Cincin Kedua

Cincin Kedua
CK (8)


__ADS_3

Adelle dan Mama James duduk berdampingan. Mereka duduk di tempat agak jauh dari tempat Kenzo berada. Dengan perasaan canggung bercampur resah, Adelle pun menceritakan apa yang terjadi dengannya dan James.


"Ma ... " panggil Adelle menatap Mama James.


"Ya, sayang. Ada apa? kenapa kau terlihat gelisah seperti ini?" jawab Mama James mengusap wajah cantik Adelle.


Adelle menunduk, "Maaf, Ma. Maaf ... " gumam Adelle.


Mama James hanya diam dalam kebingungan. Ia tidak tahu apa maksud permintaan maaf dari Adelle.


"Sebenarnya ... aku ... ahhh, bagaiman bisa aku menjelasknnya, Ma. Ini tidak mudah buatku." kata Adelle tampak sedih.


Mama James mengusap kepala Adelle, "Pelan-pelan saja menjelaskannya. Katakan apa yang ingin kau sampaikan, Nak. Jika terlalu berat maka tidak perlu kau katakan. Tidak apa-apa," kata Mama James lemah lembut.


Adelle diam sejenak, sebelum akhirnya bicara.  Meski sulit baginya, tapi itu adalaah kesempatannya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Aku dan James sudah resmi bercerai sebulan lalu, Ma. Aku tidak bisa memaafkaan James yang mengkhianati janji suci kami. James ... dia berselingkuh dan wanita itu juga sedang mengandung anak James. Maaf ... aku belum bisa menjadi menantu yang baik. Aku harap Mama mengerti dan memahami keputusan kami." jelas Adelle yang tanpa sadar menangis.


Mama James tampak kaget, sampai mulutnya ternganga. Ia tidak sangka putranya akan melakukan tindakan yang memalukan.


"Tidak hanya berselingkuh, bahkan sampai mengandung bayi?" gumam Mama James.


"Aku tidak tahu, jika James belum memberitahu  soal perceraian kami pada Papa dan Mama. Terakhir kali aku bertemu dengnnya, dia bilang akan memberitahukan dan mengurus semuanya." jelas Adelle lagi.


"Tidak ada kabar apapun darinya. Jika aku tahu, aku parti sudah menegurnya dengan keras," jawab Mama James.


Adelle terdiam. Ia menyeka air matanya perlahan yang terus menetes membasahi kedua pipi.


Mama James merasa bersalah atas perbuatan buruk sang anak. Ia langsung memeluk erat tubuh Adelle dan menangis.


"Maaf, Nak. Karena putraku kamu harus menderita dan tersakiti. Maaf ... " ucap Mama James.


Adelle melepas pelukan, "Tidak, Ma. Mama tidak salah apa-apa. Jangan meminta maaf untuknyaa," kata Adelle.


Mama Adelle menggelengkan kepala, "Tidak, Nak. Sebagai orang tua, sudah kewajjiban kami mendidik Anak dengan baik. Pada akhirnya kami gagal sebagai orang tua. Bagaimana bisa dia melakukan itu padamu? dia ... " kata-kata Mama James terhenti karena ponselnya berdering.


Diambilnya ponsel dari dalam tas. Rupanya Mama  James  menerima panggilan dari putranya.

__ADS_1


"James menelepon. Mama angkat dulu, ya." kata Mama James memegang erat ponsel di tangan.


"Ya, Ma. Aku ke kamar mandi dulu," kata Adelle yang langsung pergi meninggalkan Mama James.


Mama James pun menerima panggilan daari James. Ia meminta putranya untuk datang menemuinya di Caffe tempatnya berada. Saat sang Mama menyebutkan lokasinya, James langsung kaget. James pun bertanyaa untuk apa Mamanya ada di daerah tersebut, karena tahu itu merupakan area sekitaran kantor mantan istrinya. Tanpa berpikir sang Mama menjawab, jika ingin bertemu sang menantu.


Mendengar jawban sang Mama, membuat James langsung mengakhiri panggilan sepihak. Tidak lama ia mengirim pesan, yang meminta pada Mamanya tetap di Caffe sampai ia datang.


Mama James seperti sengaja diam karena kesal pada putranya yang tak memberitahunya apa-apa, bahkan tak bisa ia hubungi. Ia tidak memberitahu James, jika ia sudah bertemu Adelle dan bicara dengan Adelle.


