Cincin Kedua

Cincin Kedua
CK (25)


__ADS_3

Kenzo dan Adelle bertemu di restoran Hotel. Ia menyiapkan hidangan makan siang khusus untuk Adelle. Ia juga memperkenalkan juru masak baru pada Adelle.


Hidangan sudah tersaji di atas meja, Adelle dan Kenzo pun makan siang bersama. Adelle manatp Kenzo, kesayangannya itu tampak murung.


"Sayang ... " panggil Adelle.


Panggilan Adelle tidak dihiraukan. Entah karena Kenzo yang sedang melamun dan tidak fokus, atau karena suara Adelle yang terlalu kecil.


"Sayang ... " panggil Adelle lagi.


"Dia kenapa? apa dia memang tidak dengar panggilanku ada memang sedang melamun?" batin Adelle.


Adelle pun berdiri dari tempatnya duduk san mendekati Kenzo.


"Ken ... " panggil Adelle. Menepuk bahu Kenzo.


Kenzo kaget,"Ya? ma-maaf, aku melamun. Ada apa?" tanya Kenzo menatap Adelle.


Adelle tersenyum, "Tidak apa-apa. Aku ke kamar mandi dulu, ya." Kata Adelle.


"Oh, ya. Pergilah." Jawab Kenzo tersenyum.


Adelle pun pergi meninggalkan Kenzo. Sebenarnya ke kamar mandi hanyalah alasan Adelle. Ia tidak tahu harus bicara apa pada Hansen saat Hansen bertanya ada apa. Di kamar mandi ia hanya mencuci tangan dan memandangi seisi  kamar mandi lewat cermin di hadapannya. Selesai mencuci tangan dan mengeringkannya, Adelle lantas pergi meninggalkan kamar mandi.


***


Adelle melihat Kenzo hanya makan sedikit. Itupun karena berkali-kali dipaksa makan oleh olehnya. Karena tidak tahan lagi, Adelle pun bertanya apa yang membuat Kenzo menjadi aneh.


"Ken, katakan padaku. Apa yang terjadi padamu?" tanya Adelle.


Kenzo menatap Adelle, "Apa maksudmu? aku baik-baik saja," jawab Kenzo.

__ADS_1


"Jangan berbohong! katakan dengan jujur sekarang," desak  Adelle.


Kenzo menatap Adelle, "Tidak bisakah aku menceritakannya nanti?" tanya Kenzo.


Adelle menggelengkan kepala, "Tidak boleh. Harus sekarang. Apa aku harus marah dulu baru kamu mau cerita?" tanya Adelle menatap tajam.


Kenzo mengerutkan dahi. Ia terdiam sesaat, lalu mulai bercerita. Kenzo menceritakan apa yang dialaminya. Ia bingung dan merasa kesulitan.


"Jadi, hanya karena itu kamu bingung?" tanya Adelle.


Kenzo menganggukkan kepala, "Itu bukam hanya, sayang. Mudah sekali bagimu berkata seperti itu. Saat ini aku pusing memikirkan cara membujuk salah satu dari kedua orang itu." kata Kenzo.


"Begini saja. Kalau aku membujuk mereka, dan berhasil. Apa hadiah yang kamu bisa tawarkan padaku?" tanya Adelle.


Kenzo menatap Adelle, "Memangnya kamu bisa membujuk salah satu dari mereka? Bagaimana caranya?" tanya Kenzo.


"Oh, itu mudah. Kamu belum tahu, ya. Kalau HM Konstruksi itu adalah milik keluarga Mamaku? Cara membujuknya tinggal meminta dan tersenyum saja. Pamanku itu mudah luluh, jika ku bujuk. Dan aku akan sekalian cari tahu, sebenarnya si sialan Jassper itu mengancam Paman dengan apa sampai enggan menerima proyek Star Mall." jawab Adelle.


"Apa kamu bilang? Kamu adalah keponakan Presdir HM Konstruksi? apa aku tidak salah dengar?" Kenzo terkejut sampai bingung sendiri.


"Ah, begitu. Ya, apapun caranya kalau kamu bisa membantuku, aku akan sangat berterima kasih. Sebagai hadiah, aku akan memberikanmu sepuluh persen saham Star Mall. Bagaimana?" tawar Kenzo.


