Cincin Kedua

Cincin Kedua
CK (17)


__ADS_3

Kenzo kembali berbaring, meski ia tidak bisa tidur, ia ingin mengistirahatkan tubuh dan kepalanya yang lelah karena terus dipaksanya bekerja lembur. Pikirannya sibuk memikirkan rapat esok hari, dan juga persiapannya untuk meninjau cabang Hotelnya yang baru.


Baru saja ia ingin menutup mata, ia dikejutkan oleh sesuatu. Tiba-tiba Adelle berguling dan jatuh ke matras, tepat di sisi Kenzo. Kenzo melihat Adelle masih dengan pulasnya tidur, sepertinya tidak merasa kaget saat jatuh karena matras yanh tebal dan juga ada bantalan sofa yang sengaja dijajar Kenzo sebelumnya hanya untuk berjaga-jaga.


"Kenapa dia bisa sampai jatuh? dan itupun tidak terasa?" batin Kenzo.


Kenzo menepuk bahu Adelle, mencoba membangunkan Adelle, tapi Adelle masih lelap tidur, membuat Kenzo tidak bisa apa-apa.


"Kalau begini, bagaimana aku bisa tidur?" batin Kenzo.


Kenzo bergerak perlahan, ia melepaskan tangannya yang tertindih bantalan sofa yang ditindih Adelle. Dengan susah payah akhirnya Kenzo berhasil menarik tangannya. Saat Kenzo akan bangun, lagi-lagi Adelle mengejutkannya dengan memeluknya tidur. Bahkan Adelle membenamkan wajahnya ke bahu Kenzo.


"A-apa lagi ini? ahh ... " batin Kenzo mengusap wajahnya.


Wajah Kenzo memerah. Ia melihat setengah bagian tubuhnya sudah dikuasai Adelle. Sampai-sampai kaki Adelle pun mengapit satu kakinya, dan memeluk satu tangannya.


"Kenzo ... sepertinya kamu akan begadang sampai pagi. Nikmatilah rapat panjang esok dengan mata yang menghitam," batin Kenzo mengejek diri sendiri.


Kenzo memalingkan pandangan, ia melihat ke arah Adelle yang terlelap di sisinya. Ia mengusap kepala Adelle, merasakan lembutnya rambut Adelle. Tanpa sadar Kenzo tersenyum, ia juga menepuk-nepuk punggung Adelle.


Kenzo berpikir, Adelle pasti lelah bekerja. Hanya saja tidak menunjukkannya pada orang lain. Terlebih ia baru saja mengalami masa-masa tersulit dalam hidupnya, yakni perceraian.


Kepala Kenzo memutar ulang kembali pertemuan Adelle dengan Mama James, sampai kedatangam James dan seorang wanita. Memanglah pada saat itu Kenzo yang tidak ada hubungan dengan mereka hanya bisa melihat dan pura-pura tidak tahu apa-apa. Tapi ia sempat mengamti Jame, Mamanya dan wanita yang datang bersama James.


"Bagaimana bisa pria itu berselingkuh tanpa berpikir dua kali, ya? Padahal wanita itu ... dia tidaklah secantik Adelle. Hah ... dasar pria bodoh! Dia rela menghancurkan pernikahan lima tahunnya, hanya demi lain yang mungkin saja baru beberapa lama dia kenal. Pria yang seperti itu mana bisa disebut pria, dia hanyalah sampah. Bagus sekali Adelle dan dia langsung bercerai. Jika aku jadi Adelle, aku juga akan lakukan hal yang sama." batin Kenzo.


Karena ia tidak pernah dekat dengan wanita, berkencan ataupun pacaran. Ia tidak tahu apa-apa tentang persoalan cinta. Hanya saja ia sangat tidak menyukai pengkhianatan dalam hidupnya. Seperti Jassper sepupunya, yang dulunya sangat dekat dengannya sampai segala sesuatu mereka lakukan bersama-sama. Ternyata Jassper hanya memanfaatkan kebaikan hati Kenzo dan dekat dengannya atas perintah orang tua Jassper.

__ADS_1


Kenzo yang dulunya bisa percaya pada seseorang sampai bisa memberikan apa saja miliknya, kini tak mau lagi mudah percaya pada siapapun. Ia belajar dari pengalamannnya dengan Jassper. Ia tersakiti dan berulang kali terbebas dari ancaman yang membahayakan nyawanya.


"Sekali pengkhianat, akan tetap jadi pengkhianat. Sama seperti Jassper dan keluarganya. Mungkin permasalahan kita berbeda, tapi rasa sakit yang kita rasakan sama, Adelle." batin Kenzo.


