Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Couples Gathering (part 2)


__ADS_3

Sepasang kekasih menatap bintang bintang yang bersinar dilangit,, Mereka tersenyum menikmati dinginnya angin dimalam hari.


"Humm, Dingin sekali" Lirih alishka


"Dingin? Pakai ini" David memakaikan jasnya ke alishka


"Apa masih dingin?" Tanya david


"Tidak, Sekarang lebih hangat" Alishka tersenyum


"Baguslah, Aku tidak ingin kau sampai sakit" David juga tersenyum


"Terimakasih" Alishka menautkan jemari mereka


David juga menggenggam jemari alishka kuat, Terus berpegangan dan tidak terlepas sedetikpun.


Keduanya masih saling melepas kerinduan,, Sehari tidak bertemu, Serasa sebulan bagi pasangan ini.


Tak lama dering ponsel mengagetkan keduanya.


Kring...Kring !


David mengecek ponselnya, Ternyata tuan muda memanggilnya.


"Ya tuan muda" Kata david ke pemanggil


[Siapkan mobil, Aku ingin pergi dinner dengan istriku,, Aku turun dalam 30 detik] Titah edric, Mematikan telfon sepihak.


David mendengus, Lalu bangkit dari duduknya.


"Apa kakak menelfon?" Tanya alishka


"Humm, Tuan muda ingin pergi,, Aku harus menyiapkan mobil, Sebentar ya" David melepaskan pegangan tangan mereka


"Kak edric akan pergi kemana? Malam begini?" Gumam alishka


Kemudian gadis itu mengikuti david kedepan rumah utama.


Sementara edric dan samara terlihat sudah bersiap, Dan sedang menuruni anak tangga.


"Beby, Kau cantik sekali,, Semua orang akan melihatmu kalau seperti ini" Gerutu edric


Pria itu tidak rela kecantikan istrinya terlihat oleh orang lain,, Baginya samara hanya miliknya seorang, Dan tidak ada yang boleh melihatnya selain dirinya.


Samara mengenakan gaun berwarna merah, Dan itu membuatnya terlihat seksi dan sangat cantik.


"Ed, Meskipun orang lain melihatku,, Tapi hanya kau yang bisa memiliku, Jadi jangan bersikap berlebihan" Pinta samara


"Tetap saja, Aku tidak suka orang melihatmu" Edric cemberut


"Sayang, Apa kau akan membatalkan dinner kita?" Samara memasang wajah sedih


"Baiklah, Kita pergi sekarang" Edric luluh, Tak tega melihat istrinya sedih


Mereka kedepan pintu utama,, Terlihat david sudah ada didepan, Mobil juga sudah tersedia.


"Silahkan tuan" Seru david menunduk


"Cepat, David" Titah edric sudah masuk kemobil


"Ed, Bukankah kita akan dinner?" Tanya samara heran


"Ya, Beby" Edric mengangguk


"Lalu kenapa david harus ada diantara kita" Pekik samara


"Lalu? Apa kau ingin kita berjalan kaki sampai ke cafe?" Celetuk edric


"Dia hanya akan mengantar kita,, Jadi tenanglah" Pinta edric


"Kalau begitu kita double date saja" Kata samara antusias


"Apa itu? Beby, Kau jangan aneh aneh" Pekik edric heran


"Kita bisa melakukan kencan ganda,, David, Kita bisa mengajak alishka ikut bersama kita" Seru samara


"Tidak, Aku tidak akan mengajak anak itu" Gerutu edric


"Ed, Ayolah,, Please" Samara memohon


"Humm" Edric menjawab dengan ambigu


"David, Kau dengar itu? Sebaiknya suruh alishka ikut" Pinta samara


"Baik nona" Dengan perasaan senang, David mengirim pesan pada alishka


Tak lama alishka datang setelah bersiap,, Dan langsung masuk kemobil.


