Cincin Kedua

Cincin Kedua
CK (6)


__ADS_3

Adelle menatap Ellie, "Siapa? apa akan ada tamu penting?" tanya Adelle.


"Ah, bukan orang penting juga. Dia teman lama suamiku. Aku meminta Thomas mengundangnya karena aku pikir akan seru makan ramai-ramai. Maaf, ya. Aku tidak memberitahukan ini lebih awal padamu. Kamu tidak marah, kan?" jelas Ellie pada Adelle.


Adelle tersenyum cantik, "Untuk apa marah. Tidak apa-apa. Aku juga senang kalau kebahagiaanmu dirayakan banyak orang," jawab Adelle.


Thomas pun datang bersama seseorang. Adelle dan Ellie sama-sama memalingkan pandangan mereka ke arah Thomas dan temannya, yang tak lain adalah Kenzo.


Seketika Adelle langsung kaget. Matanya membulat sempurna menatap Kenzo yang ada di depan matanya.


"Ti-tidak mungkin," guman Adelle.


Tidak hanya Adelle yang terkejut. Kenzo pun kaget saat tahu ada Adelle di rumah temannya.


"Dia ... " batin Kenzo menatap tajam ke arah Adelle.


"Ken, kenalkan. Ini istriku, Ellie. Dan ini teman baiknya, Adelle." kata Thomas memperkenalkan Ellie dan Adelle pada Kenzo.


"Hallo, Ellie ... " sapa Ellie ramah.


"Hallo, Ellie. Senang bertemu denganmu. Dan selamat atas kehamilanmu, ini hadiah untukmu dan Thomas. Aku buru-buru membelinya, entah kalian akan suka atau tidak dengan hadiahku ini." kata Kenzo memberikan sebuah buket bunga yang cantik.


Ellie menerima pemberian Kenzo, "Wow, apa ini kebetulan? Adelle juga memberiķan rangkaian bunga yang sama. Terima kasih banyak," ucap Ellie tersenyum.


Kenzo menatap Adelle. Keduanya saling bertatapan dan saling diam. Melihat temannya saling diam, Ellie dan Thomas juga saling menatap.


"Ah, ayo kita makan. Aku sudah membuat banyak hidangan. Aku tidak tahu seleramu, Ken. Kuharap kamu menyukai hidangan yang kubuat ini." kata Ellie. Ia meletakan buket bunga di atas meja dan mengarahkan tamu-tamunya ke meja makan.


Kenzo menatap ke atas meja, "Wow, ini semua kamu sendiri yang memasak?" tanya Kenzo takjub.


"Istriku adalah chef, dan punya usaha restoran. Mampirlah kalau kamu ada waktu," jawab Thomas.


"Ah, begitu. Kamu wanita yang luar biasa, Ellie. Tidak heran temanku ini memilihmu sebagai istri. Penampilannya saja menggiurkan, pasti sangat lezat." puji Kenzo.


"Terima kasih, sudah memuji masakanku. Makanlah yang banyak, tidak perlu sungkan." kata Ellie menanggapi.


Thomas dan Ellie duduk berdampingan. Sedangakn Kenzo berdampingan dengan Adelle. Mereka mulai menikmati hidangan yang sudah tersedia di atas meja.


"Kita bertemu lagi, ya." bisik Kenzo di telinga Adelle.

__ADS_1


Adelle yang sedang makan pun tersedak dan terbatuk. Uhukkk ... hukkk ... uhuukk ...  dengan cepat tangannya mengambil gelas dan minum air putih. Ia menarik napas dan membuang napas. Akhirnya ia bisa bernapas lega dan menelan makanannya dengan baik.


Kejadian itu cukup membuat Ellie dan Thomas khawatir. Mereka juga bingung, bagaimana bisa tiba-tiba Adelle tersedak saat makan.


***


Ellie, Thomas, Adelle dan Kenzo berbincang-bincang setelah acara makan malam. Mereka cukup menghabiskan waktu malam itu.


Saat hendak memesan taksi, Adelle ditawari tumpangan oleh Kenzo. Adelle sempat menolak, tetapi Ellie meminta sahabatnya itu untuk mau diberi tumpangan dengan alasan keselamatan.


"Mau kuantar saja," tawar Thomas.


"Tidak, tidak. Aku akan pesan taksi," jawab Adelle menolak tawaran Thomas.


Adelle mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Tiba-tiba Kenzo mencoba manawari tumpangan.


"Tidak perlu pesan taksi. Kamu bisa pulang bersamaku. Bukankah kita satu arah?" tawar Kenzo tanpa basa basi.


Adelle kaget, "A-apa?" gumam Adelle.


