
Adelle dan Kenzo yang resmi berkencan pun menghabiskan hari-hari bersama penuh kemesraan. Mereka mencoba berkencan. Sebagai orang yang berpengalaman, Adelle menunjukkam bagaiamana cara berkencan pada Kenzo dan apa saja yang dilakukan pasangan kencan.
Mereka pergi belanja bersama di pusat perbelanjaan, sampai menonton film di bioskop. Tidak hanya itu, keduanya juga pergi berlibur ke pantai dan tinggal di villa sekitaran pantai. Adelle terlihat bahagia. Hatinya selalu berdebar dengan setiap hal yang dilakukan Kenzo. Bagaimana tidak? Kenzo memperlakukan Adelle bak Ratu. Ia sangat memanjakan Adelle.
***
Adelle menemani Kenzo yang sedang bekerja. Ia diajari oleh Kenzo beberapa hal tentang cara mengelola Hotel. Meski hanya penjelasan singkat, Adelle cukup memahami. Lebih kurangnya sama seperti ia yang mengelola perusaah Furniture. Yang harus sibuk dan tenggelam dalam tumpukan dokumen.
"Ken ... " panggil Adelle menatap Kenzo.
"Ya?" jawab Kenzo, memalingkan pandangan dari layar tablet ke arah Adelle yang duduk disampingnya.
Adelle mencium pipi Kenzo. Ia juga langsung berpindah duduk ke pangkuan Kenzo. Posisi Adelle menghadap Kenzo, ia memeluk Kenzo erat-erat dan memendamkan wajahnya dalam pelukan.
Kenzo tersenyum, "Apa kamu sedang menggodaku?" bisik Kenzo.
"Hm, mana bisa menggodamu. Kamu kan sedang sibuk. Bekerjalah dulu, aku mau tidur begini. Boleh, kan?" jawab Adelle.
Kenzo mencium lembut kepala Adelle, "Ya, tidurlah. Setelah selesai memeriksa laporan ini, aku akan membangunkanmu. Nanti mau dibuatkan makan siang apa?" tanya Kenzo.
Adelle menatap Kenzo, "Aku mau makan pasta. Buatkan yang enak, ya?" jawab Adelle tersenyum.
Kenzo mengecup hidung Adelle, "Baik Baginda Ratu. Saya akan mengingat perminaatan Anda." jawab Kanzo tersenyum.
Adelle tersenyum, ia memeluk Kenzo dan memejamkan matanya. Adelle benar-benar terlelap tidur dalam dekapan kekasihnya itu. Sedangkan Kenzo kembali fokus memeriksa laporan-laporan yang dikirim Julio padanya.
***
Satu jam kemudian ...
Kenzo telah menyelesaikan semua pekerjaannya. Ia juga merapikan berkas dokumen yang tadinya berserakan.
__ADS_1
"Akhirnya selesai," batin Kenzo.
Ia mengusap punggung Adelle, lalu memeluk Adelle. Kenzo rasanya tidak tega membangunkan Adelle yang terlelap. Tapi ia tidak bisa juga membiarkan kesayangannya melewatkan jam makan siang.
"Sayang ... ayo bangun." bisik Kenzo.
Kenzo mengusap lembut wajah cantik kekasihnya, "Sayang ... " panggilnya lagi.
Adelle mengerjapkan matanya. Ia perlahan membuka mata dan melihat Kenzo tersenyum menatapnya. Adelle segera bangun. Ia mengusap matanya dan bertanya apakah pekerjaan Kenzo sudah selesai apa belum. Kenzo menjawab, jika pekerjaannya sudah selesai beberapa menit lalu.
Adelle pun berdiri perlahan dari pangkuan Kenzo. Ia memegang tangan Kenzo, membantu sang kekasih berdiri dari tempat tidur. Mereka berjalan bersama-sama menuju dapur.
***
Adelle duduk menatap kesayangannya yang sedang memasak. Dari belakang Kenzo terlihat sangat seksi di mata Adelle. Membuat Adelle tidak tahan ingin memeluk Kenzo.
Adelle berdiri, ia berjalan perlahan mendekati sang kekasih dan memeluknya dari belakang. Adelle membenamkan wajahnya ke punggung Kenzo.
"Rasanya aku tidak mau kembali. Ingin terus di sini seperti ini. Tapi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku lama-lama," kata Adelle mengeluh.
Adelle menggelengkan kepala. Ia tidak ingin membuat Kenzo kesusahan. Ia sendiri juga tidak boleh seenaknya melepas tanggung jawab pekerjaannya pada Sekretarisnya.
Kenzo melepas pelukam Adelle dan berbalik. Ia menangkup dengan dua tangan wajah kekasihnya itu. Menempelkan hidungnya ke hidung sang kekasih.
