Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Lomba Menghias


__ADS_3

"Hahhhhh" Teriak Samara kesal


Saat ini Edric sudah pergi meninggalkan rumah,, Samara yang tidak tenang pikirannya semakin kacau, Begitu banyak prasangka buruk yang hinggap di kepalanya.


Bagaimana ini? Apa ku ikuti saja dia ya. Pikir Samara


Tidak, Mengikutinya juga percuma,, Asisten menyebalkan itu pasti akan tau jika aku membuntuti mereka. Samara frustasi


"Tapi aku tidak bisa diam saja kan? Terus siapa wanita yang akan dia temui?" Gumam Samara


"Apa wanita itu Fiona?" Samara terus berpikir buruk


Samara mondar mandir sudah seperti setrikaan,, Perasaan cemas menyelimuti hatinya, Takut sang suami di rebut wanita lain.


"Ahh, Kenapa aku terlalu takut begini" Gerutu Samara


Pada akhirnya Samara memilih mandi membersihkan tubuhnya, Setelah itu dia berdandan yang membuatnya terlihat sangat manis.


"Tenang, Lebih baik aku menghirup udara segar" Samara tarik nafas


Lalu keluar dari kamarnya menuruni anak tangga,, Saat berada dibawah terlihat ada beberapa orang yang sedang mendekor pintu utama.


Dan mama Rosa juga sedang menelfon di ruang tamu sambil melihat sebuah buku yang isinya daftar para tamu.


Samara yang bingung dengan keadaan rumah utama menghampiri sang mertua.


"Mama" Panggil Samara


"Ehh, Sam" Mama Rosa menoleh, Lalu mematikan telfonnya


"Ada apa ma?" Samara menatap mertuanya


"Aa..Maksud mu?" Mama Rosa bingung


"Kenapa mereka menghias seluruh rumah ini? Memangnya ada apa ma?" Tanya Samara


"Oh, Itu" Mama Rosa baru memahami pertanyaan Samara


"Ya, Edric memang menyuruh mereka melakukan itu" Pekik mama Rosa


"Edric yang menyuruh mereka?" Samara heran


"Ahh, Jadi kau tidak tau ya?" Mama Rosa menatap Samara


"Tidak, Aku tidak tau ma" Samara geleng kepala


"Apa mama tau?" Samara menatap ibu mertuanya dengan lekat


"Sam, Malam ini kan perayaan akhir tahun" Ucap mama Rosa


"Setiap tahun biasanya Edric akan mengadakan party untuk menyambut tahun baru ,, Dan tahun ini Edric ingin mengadakan party di rumah ini" Tutur mama Rosa


"Party?" Samara berusaha mencerna


"Ya, Semua kerabat akan datang nanti malam,, Karena itu mama katakan malam ini kita tidak bisa istirahat" Mama Rosa tersenyum


"Oh begitu ya ma" Samara mengangguk


"Humm, Mama tau sekarang Edric dimana?" Samara berusaha mencari jawaban


"Oh edric bilang ingin pergi sebentar,, Tapi dia tidak bilang mau kemana" Seru mama Rosa


"Kalau begitu, Mama ke kamar dulu ya,, Mama harus meriksa daftar tamu yang akan di undang ke pernikahan Alishka" Mama Rosa menepuk bahu Samara


"Iya ma" Samara tersenyum kecut

__ADS_1


Mama Rosa pun pergi meninggalkan Samara yang masih tidak tenang.


Jika semua kerabat akan datang,, Itu artinya akan ada banyak orang disini, Tapi kenapa Edric justru menyuruh wanita itu datang. Samara menghela nafas berat


"Ahh, Edric,, Kau sedang menemui siapa sih?" Gerutu Samara


Samara pergi menuju taman belakang rumah,, Karena dia merasa bosan jika dirumah terus menerus.


Samara berjalan sampai ke taman belakang,, Dia celingak celinguk tapi tidak ada satu pun pelayan yang terlihat.


"Kenapa sunyi sekali? Kemana semua orang?" Samara bergumam


"Humm, Aku kesini berharap ada teman untuk mengobrol,, Tapi mala tidak ada siapapun" Samara murung


Samara duduk di bangku yang ada ditaman tersebut,, Wajahnya tampak lesu dan tak bersemangat.


"Aku merindukan daddy dan mommy" Samara menatap langit-langit awan


"Aku juga rindu Arthur,, Sedang apa anak itu sekarang" Samara semakin murung


...----------------...


Disisi lain, Tuan Aldebaron dan nyonya Jane sedang berada di ruang tamu,, Terlihat Arthur ikut bergabung bersama orang tuanya.