"Apa ada yang spesial? Kak edric, Kau tidak biasanya mengajakku ikut bersamamu" Ucap alishka, Yang duduk disamping pengemudi


"Dih, Siapa juga mengajakmu" Gumam edric pelan, Melirik adiknya


Mobil melaju kejalanan kota,, Malam hari tidak terlalu macat seperti siang hari, David melaju dengan santai,, Saat berhenti dilampu merah, Sesekali david mengelus tangan alishka dan menatap kekasih hatinya itu.


Edric yang melihat david memegangi tangan adiknya sontak emosional, Dan menendang kursi david.


"Hei, Lebih baik kau fokus menyetir" Keluh edric menendang kursi david dengan kakinya


"Baik tuan muda" David sama sekali tak merasa sakit


"Berani sekali kau pamer kemesraan dihadapanku,, Apa kau ingin mati?" Gerutu edric


"Ya, Jika kakak berani membunuhnya,, Maka aku akan melajang seumur hidup" Ancam alishka


"Diamlah, Kenapa kau harus membelanya? Aku ini kakakmu" Pekik edric kesal


"Memang benar kau adalah kakaku,, Tapi, Dia itu calon suamiku dan aku mencintainya,, Tentu saja aku membelanya" Cibir alishka


"Hah, Sialan" Gumam edric


Senyum david justru mengembang saat mendengar perkataan alishka,, Dan samara hanya tertawa kecil melihat respon suaminya yang selalu berlebihan itu.


"Tuan, Nona kita harus berhenti dimana?" Tanya david


Mobil mulai memasuki kawasan elit,, Terdapat banyak cafe mewah dilokasi tersebut.


"Dalloway Terrace" Jawab edric


Dengan cepat david memakirkan mobilnya di cafe tersebut,, Dan tempat yang sama juga dimana ada alvaro, dominique, thalia dan darren.


Dalloway Terrace



Dalloway Terrace menyuguhkan cafe outdoor berlatar daun-daun pepohonan yang cantik. Warna daun pohon berganti sesuai dengan musim. Seperti misalnya saat musim dingin, Dalloway Terrace seketika berubah menjadi seperti winter wonderland, lengkap dengan daun putih dan lampu taman yang indah.


Edric dan samara langsung masuk kedalam cafe tersebut,, Pria itu menggandeng tangan istrinya, Keduanya saling menautkan jemari mereka.


"Terimakasih, Sayang" Bisik samara


Edric yang dipanggil sayang langsung tersenyum lebar.


"I love you, Beby" Edric berbisik kembali


"Love you to" Samara mengecup pipih edric


Wajah pria itu semakin memerah, Perasaan senang dan bahagia menyelimuti hatinya.


Sementara pasangan kekasih yang dibelakang mereka hanya saling pandang, Melihat kemesraaan pasutri itu.


"Kak edric sudah sangat berubah ya" Gumam alishka


"Bukankah itu bagus? Tuan muda sudah melabuhkan hatinya untuk nona samara" Ucap david

__ADS_1


"Benar, Akhirnya ada yang mencairkan hati yang beku, Sedingin es batu itu" Pekik alishka


"Humm, Kau benar" David tersenyum datar


"Semoga saja wanita itu tidak kembali mengacaukan tuan muda" Gumam david


"Siapa? Apa maksudmu fiona?" Tanya alishka


"Ya, Wanita itu tidak berhenti berusaha mengejar tuan muda,, Bahkan dia sampai ingin menjebak tuan muda" Seru david geram


"Benarkah? Hais, Wanita itu sungguh tidak waras" Alishka mulai emosional


"Tenanglah, Saat itu tuan alvaro datang tepat waktu,, Dia menyelamatkan tuan muda" Ucap david tersenyum


"Humm, Kau benar,, Oppa memang sahabat terbaik kak edric" Alishka manggut manggut


"Aku tidak pernah mendengar kabar oppa? Entah bagaimana dia sekarang" Alishka sedikit sendu


"Jika kau ingin? Kita bisa menemuinya?" Ajak david


"Tidak,, Aku hanya ingin tau kabarnya saja,, Aku tidak ingin mengganggunya, Mungkin saja dia sibuk" Balas alishka


"Humm, Maybe" David manggut manggut


"Ayo, Sebaiknya kita menyusul tuan dan nona muda" David memegang tangan alishka


Lalu mereka menyusul kedalam cafe,, Terlihat edric dan samara masih mencari tempat untuk bersantai.


