
Beberapa hari kemudian ....
Setelah kejadian itu. Papa Jassper langsung mendapat peringatan dari Eric samapi dilaporkan pada polisi. Sayangnya itu hanya menjadi sebuah peringatan, karena Papa Jassper mengaku memukul dalam keadaan mabuk dan tanpa unsur kesengaajaan. Sehingga Papa Jassper bebas dengan jaminan.
Tentu saja dengan kejadian itu, ia merasa direndahkan dan dibuat malu. Ia yang merupakan anak dari keluarga tehormat dan terpandang dibuat menginap di sel meski hanya semalam. Papa Jassper pun menaruh rasa dendam pada Eric.
***
Jassper yang sudah keluar dari rumah sakit, kini tinggal bersama Eric. Eric meminta Jassper tidak lagi berhubungan dengan Papanya lagi karena takut nyawa cucunya menjadi taruhan. Jassper menurut, ia mengikuti apa kata Kakeknya.
Sehari setelah kepulangan Jassper dari rumah sakit. Mama Jassper pun datang ke kediaman Eric dan meminta pada Eric untuk bisa menampungnya. Mama Jassper datang dengan wajah dan sekujur tubuh penuh lebam. Ia mengaku bertengkar dan akhirya dipukuli oeleh suaminya.
Sebagai seorang Ayah, hati mana yang tak sakit melihat anaknya tak berdaya dan terluka. Mama Jassper menangis tersedu-sedu ia meminta maaf dan bersedia menerima hukuman, jika Eric mau sedikit saja bermurah hati membiarkannya tinggal.
Eric tidak berdaya. Begitu juga Jassper menatap Mamanya dengan penuh rasa kasihan dan kekesalan. Ia sudah tahu rasanya, makanya ia sedih karena tidak tega melihat Mamanya diperlakukan sama sspertinya oleh Papanya. Eric pun meminta putrinya untuk mengakhiri hubungan dengan suaminya, jika ingin tinggal di rumahnya.
Mama Jassper kembali menangis. Ia sangat mencintai Papa Jassper, tapi ia juga tidak bisa terus menerus diperlakukan semena-mena oleh suamihya. Ia juga tidak mau putranya di sakiti lagi oleh suaminya. Mama Jassper pun dengan berat hati mau untuk mengakhiri hubungan dengan suaminya.
Eric langsung meminta Asistennya mengurus perceraian putrinya. Ia tidak mau menunggu sampai berlarut-larut dan ingin cepat mengakhiri hubungn.
***
Papa Jassper yang mendapatkan kabar akan diceraikan pun marah besar. Ia kembali memporak porandakan isi ruang kerjanya sambil memaki-mami sang istri. Mengatai sang istri dengan kata-kata kasar dan kotor.
"Wanita sialan! Beraninya dia mengadu pada si tua bangka itu. Dasar wanita licik, wanita rubah." kata Papa Jassper kesal.
Papa Jassper segera mengambil ponsel. Ia menghubungi tangan kanannya dan minta dicarikan seseorang untuk bisa bekerja padanya. Tentu saja ia akan memberikan upah besar untuk pekerjaan tersebut. Setelah selesai menyampaikan keinginannya, ia langsung mengakhiri panggilannya dan melempar ponselnya ke sofa. Ia pun duduk bersandar di sofa. Napasnya serasa sesak, karena ia terus saja marah-marah karena emosi.
***
Hari H pernikahan Kenzo dan Adelle ...
Kenzo tampak tampan mengenakan stelan jas berwarna putih. Ia sudah berdiri di depan altar dengan perasaan gugup yang mengguncang. Ia menunduk, menunggu kedatangan Adelle.
Begitu sang mempelai wanita memasuki ruangan, tepuk tangan meriah terdengar memenuhi seluruh ruangan. Adelle berjalan menuju Kenzo yang tengah berdiri di altar, didampingi Papanya.
__ADS_1
Senyum cantik Adelle dibalik veil mencuat. Sama seperti Kenzo, Adelle pun juga merasa gugup. Meski itu adalah pernikahan kedua yang ia jalani.
"Jangan gugup," bisik Papa Adelle di telinga putrinya.
Adelle menganggukkan kepala pelan. Ia mencoba tenang dengan mengatur napas. Ia melihat tak jauh darinya pria yang dicintainya mengulurkan tangan.
Papa Adelle menyerahkan tangan Adelle pada Kenzo. Ia percaya Kenzo akan menjaga Adelle kesayangannya sampai akhir. Papa Adelle juga berharap, putrinya dan menantunya akan selalu hidup damai dan rukun, serta bahagia. Setelah menyerahkan putrinya, Papa Adelle segera undud diri, ia harus segera bergabung dengan istrinya dan besannya.
"Kamu gugup?" tanya Kenzo berbisik. Ia menggenggam erat tangan Adelle.
"Ya, sedikit. Aku berdebar," jawab Adelle berbisik.
Kenzo tersenyum. Ia merasa sangat bahagia karena sebentar lagi akan mengucap janji setia sehidup semati bersama wanita pujaan hatinya.
***
Sumpah pernikahan telah dilakukan oleh Adelle dan Kenzo. Setelah keduanya saling menyematkan cincin, keduanya pun dinyatakan sah sebagai pasangan suami-istri. Kenzo mencium punggung tangan Adelle dan tersenyum. Keduanya berciuman singkat sebagai pemanis acara.
