
Samara masih mencoba bersikap biasa, tapi mamah rosa justru memberikan tatapan tajam,, membuat samara semakin bertanya tanya, entah apa kesalahannya? Sampai ibu mertuanya menjauhinya dalam sekejap? Itulah yang ada di pikirannya saat ini.
Mamah rosa yang sedang marah, tidak ingin makan dan beranjak dari kursinya,, memilih duduk di sofa tamu sambil memilah majalah.
Edric dan alishka sama sama heran melihat perubahan sikap ibunya itu,, keduanya saling tatap.
'Apa yang terjadi dengan mamah?' Tanya edric melalui tatapan mata
'Aku tidak tau' balas alishka mengangkat bahunya dan geleng kepala
Seperti itulah telepati kakak beradik itu,, jika bicara dengan kode tubuh.
Edric hanya mendengus kasar,, mereka melanjutkan sarapan sampai selesai.
Seperti biasa setelah sarapan, mereka semua berangkat menjalani kegiatan mereka masing masing,, alishka berangkat lebih dulu, dan tidak lupa menyalami ibunya.
"Mah, aku berangkat kerja ya" alishka mencium pipih mamah rosa
"Hati hati ya sayang,, jangan kebutan" pesan mamah rosa
"OK" alishka tersenyum
Mamah rosa mengantar putrinya sampai depan pintu utama,, tak lama edric keluar bersama samara.
"Mamah, kita berangkat ya mah" ucap edric setelah menyalami ibunya
"Hati hati" balas mamah rosa ketus
Saat samara hendak menyalami mertuanya itu, mamah rosa langsung berbalik masuk ke dalam rumah, tanpa menoleh sedikitpun.
"Mamah" teriak edric, yang merasa aneh dengan sikap ibunya
Namun mamah rosa tidak memperdulikan, dan langsung menghilang menaiki tangga.
Raut wajah samara juga terlihat sedih, karena merasa dijauhi oleh ibu mertuanya itu.
"Beby, sudahlah,, ayo kita pergi, nanti bisa telat" bujuk edric menenangkan istrinya
Samara hanya tersenyum dan membalas dengan anggukkan kepala,, dan david juda terlihat bingung dengan sikap calon ibu mertuanya itu.
*Apa ada yang mengganggu pikiran nyonya? Sampai nyonya bersikap acuh pada nona muda* pikir david
Namun tak lama pikirannya teralihkan,, karena tuan mudanya sudah menunggu di mobil,, david langsung bergegas fokus mengemudi.
David melajukan mobil menuju jalan raya,, padatnya lalu lintas di pagi hari, banyak kendaraan yang berlalu lalang.
Edric menatap wajah istrinya, samara terlihat murung dan melamun,, entah apa yang ada didalam benak istrinya itu? Pikir edric.
"Beby" edric memegang tangan samara
Sentuhan tangan edric membuat samara menoleh,,
"Ed" samara tersenyum
"Apa kau masih memikirkan mamah?" Tanya edric
"Entahlah ed,, aku tidak mengerti, aku merasa mamah sengaja menjauhiku" samara menghela nafas berat
"Itu hanya perasaan mu saja beby,, mungkin mamah ada masalah, hanya saja mamah belum mau cerita,, tenanglah jangan cemas" ucap edric meyakinkan
"Humm, baiklah" samara tersenyum
Wanita itu menaruh kepalanya di bahu suaminya,, tangan mereka berpegangan saling menggenggam.
David hanya mengulas senyum melihat pasangan suami istri itu.
*Semoga anda selalu bahagia tuan,, semoga tidak ada yang mencoba memisahkan anda dari nona* batin david
.........................
Alishka sudah lebih dulu sampai di gedung Alliance Michael, gadis itu langsung masuk ke dalam kantor.
Terlihat stevi sudah lebih dulu masuk,, alishka yang melihatnya hendak menghampiri.
"Stevi" panggil alishka, setengah berlari
Stevi berhenti dan menoleh ke asal suara yang memanggilnya,, namun saat melihat si pemilik suara, seketika wajahnya terlihat tidak bersahabat.
