Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi

Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi
Bertemu Pengusaha Dagang.


__ADS_3

Dengan penuh semangat Mawar mengurus perizinan untuk membuka minimarket, memenuhi persyaratan hukum yang di terapkan oleh pemerintah setempat.


Yakni, Izin gangguan, surat keterangan domisili.


"Mel, kita langsung ke Toko cari peralatan ya." kata Mawar dengan suara kencang karena sedang di atas motor. Jika saat berangkat tadi, Mawar yang membawa motor, sekarang gantian Melati yang membawa.


"Peralatan apa kak?" tanya Melati tak kalah kencang.


"Peralatan masak." jawab Mawar asal. Ya jelas cari peralatan minimarket adiknya ini dari tadi nggak nyambung. Mawar geleng-geleng.


"Hah? apa?" Melati ingin kakaknya memperjelas.


"Sudah, lanjut saja" teriak Mawar.


Mereka berboncengan saling diam hingga sampai di salah satu Bank kemudian, Mawar minta berhenti.


"Kok berhenti di sini kak?" tanya Melati setelah parkir.


"Aku mau cari dana dulu" sahut Mawar kemudian masuk kedalam Bank, di ikuti Melati. Melati duduk di ruang tunggu.


Tampak Mawar menemuhi karyawan Bank dan berbincang dengan wanita cantik. Ternyata Mawar mencairkan deposito peninggalan Adit.


Karena dulu atas permintaan Adit sendiri, tabungan miliknya di pindahkan ke rekening atas nama Mawar, berbentuk deposito.


Total tabungan ada: 100 000 000.


Mawar kemudian check saldo atm pemberian Adit yang tidak pernah ia pakai ada sekitar: 50 000 000.


Menurut Adit uang ini hasil dari bonus jika memenangkan tender. Jika hanya dari gaji tidak mungkin Adit akan mempunyai dana sebanyak itu.


Sedangkan atm Mawar kosong. Sebab untuk membayar gaji Simbok setiap bulan, untuk keperluan lain, dan untuk makan setiap hari.


"Alhamdulillah... untuk pemula membuka minimarket aku rasa cukup." monolog Mawar.


"Maaf Mas, jika suatu saat nanti kamu kembali, aku tidak bisa mewujutkan impianmu membuat bengkel." gumam Mawar.


150 000 000 akan Mawar gunakan untuk modal produk. "Yah cukup lah, harus merintis dari nol, walaupun modal sedikit." gumam Mawar.


Sedangkan modal tetap Mawar akan menggunakan uang pesangon yang di berikan oleh perusahaan garment.


Menurut aturan jika keluar sendiri dari perusahaan sebenarnya tidak akan mendapatkan pesangon. Mungkin ini hanya inisiatif Mama Sahina sendiri. Entahlah.


"Mel pulang yuk" Mawar menepuk pundak Melati yang sedang memainkan game.


"Sudah selesai kak?" Melati menoleh.


"Sudah, tapi jangan langsung pulang, antar kakak mencari peralatan minimarket dulu" ucap Mawar.

__ADS_1


"Kenapa nggak pesan online saja kak?" Melati memberi usul.


"Menurutku lebih puas kita datang sendiri, daripada pesan online belum tentu cocok." sahut Mawar.


"Okay kak..." sahut Melati. Mereka pun keluar dari Bank, kemudian Melati kembali menjalankan motornya menuju toko rak-rak gondola.


Sampai di toko Mawar memesan keperluan mini market. Yakni Rak gondola, lemari etalase, stag display kabinet, perangkat komputer, mesin kasir, kulkas dll. Sedangkan AC sudah di pasang sebulan yang lalu.


"Mel, kita cari makan dulu yuk, lapar aku." Mawar mengelus perut setelah membeli barang.


"Sama kak aku juga lapar" Melati nyengir. "Makan dimana kak?" tanya Melati.


"Tuh di seberang ada restoran." sahut Mawar. Mereka kemudian menyeberang jalan.


Mereka langsung masuk restoran menu masakan Indonesia, hingga manca negara. Yakni, restoran DUKRENGTENG yang sangat terkenal. 🤣🤣🤣.


Mereka mencari tempat duduk yang hanya untuk berdua. "Ramai banget kak" kata melati seraya mengamati sekeliling pengunjung berlalu lalang.


"Dulu aku pernah kesini sama Adit, kata Mas Adit restoran ini terkenal murah dan enak." tutur Mawar.


Melati mengangguk-angguk sambil menelisik seluruh penjuru restoran.


Tak lama kemudian wetress menghampiri, menyodorkan buku menu.


"Mau pesan apa kak?" Melati mengamati menu yang tertera.


