Cincin Kedua

Cincin Kedua
Bab 79


__ADS_3

Pagi itu, Vino sudah merasa sangat ragu untuk pergi ke rumah kedua orang tuanya. Sebab, di lubuk hati yang paling dalam dirinya jelas menolak pernikahan ini. Walaupun, Raisya yang mengusulkan dan bersikeras untuk nikah pura pura. Hanya saja, ia tetap tidak tega untuk mempermainkan pernikahan mereka nantinya.


Hingga, kabar mengejutkan itu datang. Orang yang menjadi suruhannya membawa kabar angin segar untuk masa depannya sekaligus mengejutkan.


Beberapa hari ini Olivia melakukan kegiatan di kampung kampung kumuh, mengajarkan kelaa menyulam bagi anak anak usia remaja. Betapa terkejutnya Vino ketika mendapatkan kiriman foto foto sang istri yang tengah berkegiatan itu, terlebih dengan perut wanita itu yang terlihat buncit.


"Apakah istri saya itu sedang hamil?" tanya Vino tergesa menghubungi lelaki di seberang sana.


"Sepertinya begitu, Pak. Beberapa kali saya melihat Ibu Olivia mengelus perutnya."


Tidak lama dari panggilan yang diputus, lelaki di seberang sana itu mengirimkan foto Olivia yang sedang mengelus perutnya.


Hingga pagi itu, Vino masih menghubungi orang suruhannya agar mencari alamat tempat tinggal sang istri. Sampai di detik saat Raisya duduk di sampingnya dengan kebaya pengantin yang melekat di tubuh.


Tidak bisa Vino pungkiri jika Raisya memang terlihat sangat cantik. Gadia itu bak bidadari yang turun dari kahyangan. Namun, apa boleh buat. Hati Vino tidak bisa merasakan apa pun kepada gadis itu selain perasaan seorang kakak kepada sang adik perempuan yang amat disayanginya.

__ADS_1


Finalnya, saat Vino mendapatkan alamat tempat tinggal Olivia.


****! Ternyata benar. Selama ini Olivia tinggal di rumah Bunda Kania.


Vino mengepalkan tangannya, lalu tatapannya teralihkan saat mendapati notifikasi pesan masuk.


Ia sempat tercenung kala membaca pesan dari nomor asing di layar ponselnya. Hingga nama pengirim di akhir pesan membuatnya tercengang dan menahan napas. Oh, bukan itu saja ... jantung Vino seperti berhenti berdetak.


Vino tidak menyangka dengan apa yang sedang terjadi di keluarganya. Kekacauan apa yang bakalan terjadi jika dirinya benar benar menikah dengan Raisya yang ternyata adiknya sendiri. Ada darah sang papa yang mengalir di darah mereka. Fakta macam apa ini?


Seketika itu juga, Vino berdiri dengan perasaan kacau. Pantas saja sang papa menentang rencana pernikahan ini. Rupanya ... ada rahasia besar yang disimpan rapat oleh lelaki itu. Dan sekarang, entah ke mana perginya lelaki yang amat dihormati Vino itu.


Vino menepis tangan sang mama yang mencoba menahannya. Namun, ia juga belum sanggup untuk mengungkapkan beneran yanh sesungguhny kepada sang mama. Pada akhirnya, Vino hanya menggunakan alasan yang selama ini ia pikirkan.


Setelah ini, tujuannya hanya satu ... mencari keberadaan Olivia dan melihat sendiri perut buncit wanita itu. Ia sudah tidak sabar untuk bisa bertemu dan menjelaskan semuanya kepada Olivia. Vino juga sudah tidak sabar untuk bisa memperbaiki semuanya.

__ADS_1


Untuk urusan sang papa dan mamanya, Vino akan mencari keberadaan papanya terlebih dahulu.


Oh, kepala Vino seakan akan mau meledak saja. Banyak sekali hal yang masuk ke dalam otaknya ini dan meminta diprioritaskan.


"Kak!"


Suara panggilan itu menghentikan langkah kaki Vino. Di ambang pintu, Raisya berdiri dengan keadaan kacau balau. Wajah cantiknya yang beberapa menit lalu sempat Vino lihat kini telah berubah menjadi wajah yang sangat menyedihkan.


"Kakak, please!"


Vino memejamkan mata. Sesungguhnya, ia sangat tidak tega mendapati adik yang amat disayanginya itu harus tersakiti seperti ini dan oleh ulahnya sendiri. Namun, ia sempat berpikir kalau mereka berdua akan sama sama diuntungkan bukan karena tidak perlu melakukan nikah pura pura.


"Maafkan aku, Raisya. Aku harus pergi. Aku tidak bisa melanjutkan ini semua. Ini bahkan tidak adil untuk kamu dan untuk kita berdua." Di dalam hati, Vino melanjutkan, 'Aku akan mencari keberadaan Papa dan meminta penjelasan.'


Selanjutnya, Vino mengabaikan suara panggilan Raisya yang disertai tangisan itu. Ia pun segera masuk ke mobil dan melajukan kendaraan roda empat itu. Ia ingin segera meluncur ke bandara dan terbang ke kota Jakarta untuk menemui sang istri.

__ADS_1


Sementara itu, suara pekikan meraung di ruang tamu. Raisya yang menangis ditambah sang mama yang tiba tiba pingsan menambah kekacauan di dalam rumah itu.


__ADS_2