Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Siluman Buaya Putih


__ADS_3

" Aku gak tertarik buat mempertajam kemampuan ku, soal nya kemampuan ini muncul setelah kedua orang tua ku kecelakaan " Ucap Axel dengan wajah sendu.


" Aku gak masalah kalo kamu gak mau mempertajam kemampuan kamu kok " Ucap Kiara sambil mengelus punggung Axel.


" Yah, tapi kaya nya memang tanpa di latih pun kemampuan kamu mungkin bisa berkembang kan? " Ucap Kiara santai.


" Maksud nya? " Tanya Axel dengan raut wajah bingung, pemuda itu sama sekali tidak mengerti dengan perkataan gadis di depan nya.


" Maksud ku, mungkin aja kan suara ngiiiing yang selalu kamu denger itu tanda kalo kemampuan kamu itu mulai berkembang tanpa kamu tahu " Ucap Kiara sambil menatap Axel.


" Haaaaah...... aku juga gak tau lah, kadang suka pusing sama masalah ginian " Ucap Axel dengan helaan nafas panjang.


Kiara hanya tertawa kecil melihat Axel yang seperti antara menerima dan tidak kemampuan nya itu.


******

__ADS_1


Di sebuah gua gelap di sana Nyi Tusta membuka mata nya setelah bersemedi untuk menyembuhkan diri nya.


" Aku harus mendapatkan gelang dan juga raga anak perempuan itu, tapi aku bagaimana cara nya? Saat aku mendekati nya gelang yang di pakai anak perempuan itu malah melemparkan ku jauh, bahkan luka yang kudapat dari gelang itu sangat dalam sampai aku harus bersemedi " Ucap Nyi Tusta.


" Lebih baik kalau aku suruh saja siluman biaya putih dari pada aku yang harus datang sendiri ke sana " Gumam Nyi Tusta.


Nyi Tusta mendekati bejana besar yang berisi air, kemudian ia mengucapkan beberapa mantra sampai munculah seorang laki-laki dengan atasan putih, mata putih, dan juga rambut yang putih.


" Anda memanggil saya Nyai " Ucap siluman biaya putih itu sambil membungkuk hormat pada Nyi Tusta.


" Tentu saja Nyai, saya akan dapatkan apa yang anda minta " Ucap siluman buaya putih itu.


" Bagus, kalau begitu pergilah " Ucap Nyi Tusta


Siluman Buaya itu mengangguk dan dan tak lama menghilang dari hadapan Nyi Tusta.

__ADS_1


*****


malam sekitar pukul 02.00 , siluman buaya putih itu kini tiba di depan ruang rawat Dava di mana kini Kiara berada di dalam nya.


Saat siluman buaya itu ingin masuk ia sempat tersentak karena ruang rawat itu terpasang pagar ghaib yang kuat.


" Kuat sekali pagar ghaib ini, kalau begini cara nya lebih baik kalau aku memancing gadis itu keluar" Ucap Siluman buaya putih itu seraya merubah wujud nya menjadi pria tampan, berkulit putih, hidung yang mancung bak perosotan anak TK, dan juga dagu yang terbelah menambah ketampanan nya.


Siluman Buaya itu mengeluarkan lonceng berwarna putih dan membunyikan lonceng kecil itu, ia pastikan yang bisa mendengar suara lonceng itu hanya lah Kiara.


Sementara itu di dalam ruang rawat, Kiara yang sedang terlelap mendengar suara lonceng membuat gadis itu terbangun.


Kiara menoleh ke arah Axel yang sedang terlelap di sofa, ia juga menoleh ke arah Dafa yang juga terlelap di bangsal nya.


Kiara beranjak berdiri dan menajamkan indra pendengaran nya mencoba mencari tau dari mana suara lonceng itu.

__ADS_1


" Suara lonceng nya dari luar, tapi kok jam segini ada suara lonceng sih " Gumam Kiara sambil melihat jam tangan berwarna peach milik nya.


__ADS_2