Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Melepas Kerinduan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.30 malam,, sebentar lagi akan memasuki malam puncak pergantian tahun.


Semua orang terlihat happy dan bersemangat untuk menyambut tahun baru yang akan datang termasuk mama rosa yang sedang bersama tuan hugo dan nyonya manda.


"Sebentar lagi tahun ini akan berakhir sungguh tidak terasa" Ucap mama rosa


"Kau benar ros,, apakah sangat sulit membesarkan anak anak sendirian?" Nyonya manda mulai nonstalgia


"Tentu saja itu sulit,, tapi dengan melihat mereka tumbuh dengan baik itu membuat ku bersemangat menjalani hidup ini" Mama rosa tersenyum


"Yang di katakan nyonya rosa itu benar,, karena anak adalah penyemangat orang tua" Sambung tuan hugo


"Ahh ya tentu saja,, bukankah tuan hugo juga membesarkan anak seorang diri? kalian itu orang tua yang hebat, anak anak pasti bangga" Balas nyonya manda


"Ahh tidak,, semua orang itu hebat" Tuan hugo tersenyum


"Lalu dimana anak mu manda? apa kau tidak mengajaknya?" Tanya mama rosa


"Tentu, aku mengajaknya" Nyonya manda mengangguk


"Tapi dia sangat sibuk jadi sepertinya akan terlambat" Ucap nyonya manda


"Baiklah masih ada waktu,, kita bisa menunggunya" Seru tuan hugo


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain, samara sudah bergabung dengan edric dan yang lainnya juga,, tak lama dari arah depan datanglah jack dan anaknya pretty.


"Hi uncle jack" Alvaro yang melihat melambaikan tangan


Jack dan pretty yang melihat pun menghampiri mereka.


"Welcome uncle" Sambut edric dan alishka bersamaan


"Thank you" Jack tersenyum


"Kalian semua disini? dimana kakak ipar?" Jack menatap edric dan alishka


"Mama ada disana bersama uncle hugo dan yang lainnya" Jelas alishka menunjukkan arah mama rosa berada


"Baiklah, kalau begitu uncle tinggal dulu" Jack tersenyum


"Dad" Pretty menatap ayahnya


"Pretty, kau ikutlah bergabung dengan yang lain,, jangan sampai kau menyesal hanya karena satu pria kau memusuhi keluarga mu" Pesan jack


"Ingat yang daddy katakan ! cinta tidak bisa di paksakan sayang" Jack tersenyum mengelus rambut anaknya itu


"Humm" Pretty hanya mengangguk


Pretty berbalik menatap semua orang yang ada di dalam rumah megah itu.


"Hey, kenapa berdiri di situ kemarilah" Alvaro menarik tangan pretty agar bergabung


"Just relax" Ucap alvaro


"Lepaskan tanganku" Pretty menarik tangannya kasar


"Kau masih saja pemarah" Cibir alvaro


"Diam kau" Pretty cemberut


"What is it? humm?" Edric menatap pretty


"What?" Pretty bingung


"Bukankah aku sudah membelikan gaun untuk mu? kenapa tidak kau pakai?" Edric menatap heran


"Humm" Pretty bergumam sejenak


David yang mendengar pun ikut menyadari jika pretty tidak memakai gaun baru yang dibelikan oleh edric.

__ADS_1


"Nona pretty? apa terjadi sesuatu?" David menatap ingin memastikan


Kenapa harus menatap ku seperti itu? apa kau sungguh mencemaskan aku david?. Pretty terbawa perasaan


"Tidak ada apapun,, aku hanya lupa membawanya gaun itu tertinggal di ruangan kerjaku" Ucap pretty berbohong


"Ternyata begitu" David mengangguk paham


Alishka yang melihat david sedikit perhatian kepada pretty pun merasa cemburu.


