
Samara dan Edric masih menonton televisi ....
"Tidak ada siaran yang bagus, matikan saja tv nya" pinta edric yang masih bermain di rambut samara
Pria itu mengelus, menggulung, mencium rambut istri nya dengan gemas...
*kau ini kenapa sih suka sekali mainin rambut ku, risih tau* samara terlihat sedikit kesal
"Kalau tv nya dimatikan,, buat apa kita disini" ucap samara
"Ya kita kembali saja ke kamar,, ayolah beby" pinta edric sambil menarik tangan samara..
"No beby,, aku tau apa yang ada di otak mesum mu itu" samara masih terus menonton tv
"Oh come on,, Junior ku sudah sangat mengeras beby" Edric sedikit merayu samara, agar mau melanjutkan ritual suami istri dengan nya
"Umm ,, aku takut sakit lagi ed" wajah samara agak berubah sendu
"No beby, percaya padaku.. aku akan melakukan nya dengan sangat lembut" edric mendekatkan wajah nya
Samara membaringkan tubuh nya di sofa,, Edric yang berada di atas nya mulai menjalankan aksi nya kembali.
Edric langsung m*l*m*t bibir samara dengan penuh gairah ,, samara juga tidak kalah membalas ciuman edric ... Lagi lagi bibir mereka saling berpagutan
Ciuman itu berlangsung cukup lama,,
"Mmmhh" hanya itu yang terdengar dari suara samara
Edric melepaskan ciuman nya,, dia menatap samara sebentar ,, samara pun tersenyum.. samara bergantian mengambil alih, dia menukar posisi di atas edric dan langsung mencium edric kembali,, seperti nya wanita itu sudah di kuasai oleh nafsu.
Edric sedikit terkejut dengan perubahan nafsu samara yang lebih kuat dari nya,, namun pria itu justru semakin senang,, edric pun merespon ciuman samara, mereka kembali saling berpagutan...
Sekali lagi edric ingin menuntaskan aksi nya,, ingin membuka piyama samara agar bisa bermain di kedua payudara samara... Dan tiba tiba..
Ting Tong, Ting Tong...
Lagi lagi suara bel pintu menggagalkan aksi edric,, samara yang mendengar bel pun melepas ciuman nya, menyuruh edric agar sedikit menjauh... Samara beranjak dari sofa ingin membuka pintu utama.
*ah, sial lagi lagi ada pengganggu* gerutu edric dalam hati
Namun langkah samara berhenti ketika melihat arthur yang turun dari tangga, lebih dulu sampai di depan pintu dan membuka nya...
Arthur membuka pintu melihat siapa yang datang... Dan ternyata...
"-_-"
arthur sejenak terdiam di depan pintu, raut wajah nya sedikit terkejut menatap kedua orang yang ada di hadapan nya.
Kedua orang itu tidak lain adalah david dan alishka yang baru kembali dari toko ponsel.
David yang menyadari jika arthur sedikit heran sengaja membuat nya semakin panas,, david menggenggam tangan alishka dengan erat...
Alishka pun sama terkejut nya dengan arthur,, dia sangat kaget melihat arthur yang membukakan pintu,, sampai tidak sadar jika tangan nya di genggam oleh david.
*arthur? ada dirumah kakak ipar? tapi kenapa? sebenar nya siapa dia* alishka tidak berhenti berfikir
Arthur yang melihat david menggenggam tangan alishka pun menjadi emosional,, arthur mengepalkan tangan nya menatap david dengan tatapan kebencian..
*siapa pria ini sebenar nya? kenapa mereka terlihat mesra? dan apa tujuan nya membawa alishka? kenapa dia bisa tau rumahku* arthur sedikit kesal sekaligus heran
"Apa kau tidak bisa bergeser? kau menghalangi jalan kami" ucap david yang melihat arthur masih tetap berada di depan pintu masuk
"-_-"
Arthur masih terheran tidak mengerti maksud ucapan david ...
