
Keesokan harinya ....
Kenzo terkejut setelah menerima kabar dari Asistennya yang mengatakan, jika perusahaan yang sebelumnya menarik investasi untuk Star Mall. Kini bersedia berinvestasi kembali. Bahkan beberapa investor lain juga memberikan penawaran. Tak hanya itu. Perusahaan konstruksi yang sebelumnya menolak juga bersedia bekerjasama lagi, jika memang diperlukan. Kenzo mengerutkan dahinya, ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia merasa ada hubungannya dengan Jassper.
"Apa yang sudah dia lalukan? kenapa semuanya berbanding terbalik dengan yang kemarin-kemarin?" batin Kenzo tidak mengerti.
Kenzo mengiakan laporan dari Asistennya dan mengakhiri panggilan dari Asistennya. Kenzo mencoba menghubungi Jassper, tapi ponsel Jassper sepertinya tidak aktif.
Adelle melihat Kenzo sibuk dengan ponselnya. Ia pun memeluk Kenzo dari belakang mengejutkan sang kekasih.
"Sayang ... " panggil Adelle.
"Ah, iya. Kamu mengejutkanku, sayang." kata Kenzo tersenyum.
Adelle melapas pelukan, lalu memutar tubuh Kenzo agar bisa menghadap padanya. Adelle meihat wajah Kenzo gelisah seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Sayang, ada apa?" tanya Adelle.
"Bukan apa-apa sebenarnya. Hanya saja aku merasa ada yang aneh dengan Jassper." kata Kenzo.
"Ah, bicara soalnya. Aku juga merasa begitu. Kemarin saat beetemu aku mengamatinya. Sikapnya dan cara bicaranya agak berbeda sampai aku mengira, jika dia adalah orang lain." kata Adelle.
"Itulah yang aku pikirkan juga. Dan hari ini pun banyak kejadian aneh. Kamu ingat perusahaan investor yang menarik kembali investasinya tanpa alasan yang jelas itu kan, Asistenku berkata mereka mau berinvestasi lagi. Bahkan ada penawaran dari investor lain. Juga perusahaan konstruksi yang aku bicarakan, perusahaan itu tiba-tiba juga menghubungi dan mau kerjasama kalau dibutuhkan. Bukankah ini aneh? aku bahkan belum melakukan apa-apa," jelas Kenzo.
Adelle berpikir. Ia punya pendapat, jika kemungkinan Jassperlah yang sudah membuat mereka demikian. Dengan kata lain, Jassper mengembalikan semua seperti sedia kala.
"Apa dia sudah menyerah untuk mengerjaimu?" gumam Adelle.
"Entahlah. Aku pikir dia sangat aneh. Kemarin saja dia minta maaf dan berkata tak akan mengulang kesalahannya padaku." kata Kenzo.
Adelle tersenyum, "Ya, apapun itu baguslah kalau dia sadar akan kesalahannya." kata Adelle.
__ADS_1
Kenzo merasa ia perlu bicara langung pada Jassper. Ia ingin tahu, apa benar Jassper lah yang sudah mengembalikan keadaan.
"Hm, sayang ... apa boleh aku pergi menemui Jassper? ada hal yang ingin aku sampaikan padanya.
Adelle diam sesaat, lalu menjawab. Adelle lantas mengiakan dan mengizinkan Kenzo pergi. Ia meminta pada calon suaminya itu untuk berhati-hati.
"Ya, pergilah. Hati-hati di jalan, ok." kata Adelle.
Kenzo mencium kening Adelle, "Ya, kamu juga hati-hati berangkat ke kantor, ya. Sampai nanti, sayang." kata Kenzo berpamitan pergi.
Adelle tersenyum melepas kepergian calon suaminya itu. Ia lantas bersiap-siap untuk pergi ke kantor karena akan ada rapat.
***
Dalam perjalanan menuju apartemen Jassper, Kenzo terus menghubungi ponsel Jassper. Namun ponsel Jassper masih belum aktif.
"Apa yang dia lakukan sebenarnya. Membuatku khawatir saja," batin Kenzo.
Ia lantas menghubungi sang Kakek. Kenzo bertanya, apakah Kakeknya mendapat pesan atau panggilan dari Jassper? Sang Kakek menjawab "tidak" dan bertanya balik apa yang terjadi. Kenzo lantas mengatakan, jika ia menguhungi Jassper, tapi ponsel Jassper tidak aktif. Kenzo hanya ingin bertemu dan membicarakan sesuatu dengan Jassper.
