Cincin Kedua

Cincin Kedua
CK (13)


__ADS_3

Dua hari kemudian ...


Sesuai janji, Kenzo menjemput Adelle di kantornya. Karena malam nanti keduanya akan menghadiri pesta. Maka siang harinya Kenzo dan Adelle harus bersiap-siap untuk memilih pakaian yang akan mereka kenakan.


Saat di butik. Pemilik butik sekaligus Designernya mengeluarkan semua gaun yang dibuatnya untuk dilihat Adelle. Designer itu tampak senang, dan juga ramah.


"Apa aku bermimpi? wah, ini pertama kalinya Pak Presdir kita membawa kekasihnya. Hahaha ... "kata Designer itu tertawa lepas.


"Hei, hentikan itu. Cepat perlihatkan stelan jas yang sudah aku pesan," kata Kenzo.


"Ya, ya, aku akan lihatkan. Dasar pria tampan berhati dingin," kata Designer itu yang lalu pergi memanggil pelayan.


Kenzo mendekati Adelle, "Maaf, ya. Dia memang suka asal bicara, tapi sebenarnya sifatnya baik. Dia juga sangat prifesional," kata Kenzo berbicara pelan di sisi Adelle.


Adelle menatap Kenzo, "Apa dia kenalanmu? kalian tampak akrab," tanya Adelle ingin tahu.


Kenzo lantas menjelaskan, jika Designer itu adalah, Naomi Helman teman semasa sekolahnya. Saat sama-sama masuk Universitas, keluarganya jatuh karena ditipu dan orang tuanya meninggal karena bunuh diri. Kakek Kenzo akhirnya merawat Naomi dan membiayai pendidikan Naomi.


"Mungkin karena dia tidak ingin mengenang kajadian yang terjadi pada orangtuanya, dia meminta di kirim ke luar negeri. Dan jadilah seperti sekarang ini." jelas Kenzo.


"Ah, begitu. Dia bisa menjadi seperti ini, itu pencapaian yang luar biasa." kata Adelle.


"Ya, aku sepemikiran denganmu." kata Kenzo.


Naomi datang dengan dua pekerjanya butiknya. Masing -masing pekerja mebawa stelan jas dan gaun, berjalan dibelakang Naomi.


"Aku mau kalian berdua mencoba ini sebelum mencoba yang lainnya. Ini aku buat khusus. Karena temanya "Pasangan Sejati" maka ini adalah stelan jas dan gaun pasangan. Aku easa kalian akan cocok pakai ini. Bagaimana? tertarik mencoba?" tanya Naomi penuh harap.


Kenzo dan Adelle bertatapan. Kenzo merasa tidak enak, ia tidak ingin membebani Adelle. Ia pun ingin menjawab dan menolak, tapi Adelle lebih dulu menjawab.


"Apa boleh, gaun itu aku pakai? tampaknya itu terlalu bagus untukku," kata Adelle menatap Naomi.


Naomi tersenyum, "Justru karena aku ingin kamu memakainya, makanya aku bawa ke sini. Kamu pasti cocok, cobalah." kata Naomi.

__ADS_1


"Ya, baiklah. Aku akan coba." jawab Adelle.


"Apa tidak apa-apa? jangan merasa terbebani dengan permintaannya," sambung Kenzo.


Adelle menatap Kenzo, "TidakĀ  apa-apa. Aku merasa terhormat diperkenankan memakainya. Kamu juga cobalah stelan jas itu. Sepertinya akan cocok untukmu," jawab Adelle tersenyum.


Belum sampai Kanzo menjawab, Naomi pun segera mendorong Kenzo ke ruang ganti. Naomi memberikan stelan jas pada Kenzo dan langsung menutup pintu ruang ganti.


Adelle juga pergi ke ruang ganti yang letaknya bersebelahan dengan ruang ganti Kenzo. Naomi ingin Adelle dibantu pekerjanya, tapi Adelle menolak dan ingin ganti sendiri. Naomi lantas memberikan gaun dan diterima oleh Adelle. Naomi menutup pintu ruang ganti Adelle, dan menunggu kedua tamunya berganti.


Lima menit kemudian. Pintu ruang ganti Kenzo terbuka, Kenzo keluar dengan mengenakan stelan jas biru tua dan berdiri didepan Naomi.


"Wuah ... sangat pas. Memangnya, kamu ini punya tubuh bak model. Kapan-kapam kamu akan aku jadikan modelku dan berjalan di panggung." kata Naomi dengan hebohnya.


Naomi bangga, stelan jas buatannya tampak sangat bagus dan sempurna saat dikenakan Kenzo. Dan langsung memberikan stelah jas itu pada Kenzo sebagai hadiah.