"Oh, iya. Arah apartemenmu kan searah dengan Star Hotel. Ikut saja dengan Kenzo," sahut Ellie setuju.


Thomas melihat jam tangannya, "Kurasa memesan taksi juga butuh waktu. Ini sudah cukup malam, Adelle. Ikut saja dengan Kenzo. Setidaknya dia bisa menjagamu kalau terjadi apa-apa," kata Thomas menyarankan.


"Suamiku benar, Adelle. Ini sudah malam. Bahaya juga kamu naik taksi. Ayolah, aku mengkhawatirkanmu." bujuk Ellie.


"Ta-tapi ... " gumam Adelle yang langsung terdiam. Ia menarik napas dalam, lalu mengembuskan napasnya. "Hahhh ... baiklah. Sepertinya kalian akan terus membujukku, jika aku tidak mengikuti permintaanmu." lanjut Adelle bicara.


"Kalau sudah tau cepat pulang sana. Besok 'kan kamu juga masih harus bekerja. Sampai jumpa besok siang, dahhh ... " kata Ellie melambaikan tangannya pada Adelle.


Adelle membalas pambaian tangan sahabatnya, "Ya, dahh ... aku pulang dulu, ya." pamit Adelle.


Kenzo membuka pintu mobil di sisi kemudi. Adelle pun masuk dan duduk. Pintu mobil di tutup, Kenzo juga lantas berpamitan pada Thomas dan Ellie.


"Thomas, Ellie, aku pulang. Terima kasih sudah mengundangku. Sampai jumpa," pamit Kenzo.


"Ya, sampai jumpa. Hati-hati di jalan," jawab Thomas.


"Tolong antar sahabatku sampai tujuan, ya. Dahh ..." sambung Ellie mengingatkan Kenzo, jika harus mengantar Adelle sampai tujuan.

__ADS_1


"Ya," jawab Kenzo tersenyum.


Kenzo berjalan menuju pintu sisi kemudi. Ia membuka pintu dan masuk, lalu menutup pintu. Setelah mengenakan sabuk pengaman, ia mengemudikan mobil pergi meninggalkan halaman rumah Thomas dan Ellie.


***


Di perjalana. Kenzo dan Adelle saling diam. Kenzo fokus mengemudi, sedangkan Adelle menatap jalanan yang sepi.


"Mau minum kopi denganku?" tanya Kenzo.


Adelle menatap Kenzo, "Ya? kamu bertanya padaku?" tanya Adelle.


"Kalau bukan padamu, apa aku bertanya pada orang lain? bukankah hanya ada kamu di mobil ini, selain aku?" kata Kenzo.


"Ah ... itu ... aku sedang tidak ingin minum kopi sekarang. Aku lelah dan ingin istirahat lebih awal," kata Adelle beralasan.


"Aku tak memintamu untuk minum kopi sekarang. Bisa besok atau esok lusa. Sebisamu saja. Apa masih tidak bisa?" jawab Kenzo gigih.


"Aduh, dia gigih sekali. Bagaimana lagi caraku menolaknya, ya?" batin Adelle.


"A ... " belum sampai Adelle selesai bicara, ucapannya sudah dipotong Kenzo.


"Maaf, jika ajakanku tidak membuatmu nyaman. Aku hanya ingin membalas kebaikanmu. Kamu bahkan tidak menjawab pesan yang kukirim, jadi aku pikir kamu mau kuajak minum kopi," jelas Kenzo.


"Tidak perlu repot. Aku menolong juga karena kita searah, kan. Dan ... aku minta maaf. Sudah menyebutmu yang tidak-tidak. Itu karena kamu terlalu mencurigakan," jawab Adelle. Ia merasa bersalah sudah mengatai Kenzo yang tidak-tidak, saat keduanya pertama kali bertemu.


"Tidak apa-apa. Memang benar aku mencurigakan, makanya kamu mengataiku penjahat, perampok bahkan pembunuh berantai. Hahaha ... terima kasih sudah mengejekku, ya." kata Kanzo tersenyum.


Wajah Adelle memerah, "Ah, sial! mulutku memang tidak bisa bicara hal baik. Kalau sudah mengatai orang langsung menusuk. Kalau begini, aku 'kan jadi malu. Hiss ... " batin Adelle menundukkan kepala.


Kenzo menatap Adelle, "Alamatmu?" tanya Kenzo.


"Ya?" tanya Adelle kaget.


"Alamat, apartemenmu?" tanya Kenzo lagi.


"Ah, i-iya. Jalan terus saja. Nanti ada perempatan Lampu jalan, belok ke kiri dan masuklah ke lobby gedung pertama. Itu apartemenku," jawab Adelle.


"Ok," jawab Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2