
David bergedik ngerih melihat para bodyguardnya Andrian, Terdapat banyak senjata disaku mereka.
Sebaiknya tuan muda jangan mencari masalah, Jika tidak ingin mati mengenaskan disini. Batin David
Ken juga terlihat sedang memperhatikan David dengan tajam, Dia melihat dari ujung rambut hingga ujung sepatu David.
Bertemu dengan tuan hanya membawa asisten pribadinya saja? Sepertinya tuan Edric itu sangat berani, Apakah asistennya begitu hebat? Sampai dia tidak takut mati. Pikir Ken
Sesaat David dan Ken saling pandang dengan tatapan yang sama tajamnya,, Namun pandangan mereka teralihkan oleh suara atasan mereka.
"Baik, Apa yang ingin kau bicarakan, Tuan Edric?" Andrian to the point
"Sepertinya kau sangat terburu-buru ya, Tuan Andrian" Edric tersenyum kecut
"Aku tidak ingin membuang waktuku hanya untuk hal yang tidak penting,, Karena waktu ku itu sangat berharga Tuan Edric" Andrian menekan kalimat terakhirnya
"Ya kau benar sekali Tuan Andrian,, Waktu memang sangat berharga" Edric merinding menatap Andrian
"Tapi boleh kita memesan makanan terlebih dahulu? Sambil membicarakan kerja sama kita?" Edric meminta persetujuan
"Baiklah" Andrian mengangguk
Atas kode dari Ken, Pelayan datang membawa nampan berisi makanan dan minuman dingin,, Seketika Edric terbelalak kaget, Begitu juga dengan David.
"Kau bisa menikmati hidangan ini,, Kami sudah menyiapkan hidangan spesial hanya untukmu, Tuan Edric" Andrian tersenyum, Dan itu senyuman yang menyeramkan
"Oh, Begitu" Edric bergedik ngerih
Apa aku akan mati setelah memakan ini? Tidak ada yang tau kan? Apa yang tercampur dalam makanan ini. Edric memandang hidangan yang tersedia dengan senyum kecut
Edric menatap David yang berdiri disampingnya.
Hey, Kau sudah bersumpah untuk menjagaku kan? Apa kau bersedia mati demi aku? Sebaiknya kau cicipi makanan ini. Batin Edric, Melirik David
"Kenapa Tuan Edric?" Suara Andrian memecahkan lamunan Edric
"Apa kau tidak menyukai hidangan ini?" Andrian menatap tajam
"Tidak, Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih,, Kau menyambutku dengan sangat baik Tuan Andrian" Edric tersenyum
"Tidak masalah Tuan Edric,, Jika kerja sama ini berhasil, Maka kita akan menjadi team" Andrian menyenderkan tubuhnya
"Silahkan di nikmati" Andrian tersenyum
Jika kau tau latar belakangku, Kau tidak akan berani menyentuh makanan ini,, Aku ingin lihat sampai dimana keberanianmu Tuan Edric. Batin Andrian
Edric yang ragu mencicipi makanan itu, Justru melanjutkan inti pembicaraan.
"Ya, Tuan Andrian,, Sebenarnya Alliance Michael telah mengeluarkan produk terbarunya, Karena itu aku ingin mengajukan kerja sama dengan Scorpion Build" Ucap Edric
"Karena Scorpion Build memiliki jaringan yang luas...." Belum selesai Edric bicara
"Tuan Edric, Kenapa aku merasa,, Kau sengaja mengalihkan pembicaraan" Andrian memotong
"Di awal kau tidak ingin terburu-buru,, Tapi sekarang kau langsung membicarakan kerja sama kita, Kau bahkan tidak mencipipi hidangan ini? Tuan Edric?" Andrian menatap tajam
"Apa kau merasa takut padaku? Atau kau takut makanan ini mengandung racun?" Andrian tersenyum mematikan
"Tidak, Bu..bukan begitu Tuan Andrian" Edric gugup
Melihat Edric tersudut, David tidak bisa diam saja.
