
~Flashback~
Fiona mendapat kiriman pesan dari ray bahwa rencana nya berjalan dengan baik ... Wajah fiona pun berseri seri membaca nya ...
"Hahaha,, hancurlah kau samara hancur" fiona tertawa dengan bangga
Fiona pun tersenyum penuh kemenangan,, otak licik nya langsung bekerja ingin berusaha menarik simpati edric .. dia menyusun kembali rencana ke 2, wanita itu benar benar sangat licik..
"Lihat saja, aku akan membuat mu lebih menderita lagi,, uhhh samara yang malang" fiona lagi lagi tertawa menatap foto samara di ponsel nya...
~Flashback Done~
Samara membuka pintu rumah nya,, Bisa terlihat bi reya sedang menyiapkan sarapan .. Tuan Aldebaron dan Nyonya Jane sedang berbincang di meja makan ...
Samara langsung melangkah menuju ke arah daddy dan mommy nya..
"Dad, Mom" ucap samara
Mendengar suara yang tidak asing di telinga, tuan aldebaron langsung menoleh ke belakang, begitu juga dengan nyonya jane ...
"Samara my daughter" tuan aldebaron melangkah mendekati putri nya..
"Lihat, putri kesayangan ku datang padaku jane" tuan aldebaron membelai pipih samara sambil memanggil istri nya..
"Daddy, Sam misses daddy" samara langsung memeluk daddy nya.
Tuan aldebaron pun juga memeluk putri nya dengan erat,, sang ayah itu terlihat sangat merindukan putri tercinta nya..
"Dad juga sangat rindu kamu sayang" tuan aldebaron mengusap lembut kepala samara..
Nyonya jane pun datang menghampiri suami dan putri nya ...
"Sam, putriku .. kemari lah sayang, mommy pengen banget peluk kamu" nyonya jane merentangkan kedua tangan nya..
Samara pun melepas pelukan daddy nya dan beralih ke mommy nya ... samara langsung memeluk mommy nya dengan penuh kerinduan..
"Mommy kangen banget sama kamu sayang" nyonya jane mencium kening dan pipih samara secara bergantian..
"Sam juga kangen banget sama mommy, sama daddy , sama arthur juga" ucap samara sambil menangis..
"Ya sudah,, kalau begitu kita sarapan saja dulu yuk .. dad sudah lapar sekali" ajak tuan aldebaron kepada istri dan putri nya..
"Sam, apa itu yang kamu bawa?" nyonya jane memandang sebuah tupperware yang ada di tangan samara
"Oh ini bekal, tadi sebelum pergi mamah kasih ke sam" jawab samara menjelaskan..
"Oh itu bekal dari nyonya rosa,, ya sudah buka saja .. biar sekalian di makan ya" ucap nyonya jane
Samara pun tersenyum lalu duduk bersama keluarga nya .. sungguh dia merasakan kebahagian yang selama ini tidak di rasakan di rumah suami nya .. dia begitu merindukan kebersamaan dengan keluarga nya..
"Sam, kamu sendirian?? edric gak ikut kesini" tuan aldebaron sedikit heran dengan kedatangan putri nya yang mendadak..
"Iyah sam, suami kamu kemana? kamu juga gak kabarin daddy dan mommy kalau mau datang" timpal nyonya jane
Samara pun bingung harus menjawab apa,, tidak mungkin dia katakan jika dia dan suami nya sedang bertengkar .. itu akan mengkhawatirkan daddy dan mommy nya.
__ADS_1
"Umm,, dia masih ada urusan di kantor nya dad,mom .. jadi dia gak ikut kesini" ucap samara berbohong..
"Tapi sam uda kasih kabar ke arthur kalau sam bakal datang" lanjut samara..
"Oh ya sudah .. Tapi kamu harus tetap kasih kabar ke suami kamu, biar dia gak cemas" ucap tuan aldebaron
"Iya dad ,, nanti sam kabarin edric" samara menundukkan kepala nya, wajah nya mulai murung..
*maafin sam dad, mom ... sam uda berbohong, sam sebenarnya datang kesini karena sam gak mau lihat wajah edric .. sam masih sakit hati*
ucap samara dalam hati..
Arthur sedang merapikan pakaian nya di depan cermin,, terlihat dia sedang berbicara sendiri..
"Apa penampilan ku sudah terlihat oke" arthur sedikit bergaya..
"Apa dia juga suka padaku" arthur menatap bingkisan coklat berbentuk hati yang ada di tangan nya ..
"Ahh ntah lah,, tapi aku harus mengatakan nya, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi,, dia sudah membuat ku jatuh cinta" seperti nya arthur ingin menyatakan isi hati nya pada seseorang... dia memasukkan kotak coklat itu ke dalam tas nya.
Arthur tersenyum, wajah nya semakin terlihat tampan.. dia berjalan menuruni anak tangga,, saat sampai di ruang makan dia sedikit heran terlihat punggung seorang wanita dari belakang...
"Good morning dad,mom" ucap arthur menatap kedua orang tua nya..
"Siapa sepagi ini sudah bertamu?" tanya arthur yang berjalan ke meja makan..
