
Tepat di sebuah cafe Fast Break, cafe bergaya eropa .. Mobil mereka pun berhenti... sebelum pergi dominique dan samara memilih duduk di belakang sementara para pria duduk di depan,, jadi mereka tidak bisa saling uwuw di dalam mobil ya 𤣠itu pasti membuat para pria sedikit jengkel ....
Mereka semua keluar dari mobil,, kedua wanita bergandengan tangan berjalan menuju cafe sambil tertawa, tidak tau apa yang dua wanita itu ceritakan tapi seperti nya bisa membuat mereka lucu,,, dan seperti nya samara dan dominique sudah menjadi lebih dekat.
Kedua wanita terus berjalan bersama tanpa menunggu pasangan mereka... Dan para pria pun menatap wanita nya dari belakang, mereka saling pandang satu sama lain... kedua pria itu menghela nafas serentak.
"Apa akan selalu seperti itu jika wanita sudah bertemu?" tanya edric dengan wajah sedikit kesal
"Mereka bahkan melupakan kita" lanjut edric
"Ntahlah ,, Ayo cepat" ajak alvaro sambil berjalan meninggalkan edric
"Hey tunggu, apa kau tidak ingin mencoba nya" edric menggandeng tangan alvaro, menirukan dominique dan samara..
Sontak membuat alvaro terbelalak...
"Apa kau sudah gila? singkirkan tangan mu itu ed" alvaro melepaskan gandengan tangan mereka dengan kasar..
"Kau membuat ku ingin muntah" ucap alvaro lagi menatap edric dengan gilo
"Oh come on ,, kita sudah bersahabat lebih lama dari mereka? kenapa tidak bisa" edric sedikit tertawa
"Jangan kau samakan pria dan wanita ,, mereka itu beda, jangan coba coba menyentuh ku ed" alvaro selangkah mundur
"Alvaro" edric mendekat selangkah demi selangkah
"Stop it ,, tetap di situ jangan mendekat ed" alvaro mulai panik
Edric mencoba memeluk alvaro, namun dalam hitungan detik alvaro menghindar..
"Edric kau butuh psikiater" teriak alvaro setengah berlari meninggalkan edric
"Hahaha , dia takut" edric tertawa terpingkal pingkal melihat reaksi teman nya itu
"Aduh perutku sakit" edric masih tertawa sambil memegang perut nya, menyusul ke dalam cafe
Di dalam cafe samara dan dominique terlihat bingung..
"Ehh, dimana mereka? bukankah tadi ada di belakang kita" samara celingak celinguk mencari sosok edric
"Seharus nya memang begitu,, tapi kenapa mereka tidak ada ,, apa mereka masih diluar" balas dominique
"Nona nona yang cantik mau pesan apa?" seorang pelayan pria menghampiri samara dan dominique
"Ehh, maaf bisa tunggu sebentar" ucap samara
"Baiklah nona nona silahkan duduk dulu sambil melihat menu" pelayan pria memberikan buku menu kepada samara
"Terimakasih" ucap dominique tersenyum manis, membuat pelayan pria tersebut sedikit malu
Kedua wanita itu pun duduk, sambil menunggu pasangan mereka, kedua nya melihat lihat menu makanan...
"Kau ingin pesan apa sam" tanya dominique
"Ntahlah,, aku masih bingung" jawab samara yang ikut melihat buku menu
"Ummm..." dominique masih berfikir
Namun ... Tiba tiba...
"Hey ladies,, boleh kami bergabung"
Datang dua orang pria pengganggu, yang tanpa minta izin langsung duduk di samping samara dan dominique.. dari penampilan dua pria itu seperti nya bukan pria yang baik,, Mereka mengenakan celana jeans dengan jaket lee, juga terlihat tato di bagian leher mereka.
"Berani nya kalian duduk tanpa minta izin terlebih dahulu,, dasar berandal" ucap dominique menatap jijik kepada dua pria itu
Samara bergedik ngerih melihat para pria itu...
"Relax, tenanglah nona ,, kami hanya ingin mengobrol" ucap salah satu pria yang tidak berhenti menatap tubuh dominique yang terlihat seksi..
__ADS_1
"Namun jika kalian ingin,, kita bisa mengobrol di tempat lain" pria yang satu nya memegang tangan samara mencoba merayu..
"Ehh, lepaskan tangan ku" samara merasa takut, dia berusaha melepas genggaman pria itu
"Ayolah jangan jual mahal" kedua pria itu semakin berani
Mereka tidak mengetahui jika mereka akan masuk ke dalam lubang kematian...
"Hey lepaskan tangan nya" ucap dominique sedikit emosi
"Bagaimana jika aku tidak mau" pria tersebut menantang dominique..
"Akan ku pastikan kau menyesali nya seumur hidupmu" balas dominique menatap kedua pria itu dengan tatapan yang tajam.
Tidak jauh dari meja dominique dan samara,, Alvaro sejak tadi sedang berdiri melihat semua itu,, namun dia masih diam saja dan hanya menonton,, edric pun menyusul nya dari luar ...
"Al, dimana mereka?" tanya edric, tapi alvaro masih fokus memperhatikan sesuatu
Tidak mendapat jawaban dari alvaro,, edric pun melihat ke arah yang di tatap oleh alvaro.. Mata nya langsung membulat, edric mengepalkan tangan nya menahan emosi.. melihat wanita nya di genggam pria lain.
Edric ingin menghampiri kedua pria tersebut agar memberi nya pelajaran... Namun alvaro mehanan nya.