"Apa yang ingin kau lakukan dirumahku?" tanya arthur
"Ya david itu benar,, untuk apa kita kesini? bukankah kau bilang kita akan kerumah kakak ipar? lalu kenapa kita dirumah arthur?" alishka mengajukan banyak pertanyaan, otak nya tidak bisa mencerna semua ini
"Tunggu , kerumah kakak ipar?" tanya arthur yang semakin heran dengan semua pertanyaan alishka
"Hey, what is this for real?" ucap arthur yang sudah semakin emosi
__ADS_1
"Apa kau benar benar tidak tau? nona, apa kau juga tidak tau?" tanya david kepada pria dan wanita yang ada di dekat nya
"No" ucap arthur dan alishka secara bersamaan
David yang mendengar jawaban kedua nya, pun terkejut..
*pantas saja pria ini berani mencintai nona alishka,, mereka tidak mengetahui identitas masing masing* david menepuk jidat nya sendiri.
Samara yang sedari tadi menunggu, sedikit heran kenapa arthur belum juga kembali..
*sebenar nya siapa yang datang? kenapa arthur lama sekali* pikir samara
Samara pun menyusul adik nya ke depan pintu,, edric yang melihat istri nya pun mengikuti di belakang nya..
"Arthur , who's coming?" teriak samara sambil berjalan menuju arthur
Arthur yang mendengar suara kakak nya langsung menoleh...
"Umm, ini kak" arthur sedikit susah menjelaskan nya sambil garuk kepala...
Samara kemudian melihat ke luar pintu ...
"David" kemudian samara menatap ke arah wanita yang di sebelah david
"Alishka, Youre here?" ucap samara sembari tersenyum
Alishka heran melihat kakak ipar nya, kenapa bisa ada dirumah arthur...
"Kakak ipar, ada disini?" tanya alishka yang sedikit heran
"Of course,, ini kan rumah orang tua ku" balas samara
"Come in" ajak samara kepada alishka
"Kakak ipar" ucap arthur menatap heran ke arah alishka dan samara
"Hey little, kenapa kau bisa disini" Edric datang menyusul samara, dan terkejut melihat alishka yang sudah berada didekat samara
"Tidak, aku yang meminta ikut dengan nya" jawab alishka yang sedang merapikan rambut nya kembali
"Kenapa kau mengizinkan nya ikut kesini? bukankah aku menyuruh mu untuk mengantar nya pulang" tanya edric kepada david
"Saya tidak punya pilihan lain tuan" ucap david
"Okay, maaf sudah merepotkan mu" edric menepuk punggung david
"-_-" arthur semakin tidak mengerti dia masih terdiam dan terus berfikir
"What happened?" teriak arthur sambil mengacak rambut nya frustasi
"Samara ada apa ini? kenapa kau bisa kenal mereka" tanya arthur dengan sedikit emosi
Samara sedikit terkejut dengan pertanyaan adik nya,,
*kenapa arthur bersikap seperti ini* samara terlihat heran
"Alishka , alishka siapa kau sebenar nya? Little? kenapa tuan edric memanggil mu little? apa hubungan mu dengan nya alishka" arthur bertanya dengan nada yang lembut kepada alishka
"Arthur I'm sorry" ucap alishka...
"Aku, Alishka Michael Edon ... Edric adalah kakak ku dan Samara adalah istri nya, dia kakak ipar" ucap alishka menjelaskan
"Jadi selama ini kau berbohong? kau tau kebenaran nya dan kau tidak mengatakan nya padaku,, karena itu kau selalu menolak jika aku ingin mengantar mu sampai kerumah" arthur mulai emosi tidak bisa berfikir dengan baik
"Tidak arthur, bukan begitu .. aku.. aku tidak tau apa pun tentang dirimu, aku..." alishka belum selesai berbicara,
"Kau pembohong alishka,, kau membuat ku jatuh cinta padamu dan sekarang kau menghancurkan nya" arthur mundur selangkah demi selangkah hati nya sangat hancur, kemudian arthur berbalik dan pergi meninggalkan semua orang..
"Arthur" alishka mencoba bicara namun arthur sudah pergi...
"Hiks hiks hiks" tiba tiba alishka menangis itu membuat semua orang menjadi bingung...
*kau pria baik arthur,, aku memang tidak mencintai mu .. tapi aku tidak ingin kehilangan teman sebaik dirimu, aku masih membutuhkan mu arthur ,, ku mohon jangan membenci ku* alishka meneteskan air mata nya
__ADS_1
Edric yang melihat adik kesayangan nya menangis,,tidak bisa menahan emosi..