"Tuan muda, Akan lebih baik jika memilih tempat yang tidak terlihat" Saran david


Alishka terbelalak mendengar perkataan david,, Samara hanya tersenyum malu, David benar benar tau apa yang diinginkan pasangan yang lagi kasmaran.


"Dimana itu?" Tanya edric


"Ada didalam tuan,, Di ujung sana, Jika dimalam hari anda bisa menikmati pemandangan" Tutur david


"Humm" Selalu jawaban ambigu


Pegangan tangan edric dan samara tak pernah lepas,, Mereka masih berpegangan tangan, Sambil berjalan menyusuri cafe.


Akhirnya mereka sampai ditempat yang dimaksud david,, Dengan cahaya lampu yang sedikit remang.


"Selamat datang tuan dan nona" Sang pelayan menghampiri


"Silahkan, Anda mau pesan apa?" Tanya pelayan itu


"Ed" Samara membuka buku menu


"Beby, Kau saja yang pilih" Ucap edric malas memilih


"Apa kau akan memakan apa yang ku makan?" Tanya samara


"Ya, Beby" Edric hanya mengangguk


"Kau juga akan meminum apa yang ku minum?" Tanya samara lagi


"Ya, Beby" Edric mengangguk lagi


"Baiklah, Kalau begitu aku pesan couple food" Kata samara ke pelayan


"Baik nona" Pelayan mencatat pesanan samara


"Kalau tuan dan nona, Mau pesan apa?" Tanya pelayan menatap david dan alishka


"Berikan menu yang sama untuk kami juga" Ucap david


"Apa anda yakin?" Tanya pelayan itu


"Humm, Ya" David mengangguk


Mata alishka membulat mendengar permintaan david.


Lalu pelayan tersebut pergi, Menyiapkan pesanan mereka.


"Kau marah? Apa kau tidak suka?" David heran


"Aku suka" Jawab alishka


"Lalu kenapa kau bereaksi seperti itu?" David bingung


"Hei, Apa kau tidak mengerti? Adikku itu.." Edric menahan sejenak ucapannya


"Dia suka makan" Ucap edric to the point


Samara tertawa pelan mendengar ucapan edric yang terlalu jujur.


"Ihh, Kakak" Teriak alishka kesal


Mungkin sampai pengunjung cafe mendengarnya,, Alishka mencubit lengan edric kuat.


"Lepaskan, Ini sakit sekali" Edric meringis


"Rasakan, Enak saja mengataiku" Alishka cemberut


"Siapa yang mengataimu? Aku mengatakan yang sebenarnya" Gerutu edric, Masih kesakitan


"David, Sebaiknya kau pikir berulang kali,, Jika kau menikah dengannya, Kau akan kesakitan setiap hari,, Dia pasti mencubitmu jika sedang kesal" Pekik edric


"Ahh, Sial,, Kau membuat tanganku sakit, Jika terus begini aku harus menghubungi darren" Keluh edric


"Sungguh? Apa sangat sakit?" Alishka mulai cemas


"Humm" Edric hanya mendengus


"Maaf, Maafkan aku kak" Alishka menyesal


"Tidak masalah, Ini akan membaik setelah beberapa jam" Ucap edric tersenyum


Tak lama pelayan datang membawa nampan berisi pesanan mereka.


.............................


Disisi lain yang letaknya tidak jauh dari mereka, Terlihat dua pasang kekasih sedang berbincang sambil menikmati makanan mereka.


