Cerita Anak Indigo

Cerita Anak Indigo
Setelah nya


__ADS_3

Bulan sudah setelah peristiwa kematian Melly


Saat ini Kiara telah menginjak kelas 3 SMA.


Peristiwa yang berat bagi nya kehilangan seorang sahabat yang telah menemani nya sejak kecil.


Kiara menatap diri nya di depan cermin meja rias nya, gadis itu masih memakai mukena setelah selesai menunaikan shalat ashar.


Kiara bergegas melepas dan juga melipat mukena nya dan mengganti baju nya.


Mengambil kardigan putih dengan celana jeans hitam dan juga kaos hitam dengan rambut yang di biarkan tergerai, Kiara menyambar sling bagian putih nya dan bergegas keluar dari kamar.


Di lantai bawah, Axel, Raka,Rama, dan Yurika sudah menunggu Kiara sambil memainkan ponsel nya, melihat kedatangan Kiara, Axel dan yang lain nya langsung mematikan ponsel nya.


"Udah? " Tanya Axel


" Udah, mmm.. gak ada yang lupa kan ya? " Gumam Kiara.


" Kiara, bukan nya kamu tadi beli bunga mawar putih ya, di mana bunga nya? " Tanya Raka.


" Aah.. masih di kamar.. bentar aku ambil dulu bunga nya. " Ucap Kiara yang kembali ke kamar nya.


Tak berapa lama gadis itu kembali dengan setangkai bunga mawar putih di tangan nya.

__ADS_1


" Udah, yuk. " Ucap Kiara.


" Yakin nih udah gak ada yang ketinggalan?" Tanya Yurika.


" Gak ada kok, Axel yang nyetir ya.. " Ucap Kiara sambil melemparkan kunci mobil pada Axel.


Kiara dan juga yang lain nya bergegas pergi setelah berpamitan pada sang bunda.


****


Kiara menginjakan kaki nya ke tempat yang di penuhi tanah Merah dengan wangi khas melati. TPU.


Dengan membawa setangkai bunga mawar putih Kiara berjalan ke sebuah makam yang bertuliskan MELLY LANDIANI.


Raka membuka botol air mawar dan menyirami makam Melly, makam yang di penuhi dengan bunga yang di taburi oleh Yurika.


" Ini hadiah dari aku, bunga mawar putih kesukaan kamu, semoga kamu suka ya.. " Ucap Kiara.


Setelah nya Kiara dan yang lain nya membacakan al-fatihah dan juga mengirimkan doa kepada Melly.


"Semoga kamu tenang di sana ya Melly. " Ucap Yurika.


" Udah, yuk.. kita pergi, udah pada ngintip itu soal nya. " Ucap Kiara sambil bangkit berdiri.

__ADS_1


Yurika yang juga melihat itu langsung mendekat pada Kiara bahkan sampai menggenggam tangan Kiara.


" Haha, kenapa sih Yurika, masih aja takut sama mereka? " Ucap Kiara sambil tertawa kecil.


"Iih, Kiara mah.. mereka tuh serem tuh banyak banget wujud nya, berbagai macam, warna, sama bentuk.. " Ucap Yurika.


Axel yang mendengar itu malah tertawa.


"Kenapa lu? Kok ketawa? " Tanya Raka


" Lucu aja, berbagai macam, warna, sama bentuk, udah kaya dodol. " Ucap Axel sambil tertawa geli yang di ikuti tawa Kiara.


" Bener juga ya.. " Ucap Kiara.


" Seriusan iih, dodol mah rasa nya enak dari pada yang di sini bikin enek tau. " Ucap Yurika sambil tetap mendekat ke Kiara.


" Eh, aku bilangin nih ya sama penunggu di sini.. " Ucap Axel menakut-nakuti.


" Axel, aaaahh... jangan kaya gitu dong. " Ucap Yurika yang kesal dan mencubit lengan Axel dengan kuat.


Kiara dan yang lain yang melihat itu tertawa, semenjak Kiara mengetahui kemampuan Yurika, Yurika jadi lebih terbuka kepada Kiara dan juga yang lain nya di banding Yurika yang sebelum nya yang hanya menyendiri dan tidak bisa bergaul.


Sekarang Yurika menjadi gadis yang periang dan juga mempunyai lingkup pertemanan yang luas tapi tetap Yurika masih jadi penakut dalam menghadapi mereka.

__ADS_1


"Laper nih, makan dulu yuk. " Ucap Raka sambil memandang Kiara yang langsung menganggukan kepala nya.


__ADS_2