Kenzo yang lelah berpikir pada akhirnya mengantuk. Ia memejamkan mata dan tertidur bersama Adelle.


***


Keesokan paginya ...


Adelle terbangun dan membuka matanya perlahan. Ia langsung ingat kalau ia sedang merawat Kenzo yang sakit. Ia pun segera duduk, dan melihat sekeliling.


Ia kaget karena ia bangun di matras, bukan di sofa. Adelle menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berpikir, apa hal yang sudah terjadi.


"Kenapa aku tidur di matras? bukankah aku sudah berbaring di sofa? jangam-jangan Kenzo yang memindagkanku dan kami bertukar posisi," batin Adelle mengerutkan dahi.


"Hei, apa yang kamu pikirkan sampai melamun?" tanya Kenzo berbisik.


"Haahh ... kamu ini mengejutkan saja!" kata Adelle menatap Kenzo.


"Oh, maaf. Kamu aku panggil sejak tadi tidak menjawab, jadi aku sengaja mengejutkanmu. Haha ... " jawab Kenzo mengakui telah mengejutkan Adelle dengan sengaja.


"Ken ... mmh, apa aku sudah melakukan sesuatu? Ah, itu, maksudku aku mengusirmu mungkin. Atau kamu memindah tempat tidurku? Apa jangan-jangan kita bertukar tempat tidur, tapi aku tidak sadar karena sangat mengantuk?" tanya Adelle penasaran.


"Lupakan saja. Nanti kalau kamu tahu, kamu yang akan malu." jawab Kenzo.


Adelle mengernyitkan dahi, "Apa? a-aku malu? apa maksudmu?" tanya Adelle semakin penasaran.

__ADS_1


"Sudahlah. Cepat cuci mukamu dan gosok gigi, lalu sarapan. Aku sudah buatkan sarapan dengan bahan seadanya di lemari pendinginmu. Kamu ini wanita, tapi isi lemari pendinginmu bahkan hanya penuh dengan air mineral, jus dan susu saja." jawab Kenzo sekalian berkomentar tentang isi lemari pendingin Adelle.


"Ahh, iya, itu ... aku belum belanjan. Rencana hari ini aku mau belanja sepulang kerja. Tapi entahlah, kalau aku tidak lupa dan tidak malas. Hehe ... " jawab Adelle tersenyum lucu.


Kenzo menggelengkan kepala. Ia pun segera berdiri dan pergi meninggalkan Adelle.


Adelle segera berdiri. Ia merapikan ikatan rambutnya dan berjalan pergi ke kamar mandi. Perutnya lapar, ia ingin segera sarapan.


***


Adelle dan Kenzo sarapan bersama. Kenzo membuat sup krim jagung dan roti panggang. Ia juga menggangatkan susu untuk Adelle.


"Hmm ... apa kamu sungguh membuat ini? Rasany supnya gurih dan lezat. Kamu pandai memasak, Ken." Puji Adelle.


"Ya, tentu saja. Sebagai Pemilik Star Hotel, aku harus tahu tentang hidangan apa saja yang akan disajikan pada tamu Hotel. Aku juga mengambil kelas khusus selama satu tahun penuh untuk mempelajari semuanya tanpa terlewat satupun. Karena itu juga, aku tidak sembarangan merekrut juru masak di Hotelku." jawab Kenzo.


Adelle tertegun mendengar penjelasan Kenzo, "Wuahh ... kamu keren sekali. Membayangkan mengambil kelas khusus, dan hanya mempelajarinya satu tahun. Kalau itu aku, pasti sudah mengibarkan bendera putih dan meraung." kata Adelle.


"Aku buat agak banyak. Kamu bisa membawany ke kantor dan membaginya dengan stafmu." kata Kenzo menatap Adelle yang sedang makan sup.


Adelle menganggukkan kepala, mengiakan perkataan Kenzo. Melihat Adelle menyukai masakannya, Kenzo merasa lega sekaligus senang. Padahal ini pertama kali baginya memasak untuk orang lain selain dirinya sendiri.


"Pelan-pelan makan. Nanti kamu bisa tersedak," kata Kenzo mengingatkan.


"Ah, maaf. Aku terlalu bersemangat makan, ya. Hehe ... " jawab Adelle tersenyum.


"Gila, gila! ini sup krim jagung terenak yang pernah aku coba. Bahkan rasanya lebih enak daripada yang pernah aku beli di restoran langganan kami, eh ... itu kan tempat langganan James. Ahh ... Ini sangat enak, bagaimana ya dia bisa membuat masakan seenak ini? aku sebagai wanita iri padanya," batin Adelle menatap sup krim jagung dihadapanya dengan mata berbinar.

__ADS_1


__ADS_2