"Katakan apa yang terjadi? katakan alishka" bentak edric
"Apa yang dia katakan tadi? kenapa dia menyebut mu pembohong,, apa kau memiliki hubungan dengan pria itu? hah? jawab aku alishka" tanya edric
"Apa aku harus memberi nya pelajaran karena membuat mu menangis? katakan alishka" edric meninggikan suara nya itu membuat samara merasa takut
*apa yang sudah terjadi? kenapa arthur jatuh cinta? dengan alishka? .. tidak ini tidak benar,, tidak aku tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi pada adikku* samara menatap edric dengan penuh kecemasan
Alishka masih diam,, itu membuat edric menjadi marah... edric mengepalkan tangan nya, singa jantan nya mulai keluar.
Edric berjalan menuju kamar arthur dengan emosi yang mendalam... samara mencoba untuk menghentikan nya..
"Tunggu dulu,, apa yang ingin kau lakukan ed" samara menatap edric dengan serius
"Aku ingin berikan pelajaran pada pria yang membuat adikku harus menangis" ucap edric dengan penuh amarah
"Oh really? kau jangan lupa ed, pria yang kau sebut itu adalah adikku,, aku tidak akan biarkan kau menyentuh nya" samara menghadang edric
"Menyingkirlah dari hadapan ku beby,, aku tidak ingin menyakitimu" bujuk edric dengan lembut
"Tidak,, jika kau ingin menyentuh nya, kau harus melewati ku dulu" samara tetap kokoh
"Jangan memancing emosi ku beby" edric menjadi sedikit bimbang
David menjadi bingung, disatu sisi alishka masih menangis .. disisi lain tuan muda sangat marah dan bertengkar dengan nona samara
*nona, kenapa kau menangis? apa kau juga mencintai pemuda itu? tangisan mu hanya membuat tuan muda marah, ku mohon hentikan ini nona* david menatap alishka dengan penuh tanda tanya
"Nona alishka sadarlah,, sebelum hidup semua orang hancur" ucap david dengan penuh penekanan.
"Hah? david apa yang terjadi" tanya alishka telah sadar dari tangisan nya
"Berhentilah menangis nona,, dan hentikan drama ini" david menghela nafas
"Beby, menyingkirlah .. aku akan memberi nya pelajaran" edric berusaha melewati samara
"Kak edric" alishka memanggil
Edric pun menoleh .... alishka menggelengkan kepala nya
"Tidak kak,, arthur tidak bersalah, dia pria yang baik .. dia hanya mencintai ku kak ,, dia tidak mengetahui jika aku adalah saudari ipar nya, dan sekarang dia pasti sedang terpukul,, ku mohon jangan menambah rasa sakit nya kak" alishka mencoba menjelaskan
"Lalu kenapa kau menangis" tanya edric
"Aku hanya takut kehilangan teman sebaik dirinya, itu saja" ucap alishka
Edric pun akhir nya luluh, emosi nya mulai mereda..
"Beby, maafkan aku" edric memeluk samara menyesal.
"Kau tidak perlu minta maaf ed,, aku tau, kau melakukan ini karena kau menyayangi adikmu" samara membelai pipih edric dengan sayang.
"Lalu bagaimana dengan adikmu itu?" tanya edric
"Kenapa dia harus jatuh cinta dengan alishka? jika bukan alishka aku pasti akan melamar gadis itu untuk nya" lanjut edric...
"Sudahlah,, aku akan menjelaskan pada nya, dia pasti mengerti ... Kau tenang saja" samara tersenyum meyakinkan suami nya
"Tuan muda, ini ponsel yang anda inginkan" david memberikan ponsel baru kepada edric
"Terimakasih,, kalau begitu kau istirahat lah" edric menerima ponsel nya
"Alishka, kau juga istirahat ya .. Ada kamar di sebelah kamar david" ucap samara
"David kau bisa tunjukkan pada alishka kan" lanjut samara
"Baik nona" david mempersilahkan alishka untuk mengikuti nya...
Mereka pun masuk ke kamar masing masing .... Tuan aldebaron dan nyonya jane tidak mengetahui kejadian ini, di karenakan sudah terlelap di kamar nya....
Bersambung....
__ADS_1