"Dad ! Mom !" Sapa Arthur


"Arthur, Kau sudah kembali" Tuan Aldebaron menoleh


"Kalian sedang apa dad?" Arthur duduk di samping ayahnya


"Tentu saja sedang menghias pohon ini,, Apa kau tidak melihatnya?" Cetus tuan Aldebaron


"Benar juga, Tahun baru hanya hitungan jam lagi" Arthur mengangguk


"Kau yakin bisa menghiasnya?" Nyonya Jane ragu


"Tenang, Ini soal kecil" Arthur langsung mengambil alih kerjaan ibunya


"Benarkah? Kau sombong sekali" Pekik tuan Aldebaron


"Setiap tahunnya aku belajar menghias ini,, Meskipun aku di korea" Jawab Arthur


"Baiklah, Bagaimana jika kita lomba?" Tuan Aldebaron melirik Arthur


"Daddy yakin?" Arthur menatap ayahnya


"Kenapa? Kau takut kalah ya?" Tuan Aldebaron meledek


"Jangan terlalu percaya diri,, Apa yang akan ku dapatkan jika aku menang?" Arthur menatap ayahnya


"Jika kau menang? Kau akan dapatkan apapun yang kau inginkan" Ucap tuan Aldebaron mantap


"Apapun yang ku inginkan?" Arthur sejenak berpikir


"Ya, Daddy tidak pernah menarik kata-kata daddy,, Tapi jika kau kalah, Kau harus lakukan apa yang daddy suruh" Tuan Aldebaron serius


"OK, Setuju" Arthur memberikan tangannya


Lalu tuan Aldebaron pun menjabat tangannya pertanda perjanjian telah di terima.


"Baiklah, Mommy yang hitung ya" Nyonya Jane tersenyum


"Daddy, Penuhi janji daddy ya" Arthur tersenyum


"Baiklah, Itupun jika kau menang" Tuan Aldebaron smirk

__ADS_1


Tuan Aldebaron dan Arthur sama sama bersiap untuk mulai menghias pohon.


"1 , 2 , 3 , Mulai" Teriak nyonya jane


Ayah dan anak itu pun mulai fokus menghias pohon satu persatu ,, Dari bawah sampai paling pucuk pohon.


Sudah separuh perjalanan,, Arthur benar benar melakukan dengan baik, Dia hampir menyelesaikan hiasan pohonnya.


Dan begitu juga tuan Aldebaron yang memang sudah terbiasa menghias pohon juga hampir selesai.


Waktu terus berputar dan pada akhirnya Arthur lah yang memenangkan lomba menghias pohon itu.


"Yes" Arthur teriak girang


"Hah, Ternyata kau cepat sekali ya" Tuan Aldebaron terlihat kelelahan


"Sudah ku katakan, Aku sering belajar menghias pohon" Ucap Arthur bangga


"Kau benar ,, Biasanya setiap tahun Samara yang akan menghias ini, Tapi sekarang dia tidak lagi bersama kita" Tuan Aldebaron seketika murung


"Apa kau merindukannya?" Nyonya Jane memegang bahu tuan Aldebaron


"Tentu saja aku merindukannya,, Dia itu putriku" Tuan Aldebaron mendengus


"Dad, Kenapa tidak menyuruh Samara datang kesini?" Tanya Arthur


"Tidak mungkin,, Kau tau jika suaminya itu orang ternama, Mereka pasti mengadakan pesta" Pekik tuan Aldebaron


"Benarkah? Tapi kenapa tidak ada yang memberitau kita?" Arthur heran


"Mungkin kita tidak sepadan dengan mereka,, Sudahlah, Yang penting kakakmu bahagia" Tuan Aldebaron tersenyum


"Tapi ini tidak benar,, Tuan Edric itu kan orang yang berpendidikan, Kenapa tidak menghargai mertuanya" Gumam Arthur


"Arthur" Suara ayahnya mengejutkan Arthur


"Ya, Dad" Arthur menoleh


"Apa yang kau inginkan?" Tanya tuan Aldebaron


"Apa yang ku inginkan?" Arthur lupa


"Kau pemenang lombanya,, Jadi daddy akan berikan yang kau inginkan" Tuan Aldebaron tersenyum


"Ahh, Itu" Arthur baru ingat


"Jadi katakan?" Tuan Aldebaron menatap Arthur


"Aku katakan setelah tiba waktunya" Arthur tersenyum


"Apa maksudmu?" Tuan Aldebaron mengerutkan keningnya


"Daddy akan tau nanti,, Pastikan daddy tidak lupa dengan janji daddy" Ucap Arthur


"Baiklah, Daddy tidak akan lupa" Tuan Aldebaron menghela nafas


"Itu bagus" Arthur tersenyum


Disaat ayah dan anak mengobrol,, Nyonya Jane datang membawa cemilan.


"Sudah-sudah,, Sebaiknya minum dan makan dulu" Seru nyonya Jane


Berhubung para pembantu izin pulang kampung,, Jadi nyonya Jane mengerjakan semua sendirian.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2