Adelle memutar bola mata, "Hmm ... boleh juga. Aku setuju. Jadi aku hanya perlu membujuk Pamanku untuk mau menerima proyek Star Mall saja, kan? apa ada yang lain yang perlu disampaikan?" Tanya Adelle.


"Kalau boleh, aku ingin bertemu dan bertanya langsung kenapa Pamanmu berubah pikiran. Padahal aku  dan beliau tidak pernah bermusuhan atau bertikai. Kami baik-baik sampai proyek kerjasama yang terakhir kali. Aku benar-benae terkejut karena beliau begitu saja menolak tanpa penjelasan." jelas Kenzo.


"Ok, akan aku coba semampuku. Kamu doakan aku, agar aku bisa membujuk Paman, ya." kata Adelle tersenyum.


"Terima kasih, sayang." ucap Kenzo.


"Terima kasihnya nanti saja kalau aku sudah berhasil. Nah, ayo kita lanjut makan. Aku akan langsung menemui Pamanku setelah ini." kata Adelle.

__ADS_1


Setelah Adelle mengatakan akan membantu, Kenzo baru bisa makan dengan tenang. Adelle lega, setidaknya ia akan berusaha meski dirasa akan sulit. Adelle berpikir, Jasaper pasti  menggunakan dua cara untuk menghentikan Pamannya menerima proyek Star Mall. Satu karena Jassper mengancam Pamannya. Mungkin saja Jassper tahu kelemahan atau aib Pamannya. Dan kedua, karena Jassper berjanji akan sesuatu. Dan itu merupakan tawaran yang sangat bagus.


Sebisa mungkin Adelle akan mencari tahu semuanya. Ia tidak bisa biarkan Jassper seenak sendiri bertindak. Terlebih salah satu yang di usik adalah keluarganya.


Sepuluh menit kemudian ....


Setelah makan siang usai. Adelle segera pamit. Ia berjakan cepat pergi meninggalkan Kenzo yang masih duduk manis. Adelle tidak mau membuang waktu barang sedetik.


Kenzo menatap kepergian sang kekasih. Ia berharap kekasihnya baik-baik saja dan membawa kabar baik untuknya.


***


Adelle pergi ke perusahaan Pamannya. Ia langsung mendatangi Sekretaris Pamannya dan melapor kalau mau bertemu. Sekretaris Pamannya berkata, Paman adelle sedang ada tamu. Adelle mengucapkan terima kasih, dan bersedia menunggy karena memang ada urusan yang mendesak.


Cukup lama Adelle menunggu. Kira-kira hampir lima belas menit. Karena penasaran tamu Pamannya tak kunjung keluar, Adelle pun menghubungi sang Paman lewat ponsel.


Paman Adelle menjawab panggilan Adelle. Begitu panggilannya diterima, Adelle pun langsung mengatakan, kalau ia berada di kantor Pamannya dan mau bertemu.


Adelle mengakhiri panggilannya. Tidak lama Sekretaris Paman Adelle pun masuk dalam ruang tunggu dan memberitahu kalau Paman Adelle ingin bertemu.


Adelle menganggukkan kepala. Ia berjalan mengikuti Sekretaris Pamannya yang berjalan perlahan menuju ruang kerja sang Paman.


"Silakan, Nona." kata Sekretaris usai mengetuk pintu dan membuka pintu.


Sekeretaris mempersilakan Adelle masuk ke dalam ruangan Pamannya.


"Terima kasih," Jawab Adelle tersenyum.


Adelle masuk ke dalam ruangan dengan senyuman lebar. Ia ssnang bertemu Pamannya lagi. Tapi yang terjadi sungguh di luar dugaannya. Di ruang kerja Pamannya, Adelle bertemu Jassper yang sedang duduk santai di Sofa.


"Hai, sayang ... " sapa Paman Adelle.

__ADS_1


Adelle menatap Pamannya, "Paman ... kenapa dia di sini?" tanya Adelle yang melempar tatapannya pada Jassper.


Adelle mengerutkan dahi. Ia langsung kesal saat melihat wajah Jassper. Ingin rasanya Adelle menenggelamkan Jassper ke dasar laut.


__ADS_2