"Hahaha" Dominique tertawa


"Sungguh? Jadi kau langsung menyatakan perasaanmu padanya?" Dominique terkejut


"Humm, Itu benar" Balas darren tertawa pelan


"Bravo, Ternyata kau berterus terang,, Kau pria yang berani" Ucap alvaro tepuk tangan


"Tapi, Apa thalia langsung menerimamu?" Alvaro penasaran


"Tidak, Aku mengira dia hanya mengerjaiku saja" Thalia menunduk malu


"Humm, Mungkin memang terlalu cepat baginya,, Tapi aku tidak bisa menundanya lagi" Tutur darren


"Benar, Keputusanmu untuk mengatakan padanya sudah tepat,, Jika tidak, Mungkin pria lain yang akan mendapatkannya" Alvaro setuju


"Lia, Apa kau mencintai darren?" Dominique menatap thalia


"Kenapa kau menanyakan itu?" Thalia heran


"Tidak,, Aku hanya tidak ingin melihatmu bersedih, Aku harap kau bisa bersama pria yang tepat" Dominique tersenyum


"Tentu saja, Jika aku tidak mencintainya,, Maka aku tidak akan menerimanya" Thalia menatap darren


"Sungguh? Apa benar kau mencintaiku?" Darren mendekatkan wajahnya ke thalia


"Apa aku harus mengatakannya? Apa kau tidak bisa melihatnya?" Thalia juga mendekatkan wajahnya


Tanpa memperhatikan situasi dan teman yang ada didepannya,, Darren langsung memakan bibir gadis yang ada dihadapannya itu.

__ADS_1


CUP


Satu kecupan berhasil mendarat dibibir thalia, Dan dilanjuti dengan saling me lu mat.


"Hah" Dominique terkejut menutup mulutnya


"Ya, Darren kenapa kau begitu berani?" Cibir alvaro


"Ahh, Sial,, Kau membuatku iri" Gerutu alvaro


Melihat itu, Membuat alvaro menatap dominique,, Tatapannya seakan menginginkan sesuatu.


"Honey" Alvaro mengelus paha dominique


"Beby, Apa yang kau lakukan?" Dominique menggeser tangan alvaro


"Honey" Tangan alvaro justru menyelinap masuk kedalam rok mini dominique


Tangan itu terus mengelus dan meraba sesuatu yang terbalut kain tipis didalamnya,, Membuat pemiliknya sedikit mengerang.


"Emm, Beby" Dominique merasa sesuatu menyentuh area sensitifnya


Dominique menatap alvaro dan menggeleng kepala.


"No, Beby" Lirih dominique


Alvaro mengerti dan menghentikan apa yang dia lakukan sebelumnya,, Begitu juga darren dan thalia, Mereka melepas perpagutan bibir mereka.


"Maaf, Aku tidak bisa menahannya,, Kau terlalu manis" Ucap darren


"Humm, Tidak masalah" Thalia tersipu malu


Kedua pasangan itu seperti sedang salah tingkah,, Lalu alvaro melihat sekeliling, Mengalihkan pandangan.


Namun sepertinya dia menemukan sosok yang sangat familiar,, Dan tentu dia tanda sekali dengan sosok yang pemarah itu.


"Edric?" Lirih alvaro


"Domi, Aku melihat edric dan samara" Seru alvaro


"Benarkah?" Dominique terlihat senang


"Humm" Alvaro mengangguk


"Edric? Dia juga disini" Gumam darren


"Kau mengenal tuan edric?" Tanya thalia


"Ya, Dia temanku" Balas darren


"Kau juga mengenalnya?" Tanya alvaro ke darren


"Humm, Aku dokter keluarga michael" Ucap darren


"Bagus,, Ayo, Sepertinya akan ada couple gathering" Pekik alvaro antusias


Mereka berempat menghampiri keberadaan edric,, Lalu alvaro langsung menepuk edric dari belakang.


