
Samara telah tiba di butik,, wanita itu masuk dan melihat ke kanan dan kiri.
"Sepertinya mereka semua belum datang" ucap samara
"Hah, sebaiknya aku menunggu saja disini" samara naik ke lantai 2, untuk istirahat.
Tak lama setelah itu keiza datang, gadis itu di antar oleh arthur,,, senyum mengembang di wajah keiza.
"Terimakasih ya, sudah mau mengantarku" keiza tersenyum
"Hati hati dijalan ya" ucap keiza lalu ingin beranjak masuk ke butik
Arthur segera turun dari motornya..
"Tunggu" arthur menghampiri keiza
"Ya?" keiza terlihat bingung
"Ada yang ingin ku katakan" arthur memegang tangan keiza
"Apa itu?" tanya keiza yang semakin bingung
Arthur mendekat ke telinga gadis itu...
"Aku mencintaimu" bisik arthur
Mata keiza membulat mendengar itu,, jantungnya deg deg kan, gadis itu tersenyum senang.
Kemudian arthur kembali menatap wajah keiza,,
"Mulai sekarang jangan pernah menemui pria lain selain aku, OK" arthur tersenyum
"Arthur" keiza terharu hampir menangis
Gadis itu sudah lama menahan perasaannya,, dan sekarang pria yang dicintainya ternyata juga mencintainya.
"Aku juga mencintaimu" keiza menangis.
"Do not Cry" arthur menghapus air mata gadis itu
"Aku tidak suka melihatmu menangis" lanjut arthur membelai pipih gadis itu.
"Masuklah, aku harus bekerja" ucap arthur
"OK" keiza tersenyum dan masuk ke dalam butik
Gadis itu terlihat bahagia saat memasuki butik,,
"Keiza" arthur menyusul masuk
"Hah, arthur kau masih disini" keiza terkejut arthur juga masuk.
Arthur mendekatkan wajahnya,, keiza terlihat bingung.
"Ada apa arthur?" keiza heran
"Aku terlalu sulit untuk berpisah darimu, meski sebentar saja" ucap arthur
Cup
Arthur langsung mencium bibir gadis itu,,
"Aku mencintaimu keiza" arthur menatap keiza
Arthur kembali mencium gadis itu, dan keiza juga tidak melawannya.. keiza membalas ciuman itu.
Mereka masih berciuman, arthur menuntun keiza untuk menaiki tangga menuju lantai 2,,, sambil berciuman mereka berjalan di tangga.
Dan sampailah di lantai 2, arthur melepas sejenak ciuman itu,, namun dalam sekejap bibir mereka kembali saling m*lum*t.
Keiza terjatuh di sofa,, arthur masih belum menyudahi ciuman itu.
Disaat gairah mulai bertambah,, arthur yang memeluk keiza, tangannya mulai nakal.
"Ehmmm" keiza mendes*h dalam ciumannya.
Dan samara yang keluar dari bathroom, melihat pemandangan itu secara langsung.
Samara terkejut dan terdiam di tempatnya,,, dia bahkan tidak tau harus melakukan apa saat itu
Brakk
Samara memukul meja yang ada diruangan.
"Apa yang kalian lakukan di ruang peristirahatan ku?" teriak samara emosi
*suara itu tidak asing* batin arthur
Arthur menyudahi ciuman dan menoleh ke samping.
"Samara" arthur langsung melepas pelukannya dengan keiza
"Kau disini" arthur sedikit gerogi
"Bangunlah" arthur membantu keiza untuk berdiri
"Kakak, maaf ya kak" keiza merasa malu wajahnya memerah
"Kakak jangan marah ya" keiza memohon.
"Hah, kalian masih terlalu muda,, tapi kalian .. ahh" samara bahkan malas membahasnya
"Samara, kau jangan menyalahkan dia ,, ini salah ku, aku yang memulainya lebih dulu" ucap arthur santai
"Apa? kau yang menciumnya lebih dulu?" samara kaget
"Katakan padaku, kenapa kalian berciuman? apa kalian berpacaran?" tanya samara
"Ya, kami sudah pacaran ,, sekarang keiza kekasihku" arthur menggenggam tangan keiza
"Jadi bersikap baik lah pada adik ipar mu" lanjut arthur
"Aku pergi ya" arthur mencium tangan keiza, pamitan
Arthur pergi meninggalkan keiza dan samara,,, seketika samara terheran.
"Berani sekali dia menyuruhku begitu" samara tercengang
"Adik ipar? itu yang dia katakan" samara menatap keiza
Keiza yang melihat samara hanya tertawa kecil.