"Maaf, Tuan Andrian" David meninggikan suaranya
"Tolong jaga bicara anda tuan,, Anda tidak bisa mengintimidasi tuan muda kami, Karena itu tidak dibenarkan dalam kerja sama perusahaan" David menekan nada bicaranya
"Baiklah, Jika aku melakukan kesalahan" Andrian menatap David
"Tolong maafkan aku Tuan Edric" Andrian menundukkan kepala
"Tuan, Apa yang anda lakukan?" Ken tidak terima
"Diamlah" Bentak Andrian
"Tidak perlu seperti itu Tuan Andrian" Pinta Edric
"Tidak Tuan Edric, Jika aku sudah melakukan kesalahan, Maka aku harus membayarnya" Ucap Andrian
Dan itu sukses membuat Edric heran mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Sebagai permohonan maaf, Aku menerima kerja sama ini" Andrian tersenyum
Edric dan David saling pandang merasa aneh.
"Apa kau yakin dengan ucapanmu? Tuan Andrian?" Edric ragu
"Kau bisa menuntutku ke jalur hukum, Jika aku tidak menepati janjiku" Andrian tersenyum lagi
"Baiklah, Terimakasih Tuan Andrian" Edric menjabat tangan Andrian
"Sama-sama Tuan Edric, Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ya" Andrian membalas jabat tangan Edric
Keduanya saling bersalaman, Andrian berinisiatif memeluk Edric dan Edric membalas pelukannya.
"Kalau begitu, Kami permisi" Edric pamit undur diri
"Tentu, Be careful Mr. Edric" Andrian mengangguk
Setelahnya Edric dan David pergi dari restaurant itu, Dan kembali menuju rumah,, Sementara Andrian masih tetap disitu.
"Signore, perché ha accettato la collaborazione dei giovani?" (Tuan, Kenapa anda menerima kerja sama dengan muda?) Ken heran dengan bosnya itu
"In questo modo, prenderò la mia preda" (Dengan cara ini, Aku akan mendapatkan mangsaku) Ucap Andrian
"Che cosa intende signore?" (Apa maksudnya tuan?) Ken masih bingung
"Aspetta e vedrai" (Tunggu dan lihat saja) Andrian tersenyum penuh makna.
"Vai, trova una ragazza per me" (Pergilah, Carikan seorang gadis untukku) Titah Andrian
"Voglio divertirmi" (Aku ingin bersenang-senang) Ucap Andrian
"Si signore" (Baik tuan) Ken mengerti
Ken langsung menyuruh anak buah untuk mencari gadis penghibur untuk bosnya itu.
"Trova subito una ragazza per il maestro" (Cepat cari seorang gadis untuk tuan) Kata ken kepada anak buahnya.
.....................
Didalam perjalanan Edric tidak berhenti berpikir,, Dahinya terus berkerut.
"Apa itu tuan muda?" David belum paham
"Andrian, Aku merasa pria itu berbahaya" Edric mendadak cemas
"Saya sudah memperingatkan anda, Tapi anda tidak mendengarkan saya" Balas David
"Aku tau itu" Edric kesal
"Pria itu penuh misteri,, Aku bahkan tidak bisa menebak isi pikirannya" Umpat Edric kesal
"Tuan Andrian memang terkenal dingin dan berhati kejam tuan, Jadi berhati-hatilah dalam bertindak" Seru David
"Benarkah? Apa dia sekejam itu?" Edric kaget
"Bahkan dia sudah menghabisi puluhan preman di kota ini tuan" Lirih David
"Dia menghabisi para preman?" Edric menelan Salivanya
"Benar tuan, Namun tidak ada satupun jasad ditemukan,, Kepolisian sudah berusaha mencarinya jejaknya, Tapi mereka seperti ditelan bumi" Ucap David ngerih
"Jasad mereka tidak ditemukan? Apakah artinya mereka dilenyapkan tanpa bersisa" Edric merinding
"Jika anda takut? Kenapa anda ingin bekerja sama dengannya tuan?" David heran
"Perusahaannya sangat terkenal diseluruh dunia, Mereka memiliki jaringan yang luas,, Itu pasti sangat menguntungkan perusahaan kita" Seru Edric
David mengangguk kepala mengerti perkataan Edric.