"Ada apa?" Tanya stevi ketus
"Kamu kok cuek banget vi,, apa ada masalah? Tanya alishka heran
"Tidak ada" balas stevi acuh
Stevi langsung meninggalkan alishka yang berada di belakangnya,, alishka menjadi heran, tidak tau kenapa sahabatnya menjadi dingin seperti itu? Itulah yang alishka pikirkan.
*Kenapa dia? Jutek banget kayak baru putus cinta* batin alishka
Alishka kemudian langsung menuju ke meja kerjanya,, melakukan tugasnya sebagai karyawan Alliance Michael.
Sejenak dia melewati meja kerja arthur, tapi sepertinya pria itu belum datang,, karena mejanya masih kosong.
"Mungkin dia terlambat lagi" gumam alishka
........................
Di tempat lain masih di jam yang sama,, di sebuah bangunan mini sederhana, memang tidak mewah namun layak untuk di tempati.
Terlihat seorang gadis sedang berdandan, dengan makeup yang natural seadanya,, setelah bersiap gadis itu membuka pintu, hendak pergi bekerja.
Saat pintu terbuka, keiza terkejut dengan sosok pria yang sudah ada di depan pintu.
"Selamat pagi sayang" sapa arthur dengan senyuman lebar
"Bunga yang harum untuk gadis yang paling cantik di dunia" arthur memberikan buket bunga, sembari tersenyum
Keiza menerima buket bunga itu, namun tidak ada senyuman di wajahnya,, dia menatap buket bunga itu dengan datar.
"Hari ini kau romantis, semalam kau menghilang" keiza menatap arthur
Lalu di kembalikannya buket bunga itu ke tangan arthur dengan kasar,, arthur sampai kaget melihat respon keiza.
"Aku tidak butuh itu" ucap keiza ketus
Gadis itu ingin berlalu pergi meninggalkan arthur,, dengan cepat arthur menghalangi.
"Sayang, tunggu" cegah arthur
"Ada apa? Aku tidak punya banyak waktu,, aku harus kerja" keiza masih bicara ketus
"Aku tau, karena itu aku datang kesini untuk menjemputmu,, kita bisa pergi bersama" balas arthur tersenyum
"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri" jawab keiza cuek
Keiza hendak melangkah pergi, tapi arthur menahan tangannya.
"Sayang, apa kau marah padaku? Sikapmu dingin sekali" arthur terlihat murung
"Jika kau tetap memasang wajah seperti itu, bagaimana aku bisa marah padamu" keiza mulai melunak
"Tapi aku masih sangat kesal padamu" lanjut keiza cemberut
"Kau tidak mengangkat telfonku, kau juga tidak ada mengabariku,, aku bahkan harus berjalan sendiri kerumah" ucap keiza dengan wajah sedih
"Maafkan aku ya,, saat itu aku tidak tau, maaf" arthur menggenggam tangan keiza
"Sebenarnya aku tidak marah padamu,, tapi jika gadis itu tidak menolongku, mungkin aku tidak akan ada disini bersamamu atau mungkin kau sudah mendengar kabar kematianku" ucap keiza hampir menangis mengingat kejadian itu
"Hey, kenapa kau bicara seperti itu? Apa terjadi sesuatu?" Tanya arthur mendadak cemas
"Beberapa preman ada yang menghadangku saat aku ingin pulang kerumah,, namun aku berhasil selamat karena seorang gadis yang menolongku, dan sampai saat ini aku tidak tau apa yang terjadi padanya" Jawab keiza khawatir
__ADS_1
"Tapi ku harap dia baik baik saja,, dan aku ingin mengucapkan terimakasih padanya" lanjut keiza menatap arthur
"Maaf sayang, aku menyesal semalam tidak menjemputmu" balas arthur juga menatap keiza
"Tapi, aku akan membantumu untuk mencari gadis itu" lanjut arthur tersenyum
"Sungguh?" Mata keiza mulai berbinar
"Ya, aku juga ingin berterimakasih,, karena dia sudah menyelamatkan kekasihku" arthur tersenyum, mengecup punggung tangan keiza
Keiza sedikit tertawa, dia menangis haru.