"Eh, gudeg komplet saja Mel, sudah lama aku nggak makan itu, terakhir aku makan waktu Mas Adit masih ada." tutur Mawar, mengingat suaminya itu menjadi rindu. "Semoga kamu belum pergi meninggal aku Mas." monolog Mawar dalam hati.


Sambil menunggu pesanan mereka masing-masing membuka handphone.


"Kalian disini juga?" suara bariton mengagetkan mereka, seketika Mawar dan Melati menoleh.


"Eh, Pak Johan" Mawar dan Melati berdiri serentak menangkupkan kedua tangan di depan dada.


Pak Johan datang bersama dua orang, yang satu sangat gagah dan tampan, walaupun usianya sekitar 40 tahun, dan yang satu berwajah standar.


"Iya Pak, Bapak sendiri kok ada disini?" tanya Mawar.


"Iya, saya ada rapat bertemu klien disini." sahut Pak Johan kemudian duduk di depan Mawar, bersama kedua temanya.


"Kenalkan ini klien saya, kebetulan istrinya pemilik restoran ini." terang Pak Johan.


"Saya Daniel, dan ini asisten saya Joko." pria gagah itu memperkenalkan diri.


"Saya Mawar dan ini Adik saya Melati." Mawar mengangguk sopan.


Tak lama kemudian pesanan datang. "Pak Johan mau pesan apa?" Tanya Mawar.

__ADS_1


"Saya sudah selesai makan, kebetulan di jamu oleh suami Pemilik Restoran." sahut Pak Johan menatap Daniel tersenyum, memang benar adanya yang di katakan Pak Johan.


Daniel juga tersenyum.


"Kamu sendiri tumben, tidak mungkin kan hanya sekedar mencari makan jauh-jauh ke restoran ini?" tanya Pak Johan.


"Saya sedang mencari peralatan di toko seberang jalan itu pak, Insya allah saya mau buka usaha kecil-kecilan" Mawar merendah.


"Mau buka usaha apa lagi? bukanya kamu sudah punya bisnis baso."


"Bisnis baso itu milik Ibu Pak."


"Saya mau buka minimarket Pak, sayang kan, ruko nya menganggur." terang Mawar.


Pria gagah di sebelah Pak Johan menatap Mawar seberapa detik kemudian memalingkan wajah.


"Oh bagus sekali nak, kalau perlu modal, saya siap bantu." Pak Johan tampak bersemangat.


"Untuk sementara ini, saya akan menjalankan modal yang ada dulu Pak" kilah Mawar.


"Mbak, kalau boleh saya tahu, anda akan membuka minimarket dimana?" tanya Daniel, menyela obrolan.


"Di komplek perumahan xx Pak." jawab Mawar.


"Jika anda mau, anda bisa bekerja sama dengan kami, pengadaan barang-barang produk" ujar Daniel.


"Oh iya nak, Pak Daniel ini, pemilik gudang terbesar di kota Tangerang, dan sudah mempunyai cabang di seluruh daerah di Indonesia." Pak Johan meyakinkan Mawar.


"Saya setuju Pak" Mawar langsung menyetujui. Sebab, mereka ini klien Pak Johan itu berarti orang ini dapat di percaya. Pikir Mawar.


Perbincangan pun berlanjut, Mawar akhirnya menerima tawaran kerjasama dengan Daniel.


Daniel akan mengutus suplayer dan manajer pemasaran agar mendatangi lokasi. Pembicaraan selesai Pak Johan dan Daniel meninggalkan lokasi.


Selesai obrolan Mawar dan melati melanjutkan makan karena sudah lapar, dan kebetulan menu nya memanjakan lidah makanan pun habis tak tersisa.


Selesai makan Mawar pulang sebelumnya memesan gudeg komplet asli Yogyakarta itu untuk oleh-oleh ibunya.


Seminggu kemudian Mawar mendatangkan perusahaan pembuatan desain dan layout toko.


Persiapan pembuat masterlist barang dan input barang pengadaan barang dagangan. Sebab kemarin pihak Daniel sudah mengirimkan suplayer.


Rekrutment dua karyawan. Sebab Mawar sendiri yang akan terjun langsung di bantu Melati dan dua orang pramuniaga.


****


"Hallo reader, setelah ini kita akan tahu bagaiman keadaan Adit di Negara tetangga. Masih hidupkah? sudah menikah lagi kah? atau sebaliknya." 🤣🤣🤣 💪💪💪❤❤❤.

__ADS_1


..."Hallo juga para mak-mak, selagi kita ada kesempatan ayo, kita membuka lapangan pekerjaan sendiri, saat ini begitu sulitnya mencari pekerjaan." "Semoga bermanfaat.🤝🤝🤝...


..."The power of mak-mak halu.💪💪....


__ADS_2