"Apa kita tinggal bersama saja, ya? Rasanya sulit melepasmu dari pandanganku." kata Kenzo.
"Kamu mau kita tinggal bersama? hm ... boleh saja. Asalkan kamu mau memasak untukmu setiap hari, aku izinkan kamu tinggal diapartemnku." jawab Adelle.
Kenzo mengerutkan dahi, "Apa hanya itu syaratnya? kalau itu bukan hal sulit buatku." sahut Kenzo.
Kenzo dan Adelle saling berpelukan. Setelah itu mereka makan siang bersama. Mereka harus segera bersiap-siap karena akan kembali. Waktu dua minggu kunjungan pun berakhir.
__ADS_1
***
Adelle menemui Ellie di Caffe. Kebetulam Thomas sedang libur dan membantu istrinya. Melihat wajah cerah teman baiknya, Ellie menduga ada hal baik yang terjadi.
"Kenap wajahmu secerah mentari, Adelle? katakan padaku, apa ada sesuatu?" tanya Ellie.
Adelle menganggukkan kepala. Ia pun menceritakan apa yang terjadi selama ia diajak Kenzo pergi meninjau Hotel cabang. Ia menceritakan, jika ia mendapatkan pernyataan cinta dari Kenzo dan mereka berdua menghabiskan waktu bersama-sama dengan penuh cinta.
"Apa? aku tidak salah dengar, kan?" tanya Ellie terkejut.
Karena yang diketahui Ellie, selama ini Adelle dan Kenzo hanya menjalin hubungan baik antar teman sekaligus rekan kerja. Ellie tidak sangka, hubungan Adelle dan Kenzo akan berkembang secepat itu. Mengingat Adelle yang juga terlihat sulit didekati.
Ellie sampai bertanya-tanya. Dengan cara seperti apa, Kenzo merayu Adelle. Bagaimana bisa Kenzo melelehkan hati Adelle yang beku bak balok es.
"Aku kagum pada Kenzo. Padahal membuatmu yakin kan tidak mudah. Meski kalian akrab, kamu juga tida akam mungkin sepercaya itu padanya." kata Ellie.
"Entahlah ... aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa goyah. Mungkin karena aku terbuai oleh makanan yang dibuatnya? haha ... aku bergurau. Aku merasa ketulusannya benar-benar menyentuh hatiku. Sikapnya yang hangat, kata-kata yang kadang lembut, kadang menjengkelkan, tapi tidak membuatku kesal. Juga tatapan matanya, yang seolah tahu apa yang aku rasa tanpa aku harus bercerita. Ahh ... sudahlah, sangat panjang kalau diceritakan detail. Intinya kami berkencan sekarang." jelas Adelle pada Ellie.
Thomas datang membawa kopi untuk Adelle, dan jus untuk sang istri yang tengah mengandung. Ia kemudian duduk disamping sang istri.
"Kalian membicarakan apa? seru sekali," Tanya Thomas.
"Sayang, kamu harus tahu ini. Adelle kita saat ini sedang berkencan dengan Kenzo. Mengejutkan, bukan?" kata Ellie menatap Suaminya.
Thomas melebarkan mata, "Wahh, kamu sungguh-sungguh menjalin hubungan khusus dengannya?" tanya Thomas menatap Adelle.
Adelle mengangukkan kepala. Ia kembali menjelaskan singkat apa yang terjadi anatara ia da Kenzo pada Thomas. Mendengar kabar baik, Thomas pun memberikan ucapan selamat. Thomas juga menambahkan, jika ia senang Adelle bisa kembali membuka hati.
"Perceraian memang menyakitkan, tapi bukanlah akhir dari segalanya. Untunglah kamu kembali menemukan cintamu, Adelle. Semoga kamu dan Kenzo berjodoh, dan kalian bisa bahagia bersama." kata Thomas mendoakan setulus hati.
"Aku juga berharap hal yang sama seperti suamiku. Berharap kalian adalah cinta sejati satu sama lain. Sekali lagi selamat, ya ... " sambung Ellie memberikan selamat.
__ADS_1
"Terima kasih, kalian sudah mendoakanku. Aku juga berdoa untuk kalian berdua, dan calon anak kalian. Semoga kalian selalu bahagia juga. Aku tidak sabar menanti lahirnya keponakanku," kata Adelle.
Adelle berterima kasih atas doa dan ucapan kedua temannya itu. Adelle juga berharap Kenzo adalah pelabuhan terakhirnya. Ia akan berusaha membahagiaan Kenzo, seperti Kenzo yang selalu bisa membuatnya bahagia. Bahkan untuk hal-hal kecil tidak terduga.