"Ayo, nanti kau bisa terlambat ke kantor" ajak keiza
"Wah, apa kau sudah tidak marah lagi?" Ledek arthur
"Tidak, aku tadi hanya sedikit kesal,, tapi sekarang aku sudah tidak kesal" keiza tersenyum manis
"Jangan tersenyum seperti itu,, kau membuatku semakin jatuh cinta" ucap arthur juga tersenyum
Tak lama arthur menghidupkan motornya, dan keiza naik di belakang,, mereka menelusuri jalanan kota London di pagi hari.
...----------------...
David menghentikan mobilnya tepat di depan butik TrendyStore,, david keluar dan membukakan mobil untuk samara.
Sebelum keluar dari mobil, tak lupa samara menyalami suaminya dan pamit.
"Terimakasih sayang" ucap samara
"Ya beby" balas edric tersenyum
Edric mengecup kening samara, lalu membiarkan istrinya keluar menuju butiknya.
"Bye, hati hati" teriak samara, saat mobil mulai berjalan
Tak lama mobil itu menghilang dari pandangannya,, samara hendak masuk ke butik, namun langkahnya terhenti karena melihat suara motor sport menuju kebutiknya.
Motor itu berhenti tepat di depannya,, sejenak samara memperhatikan wajah gadis yang di boncengan.
"Keiza" gumam samara
Tak lama pria yang membawa motor membuka helmnya,, lalu terlihat jelas wajah yang sangat dia kenal.
"Arthur" panggil samara, setengah berteriak
Arthur turun dari motornya dan menoleh,,
"Samara, kau sudah disini" sapa arthur saat melihat kakaknya
"Kalian berangkat bersama?" Tanya samara, menatap keiza dan arthur bergantian
"Ya, aku tadi menjemputnya" balas arthur tersenyum
"Samara, aku harus pergi,, sebentar lagi aku terlambat" ucap arthur pamit
"Sayang, aku pergi ya" arthur izin pada kekasihnya
"Ya, hati hati" keiza tersenyum
"Dah" arthur melambaikan tangan, saat ingin pergi
Lalu pria itu melajukan motornya dengan kencang,, karena jam masuk kantor Alliance Michael terbatas.
"Hah, dia pasti sangat terlambat,, semoga saja dia bisa sampai sebelum edric datang" gumam samara, menatap kepergian adiknya
"Kak sam, kita ada banyak pesanan gaun hari ini" keiza memberikan daftar pesanan yang dia bawa
"Ahh, kau benar,, kita harus cepat menyelesaikan ini" tutur samara, saat melihat banyaknya daftar pesanan
"Ayo masuk" ajak samara
..............................
Arthur meninggikan kecepatan motornya,, dengan hati hati dia menyalip kendaraan yang ada di depannya.
Sekitar 15 menit kemudian, arthur sudah tiba di parkiran gedung Alliance Michael,, dengan cepat dia memakirkan motornya, lalu setengah berlari masuk ke kantor.
Begitu dia masuk ke dalam kantor,, tak lama mobil edric memasuki gerbang kantor,, arthur sekilas menatap mobil bosnya itu.
"Hufft, hampir saja" arthur menghela nafas legah
Arthur berjalan dengan cepat langsung menuju meja kerjanya,, alishka yang sedang memfotocopy dokumen di bagian pelayanan memperhatikan arthur,, karena arthur bekerja di bagian pelayanan.
"Wah, dia baru datang jam segini" gumam alishka, melihat jam di tangannya
"Ya, arthur" alishka menghampiri
"Alishka" arthur tersenyum, sambil mengatur nafas
"Kau kelihatan sangat lelah,, apa kau habis berlari?" Alishka tertawa kecil
"Ya, kau sudah tau jika aku terlambat,, kau masih saja bertanya" gerutu arthur, masih mengatur nafas
"Aku tau" alishka menahan tawanya
Dan stevi yang tak sengaja lewat melihat kedekatan arthur dan alishka, lagi lagi gadis itu merasa cemburu.
"Hai, stevi" sapa arthur
Stevi hanya menoleh sekilas, lalu dengan cepat berlalu.