Kenapa david sangat khawatir? apa dia masih mencintai kak pretty?. Alishka bertanya tanya


"Alishka" Thalia menyenggol bahu alishka


"Hah ya?" Alishka pun tersadar


"Siapa dia?" Thalia berbisik


"Siapa? maksud mu siapa?" Alishka bingung


"Gadis itu?" Menunjuk pretty


"Oh, itu pretty anak uncle jack,, adiknya papa" Balas alishka


"Oh" Thalia mengangguk paham


"Apa kau cemburu dengannya?" Thalia melirik pretty yang terlihat cantik


"Apa maksud mu? itu tidak mungkin" Alishka berbohong


"Jika tidak cemburu kenapa tiba tiba wajah mu pucat?" Goda thalia


"Benarkah?" Refleks alishka mengambil kaca di tasnya


"Hahaha" Thalia tertawa


"Tidak pucat,, aku hanya mengerjai mu saja" Thalia tertawa kecil


Cemburu saja tidak mau mengakui. Thalia geleng kepala


"Sayang" Darren memanggil


"Yes dear" Thalia menatap balik


"Kemarilah" Thalia pun menghampiri


"Ada apa?" Thalia menatap darren


"Pretty, ini thalia kekasih ku" Mengenalkan kepada pretty


"Gadis ini?" Pretty memperhatikan thalia


"Dia adiknya david" Bisik edric


"Benarkah?" Pretty sedikit kaget


"Hi nice to meet you sweet girl" Pretty tersenyum mengulurkan tangan


"Nice to meet you too and what's your name?" Thalia menjabat tangan pretty tersenyum


"Call me pretty" Pretty melepaskan tangannya


"Ok pretty" Thalia tersenyum manis


"Excuse me" Dominique menyusup di tengah


"Who are you?" Pretty bingung


"My name is dominique and you can call me domi" Sapa dominique sambil mengulurkan tangan


"Domi?" Pretty menatap dominique seksama

__ADS_1


"Yes" Dominique tersenyum


"Sepertinya kau gadis yang berani" Pretty tersenyum


"Ya, sedikit" Balas dominique


"Then we are the same" Pretty tersenyum


"Happy friends, call me pretty" Menerima uluran tangan dominique


"Ok" Dominique melepaskan tangannya


Auranya sangat berbeda, sepertinya dia bukan wanita sembarangan. Batin dominique


"Baiklah sudahi perkenalan kalian,, sudah saatnya memasuki acara malam ini" Ucap david


"Tunggu" Samara melihat sekitar


"Ada apa beby?" Edric menatap sang istri


"Ed, bukankah kau mengundang semua orang? apa daddy dan mommy ku juga?" Samara menatap penuh harap


"Do you miss them dear?" Edric tersenyum


"Humm" Samara mengangguk


"Silahkan tuan dan nyonya" David membawa orang tua samara untuk bertemu dengan anaknya


"Sam putriku" Panggil tuan aldebaron


"Dad" Samara menoleh dan menangis


"I really miss dad" Samara memeluk ayahnya


"Daddy misses too" Aldebaron mengelus rambut putrinya


"Where's mom?" Samara melepaskan pelukan


"Mommy's here honey" Jane menghampiri putrinya


"Mommy" Samara memeluk ibunya dengan erat


Rindu yang sangat lama tidak berjumpa semenjak dia menikah dengan edric,, dan sekarang rindu itu telah terbayar.


"Bagaimana kabar mu sayang?" Jane mengangkat dagu putrinya


"Aku baik mom" Samara tersenyum


"Itu bagus sayang,, kau bahagia kan?" Nyonya jane mencium pipi kanan dan kiri samara


"Yes mom I'm very happy" Samara menangis haru


"Mommy tau" Nyonya jane mencium kening samara


"Dimana arthur? apa dia disini?" Samara tidak melihat adiknya


"Tidak sam,, arthur mungkin tidak bisa datang" Jelas aldebaron


"Tapi kenapa dad?" Samara heran


"Dad juga tidak tau sayang,, biarlah dia sudah dewasa biarkan dia memilih jalannya sendiri" Aldebaron tersenyum


"Edric terimakasih banyak sudah menjaga putri ku" Aldebaron mengatupkan kedua tangannya


"Daddy tidak perlu berterimakasih,, sudah kewajiban ku untuk mengurus samara dengan baik" Edric memegang tangan ayah mertuanya


"Aku percaya padamu nak,, kau tidak akan menyakiti putriku" Aldebaron tersenyum


"Tentu saja" Edric mengangguk


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2