara ngiiiiiing gitu di telinga ku, udah kaya berdengung " Ucap Axel.
" Berdengung? Maksud nya? " Tanya Kiara.
" Kalo aku gunain kemampuan ku, kadang suka denger suara ngiiiiiing gitu " Ucap Axel.
" Mungkin kamu kecapean kali, atau ada bentrokan aura antara kamu sama hantu atau orang yang kamu liat masa lalu nya " Ucap Kiara.
" Sebenar nya sejak kapan sih kamu punya kemampuan bisa ngeliat masa lalu kaya gitu? " Tanya Kiara.
Axel nampak berpikir sejenak sejak kapan ia mempunyai kemampuan untuk bisa melihat masa lalu orang lain.
__ADS_1
" Aku juga gak tau " Ucap Axel.
"Lah, kan kamu yang punya kemampuan itu tapi kenapa kamu malah gak tau? " Tanya Kiara.