"Ada apa dengannya? Tidak biasanya dia aneh begitu" gerutu arthur heran
"Aku tidak tau,, tadi dia juga mengabaikan ku" balas alishka, sembari menghela nafas
"Sungguh? Bukankah kalian teman baik? Dia tidak pernah begitu padamu sebelumnya" balas arthur sedikit berfikir
"Apa mungkin dia ada masalah?" Tanya arthur
"Mungkin saja,, tapi aku tidak tau pasti kenapa dia begitu" jawab alishka juga berfikir
"Ahh, aku harus kembali ke mejaku,, Bye" alishka pergi berlalu
Mereka kembali mengerjakan tugas mereka masing masing.
Disisi lain, sang presdir sudah ada didalam ruangannya bersama dengan sang asisten pribadinya.
Cek..Lek
Suara pintu terbuka, edric dan david langsung menoleh ke arah pintu.
"Selamat pagi tuan" stella tersenyum, menyapa sang presdir
Seketika gadis itu terkejut, melihat david yang ada tidak jauh dari tempat edric berada.
"Tuan david, anda sudah pulih?" Stella menanyakan kondisi david
"Ya, saya baik baik saja" jawab david datar
"Baguslah kalau anda baik baik saja,, selamat datang kembali tuan" stella tersenyum manis
Pasalnya gadis itu memang diam diam menyukai david, dia sering mencuri pandang menatap david,, ya meskipun david selalu mengabaikannya, tapi stella tetap mengaguminya,, bagi stella, david adalah pria tertampan yang dia temui dalam hidupnya.
"Ya, terimakasih" david sedikit mengulas senyum
Tentu saja itu membuat hati stella melompat kegirangan,, senyuman gadis itu terus mengembang.
"Ahh, stella" suara edric membuyarkan pandangan stella
"Saya tuan" stella langsung melihat ke edric
__ADS_1
"Karena david sudah bertugas kembali, jadi kau tidak perlu mengatur jadwal kegiatan ku,, biarkan david yang melakukannya, dan kau bisa kembali melakukan tugasmu seperti biasanya" ucap edric tersenyum
"Baik tuan" stella menunduk, karena mungkin masih terbesit rasa malu pada kejadian tempo hari
"Baiklah, kau boleh pergi" seru edric, yang juga sedikit canggung tak berani menatap wajah stella
Hal itu membuat david sedikit bingung,, apa yang sudah terjadi? Ada apa ini? Pikir david.
Stella hendak melangkah keluar,, tapi berhenti karena suara david memanggilnya.
"Stella" panggil david
"Ya" stella menoleh
"Aku ingin tau kegiatan tuan muda sebelumnya,, bisa kau katakan padaku? Apa saja yang terjadi selama aku tidak ada" pinta david
"Oh, kegiatan?" Stella berusaha mencerna
"Ya, semua hal yang dilakukan tuan muda,, dan juga semua yang terjadi di kantor selama aku tidak ada" seru david
"Semuanya?" Stella mulai panik
*haiss, apa aku harus menceritakan hal melakukan itu juga,, tidak, itu bahkan tidak pantas di bicarakan* batin stella
"David, untuk apa dia harus mengatakan semuanya ,, kau bisa melihat buku agenda, stella sudah mencatat semuanya" edric tidak ingin david tau mengenai jebakan fiona
"Stella, cepat pergilah" ucap edric melotot ke stella
Stella langsung berbalik dan keluar dari ruangan edric,, sekilas melirik david saat melangkah pergi.
Setelah pintu tertutup, david langsung menatap tuan mudanya itu.