...----------------...
Tepat berada di perusahan Alliance Michael, mobil edric sudah terparkir di area parkir.
Alishka keluar dan berjalan masuk ke kantor,,
"Alishka" panggil edric
"Ya kak" alishka berhenti dan menoleh
"Ayo, jalan bersamaku" edric memegang tangan alishka
"Tapi kak.."
Tanpa bicara lagi, edric langsung menarik alishka untuk masuk kantor.
Para karyawan yang melihat edric menggandeng tangan alishka, pada berbisik.
"Lihat itu? alishka semakin berani ya,, dia mendekati presdir kita, padahal tuan edric kan sudah menikah" ucap seorang karyawan
"Iya benar, tidak punya malu ya" karyawan lain ikut menimpali
Alishka yang dapat mendengar hal itu sangat geram, dan ingin menampar wajah karyawan itu,, edric juga berhenti disaat melewati mereka.
"Kenapa kalian berbisik? katakan apa yang kalian bicarakan?" edric menatap tajam kedua karyawan wanita itu
"Apa terlalu mencampuri urusan orang lain? itu ada dalam aturan kantor? hah" bentak edric emosi
__ADS_1
Alishka yang melihat itu terkejut,, dan karyawan yang lain ikut takut melihat presdir mereka marah.
"Kau sudah bicara buruk tentang adikku,, aku tidak akan memaafkan mu" edric menekan suaranya
Mendengar kata adik, kedua karyawan itu langsung kaget.
"Alishka, lakukan yang ingin kau lakukan,, berikan mereka pelajaran" edric menarik alishka, kehadapan mereka.
"Dengan senang hati kakak" ucap alishka tersenyum
**Plak
Plak**
Dengan tangannya alishka menampar kedua wanita itu dengan marah,, setelah itu alishka langsung legah.
"Mulai detik ini, jika ada yang mengatakan hal buruk tentang adikku,, maka dia akan di pecat" tegas edric
"Ayo alishka" edric menarik tangan adiknya.
Semua orang telah tau yang sebenarnya, siapa itu alishka? adik dari presdir Alliance Michael.
Stevi yang mendengar edric membentak karyawan, langsung menyusul alishka,,, alishka dan edric berpisah setelah keluar dari lift.
Alishka sudah berada dimeja kerjanya,,
"Alishka" stevi menghampiri ke meja alishka
"Stevi, ada apa?" tanya alishka
"Cie , satu kantor sudah pada tau adiknya presdir" stevi meledek
"Haha, kau ini bicara apa stevi" alishka terkekeh
"Cie cie, tidak ada yang berani mengganggu mu lagi" ucap stevi, lalu pergi ke mejanya
"Haha, dasar" alishka hanya tertawa geleng kepala
Tak lama arthur juga datang,, pria sedikit berlari menuju meja kerjanya.
"Hai, arthur,, sepertinya kau terlambat datang" sapa alishka yang melihat arthur
"Hehe, iya aku telat" arthur tertawa
Mereka mulai mengerjakan tugas mereka masing masing.
...----------------...
Di tempat lain, tepatnya di sebuah mansion.
"Nona, ada tamu" ucap seorang pembantu
"Siapa?" tanya dominique
"Tuan alvaro ada di depan nona"
"Oh iya, terimakasih" dominique tersenyum
Dominique langsung keluar kamar,, menuju ruang tamu.
"Al" panggil dominique
"Honey" alvaro menoleh
"Ada apa al? kau datang sepagi ini" dominique heran
"Aku merindukan mu domi,, dan aku ingin mengatakan sesuatu" alvaro tersenyum
"Apa itu al? kau terlihat senang" dominique penasaran
"Papah, sudah kembali dari dinas" ucap alvaro
"Honey, aku akan mengatur waktu,, agar kau bisa bertemu dengan papah" lanjut alvaro
"Kau serius?" dominique terlihat senang
"Honey, aku serius" alvaro memegang tangan dominique
Gadis itu menangis,, hatinya sangat senang mendengar kabar itu.
*aku tidak akan mundur lagi,, kita akan menikah di tahun depan, aku berjanji padamu domi* alvaro tersenyum, lalu memeluk dominique dengan erat.
...----------------...
Disisi lain, edric sudah berada diruangannya,, dia sedang memandang foto besar yang terpajang di dinding.
