
Samara memasuki butiknya yang luasnya lumayan besar memiliki 2 lantai , yang dimana lantai 2 untuk tempat peristirahatan,, Samara mempunyai beberapa pegawai yang membantunya, para pegawai pun menyambut kedatangan bosnya.
"Welcome back Miss Samara,, kakak kemana saja tidak ada kabar? Kakak juga tidak datang sudah beberapa hari ini" Keiza salah satu pegawai yang cukup dekat dengan Samara.
"Yes sorry,, beberapa hari ini aku sibuk mengurus pernikahan ku, sekali lagi aku minta maaf"
Samara meminta maaf sambil tersenyum
"What? Kakak menikah? Kenapa tidak mengundang kami" Keiza sangat kecewa dan wajahnya menjadi murung
"Maafkan aku,, aku tidak sempat mengundang kalian, itu sangat tiba tiba,, kau jangan marah ya"
Samara berusaha membujuk pegawai kesayangannya itu.
"Baiklah,, tapi siapa pria yang melamar kakak? Apa dia tampan" Keiza sangat bersemangat ingin tau tentang pria yang menikahi bosnya itu
Samara tidak menjawab mala melamun.
*ya kau benar dia tampan seperti pangeran dari kerajaan,, tapi sayang dia tidak menyukai ku*
"Hello, Kak Samara apa kau tidak mendengarku"
Keiza melambaikan tangan di wajah Samara, Samara pun terbangun dari lamunannya
"Oh yes of course,, jika dia jelek bagaimana mungkin aku mau menikah dengannya, haha"
Samara tertawa, Keiza pun ikut tertawa bersamanya.
"Kak kita ada pesanan gaun semalam,, kami sudah mengkonfirmasinya, nanti aku akan mengantarnya ke rumah pembeli" Keiza memberi informasi selama Samara tidak datang.
"Okay thank you,, kau sudah menjalankan bisnis kita dengan baik" Samara tersenyum lalu membereskan sisa pesanan yang belum selesai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah cafe mewah terlihat David sedang bertemu dengan seorang wanita.
"Katakan kenapa kau ingin menemuiku?" Fiona langsung to the point sambil memutar bola matanya seperti malas melihat David
"Tuan muda meminta saya untuk menawarkan kontrak kerja kepada anda,, anda bisa membacanya" David mengeluarkan map warna coklat
"Tuan muda sedang merekrut Brand Ambassador untuk produk terbaru, dan akan membayar 2 kali lipat dari perusahaan lain,, jika anda menerima tawaran ini anda bisa datang ke London Eye besok siang,, tuan muda akan melounchingkan produk terbarunya dan melakukan pameran"
David menjelaskan maksud pertemuannya dengan Fiona, Fiona pun tersenyum dia sangat senang,, dia mengira Edric masih mecintainya.
"Okay, katakan pada tuan mu,, aku pasti akan datang"
Fiona mulai menyusun rencana untuk mendapatkan Edric kembali padanya.
*sudah ku duga, Edric masih mencintaiku,, tidak mungkin dia melupakan ku secepat itu*
Pertemuan selesai, David pergi meninggalkan Fiona yang sedang tersenyum bangga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 3 sore,, Samara sedang istirahat bersama semua pegawainya, salah seorang pegawai datang membawa makanan yang mereka beli mereka makan bersama sama.
Ya begitulah meskipun hanya rekan kerja mereka terlihat seperti keluarga,, Samara mendapat ketenangan nya disini.
Saat itu seorang pria menelpon samara ponselnya berdering.
Kring kring kring !!
"Hello" Jawab Samara
[Hello Samara,, aku sudah bekerja di perusahaan terkenal, perusahaan Alliance Michael] Yang di seberang telepon memberi kabar gembira.
"Really? Kalau begitu selamat atas kerja kerasmu" Samara terlihat lemas.
[Thank you,, sebentar lagi aku selesai kerja,, Where are you ?]
"Aku berada di butik,, Why?"
[Okay, setelah selesai,, aku akan berkunjung kesana, bye]
Arthur mematikan sambungan,, telepon tertutup. Setelah itu Samara ambruk di sofa tempat ia istirahat.
