
" Sebaik nya kita cepat "
Ucap Nimas Rara Santang sembari melanjutkan langkah nya di ikuti Kiara.
Mereka terus berjalan menyusuri hutan gelap itu, sampai di di sebuah pintu yang sudah tua dan usang.
Kiara mengernyitkan dahi nya.
" Mundur lah Kiara "
Ucap Nimas Rara Santang
Kiara menganggukkan kepala nya dan berjalan mundur.
Nimas Rara Santang mengeluarkan sinar emas dan mengarahkan nya kepada pintu usang itu.
Pintu itu langsung berubah seperti jalan keluar. Kiara mengerjap-ngerjapkan mata nya berkali-kali.
Dia baru pertama kali melihat hal itu.
" Ayo, kita masuk dan keluar dari tempat ini "
Ucap Nimas Rara Santang.
" Ayo "
Ucap Kiara
Mereka berdua masuk ke dalam pintu cahaya itu, dan berhasil keluar dari hutan gelap.
*****
Kiara membuka mata nya, ia merasakan seluruh tubuh nya panas, Kiara menatap sekeliling nya.
Rumah sakit? Batin Kiara.
Tidak lama Nimas Rara Santang muncul dan membawa air dari mata air suci.
" Kiara, kamu minumlah air ini "
Ucap Nimas Rara Santang sembari menyerahkan air itu kepada Kiara.
Kiara meminum nya, setelah meminum nya tubuh Kiara terasa, dingin dan nyaman tidak seperti sebelum nya yang terasa panas.
" Bagaimana? "
Tanya Nimas Rara Santang
" Dingin "
Ucap Kiara
Nimas Rara Santang tersenyum dan masuk kembali ke dalam tubuh Kiara.
Kiara turun dari ranjang rumah sakit, saat Kiara ingin membuka pintu seorang suster masuk.
Suster itu menatap Kiara yang bisa berdiri tegak, suster itu langsung buru-buru keluar dari kamar Kiara.
__ADS_1
" Eh, suster? Yah, kok malah kabur sih "
Ucap Kiara
Sementara suster itu langsung menuju ruangan dokter.
Tok.. tok.. tok
" Dokter, pasien bernama Kiara sudah sadar "
Ucap Suster itu
Dokter perempuan yang tadi menangani Kiara mengernyitkan kening nya.
" Bukan kah dia mengalami koma? "
Tanya dokter perempuan itu.
" Saya juga tidak tau dokter, saya mau membawakan obat untuk pasien tapi pasien sudah bisa berdiri "
Ucap suster itu.
" Kamu panggil keluarga pasien dulu, saya mau melihat keadaan pasien "
Ucap dokter itu yang di angguki suster itu.
*****
Dokter perempuan itu masuk ke ruangan Kiara, sebenar nya dia kurang percaya kata-kata dari suster itu.
Bagaimana mungkin orang dalam keadaan koma bisa berdiri? Batin dokter itu.
Kiara yang melihat dokter itu langsung menghampiri nya.
Dokter perempuan itu melongo melihat nya.
"Dokter, saya kenapa ya? "
Tanya Kiara
" Ka... kamu hantu ya? "
Tanya dokter itu bergetar
" Saya manusia dok, orang saya napak kok "
Ucap Kiara sembari menujuk kaki nya yang menapak di tanah.
" Tapi kan, kamu koma "
Ucap dokter itu
" Masa sih, orang saya baik-baik aja kok "
Ucap Kiara sembari melompat-lompat kecil untuk meyakinkan dokter itu kalau dia baik-baik saja.
" Ta.. tapi kamu koma satu malem "
Ucap dokter perempuan itu.
Kiara mengangkat bahu nya dan berjalan melalui dokter itu karena Kiara mendengar suara kedua orang tua nya.
__ADS_1
Sedangkan dokter itu terus saja mengerjap-ngerjapkan mata nya, sungguh dia baru pertama kali melihat hal ini. Ada orang yang mengalami koma tapi bisa sembuh dalam satu malam.
Sementara Kiara keluar dari ruangannya dan melihat orang tua nya dan juga Axel melongo menatap Kiara.
" Kenapa sih? "
Tanya Kiara
" Sayang, ini anugrah dari Allah "
Ucap Ayah Fandi
" Iya, anak kita bisa sembuh dari koma cuma 1 malem "
Ucap Bunda Intan
Bunda Intan mendekati Kiara dan mendekap putri satu-satunya itu.
" Kenapa sih Axel? "
Tanya Kiara saat sudah melepas pelukan dari sang Bunda.
Kemudian Axel menceritakan apa yang terjadi setelah mendengar nya , Kiara mantuk-mantuk mengerti.
" Sekarang jam berapa? "
Tanya Kiara
" Jam 09.00 pagi "
Ucap Axel
" Kamu gak sekolah? "
Tanya Kiara
" Aku gak sekolah, ijin dulu "
Ucap Axel
" Bunda, Kiara mau pulang aja "
Ucap Kiara
" Emang kamu gak ngerasa sakit, pusing atau lemes? "
Tanya Bunda Intan khawatir
" Kiara gak papah, udh sehat kok "
Ucap Kiara
" Yaudah kalo gitu, biar ayah yang urus pulang nya Kiara "
Ucap Ayah Fandi yang di ikuti Axel.
" Ayo kita masuk ke mobil, biar Ayah yang ngurus "
Ucap Bunda Intan yang di angguki Kiara
"
__ADS_1