Setelahnya mereka menyambut para tamu yang berbondong-bondong mengucapkan selamat. Adelle dan Kenzo tersenyum menyambut para tamu, mereka tampak serasi. Adelle dan Kenzo juga mengambil foto keluarga sebagai kenang-kenangan.
Adelle meminta Mama James untuk segera istirahat begitu sampai di rumah. Ia mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan doa dari orang tua James. Adelle menatap kepergian orang tua James dengan senyuman.
Tidak beberapa jauh, tampak James yang terus memandangi Adelle. Ia sedih, melihat mantan istrinya itu kini berada dalam pelukan pria lain. Senyumam yang ia rindukan dari Adelle, mungkin saja tak akan pernah lagi ia lihat lagi.
"Kenapa kamu begini padaku, Adelle? Melihatmu dengan pria lain, selamanya aku tak akan pernah rela. Kamu itu milikku. Selamanya hanya akan menjadi milikku. Apa kamu tahu itu?" batin James marah. Ia mengepalkan dua tangannya kuat-kuat.
***
Malam harinya ....
Adelle dan Kenzo melakukan malam pertama mereka di rumah baru. Kini mereka tak perlu lagi menahan diri untuk bisa menyentuh yang sebelumnya belum bisa tersentuh.
Kenzo benar-benar langsung menghabiskan semuanya tanpa sisa. Membuat Adelle tidak bisa ridur sampai menjelang pagi. Padahal esok paginya mereka harus pergi ke rumah Eric untuk berpamitan. Karena Kenzo dan Adelle berencana bulan madu ke luar negeri.
Setelah puas bermain api, Kenzo dan Adelle yang kelelahan pun tertidur. Setidaknya mereka harus memejamkan mata sebenatar sebelum mentari pagi bersinar.
__ADS_1
***
Di kediaman Eric.
Eric mengadakan pesta kecil-kecilan di halaman rumahnya yang luas sebagai hadiah pernikahan cucu bungsunya, Kenzo dan Adelle.
Pesta itu dihadiri juga oleh kedua orang tua Adelle. Sebagai besan ia tidak bisa melewatkan kesempatan menjalin hubungan baik dengan orang tua Adelle. Itu yang terpikir oleh Eric.
Semua orang bersenang-senang. Mereka berbincang banyak hal satu sama lainnya. Saat semua orang tampak lengah, tiba-tiba seseorang yang mengenakan jaket, topi dan masker menyusup masuk dan hendak menyerang Eric. Jassper yang tahu pun segera menghentikan penjahat itu. Sehingga ia tertusuk pisau tepat di perutnya.
"Oh, tidak! Jassper!" teriak Mama Jassper. Segera ia menghampiri anaknya yang sudah tergelatak di lantai.
Semua orang kaget. Adelle segera menghubungi rumah sakit. Kenzo yang melihat pelaku penusukan berlari pun segera mengejar. Dan ia berhasil menangkap pelaku itu.
Dan setelah topi dan maskernya dibuka, ternyata pelaku penusukan adalah James. Kenzo yang kesal langsung menghajar James. Adelle segera menghentikan suaminya, ia meminta suaminya untuk tidak mengotori tangan dan sebaiknya menghubungi polisi.
***
Jassper menerima perawatan. Di rumah sakit ia ditunggui oleh Mamanya dan Kakeknya, juga kedua orang tua Adelle.
Sedangkan Adelle dan Kenzo, ada di kantor pilisi untuk memberikan kesaksian terkait kejadian yang dialami Jassper. Awalnya James tidak mau membuka mulut dan berbicara apa alasan ia melakukan tindakan nekat itu. Akan tetapi setelah didesak, James mengaku butuh uang untuk biaya persalinan Lalisa. Karena ia tidak lagi bekerja, ia pun tidak menghasilkan uang. Kebetulan ada orang yang mau membayarnya mahal asal bisa melakukan pekerjaa yang cukup berbahaya, yakni menghabisi nyawa Eric. Hanya saja Jassper yang berada tak jaub dari Eric langsung sadar adanya bahaya dan menhadang penjahat melukai Kakeknya. Dan saat ditanya siapa yang menyuruh, ternyata dalangnya adalah Papa Jassper.
Polisi pun akhirnya menangkap Papa Jassper yang berada di rumahnya. James dan Papa Jassper terancam masuk jeruji besi akibat tindakan yang sudah keduanya lakukan.
***
Kabar Papa Jassper yang ditangkap pun menjadi berita heboh. Pasalnya keluarga Papa Jassper adalah salah satu keluarga yang memiliki nama. Seketika nama baik keluarga itupun tercoreng karena prilaku Papa Jassper.
Mama Jassper merasa bersalah. Ia meminta maaf pada Eric dan menangis tersedu-sedu. Ia juga meminta maaf pada Jassper, bahkan ia meminta maaf pada Kenzo. Mama Jassper pun mengungkapkan semua kajahatan yang dilakukannya pada orang tua Kenzo. Dan tentu saja itu membuat Kenzo seketika syok.
Kenzo tak menyangka, Paman dan Bibinya adalah orang yang tega menghabisi nyawa orang tuanya. Padahal dulu Kenzo berpikir, jika masalah Paman, Bibi dan Jassper tak menyukainya adalah karena iri dengan apa yang dimilikinya. Terlebih sang Kakek memberikan semua padanya.
Kenzo pun pergi begitu saja tanpa bicara. Adelle segera menyusul Kenzo. Ia ingin menemani suaminya dan ingin menghibur suaminya. Adelle sedih, ia sendiri juga terkejut atas apa yang sudah terjadi pada Kenzo.
~Tamat~
__ADS_1