Samara yang mendengar pun langsung balik badan melihat adik nya... sontak arthur pun terkejut..
"Kakak" arthur mundur satu langkah..
"Apa kau tidak mengenali ku sama sekali" samara menatap adik nya dengan tajam..
Samara memajukan bibir nya meledek adik nya .. arthur sudah bergabung di meja makan..
"Kenapa kau terlihat tampan? pantas saja kau lama turun, ternyata kau berdandan" samara melirik adik nya..
"Kakak, kenapa kau baru sadar? aku ini memang tampan sejak lahir" arthur membusungkan dada nya.
"Cih .. ya baiklah terserah kau" samara tertawa melihat tingkah adik nya...
Sementara samara sedang bersama keluarga nya, Edric sedang dalam perjalan menuju rumah samara .. Namun tiba tiba..
Bsshh
Mobil mendadak berhenti... David pun terkejut,
"Kenapa lagi ini? dav, kenapa kau berhenti" bentak edric.. yang sudah tidak sabar
"Maaf tuan muda ,, sebentar saya cek dulu tuan" david keluar dari mobil untuk melihat apa yang terjadi...
Edric yang tidak sabar pun ikut keluar...
"Ada apa dengan mobil nya" tanya edric..
"Itu tuan .. Ban nya kempes tuan" ucap david takut takut edric marah ..
__ADS_1
Edric menatap david dengan tajam..
"Aku tidak ingin tau cepat kau bereskan ini" bentak edric setengah berteriak.
David pun segera mengeluarkan alat alat untuk mengganti ban mobil .. bisa di bilang david ini multitalent, dia bisa apa saja .. karena itu dia tidak perlu menunggu montir
Edric berdiri mondar mandir sambil menunggu david .. dia sampai melonggarkan dasi nya, karena cuaca sudah mulai terik , sinar matahari pun menyengat ...
"Cepat sedikit dav" perintah edric..
"Sebentar lagi selesai tuan" jawab david
Terlihat sebuah mobil berhenti tepat di depan mobil mereka... seorang wanita keluar dari mobil nya..
"Ed, ada apa dengan mobil mu .. apa kau butuh tumpangan" fiona berpura pura baik..
David melirik fiona dengan tatapan tidak suka..
*cih, dia pasti ingin mencari perhatian,, ku rasa dia dalang di balik pertengkaran tuan dan nona* david memutar bola mata nya malas
Fiona mendekat ke arah edric .. Edric menatap fiona dengan tajam, tangan nya mulai mengepal ... edric menarik tangan fiona menjauh dari david.
"Ed, apa apaan ini .. lepaskan" fiona menarik tangan nya kembali
"Itu semua ulah mu kan? kau sengaja melakukan itu agar aku menyakiti samara" bentak edric
*sial, kenapa dia bisa curiga padaku* fiona sedikit panik, namun dia mencari alasan..
"Apa maksud mu ed? Apa karena kau membenci ku jadi kau menyalahkan aku begitu" fiona pun tidak ingin kalah..
"Ya tentu saja, kau sengaja mengirim foto itu kan? agar aku bertengkar dengan samara? hah" edric mulai emosi..
"Haha,, aku tidak mengerti yang kau katakan ed" fiona tertawa.
"Aku memang mengirim foto itu ,, karena aku melihat wanita mu bertemu dengan pria lain .. Bukankah aku sudah menyuruh mu melihat nya sendiri? Kau pikir untuk apa aku memberitau mu? itu karena aku masih mencintai mu edric" fiona meneteskan air mata, seperti nya air mata itu untuk menarik simpati edric..
"Itu hanya omong kosong .. Cintamu itu palsu" bentak edric dengan nada yang tinggi
"Jadi kau menuduh ku? terserah ed terserah .. jika kau tidak percaya padaku, tidak masalah ... aku hanya memperingatkan mu, agar kau tidak menyesal karena menikahi wanita itu" fiona menatap edric dengan tajam..
"Tidak, aku tidak akan menyesal.. aku adalah pria pertama bagi nya .. dan dia akan melahirkan pewaris ku" edric tersenyum merendahkan fiona
"Baiklah ,, mungkin kau pria pertama.. tapi bagaimana jika wanita itu diam diam bertemu dengan pria lain .. apa kau sangat yakin akan hal itu" fiona tersenyum seakan akan perkataan nya itu benar..
"Pergi kau dari hadapan ku" edric mengepalkan tangan nya ..
David yang melihat situasi mulai tidak enak ... langsung menyusul tuan muda nya
"Tuan , kita sudah bisa berangkat sekarang" david menatap fiona dengan jijik
"Kalau begitu cepatlah" edric pun segera berbalik, namun langkah nya terhenti saat fiona mengeluarkan suara lagi
"Ed, perasaan ku padamu tidak akan berubah .. aku masih mencintaimu seperti dulu .. Sekali saja kau coba untuk melihat ku" fiona menangis..
Namun edric diam saja,, dan masuk ke dalam mobil nya .... David pun melajukan mobil nya dengan kencang...
__ADS_1
Edric sempat melirik fiona dari spion mobil nya saat melewati wanita itu ... Ntah apa yang ada di pikiran nya saat itu...
Bersambung....