
Edric bersama dengan pretty dalam perjalanan menuju rumah sakit ...
"Bagaimana dia bisa berujung dirumah sakit rich?" tanya pretty yang murung
"Dia menolong alishka yang di culik pembunuh berantai itu ,, karena melindungi alishka dia menjadi sasaran pembunuh berantai sialan itu ,, ini salah ku yang tidak berguna sebagai seorang kakak" edric mulai menyalahkan dirinya sendiri
"Lalu bagaimana keadaan alishka?" pretty sedikit kaget mendengar jawaban edric
"Alishka hanya trauma, dia baik baik saja" balas edric sambil fokus menyetir
"Sudahlah rich ,, itu bukan sepenuhnya kesalahan mu" pretty menepuk pundak edric
Edric pun terus melajukan mobilnya dengan kencang menuju St. Edon’ Hospital.
.................
Dirumah sakit alishka sudah bisa berjalan ... setelah meminta izin dari dokter, gadis itu masuk kedalam ruangan dimana david dirawat ... David masih belum sadarkan diri , lelaki itu terbaring lemah di ranjang dengan selang oksigen menutupi hidungnya serta infus dan juga selang penambah darah yang mengalir ke tangannya.
Alishka duduk tepat di sebelah david ,,,
"Kenapa kau belum juga sadar" alishka memegang tangan david
Gadis itu menempelkan wajahnya di tangan david,, air matanya kembali menetes.
"Aku mohon sadarlah david ,, aku merindukan mu"
Gadis itu terisak ,, namun tidak ada reaksi dari david yang matanya masih terus terpejam dan tubuhnya juga tidak bergerak.
"Jangan tinggalkan aku david ,, aku sangat mencintaimu, kau harus hidup"
Alishka menatap wajah david,, gadis itu masih menangis mencium tangan david.
Tanpa di sadari sepasang mata melihat dan mendengar semua yang alishka katakan,, kemudian ada senyuman di bibir orang itu.
..............
Di tempat lain, tepatnya di gedung Alliance Michael di lantai bawah ... Arthur mencari sosok gadis yang sering menyapa nya,, namun dia tidak melihat gadis itu.
"Arthur , lo cari siapa? nyari alishka ya" tanya stevi
"Hah, iya .. Apa dia tidak masuk?"
"Enggak, alishka tidak masuk kantor,, gak tau deh kenapa?" wajah stevi pun murung
"Jadi lo juga gak tau kalau semalam alishka diculik"
"Hah? diculik? diculik siapa?" tanya stevi setengah kaget
"Sstt, jangan keras keras .. nanti yang lain dengar" arthur menutup mulut stevi dengan jari telunjuk
"OK, tapi diculik sama siapa? terus uda ketemu belum alishka?" tanya stevi cemas
"Diculik pembunuh berantai yang diberita itu ... Alishka uda ketemu, tapi dia masih dirumah sakit" arthur terlihat menyesal
"Semoga alishka baik baik saja ya" balas stevi khawatir
"Ya semoga saja" arthur menghembuskan nafasnya
Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka.
...............
Masih di dalam rumah sakit, samara meminta izin pada mamah rosa untuk pergi mengunjungi butiknya..
"Mah, sam izin pergi ke butik sebentar ya mah .. cuma mau ngecek keadaan saja kok mah"
"Ya sudah ,, Tapi kamu harus hati hati ya, kalau perlu suruh sopir buat antar kamu" mamah rosa memberi izin
"Iyah mah ,, Sam pesan taxi online saja mah .. nanti kalau edric bertanya, tolong kasih tau ya mah"
"Ya sudah terserah kamu ,, nanti pasti mamah kasih tau edric"
Samara pun pamit pergi tidak lupa menyalami ibu mertuanya ... samara pun keluar dari rumah sakit, terlihat taxi online sudah menunggu di depan... Samara pun pergi.
Hanya selisih 3 menit saja setelah samara pergi ,, edric tiba dirumah sakit bersama dengan pretty.
Mereka langsung masuk kedalam rumah sakit menuju ruangan tempat david dirawat ...
"Mamah" panggil edric saat melihat mamah rosa duduk di luar ruangan
"Kenapa mamah sendiri? dimana samara dan alishka?" tanya edric
"Samara pergi ke butiknya, katanya nanti dia akan kembali ,, alishka sepertinya melihat david"
__ADS_1
Kemudian mamah rosa melihat seorang wanita yang berdiri di samping edric.