***


Di kamar mandi. Adelle baru saja menangis disalah satu bilik. Merasa cukup lega, ia keluar dan berjalan mendekati wastafel untuk segera cuci tangan.


Tatapan matanya menatap cermin di hadapannya, "Bisa-bisanya aku menangis. Bukankah aku sudah tak ingin menangisi perpisahanku


dengan si bedebah itu?" batin Adelle.


Ia segera menyeka air matanya. Ia beberapa kali menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskan napas perlahan.


Pikirannya masih terus memikirkan kejadian saat ia memergoki James dan wanita simpanan James di hotel. Kejadian itu begitu membekas di hati Adelle, sampai sulit untuk dilupakan begitu saja. Jika mengingat itu semua, dada Adelle seakan bergemuruh ingin meledak.


***


James dan seorang wanita keluar dari dalam mobil dengan terburu-buru. Keduanya lantas masuk ke sebuah Caffe.


James melihat sekeliling. Ia kaget saat tahu Mamanya sudah bertemu Adelle, terlihat keduanya saaling berbincang.


"Ma ... " panggil James. Napasnya terengah-enggaah.


Mama James, Adelle dan Kenzo bersamaan memalingkan pandangan ke arah James.


"Oh, kamu sudah datang." kata Mama James.


Adelle memalingkan pandangan menatap Kenzo, "Kita lanjutkan diskusi kita di lain tempat saja," kata Adelle.


"Ok, tidak masalah." jawab Kenzo.

__ADS_1


Adelle berdiri dan menatap Mama James, "Ma ... aku masih ada pekerjaan. Aku permisi," pamit Adelle dengan sopan.


Mama James tersenyum, "Ya, pergilah. Terima kasih sudah menemaniku. Lain waktu ayo makan bersama," kata Mama James berharap masih bisa menjalin hubungan baik dengn mantan menantunya.


Adelle tersenyum cantik, "Boleh saja. Silakan menghubungi aku kalau Mama senggang. Dahh, Ma ... " pamit Adelle yang langsung  pergi.


Adelle pergi bersama Kenzo, meninggalkan James, Mamanya dan seorang wanita yang tak lain adalah Lalisa, selingkuhan James.


Melihat Adelle pergi dengan pria asing, membuat James sedikit tidak nyaman. Tatapannya begitu tajam melihat sampai ke luar Caffe.


"James ... " panggil sang Mama.


Sang Mama melihat anaknya terdiam menatap keluar Caffe. Lebih tepatnya menatap kepergian Adelle dan Kenzo.


"Siapa pria itu, Ma?" tanya James.


"Kenapa kamu bertanya? Itu bukan urusanmu" jawab Mama James kesal.


"Ma ... " kata James kesal menatap Mamanya.


"Duduklah, Mama ingin bicara." kata sang Mama.


James pun duduk, diikuti Lalisa di samping James. Mata Mama James menatap ke arah Lalisa, dahinya berkerut.


"Jadi kamu orangnya?" tanya Mama James pada Lalisa.


Lalisa kaget, "A-apa?" katanya.


"Kamulah wanita yang menjadi orang ketiga diantara anak dan menantuku, kan? bisa-bisanya kamu merayu suami orang lain. Kamu itu sangat tidak tahu malu, ya. Apa begini cara orang tuamu  mendidik?" kata Mama James emosi.


"Ma, jangan marah-marah. Kenapa Mama emosi seperti ini? kita di tempat umum," kata James menenangkan sang Mama.


"Bagaimana bisa Mama tidak emosi. Kamu membuat Mama malu, James. Sekalipun Mama tidak pernah mengajarkanmu untuk berbuat hal tidak baik. Bisa-bisanya kamu berselingkuh dan membuat wanita ini mengandung. Kamu sudah menyakiti dua wanita, hati Mamamu dan Adelle. Sekalipun kamu berlutut meminta maaf, kesalahanmu tak akan bisa termaafkan. Hahh ... (menghela napas) lakukan saja sesukamu. Jangan pernah pulang menemui Mama ataupun Papamu." kata Mama James sedih. Ia pun bangkit berdiri dari posisi duduk dan pergi meninggalkan James juga Lalisa.


"Ma ... " panggil James berlari menarik tangan sang Mama.


"Mama ... " panggil James lagi.

__ADS_1


__ADS_2