"Ambillah ini sebagai hadiah, ok." bisik Naomi.


"Apa? tidak mau. Aku akan bayar sesuai harga. Jangan seperti itu. Meski kita kenal, aku tidak bisa menerimanya," tolak Kenzo. Ia tidak ingin merugikan Naomi.


"Ya? A ... " kata Kenzo yang langsung terhenti karena Adelle keluar dari ruang ganti.


Adelle begitu cantik mengenakan gaun berwarna biru muda itu. Naomi pun berteriak kegirangan. Ia menemukan model sesungguhnya yang sangat cocok mengenakan gaun itu.


"Wuaaaaaa ... bagaimana ini. Aku mau melompat ke jurang karena sangat senang. Aku sangat berterima kasih kamu mau mencobanya. Ini sangat, sangat, sangat cocok untumu. Sungguh," kata Naomi, berjalan memutari Adelle.


Adelle tersipu, "Apa benar begitu? ini memang sangat bagus." kata Adelle.


Kenzo yang melihat Adelle pun terdiam tidak bisa berkata. Ia seperti tersihir kecantikan Adelle. Jantungnya pun ikut berdebar-debar.


"Apa ini? apa aku sakit jantung?" batin Kenzo.


Adelle menatap Kenzo dan tersenyum. Membuat seketika wajah Kenzo memerah. Kenzo pun berpaling dan mengusap dahinya karena ia tidak mau terlihat gugup didepan Adelle.

__ADS_1


"Ahh ... kenapa juga Adelle menatapku dan tersenyum begitu. Membuat jantungku ingin lompat saja," gumam Kenzo.


Naomi memanggil Kenzo, ia mengambil gambar dari stelan jas dan gaun rancangannya. Naomi berkata, hanya akan mengambil gambar pakaiannya saja, bukan modelnya.


Adelle menatap Kenzo, "Kenapa kamu diam saja? apa aku tidak terlihat cantik?" Bisik Adelle bertanya, ia berniat menggoda Kenzo.


"Cantik ... "gumam Kenzo.


"Apa? Aku tidak dengar. Katakan lagi," bisik Adelle.


"Kamu sangat canti, Adelle." bisik Kenzo ditelinga kiri Adelle.


Mendengar pujian Kenzo, wajah Adelle langsung memerah. Adelle pun segera mengambil jarak karena jantungnya hampir saja lompat mendengar bisikan Kenzo.


"Wah, ini gila! bisa-bisanya aku salah sasaran. Aku yang ingin membuatnya merona, kenapa aku yang malu begini?" batin Adelle.


Naomi meminta izin pada Adelle dan Kenzo untuk berkenan difoto lagi. Ia menjelaskan, jika ia ingin memiliki foto Adelle dan Kenzo yang mengenakan rancangannya sebagai foto kenang-kenangan. Karena ini koleksi pribadi, maka Naomi akan mengambil gambar pakaian sekalian wajah modelnya.


***


Semua persiapan selesai. Tidak hanya ke butik untuk mendapatkan gaun, tetapi Kenzo juga mengajak Adelle ke salon untuk menata riasan dan rambut. Kenzo menunjukkan pakaian yang nantinya ia dan Adelle kenakan pada saat pesta. Ingin penata rias dan rambut menyesuaikan riasan dan tatanan rambut seperti pakaian yang akan mereka kenakan. Penata rias dan penata rambut pun mengerti dan mulai bekerja.


Saat rambut Adelle ditata, penata rambut bertanya pada Adelle. Apakah Adelle adalah kekasih Kenzo? Adelle pun terkejut dan tersenyum.


"Apa kita terlihat seperti pasangan kekasih?" tanya Adelle.


"Ya, kalian berdua terlihat harmonis. Entah kenapa saya melihat adanya kecocokan. Mungkin saja kalian terikat benang merah," kata penata rambut itu.


Adelle tersenyum, "Ah ... begitu, ya." gumam Adelle.


Adelle berpikir mungkin saja ucapan penata rambut hanya pemanis. Bagaimana bisa ia lupa, kalau Kenzo adalah laki-laki, dan ia baru saja dikhianati laki-laki yang sudah hidup bersamanya selama lima tahun.


Adelle tidak ingin jatuh ke lubang yang sama dua kali. Ia juga tidak ambil pusing memikirkan laki-laki atau pernikahan. Ia hanya akan fokus pada pekerjaan.

__ADS_1


Sedangkan penata rambut yang menata rambut Adelle hanya bisa mendoakan saja. Ia berdoa akan adanya keajaiban cinta. Berharap Adelle dan Kenzo adalah jodoh pilihan yang akan ditakdirkan bersama.


__ADS_2