
Setelah itu Dafa kembali menuju ruang TV. Sedangkan Kiara menatap ke arah Axel seolah meminta penjelasan, Axel yang mengerti tatapan itu pun tersenyum.
" Tuh anak kesambet apa? " Tanya Kiara
" Bukan kesambet, dia cuma kesepian doang kok. Kalo mau ngomong sama dia harus pelan-pelan jangan emosi " Ucap Axel.
" Kamu hebat ya, bisa jinakin kucing liar kaya dia " Ucap Kiara
" Hadeeh, Kiara di bilangin dia itu cuma kesepian " Ucap Axel
" Emang kamu udah liat masa lalu nya? " Tanya Kiara
" Enggak, tapi aku ngerasa dia kesepian dan kaya gak punya tempat buat cerita atau sekedar bercanda " Ucap Axel
" Mungkin, om sama tante terlalu sibuk kerja jadi mengabaikan Dafa " Ucap nya lagi.
" Mungkin aja " Ucap Kiara
" Yaudah, aku temenin Dafa dulu " Ucap Axel yang di angguki oleh Kiara.
" Jadi Dafa ngerasa terabaikan " Gumam Kiara.
Haah, sungguh setelah mendengar perkataan Axel, Kiara jadi merasa sangat bersalah menganggap Dafa sebagai pengganggu.
Kiara diam sejenak memikirkan tingkah Dafa yang selama ini jahil kepada nya.
Kiara menghela nafas nya panjang kemudian mendekati Dafa dan Axel yang sedang menonton TV itu.
" Dafa " Panggil Kiara
Dafa yang tadi nya sedang melihat TV itu pun menoleh ke arah Kiara.
" Kenapa kak? " Tanya Dafa
" Dafa, kaka boleh tanya sesuatu gak? " Ucap Kiara
__ADS_1
" Boleh kak " Ucap Dafa
" Dafa pernah ngerasa kesepian gak? " Ucap Kiara
Pertanyaan itu membuat Dafa diam, Kiara yang melihat reaksi dari Dafa itu hanya tersenyum.
" Gak papah kal-
" Dafa sering ngerasa kesepian karena mami sapa papih sering kerja dan gak pernah ngeluangin waktu buat Dafa " Potong Dafa
Kiara dan Axel saling bertatapan kemudian menatap ke arah Dafa dengan tatapan iba.
" Emang kalo papi sama mami ada waktu luang Dafa mau ngapain? " Tanya Axel
" Mau main sama papi sama mami , Dafa juga pengen kaya anak-anak lain nya " Ucap Dafa
" Yaudah, gimana kalo sekarang kak Axel temenin Dafa berenang mau gak? " Tanya Axel
" Emang boleh kak? " Tanya Dafa yang nampak antusias.
" Ayo kak " Ucap Dafa sembari menarik tangan Axel.
Axel menurut dan mengikuti Dafa menuju kolam renang, sedangkan Kiara menatap kedua nya seperti adik kaka yang kompak.
Kiara memilih untuk kembali ke kamar nya.
*****
Kiara membaringkan tubuh nya di atas kasur empuk sembari memainkan ponsel nya.
Tok...
Tok...
Tok...
__ADS_1
Kiara mendengar suara ketukan jendela, Kiara menghela nafas nya dan tidak memperdulikan ketukan di jendela itu.
Tapi semakin lama ketukan itu semakin keras membuat Kiara kesal, Kiara mendekati jendela kamar nya dan menyibak gorden kamar nya itu.
" Siapaa ih ganggu aja " Ucap Kiara setelah menyibak gorden nya dan melihat tidak ada hantu, jika manusia itu jelas tidak mungkin karena kamar Kiara terletak di lantai atas.
Hihihihihihihi
Kiara mendengar suara tawa hantu yang biasa di sebut kuntilanak itu.
" Keluar gak, kalo gak mau keluar ini kamar aku sebar sama garem biar kamu kebakar " Ucap Kiara.
" Jangan dong " Terdengar suara laki-laki di belakang Kiara. Kiara menoleh dan mengerutkan kening nya.
" Kamu kunti atau apa sih? Masa kunti suara nya laki-laki " Tanya Kiara bingung
" Emang nya kenapa sih kalo kunti itu laki-laki? " Ucap kunti laki-laki
" Ya gak papah sih, cuma masa laki-laki pake daster " Ucap Kiara
" Hihihihi, emang nya kenapa? kan ada laki-laki yang pake rambut palsu atau apalah itu " Ucap kunti laki-laki itu.
" Eh dodol, mereka itu kan idola " Ucap Kiara
" Emang nya kenapa sih? Gini-gini aku juga idola di alam ghaib kaleee " Ucap kunti laki-laki itu.
" Kamu itu kaya nya buka idola deh " Ucap Kiara
" Oh ya, terus aku apa? " Tanya kunti laki-laki itu penasaran.
" Kamu kunti gila yang kebanyakan ngehayal " Ucap Kiara.
" Iiiikkh, kamu jahat banget sih " Ucap kunti laki-laki itu dengan suara yang di buat seperti perempuan.
" Idiih , aku mau muntah ngeliat kamu kaya gitu, geli banget sumpah " Ucap Kiara
__ADS_1