"Biarkan saja ed,, tunggulah disini" ucap alvaro dengan santai, berbeda dengan edric yang sudah sangat emosional
"Apa kau kehilangan akal? apa kau tidak bisa lihat? Bahkan disana juga ada kekasih mu yang sedang di ganggu pria lain , tapi kau justru diam saja disini? hah" tanya edric yang sangat heran menatap alvaro
Alvaro hanya menanggapi edric dengan senyuman getir,, itu membuat edric sangat terkejut..
"Kau masih bisa santai? aku sungguh tidak yakin kau mencintai wanita itu" ucap edric
"Baiklah,, biar aku saja yang mengurus dua manusia itu" lanjut edric, ingin melangkah namun alvaro bersuara membuat edric mengundurkan langkah nya
"Ed, aku memang sangat mencintai nya .. Tapi kau tidak tau seperti apa dominique,, dan aku percaya pada nya, dia akan baik baik saja .. Aku hanya menunggu waktu yang tepat, jika itu sudah terlewat batas" jelas alvaro dengan senyuman di wajah nya
"Aku tidak mengerti maksud ucapan mu" edric sedikit bingung
"Kau lihatlah sendiri" ucap alvaro menunjuk ke arah dominique dan samara,, edric pun ikut menoleh ke arah tersebut
"Sudah ku katakan padamu agar melepaskan nya,, tapi seperti nya kau ingin bermain kasar" dominique melintir tangan pria tersebut dengan kuat
"Ahh, sakit tolong lepaskan sakit sekali" teriak pria tersebut
Pria yang satu nya melihat teman nya di pelintir oleh dominique ingin membantu, namun dengan cepat dominique menggeser sebuah kursi lalu menendang nya sampai mengenai pria itu... pria itu pun kesakitan terkena kursi yang menabrak nya..
"Kau sudah mengganggu wanita yang salah ,, kau rasakan akibat nya" dominique melepaskan tangan pria itu
Kemudian menendang tubuh pria itu dari belakang sampai pria itu jatuh tersungkur ...
"Bangkit,, maju kalau berani" dominique menantang kedua pria itu dengan memberi kode seperti mengatakan "Ayo mendekatlah"
Salah satu pria mengeluarkan pisau maju ke arah dominique ingin menusuk nya .. namun, dominique langsung kayang dan berhasil menghindar,, dominique kembali berdiri, lalu mengunci pergerakan tangan pria itu ke belakang dan mengambil pisau nya ...
Pria itu sekarang berada di depan dominique ,, namun tangan nya terkunci tidak bisa melakukan apapun.. sementara teman nya sudah ketakutan dan kabur duluan..
Dominique mendekatkan pisau ke leher pria itu ...
"Sudah ku bilang, kau akan menyesali nya" ucap dominique di telinga pria itu, raut wajah dominique berubah seperti psikopat membuat semua orang takut pada nya...
Samara yang melihat itu langsung menelan saliva nya sendiri,, dia merinding sekaligus takjub menatap dominique...
"Apa harus ku tusuk ke lehermu" tanya dominique yang sedikit menusuk pisau tersebut ke leher pria itu, membuat sedikit goresan
"Jangan nona, ku mohon maafkan aku nona .. Aku janji tidak akan mengulangi nya, tolong ampuni aku" pria itu memohon agar dominique melepaskan nya
"Apa harus ku lepaskan? aku tidak suka pria yang mengganggu wanita" dominique semakin menusuk pisau tersebut, darah sudah terlihat di leher pria itu
Dominique pun melepaskan tangan pria itu...
"Pergi kau bajingan" ucap dominique mendorong pria tersebut...
__ADS_1
Pria itu pun lari dengan cepat ketakutan....
Dominique kemudian merapikan kembali penampilan nya,, menatap kepada samara.
"Are you okay?" tanya dominique
"I'm fine, thankyou" ucap samara yang masih mengontrol nafas nya
"Good" dominique tersenyum
"Itu tadi .. kau sangat keren" samara mengacungkan jempol nya kagum..
"Hahah, itu bukan apa apa" balas dominique sedikit tertawa..
Di waktu yang sama,, Edric terpelongo setelah apa yang di lihat nya ... Alvaro yang melihat wajah edric pun tertawa
"Sudah ku katakan tunggu saja .. kau sudah melihat nya sendiri kan" alvaro menepuk bahu edric
"Hah? ya itu bagus" jawab edric masih terkejut dengan apa yang di lihat nya
"Ayo sudah waktu nya kita menghampiri mereka" ajak alvaro sambil berjalan..
"Ya ayo" edric pun menyusul alvaro..
Mereka sudah bergabung dengan samara dan dominique ...
"Ed, kenapa lama sekali .. aku menunggu mu dari tadi" ucap samara
"Maaf beby,, tadi aku menelfon sebentar" jawab edric berbohong...
"Apa kau tau? tadi ada dua pria aneh yang mengganggu kami" ucap samara lagi
"Benarkah? kau baik baik saja kan beby?" tanya edric mengecek keadaan samara
"Ya aku baik baik saja ,, ini semua berkat domi" samara tersenyum menatap dominique
Alvaro dan edric ikut menoleh...
"Honey apa itu benar?" tanya alvaro pura pura tidak tau
"Apakah itu penyebab kursi yang hancur ini?" tanya alvaro lagi, menatap kursi yang di tendang dominique
"Hmm,, Sorry dear" dominique memelas meminta maaf..
"Huff, seperti nya aku harus mengganti kerugian lagi" ucap alvaro menatap dominique,
"Hehe, maaf ya" dominique tertawa kecil...
"Terimakasih, sudah membantu istriku" ucap edric tersenyum
"Does not matter,, Aku sudah menganggap samara seperti saudariku" dominique tersenyum
Mereka pun kembali melanjutkan makan siang yang tertunda....
Bersambung....
Samara's Appearance
Edric Appearance
Dominique's Appearance
Alvaro Appearance
__ADS_1