*why? Kenapa harus Alliance Michael,, kenapa tidak perusahaan lain saja*
Samara merasa lemas, sudah jelas bahwa dia tidak bisa melarikan diri dari cengkraman Edric. Jika itu terjadi maka dengan cepat Edric dapat menghancurkan adiknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Edric memejamkan mata dan memijit kepalanya,, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.
*kenapa situasi harus membuat ku bertemu dengannya lagi,, Aku benar-benar sudah tidak ingin melihat wajahnya* Edric teringat masa lalunya
...~Flashback~...
Seorang model wanita sedang mengadakan birthday party,, ia mengundang seluruh pejabat dan pengusaha muda serta rekan rekan kerjanya, termasuk juga Edric Michael Edon sang CEO muda yang sangat tampan pria idaman para ladies tentunya.
Disitulah pertemuan Edric dan Fiona,, begitu melihat pesona wanita itu Edric langsung jatuh cinta dan langsung mengungkapkan perasaannya.
Mereka berbicara sambil berdansa.
"Do you have a lover?"
"No, I don't have a lover"
"Do you want to be my lover?"
Wanita itu terkejut dengan pertanyaan sang pria tapi terlihat wajahnya sangat senang.
"Yes, I want to"
Edric pun langsung memeluk Fiona,, mengatakan kepada semua orang bahwa wanita itu adalah kekasihnya.
Edric sangat mencintai kekasihnya itu,, namun caranya mencintai berbeda, ia sangat posesif dan mengekang,, tapi cintanya sangat tulus hanya saja caranya berlebihan.
__ADS_1
Hubungan Edric dan Fiona telah terjalin selama 2 tahun,, sedikit pertengkaran sering terjadi, Fiona tidak sanggup dengan aturan yang di buat Edric.
Meskipun Edric memberikan apapun yang di inginkan Fiona,, Fiona bosan ingin bebas, ia ingin berkumpul dengan temannya lagi.
Suatu hari Edric sedang membeli cincin berlian,, wajahnya yang tampan tersenyum.
Edric berniat melamar Fiona, ia sudah mempersiapkan semuanya, tanpa dia ketahui kalau dia akan kecewa.
David datang membawa informasi bahwa kekasihnya sedang berada di Cafe Amorino.
"Baiklah,, aku akan memberikan cincin ini langsung padanya,, dia pasti akan menerima lamaran ku kan"
Edric menatap David,, David dapat melihat dengan jelas harapan besar di mata tuan mudanya itu.
Membuat David sedikit ragu untuk mengatakan hal yang telah ia lihat di cafe.
"Tentu saja tuan,, Tidak ada wanita yang mampu menolak anda tuan"
David menundukkan kepalanya *ini tidak benar, tuan muda sudah di khianati*
"Ayo antar aku menemui Fiona"
Edric menggenggam kotak kecil yang ada di tangannya memasukkannya ke dalam saku jas, ia sangat bersemangat.
Sesampai di cafe Edric langsung menuju tempat dimana Fiona berada.
Duaarrr, bagaikan pisau tajam yang mengoyak hati Edric itu sangat perih.
Ia mengepalkan tangannya sampai gemetar,, ia melihat Fiona berpegangan tangan bersama seorang pria dan saling bercium pipih.
"You look so beautiful baby"
Pria itu bahkan memanggil Fiona dengan panggilan khusus.
Edric menghampiri Fiona.
"Jadi ini yang kau lakukan selama aku tidak ada,, hahaha, kau sungguh hebat Fiona" Edric tertawa seperti orang tidak waras
"Ed, ini tidak seperti yang kau duga,, dia hanya teman ku" Fiona berusaha memberi alasan.
"Just friends? Apa kau berusaha membodohi ku"
Edric menjadi emosi dan membanting kotak kecil yang ada di saku jasnya ke hadapan Fiona.
"Mulai detik ini kau bebas" Edric pergi dengan emosi yang memuncak
...~Flashback Done~...
Sejak saat itu Edric menjadi pria yang berhati dingin,, dia tidak percaya dengan wanita manapun, dia hidup tanpa mengenal cinta.
Bersambung ....
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak🙏🏻
__ADS_1