"Sudahlah, Sebentar lagi malam hari,, Kita harus merayakan pergantian tahun" Edric tersenyum
"Apa ada perayaan khusus tuan?" Tanya David
"Tidak ada, Kita rayakan dirumah saja,, Katakan pada seluruh pelayan mereka dibebas tugaskan hari ini" Titah Edric
"Apa anda yakin tuan?" David terkejut
"Kenapa belakangan ini kau suka membantah? Apa kau ingin mati? Hah" Bentak Edric
__ADS_1
"Maaf tuan muda"
David sedikit heran dengan perubahan sikap tuan mudanya itu ,, Semenjak menikah dengan Samara, Edric banyak berubah dan terkadang mengeluarkan aturan aneh.
"Cepat sedikit, Aku sangat rindu dengan istriku" Edric memandang foto Samara diponselnya
"Beby, Tunggu aku pulang" Celoteh Edric
David hanya geleng kepala mendengar ocehan demi ocehan Edric yang menggemaskan.
.......................
Ditaman belakang rumah, Terlihat para pelayan selesai menghiasi pohon pohon yang ada ditaman dengan lampu berkelip.
Samara juga sedang membantu ibu mertuanya, Menghias pohon didekat taman,, Lucy hanya memperhatikan nona mudanya dari jauh.
Karena pelayan senior sudah mengatakan padanya, Jika hari ini nona muda akan dirumah saja,, Setiap akhir tahun akan ada perayaan dirumah utama,, Jadi Lucy tidak bekerja menjadi sopir hari ini.
"Lucy, Bisa tolong bantu aku" Ucap pelayan senior
"Iya kak" Lucy menoleh
"Tolong pasangkan lampu di ujung pohon itu,, Kau kan tinggi pasti sampai" Pinta pelayan senior
"Baik kak" Lucy pun membantu
"Terimakasih" Pelayan senior itu tersenyum
"Iya kak, Sama-sama" Lucy juga tersenyum
"Kamu kenal dekat ya? Dengan tuan David?" Tanya kakak pelayan itu
"Tidak terlalu dekat kok kak" Lucy tersenyum canggung
"Oh, Kamu tau? Kalau Tuan David dan nona muda Alishka akan menikah akhir pekan ini" Bisik pelayan itu
"Benarkah? Saya tidak tau kak" Lucy terkejut
"Katanya mereka sudah tidur bersama,, Karena itu tuan muda mempercepat pernikahan mereka"
"Oh begitu" Lucy mengangguk paham
"Kamu sendiri sudah punya pacar belum?" Tanya pelayan itu
"Belum kak, Saya masih sendiri"
"Oh, Ya bagus,, Berarti kamu masih bebas, Nanti juga ketemu jodoh" Ucap pelayan itu
"Iya kak" Lucy hanya tersenyum
Saat Pak Hendy melewati mereka, Pelayan tersebut langsung kembali mengerjakan tugasnya,, Sementara Lucy duduk termenung dibangku taman.
Ku pikir David itu pria baik-baik, Tapi ternyata... Ahh, Mana ada pria yang tahan nafsu. Batin Lucy
.........................
Sementara Alishka masih didalam kamar, Gadis itu duduk merenung ditepi kasur.
"Apa Kak Edric sangat menyayangiku?" Gumam Alishka
"Aku sudah menyakiti perasaan kak Edric,, Padahal dia sangat sayang padaku" Alishka menangis
Alishka berdiri, Mendekat kejendela,, Dia dapat melihat ibu dan juga kakak iparnya yang sedang menghias pohon ditaman.
"Mereka terlihat sangat kompak ya" Alishka tersenyum
"Dulu aku selalu berdua dengan mama,, Sekarang kakak ipar sudah ada disini" Lirih Alishka
Ternyata dibawah Samara memperhatikan Alishka dari jauh, Lalu melambaikan tangan dan menyuruh Alishka turun.
"Kakak ipar? Dia melihatku" Alishka kaget
Alishka geleng kepala tidak mau turun, Tapi Samara terus menyuruhnya turun dan keluar.
"Baiklah, Aku akan kesitu" Lirih Alishka tersenyum
Gadis itu langsung bersiap dan keluar menuruni anak tangga, Menuju taman belakang rumah.
Bersambung......
__ADS_1