Edric yang terkejut sontak melengok kebelakang.


"Al" Sebut edric saat melihat temannya


"Kau disini?" Tanya alvaro


"Humm" Selalu jawaban andalan edric


"Boleh kami bergabung?" Tanya alvaro


"Emang kau ber berapa?" Tanya edric


"Berempat" Jawab alvaro santai


Mendengar jawaban alvaro, Edric langsung bangkit menoleh kebelakang alvaro,, Terdapat dominique.


"Hai" Darren melambaikan tangan, Disampingnya terlihat thalia


"Mimpi apa aku bisa sial begini" Gerutu edric mendengus


David dan alishka yang baru memesan coklat,, Terkejut melihat ada banyak orang yang mereka kenal.


"Oppa" Panggil alishka


"Alishka" Alvaro menoleh


Alishka beranjak memeluk alvaro, Alvaro juga membalas pelukan gadis itu,, David sudah terbiasa melihatnya, Lain dengan dominique yang penuh tanda tanya.


"Bagaimana kabar oppa? Oppa tidak pernah datang kerumah lagi" Alishka memajukan bibirnya


"Maaf, Oppa terlalu sibuk,, Nanti, Jika ada waktu oppa pasti datang kerumah" Alvaro mengelus rambut alishka dengan sayang


"Janji?"


"Janji" Alvaro menautkan jari kelingking mereka


"Ehem, Ehem" David berdehem


"Hah, Pacarmu cemburu" Cibir cemburu


"Hentikan omong kosong anda tuan,, Untuk apa saya cemburu dengan anda" Balas david kesal


"Tunggu? Pacar? Pacar kak david?" Thalia kaget


"Humm, Kau tidak tau?" Alvaro menatap thalia


"Aku tidak tau" Thalia geleng kepala


"Sungguh? David, Apa kau tidak mengenalkan kekasihmu pada adikmu sendiri? Hah, Kau memang bukan kakak yang baik" Pekik alvaro


"Tuan, Berhentilah menarik kesimpulan anda sendiri" David kesal


"Alvaro benar,, Kenapa kakak marah? Kakak memang tidak mengenalkan aku pada pacar kakak" Ucap thalia


"Ya, Kenapa kau membelanya? Lia ,Aku ini kakakmu" Gerutu david


"Hei, Sekarang kau rasakan seperti yang ku rasakan" Kata edric ke david


"Hahaha" Alishka tertawa lepas


"Diam kau" Edric menimpuk kepala adiknya


"Aww, Kakak" Alishka mengelus kepalanya yang sakit


"Hei, Cukup,, Bukankah sebaiknya kalian perkenalkan diri" Pekik darren mulai bosan mendengar mereka


"Kau mulai berani memerintahku?" Edric melotot ke darren


"Tidak, Siapa yang berani melawan pria kejam seperti dirimu" Cibir darren


"Kakak ipar, Aku heran kenapa kau mau menikah dengannya?" Darren melirik samara


"Sudah ku katakan jangan pernah memanggilnya kakak ipar, Dia bukan kakak iparmu" Edric kesal


"Jika aku menikah dengan thalia, Aku juga akan memanggilmu kakak,, Tentu saja aku memanggilnya kakak ipar" Darren masih belum takut


"Jika kau memanggilnya kakak ipar, Akan ku pastikan kau dikirim ke pulau terpencil" Ancam edric


"Yaya baiklah, Aku tidak akan memanggilnya kakak ipar" Darren mengalah


"Selalu saja mengeluarkan kalimat andalan" Gumam darren


Mereka terus saja berdebat,, Seperti itulah jika edric dan teman temannya berkumpul, Mereka berubah seperti anak kecil, Terutama darren yang selalu membuat edric kesal.


Lalu thalia mulai mengenal alishka kekasih kakaknya, Begitu juga samara mulai merasa memiliki keluarga baru,, Perasaan nyaman menyelimuti hati mereka.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2