"Uncle, sebentar lagi putra mu akan kembali kesini,, terimakasih atas doamu uncle" edric menunduk hormat
"Semoga kalian tenang di surga" ucap edric menatap foto itu
"Permisi tuan" ucap sekretaris
"Ada apa?" edric malas melihat sekretaris wanita itu
"Meeting akan segera dimulai tuan" ucap sang sekretaris
"Baiklah, aku akan menyusul" edric menyuruh sekretaris itu pergi lebih dulu
Sekretaris sudah keluar dari ruangannya,, edric menghela nafas berat.
"Cepat kembali david, hanya kau yang bisa ku andalkan" ucap edric
Edric beranjak ke ruang meeting.
...----------------...
Sementara dirumah sakit, david terlihat jenuh memandang ke jendela kamarnya.
"Ahh, ini sangat membosankan" gerutu david
"Hah, kapan aku bisa keluar dari sini" gumam david
"Aku butuh udara segar" pikir david
Pria itu berdiri, lalu keluar membawa selang insfusnya,, david berjalan menyusuri lorong rumah sakit.
Sampai di pintu keluar rumah sakit,, david menuju ke taman, pria itu duduk dibangku taman tersebut.
"Hah, ini baru segar" david menghela nafas
"Ternyata disini sejuk,, disini bahkan lebih nyaman daripada didalam" ucap david.
...----------------...
Disisi lain, pretty keluar dari ruangannya,, gadis itu berjalan dengan anggun.
"Miss, ada yang bisa saya bantu" ucap bella asisten pretty
"Bella, aku percayakan semua padamu,, tolong hendle pertemuan dengan klien hari ini, aku harus keluar sekarang" pretty tersenyum
"Baik miss" bella juga tersenyum
*ternyata miss tidak seburuk yang ku kira,, aku harus menjaga kepercayaan dari miss, aku akan melakukan yang terbaik* batin bella
"Terimakasih" ucap pretty, lalu pergi meninggalkan hotel.
Pretty mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi,, tak lama kemudian, mobilnya berhenti dirumah sakit.
Pretty belum beranjak dari mobilnya,,, dia dapat melihat david yang duduk ditaman dari kejauhan.
"Apa aku sudah gila? untuk apa aku kesini" pretty tertawa sendiri
"Dia pasti mengharapkan orang lain, bukan aku" ucap pretty menatap ke arah david
"Lebih baik aku kembali saja" pretty hendak pergi,
Namun hatinya berkata lain,, gadis itu pun keluar dari mobil berjalan menuju ke taman.
Di taman david terasa lapar,, perutnya berbunyi
__ADS_1
"Hah, kenapa aku lapar ya? padahal tadi aku sudah makan bubur yang diberikan thalia" gumam david
"Makanlah" pretty menyerahkan kotak makanan
David yang kaget langsung melihat orang yang memberi kotak makanan itu,,
"Pretty" ucap david menatap wajah pretty
"Aku dengar kau sudah sadar,, semoga lekas sembuh" ucap pretty
"Aku hanya ingin menjenguk mu, itu saja" lanjut pretty
Pretty ingin beranjak pergi meninggalkan david,, hatinya sudah sesak, menahan air mata.
"Tunggu pretty" cegah david
"Kenapa kau tidak pernah mengatakan padaku, jika kau akan kembali pretty" lanjut david
"Untuk apa aku mengatakannya padamu?" pretty balik bertanya, air mata mulai menetes di pipihnya
"Aku kembali karena aku merindukan mu,, tapi sepertinya kau mengharapkan orang lain" ucap pretty menatap mata david
"Pretty.." david memegang tangan pretty
"Ya david, aku tau hubungan mu dengan alishka" pretty melepaskan tangan david dengan kasar
"Pretty, maafkan aku" ucap david
"Aku mencintai mu pretty, tapi saat itu aku belum bisa membuat keputusan,, aku sempat menunggumu, tapi kau tidak pernah kembali" david menjelaskan
"Kau berbohong david, kau berbohong" teriak pretty tidak percaya
"Kau bahkan tidak pernah membalas pesanku" lanjut pretty mendorong david
"Aku mengatakan yang sebenarnya pretty,, aku tidak bisa menghubungimu, ponselku hilang disaat aku menyusul mu kebandara" bentak david
"Kau menyusulku ke bandara?" pretty menatap david
"Ya pretty, waktu itu aku menyusulmu ke bandara"
...~Flashback~...
"Tuan, hari ini anda tidak ada jadwal meeting" ucap david
Edric sedang duduk di sofa mengecek ponselnya,, sementara david melihat lihat schedule kegiatan edric.