"Edric? Siapa?" tanya mamah rosa menatap pretty
"Pretty mah ,si cewe galak" jawab edric
"Ihh rich , apa sih" pretty mencubit lengan edric pelan
"Hai aunty ,, apa kabar aunty" sapa pretty tersenyum
"Pretty? Putrinya Jack" tanya mamah rosa yang ingat dengan pretty
"Iya aunty"
"Aunty sehat kok ,, Sudah lama tidak main kerumah ya? Kamu semakin dewasa dan terlihat cantik" lanjut mamah rosa
"Haha,, aunty bisa saja ... aunty juga cantik" puji pretty tertawa
Pretty dan Edric adalah sepupu,, pretty merupakan putri dari Mr Jack adik dari Mr Robert, pamanya edric .. Sejak kecil mereka sering main bersama .. Namun setelah dewasa pretty mengurus perusahaan ayahnya yang ada di Amerika.
"Daddy kamu apa kabar? Sejak kamu ke Amerika, kami tidak pernah dengar kabar tentang jack" ucap mamah rosa
"Daddy lagi dinas ke luar negri,, karena itu aku balik ke London, sekalian berkunjung ke kantor edric .. Maaf aunty aku tidak bisa datang di pernikahan edric" balas pretty
"Aku juga mau jenguk david ,, kata edric dia kritis aunty" mata pretty sudah berkaca kaca
"Iya sudah tidak masalah kan kamu juga sibuk,, david ada didalam, kamu bisa melihat keadaannya sendiri .. minta izin dokter" seru mamah rosa
Pretty pun pergi menemui dokter ditemani edric,,
"Apa boleh saya menjenguk pasien dokter?" tanya pretty
"Tentu boleh ,, tapi kalian harus mengikuti peraturan yang ada dirumah sakit" balas dokter darren
"Pakai ini" memberikan baju khusus untuk menjenguk pasien
Pretty sudah memakai baju tersebut ,, sementara edric masih menatap dokter darren
"Ya kau juga harus pakai itu edric" titah dokter darren
"Wah, kau sudah berani menyuruhku?" edric menatap tajam
"Bu..bukan begitu ,, ini demi kenyamanan pasien, kau juga harus mengikuti peraturan ed" jawab dokter darren menatap edric dengan takut
Edric lalu memakai baju itu ,, karena demi kesembuhan david... Pretty pun terkekeh melihat edric dan dokter darren.
Mereka pun masuk ke dalam ruangan bersama dokter darren ... Alishka yang mendengar orang membuka pintu, melepaskan tangan david dan menoleh ke arah pintu.
"Selamat siang nona cantik ,, bisa kamu bergeser sebentar" ucap dokter darren yang ingin memeriksa david
Alishka pun langsung berdiri membiarkan dokter darren meriksa keadaan david ...
"Alishka" panggil pretty dengan pelan
"Kak pretty" alishka kaget melihat pretty datang bersama edric
"Bagaimana keadaan mu?" tanya pretty
"Aku baik kak,, terimakasih" balas alishka
Mereka pun menunggu dokter darren selesai meriksa keadaan david.
Terlihat dokter darren sedang mengecek kondisi david,, Membuka kelopak mata, mengecek denyut nadi lalu detak jantung david.. dan mengganti infus serta menukar kantung darah yang sudah habis dengan yang baru.
"Bagaimana kondisinya dokter?" tanya pretty
"Detak jantungnya masih lemah .. Pasien sedang mengalami coma, berdoalah semoga pasien bisa melewati masa kritisnya" ucap dokter darren
Mendengar jawaban dokter darren membuat alishka dan pretty lemas ... edric pun juga sedih, mendengar kondisi david yang belum ada perkembangan.
"Kau bilang kau akan menyelamatkan hidupnya? tapi kenapa dia belum juga sadar" bentak edric
"Kami sudah melakukan yang kami bisa edric ,, sekarang tergantung david sendiri, jika ada yang memberi dorongan kepadanya untuk hidup dia pasti akan selamat" ucap dokter darren menatap alishka
Setelah mendengar ucapan dokter darren, alishka langsung berlari masuk kedalam toilet,, didalam toilet gadis itu langsung menangis, alishka tidak dapat menahan air matanya.
*aku tidak ingin kehilangan mu david,, ku mohon bertahan demi aku,, kau bilang kau mencintaiku kan? lalu kenapa kau belum sadarkan diri sampai sekarang? apa cintamu begitu lemah*
air mata alishka terus berlinang dari sudut matanya.
Di luar dokter darren permisi keluar... Sementara pretty mendekat ke ranjang david.
