
Kenzo dan Adelle saling pandang dengan jarak wajah yang dekat. Adelle pun segera memalingkan pandangannya ke arah kemeja Kenzo, tapi nyatanya pandangannya malah tertuju pada dads bidang Kenzo.
Wajah Adelle memerah. Ia pun berusaha untuk melepaskan rambut yang terkait kancing kemeja Kenzo. Seperti halnya Adelle yang kebingungan, Kenzo pun demikian.
"Tu-tunggu ... aku akan duduk agar bisa lebih mudah melepas rambutmu. Posisi kita terlalu ..." kata Kenzo menjeda ucapannya.
Adelle pun diam, Kenzo perlahan bangun dan berusaha melepas rambut Adelle yang terkait kancingnya. Karena terlalu sulit, Kenzo pun menunduk sampai ia bisa mencium rambut Adelle.
"Rambutnya wangi dan halus," batin Kenzo.
"Ken ... sudah belum? Kepalaku sakit terus menunduk." kata Adelle.
Kenzo tersentak, "I-iya. Akan aku coba. Tahanlah sebentar," kata Kenzo.
Setelah mencoba melepas dengan perlahan dan hati-hati. Rambut Adelle akhirnya terlepas. Adelle merasa lega, ia pun merenggangkan bahu dan kepalanya yang sempat kaku karena terus menunduk.
"Hahhh ... (hela napas Adelle) bisa-bisanya rambut ini tersangkut." keluh Adelle.
Adelle menatap nampan dan ingat kalau ia harus memberikam bubur pada Kenzo. Ia pun segera mengambil mangkuk berisi bubur dan diberikan pada Kenzo.
"Aku sampai lupa, kalau kamu harus makan agar bisa minum obat. Nah, makanlah ... " pinta Adelle menatap Kenzo.
"Ah, iya. Terima kasih," ucap Kenzo.
Pandangan Adelle salah sasaran lagi. Bukannya melihat mangkuk bubur, ia malah melihat kemeja Kenzo yang terbuka dan memampangkan dada bidang Kenzo.
"Aku ini melihat apa? Dasar Adelle gila!" batin Adelle menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kenzo melihat tingkah aneh Adelle. Ia menatap dirinya sendiri dan akhirnya tahu, kemana arah pandangan Adelle tertuju.
"Ehemmm ... apa sudah cukup lihat-lihatnya?" tanya Kenzo.
Adelle kaget, "Ya? li-lihat apa, ya? ahh ... maaf, aku terlalu fokus melihatmu makan, ya. Kalau begitu aku pergi ganti baju dulu, kamu makanlah dengan tenang dan minum obat yang ada di samping nampan. Aku permisi dulu," kata Adelle yang langsung pergi terburu-buru ke kemarnya.
Kenzo tertegun. Ia saja belum sempat menjawab, tapi sudah ditinggal. Kenzo hanya tersenyum melihat Adelle yang malu-malu dan salah tingkah.
__ADS_1
***
Adelle masuk ke kamar dan menutup pintu. Ia bersandar pintu kamarnya dan mengatur napasnya pelan-pelan.
Sebenarnya Adelle paham apa maksud ucapan Kenzo. Tapi ia sengaja menjawab berbeda karena malu ketahuan basah sudah melihat yang seharusnya tidak terlihat olehnya.
"Hisss ... bisa-bisanya aku kepergok begitu." gumam Adelle.
Adelle pun berjalan menuju lemari pakaian untuk mengeluarkan pakaian ganti. Saat membuka lemari, ia melihat kaus dengan ukuran besar. Kaus itu baru dibeli dan sebenarnya ingin ia hadiahkan pada James. Sayangnya ia dan James sudah bercerai, ia merasa tidak perlu lagi memberikan James apa-apa.
Merasa sayang dibuang, Adelle pun mengeluarkanya dan diletakkan di atas tempat tidur, ia berpikir kalau kemeja Kenzo pasti basah. Dan tidak mungkin Kenzo nyaman dengan memakai kemeja yang basah. Karena tidak punya pakaian besar, ia pun berencana akan menawarkan kaus itu pada Kenzo setelah selesai ganti pakaian.
***
Adelle selesai ganti pakaian dan menghapus riasan. Ia juga mengikat rambutnya ekor kuda. Hanya dengan mengenakan celana panjang dan kaus longgar, Adelle tampak cantik menggemaskan.
Adelle keluar dari kamarnya. Ia membawa kaus yang akan ia berikan pada Kenzo. Ia berjalan mendekati Kenzo yang sedang duduk di sofa. Melihat mangkuk bubur di nampam kosong, Adelle pun tersenyum senang.