"David, hari ini pretty akan berangkat ke Amerika" ucap edric
"Apa? pretty pergi ke Amerika?" david terkejut
"Ya, katanya dia akan mengurus perusahaan daddy nya yang ada disana" balas edric santai
"Kapan dia akan pergi?" tanya david
"Sekitar 15 menit lagi, saat ini dia pasti sudah ada dibandara" edric melihat jam tangannya
"Kenapa anda baru mengatakannya tuan" bentak david
Edric terbelalak kaget, karena suara david yang meninggi.
"Maaf, aku kira kau sudah tau" edric heran
"Permisi tuan"
David langsung berlari meninggalkan kantor,, pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,, david menuju bandara.
Saat tiba di bandara david langsung berlari,, david melihat sekeliling.
"Dimana kau?" david tidak menemukan keberadaan pretty
David melihat jadwal keberangkatan jurusan Amerika,, dan berlari menuju antrian, mencari pretty.
Sementara pretty duduk menunggu panggilan,,
"Perhatian penumpang pesawat Atlantic Airlines dengan nomor ga137 tujuan Amerika di persilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu 3"
Setelah mendengar announcement dari pramugari,, pretty langsung pergi untuk naik ke pesawat,, pramugari meminta pretty untuk mematikan ponselnya.
Disisi lain, david sambil mencari keberadaan pretty, berusaha menghubungi namun tidak bisa.
"Sial, ponselnya dimatikan" ucap david
Karena terburu buru, david berlari menuju pintu keberangkatan,, tak terasa ponselnya terjatuh dari saku celananya.
"Pretty" teriak david
"Pretty" untuk kedua kalinya david berteriak
"Pretty aku mencintaimu" teriak david lagi
Namun pretty tidak dapat mendengar karena sudah berada didalam pesawat,, pesawat pun telah lepas landas.
David terduduk lemas di lantai,, pria itu menghela nafas berat.
"Aku mencintaimu pretty,, apa kau akan kembali?" david tidak sempat mengutarakan perasaannya.
...~Flashback Done~...
Setelah mendengar penjelasan david, gadis itu menangis.
"Aku ingin mengatakannya, tapi kau sudah pergi,, dan itu sudah terlambat" ucap david
"Setelah kepergian mu,, aku berfikir untuk menunggumu kembali,, namun, kau tak pernah kembali" lanjut david
"Aku menghabiskan waktu ku untuk melayani tuan muda,, dan disaat itulah aku mulai jatuh cinta lagi, pertama kali aku melihatnya" david tersenyum
"Dan gadis itu adalah alishka" ucap pretty
"Iya gadis manis yang membuat ku jatuh hati untuk kesekian kalinya" david mengingat alishka
"Maafkan aku pretty,, aku sangat mencintainya" david menyesali pertemuannya dengan pretty
Pretty menangis, lalu pergi meninggalkan david.
...----------------...
Masih berada di gedung Alliance Michael,, terlihat fiona berjalan memasuki kantor.
Wanita itu terlihat anggun, dengan penampilan yang berbeda.
Rambutnya terlihat panjang lurus, dan memakai gaun yang sedikit terbuka,, dengan makeup yang natural.
Fiona menggunakan lift, menuju dapur kantor,,, telihat office girl sedang membuat minuman.
"Apa kau karyawan baru?" tanya fiona
"Iya nona, saya baru bekerja satu bulan disini" office girl itu tersenyum
"Apa kau tau istri dari pemilik perusahaan ini?" tanya fiona lagi
"Iya, saya tau ,, nona samara caroline, dia sangat cantik,, mereka pasangan serasi" ucap office girl itu memuji samara
"Benarkah?" fiona terlihat kesal mendengar pujian yang di lontarkan untuk samara
"Tentu saja benar,, nona samara sudah sering datang ke kantor untuk menemui tuan edric" jawab office girl tersebut
"Hmm, tuan edric meminta mu membuatkan minuman untuknya,, kau bisa antar minuman itu langsung keruangan nya" ucap fiona tersenyum jahat
"Baik nona" office girl itu langsung membuat minuman untuk edric
"Aku permisi" fiona pura pura pergi ke toilet
*kau akan menjadi alat untukku menjebak edric,, haha, maafkan aku,, salahkan dirimu sendiri kenapa terlalu memuji wanita itu* fiona menatap tidak suka
Disaat office girl itu keluar sebentar,, fiona dengan cepat mencampurkan sesuatu kedalam minuman itu.
*sampai kapan edric? sampai kapan kau akan menolak ku* fiona tersenyum licik.
Bersambung.....
__ADS_1
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