"Hey david" sapa pretty menatap david
__ADS_1
"Aku sudah kembali dav,, aku datang untuk melihat mu, tidak ku sangka keadaan mu sangat menyedihkan" air mata mulai terlihat membasahi pipih wanita itu
"Apa kau masih ingat denganku? wanita yang selalu merepotkan mu dan selalu menghiraukan semua kata katamu"
Pretty pun teringat akan kenangan dirinya bersama david 3 tahun yang lalu.
...~Flashback~...
"Pretty jangan berlari nanti kau bisa terjatuh,, pelan pelan saja" teriak david mengingatkan pretty
"Tenang saja, aku tidak akan jatuh" balas pretty berteriak
Terlihat pretty sibuk mencari tempat untuk berpose karena itu dia setengah berlari ....
"Dimana dia?" tanya edric yang turun dari mobilnya
"Biasa tuan ,, dia sedang mencari tempat untuk foto" jawab david sedikit tertawa
"Dia selalu seperti itu ,, karena itulah aku tidak pernah mau mengajaknya liburan" ucap edric terkekeh
Atas permintaan pretty , edric mengajak david liburan bersama ke Paris.. itupun karena pretty terus memohon pada edric, jika tidak itu tidak akan terjadi.
"David apa kau menyukai pretty?" tanya edric yang tiba tiba
"Kenapa anda bertanya seperti itu tuan" seru david heran
"Aku hanya ingin tau saja ,, Barangkali kau ingin berpacaran" balas edric tersenyum
"Pretty wanita yang baik tuan, dia juga sangat manis dan muda ceroboh" david sedikit tertawa melihat pretty dari kejauhan
"Tapi saya hanya menganggapnya seorang teman tidak lebih ,, saya sudah bersumpah kepada anda, jika saya tidak akan pernah mencari wanita sebelum anda mendapatkan kebahagiaan anda dan anda tentu tau sendiri tuan" lanjut david
"Baiklah, jika kau masih kokoh dengan sumpahmu dan aku percaya padamu david" edric tersenyum
"Namun jika kau mencintai seorang gadis ,, aku tidak akan melarang mu" lanjut edric
"Terimakasih tuan muda" david menunduk hormat
"Aaahhhhh" teriakan pretty mengejutkan david dan edric
Ternyata pretty jatuh tersandung batu... Sementara edric masih kaget, david langsung berlari ke tempat pretty terjatuh.
"Sudah ku katakan padamu untuk berhati hati,, dan sekarang lihat akibat ulahmu sendiri" bentak david
"Hiks hiks" pretty hanya menangis
Kemudian david menggendong pretty dengan kedua tangannya menuju tempat duduk yang ada di taman tersebut ... terlihat tangan pretty lecet dan berdarah.
David membersihkan lukanya dengan air lalu memberikan obat di luka tersebut... pretty terus memandang david yang begitu teliti mengobatinya ,, wanita itu semakin jatuh cinta dengan sikap david yang cemas terhadapnya.
"Tahan sedikit mungkin akan sakit" ucap david saat ingin memberikan obat
"Terimakasih" ucap pretty disaat david selesai mengobatinya
"Lain kali kalau kau terjatuh lagi,, aku tidak akan mengobati lukamu" balas david yang kesal
"Maaf ya merepotkan mu" jawab pretty tertawa
"Kau sudah sering meminta maaf tapi kau tetap mengulanginya" ucap david tersenyum sambil geleng kepala.
Pretty pun tersenyum melihat david yang selalu sabar menghadapi sifat keras kepalanya.
...~Flashback Done~...
Tak terasa air mata semakin deras mengalir di pipih pretty,, wanita itu tak kuat melihat keadaan david seperti itu.
"Lekaslah sembuh malaikat pelindungku" bisik pretty di telinga david
Lalu wanita itu mengelus kepala david dan mengecup kening david.
"Dia pasti akan bangun dari tidurnya jangan khawatir" ucap edric menepuk pundak pretty
"Apa kau yakin?" tanya pretty menatap edric, wanita itu masih menangis
"Apa kau meragukan seorang Edric?" tanya edric dengan bangga
"Tidak" pretty mulai tertawa
"Aku merindukan kebersamaan kita bertiga rich" lanjut pretty menyenderkan kepalanya di bahu edric
Edric membiarkan wanita itu menyenderkan kepala dibahunya, dan mengelus kepala pretty .. Edric sudah menganggap pretty seperti sosok adik sama halnya dengan alishka.
*kau harus lekas pulih david* ucap edric dalam hati menatap david
__ADS_1
Bersambung......
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