"Tuan muda" david menatap edric menyelidik
"Ada apa? Hey, Jangan pernah menatapku seperti itu" edric setengah berteriak
"Apa tuan sedang menyembunyikan sesuatu?" Tanya david serius
"Apa yang kau bicarakan ini david, apa kau sedang curiga padaku?" Edric sedikit panik
"Anda terlihat gelisah tuan,, dan itu sangat jelas" ucap david to the point
"Apa terjadi sesuatu?" Tanya david lagi
"Tidak, tidak ada yang ku sembunyikan darimu" edric masih pada pendiriannya
"Tuan, saya sudah menjadi asisten anda selama bertahun lamanya,, saya paham betul jika saat ini anda sedang berbohong" david menatap tajam
"Anda ingin mengatakannya? Atau saya akan cari tau sendiri? Tuan, anda bahkan tau betul,, jika saya lebih pintar dari pada google" david menekan suaranya
"Hah, baiklah" edric tak bisa berkutik
"Kemarin, fiona datang dan berusaha menjebakku" edric jujur
"Nona fiona? Ingin menjebak anda?" David sedikit kaget
"Ya, wanita itu menyuruh office girl mengantar minuman untukku ,, dan minuman itu telah dicampur obat perangsang" tutur edric
"Tuan, maafkan saya tuan,, saya tidak bisa membantu anda disaat anda membutuhkan saya" david merasa gagal menjadi asisten
"Tidak, kau tidak pernah melakukan kesalahan apapun,, aku baik baik saja" ucap edric
"Tapi kenapa anda terlihat gelisah di saat stella datang tuan?" David kembali wawancara
"Stella adalah korban dari jebakan itu,, karena bukan aku, tapi stella yang meminum itu" tutur edric sedikit emosi
"Ahh, sudahlah, aku muak membahas itu" lanjut edric malas
"Lalu bagaimana dengan nona fiona tuan? Apa tuan sudah punya rencana?" Tanya david yang juga mulai geram
"Tidak ada,, aku sedang tidak ingin berurusan dengannya,, biarkan saja untuk saat ini" balas edric, sambil mengepalkan tangannya
Amarah dan kebencian, itulah yang terbesit di hati edric saat ini,, dia sangat membenci fiona.
.....................
Setengah hari telah berlalu, waktu makan telah tiba,, setelah bertemu klien dan mendapat kontrak kerja sama, edric kembali keruangannya.
"Dav"
"Ya tuan muda"
"Suruh orang lain menjemput istriku,, aku ingin makan siang bersama samara" pinta edric
Saat ini edric bersandar di sofa, matanya menatap langit langit kantor.
"Baik tuan muda" david hendak menghubungi seseorang
"Kau cari supir pribadi untuk samara,, seorang wanita yang bisa menjaganya, aku tidak ingin seorang pria" edric menatap david
"Supir pribadi wanita untuk nona muda?" David mengerutkan dahinya
"Ya, karena aku tidak bisa terus berada bersamanya,, aku ingin kau cari supir pribadi yang akan mengikuti kemanapun dia pergi" titah edric
"Baik tuan muda,, saya akan mencarinya" david langsung mengerti
*Samara mulai detik ini, aku akan selalu melindungimu,, tidak akan ku biarkan ada yang menyakitimu* edric berjanji dalam hatinya
David langsung menelfon gadis yang dia rasa pantas untuk melakukan tugas mengawal nona mudanya itu.
"Aku butuh bantuanmu" ucap david saat panggilan di jawab
[Maaf, aku sibuk] yang di seberang telfon acuh
"Bukankah kau sedang butuh pekerjaan"
[Sungguh? Kenapa kau sangat ingin membantuku?]
"Kau akan di gaji 3 kali lipat dari gajimu sebelumnya" ucap david mantap
[3 kali lipat? Ya, Siapa yang harus ku bunuh?] Gadis itu terlihat emosi
"Kau hanya perlu menjadi supir pribadi" balas david singkat
[Kau menggaji seorang supir 3 kali lipat? Kau serius?] Terlihat tak percaya
"Aku tidak akan memberi tawaran untuk kedua kalinya,, jika kau ingin bekerja, maka kau harus datang ke tempat yang ku kirimkan padamu" tegas david
David langsung mematikan panggilan.
..................
Tut tut tut...
Panggilan di putus,, seorang gadis terlihat kesal.
"Hah, dia mematikan telfon begitu saja" gerutu gadis itu
"Ahh, apa aku harus datang ke tempat itu?" Gumamnya
"Tidak, bagaimana jika aku menjadi supir pembunuh bayaran?" Pikirnya ngerih
"Ahh, sial,, tapi gaji yang dia tawarkan itu sangat besar" gadis itu merasa bingung
Sejenak dia berfikir, lalu dengan cepat dia mengganti baju dan langsung menuju alamat yang di kirimkan padanya.
Bersambung.....
...Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻...
...Maaf lama ya, author penat tak enak body 🤧...
__ADS_1