Kenzo menambah kecepatan laju mobilnya, ia ingin segera sampai tujuannya.
***
Sekitar sepuluh menit kemudian ...
Kenzo turun dari parkiran dan segera masuk ke gedung Apartemen. Ia mencoba lagi menghubungi Jassper, tapi ponsel Jassper masih saja belum aktif.
Kenzo masuk ke dalam lift dengan terburu, ia penasaran kenapa Jassper sama sekali tak bisa dihubungi. Sepanjang di dalam lift, pikiran Kenzo terpaku pada Jassper.
Lift terhenti. Pintu lift pun terbuka. Kenzo buru-buru keluar dan mencari tempat tinggal Jassper. Setelah menemukan letak tempat tinggal Jassper, Kenzo pun menekan bel, lalu mengetuk pintu, berharap Jassper segera membukakan pintu. Setelah menunggu cukup lama, pintu tidak kunjung dibuka. Dan itu semakin membuat Kenzo cemas.
__ADS_1
"Dia di rumah atau tidak sebenarnya. Kenapa dia mematikan ponselnya?" batin Kenzo.
Karena tidak ingin menunda waktu, Kenzo pun ingin menerobos masuk apartemen Jassper. Ia melihat ke arah pintu, dan ia ingat kalau Jassper suka menggunakan angka yang sama untuk semua sandinya. Kenzo pun mencoba memasukkan angka yang disukai Jassper dan berhasil. Pintu segera dibuka, Kenzo langsung masuk dan memanggil-manggil Jassper.
"Jassper ... Jassper ... " panggil Kenzo.
Kenzo mencari-cari keberadaan Kenzo ke mana-mana. Mulai dari ruang tamu, dapur sampai kamar, tapi ia tak kunjung menemukan Jassper. Sampai Kenzo membuka kamar mandi. Dan di sana pun kosong.
Kenzo mengerutkan dahi, "Apa dia pergi?" batin Kenzo.
Pandangan Kenzo menyelisik kamar Jassper. Pandangannya pun terpaku pada lantai kamar. Ada bercak darah di lantai kamar yang membuat Kenzo semakin cemas. Kenzo mengerutkan dahi, perlahan mengikuti bercak darah yang bercecer itu.
Bercak darah beeakhir di lemari, bahkan di lemari ada juga bercak-bercak darah. Kenzo segere membuka lemari dan menemukan Jassper diikat dan pingsan di dalam lemari.
"Jassper!" seru Kenzo. Segera ia menarik tubuh Jassper keluar dari dalam lemari dan membaringkan Jessper di lantai.
Kenzo melihat keadaan Jassper sangatlah kacau. Kepala Jassper berdasar, banyak luka lebam di kaki dan tangan Jassper. Kenzo menepuk-nepuk wajah Jassper. Berharap Jassper sadar dari pingsan.
"Jassper bangun! hei, Jassper!" panggil Kenzo.
Jassper yang lemas tak berdaya. Matanya seperti terekat oleh lem. Ia bahkan tak sanggup lagi bicara. Kenzo segera menghubungi rumah sakit untuk dikirimkan ambulan. Ia juga menghubungi Kakeknya untuk memberitahukan apa yang sudah terjadi pada Jassper.
***
Di rumah sakit ....
Jassper sudah diobati dan di pindah ke ruang rawat inap VIP. Eric dan Kenzo juga Adelle ada di sana menunggu Jassper sadar.
"Keterlaluan! pria gila itu pasti sudah memukulinya," gumam Eric marah.
Kenzo mengerutkan dahi menatap ke arah Jassper yang tergeletak tak sadarkan diri di ranjang pasien. Ia tidak tahu, kalau Papa Jassper sampai hati melakukam hal keji pada anaknya sendiri.
__ADS_1
"Apa Paman memang seperti itu, Kek?" tanya Kenzo.
Eric menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskan napas. Eric mengatakan, jika Papa Jassper adalah orang yang tidak terduga. Pikirannya kadang menggila bak orang kerasukan. Eric menambahkan, jika Papa Jassper juga merupaka orang yang tak segan-segan melakukan sesuatu kalau jalan yang dilaluinya dipijak oleh orang lain atau dihalangi oleh orang lain. Karena itu Eric meminta Kenzo untuk berhati-hati dan waspada pada Pamannya.