"Wah, kamu menghabiskan semua. Buburnya tidak kamu buang, kan?" tanya Adelle menggoda Kenzo.
Adelle tersenyum. Ia pun memberikan kaus yang dibawanya padan Kenzo, meminta Kenzo mengganti kemeja yang dikenakan karena pasti tidak nyaman memakai kemeja yang basah.
"Kamu kan berkeringat banyak, pakailah ini." kata Adelle. Meletakkan kaus dipangkuan Kenzo.
"Ini ... " kata Kenzo melihat kaus dipangkuannya.
"Ini kaus yang baru aku beli beberapa bulan lalu saat pergi ke luar kota. Sebenarnya ini akan aku berikan pada James, tapi kan kamu tahu aku dan dia sudah bercerai. Jadi ini untukmu saja," kata Adelle menjelaskan.
"Ah, aku dapat baju bekas, ya? Padahal kan aku rekan bisnis yang kedepannya akan banyak menguntungkanmu juga perusahaanmu." kata Kenzo menggoda Adelle.
"Eh, ini bukan bekas. Ini masih baru. Lihat ini, bahkan tag hargany pun belum aku lepas kan? apa kamu tidak mau pakai? ya, sudah sini. Biar aku buang," kata Adelle akan mengambil kaus dipangkuan James.
Kenzo lebih dulu mengambil kaus itu dengan cepat, "Enak saja mau dibuang. Bukankah ini sudah kamu berikan padaku," kata Kenzo.
"Jadi, mau pakai tidak?" tanya Adelle menatap tajam ke arah Kenzo sambil mengernyitkan dahi.
__ADS_1
Kenzo tersenyum, "Apa kamu marah? Hahaha ... lucu sekali. Lihat dahimu yang berkerut itu.
Adelle kesal, ia membuang muka duduk di samping Kenzo. Ia melipat dua tangannya di dada.
Kenzo menatap Adelle, "Hei, kamu marah?" tanya Kenzo.
"Tidak," jawab Adelle memajukan bibirnya.
Kenzo menyiku lengan Adelle, "Kenapa marah? aku kan hanya bergurau. Aku suka menggodamu karena kamu menggemaskan. Ahh ... maksudku lucu. Ya, lucu ... " kata Kenzo yang langsung memalingkan pandangan karena malu sudah salah bicara.
Adelle memalingkan pandangan menatap Kenzo, "Apa kamu bilang?" tanya Adelle menatap dingin. Dalam hati Adelle sebenarnya tersenyum.
"Kamu lucu ... " gumam Kenzo.
"Bukan itu, sebelumnya." sahut Adelle.
"Bukan apa-apa," jawab Kenzo.
Adelle memukul bahu Kenzo dan mencubit lengan Kenzo. Kenzo pun merintih karena sakit lengannya dicubit. Adellw terus menerus menyerang Kenzo sambil tertawa. Ia senang menggoda Kenzo. Tidak tahan lagi terus mendapatkan serangan, Kenzo pun membalas mengelitik pinggang Adelle.
"Hei, itu geli!" kata Adelle tertawa.
Kenzo pun tanpa sengaja mendorong tubuh Adelle sampai terbaring di sofa dan posisinya menindih Adelle. Seketika suara tawa redam, hanya ada keheningan. Adelle dan Kenzo diam saling menatap.
Dalam penglihatan Adelle, Kenzo yang menindihnya tampak begitu tampan dan menggoda. Ditambah dengan gaya rambut berantakan yang membuat Kenzo lebih terlihat seksi. Seketika itu Adelle lupa, siapa itu Kenzo. Sepertinya Adelle sudah tersihir ketampanan Kenzo.
Sama seperti Adelle. Kenzo yang diam, tertegun menikmati paras cantik Adelle. Dimatanya Adelle saat itu tampak begitu cantik meski tanpa riasan. Sesaat Kenzo hilang kendali, ingin rasanya ia mencium bibir Adelle yang menggoda.
Kenzo tersadar, "Ah, ma-maaf. Aku terlalu keras mendorongmu, ya. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Kenzo menatap Adelle.
Adelle menganggukkan kepala, "Ya, aku tidak apa-apa." jawab Adelle.
Kenzo bangun, ia membantu Adelle untuk bangun juga. Kenzo bertanya di mana kamar mandi, karena ia akan ganti pakaian. Adelle pun menunjukkan sebuah ruangan di sebelah kamarnya, yang merupakan kamar mandi apartemennya.
Kenzo segera pergi, berjalan cepat menuju kamar mandi. Ia ingin menyembunyikan wajah merahnya dan jantungnya yang hampir meledak.
__ADS_1