Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Pertemuan Edric dan Andrian


__ADS_3

Edric masih mematung didepan jam dinding yang terus berputar, Pria itu seperti sedang berpikir. Dapat terlihat dari dahinya yang berkerut.


"Ed" Samara memeluknya dari belakang


Ini kali pertama Samara berinisiatif untuk memeluk Edric sendiri.


"Apa kau masih memikirkan Alishka?" Tanya Samara, Yang kini menempelkan pipihnya di punggung Edric


"Tidak, Aku hanya masih tidak percaya dengan perkataan Alishka" Jawab Edric masih menatap lurus


"Aku juga merasa Alishka hanya emosi, Karena itu dia mengatakannya" Balas Samara, Yang masih setia memeluk Edric


Kedua tangannya merangkul bahu Edric dari belakang, Wanita itu semakin mempererat pelukannya.


"Entahlah, Gadis kecilku itu sudah banyak berubah" Lirih Edric, Mendengus


"Tapi aku sangat mengenal David, Dia tidak mungkin melakukan hal itu" Ucap Edric bimbang


Samara melepaskan pelukannya, Dan memutar tubuh Edric sehingga saat ini mereka saling berhadapan.


"Ed, Apa kau percaya pada David?" Samara menatap mata Edric


"Humm" Edric


"Jika kau percaya, Lalu kenapa menamparnya? Seharusnya kau bicara baik baik" Gerutu Samara


"Aku tau, Saat itu aku sangat marah,, Aku tidak bisa menahan emosiku" Edric menyesal


"Kalau begitu minta maaf padanya, Cobalah untuk bicara dengannya" Bujuk Samara


"Apa dia mau bertemu denganku?" Edric ragu


"Tentu, David sangat menghormatimu,, Didalam hidupnya dia hanya mengutamakan kebahagianmu,, Aku yakin dia mau menemuimu" Samara tersenyum


"Humm, Dia memang selalu menepati sumpahnya" Edric menghela nafas


"Kau tidak ke kantor?" Tanya Samara


"Benar, Hari ini ada pertemuan penting,, Perusahaan kita akan meminta kerja sama dengan perusahaan Scorpion Build" Seru Edric


"Sepertinya aku harus menemui David" Gumam Edric


"Beby, Tetaplah disini selama aku pergi,, Kau temani saja mamah" Pinta Edric


"Baik, Aku tidak akan pergi" Samara mengangguk


"Terimakasih, Beby" Edric mengecup kening Samara


Lalu Edric pergi keruangan kerjanya, Dan menyuruh pak Hendy memanggil David,, Sementara samara pergi menuju rumah belakang untuk mencari ibu mertuanya.


..........................


Didalam kamar, David masih menemani alishka,, Karena Alishka terus menggenggam tangan David, Dan tidak mengizinkan pria itu keluar kamar.


"Alishka, Ku mohon jangan seperti ini sayang" David membujuk


"Aku tidak akan pergi kemanapun,, Aku hanya akan mengantar tuan muda" Pinta David


"Bagaimana jika kakak menamparmu lagi? Aku tidak bisa biarkan dia terus menyakitimu" Alishka masih tidak mau melepaskan David


"Tuan muda melakukan itu, Karena tuan muda sangat menyayangimu, Alishka" Ucap David


"Tidak, Dia itu sangat egois,, Dia bahkan tidak mau mendengarkan penjelasanku" Bentak Alishka


"Alishka" Bentak David


"Tuan muda itu sangat perduli padamu, Apa kau lupa yang terjadi pada malam itu? Tuan muda tidak tenang dan begitu cemas memikirkanmu? Apa kau tidak ingat?" Teriak David


"Apa kau tidak bisa memahami perasaannya? Saat ini dia pasti merasa kecewa, Gadis kecil yang selama ini dia jaga,, Telah dirusak oleh orang kepercayaan sendiri" Ucap David kesal


"Tuan muda sangat menyayangimu Alishka,, Meskipun kau keras kepala dan selalu membantah, Tapi tuan muda tetap saja perduli padamu" Bentak David


Alishka mendengar penuturan David, Merasa bersalah tak lama gadis itu menangis.


"Maaf, Aku telah membuatmu buruk dimata kak Edric" Alishka menangis


Gadis itu menutupi wajahnya dengan bantal,, David yang melihat gadis pujaannya menangis menjadi tidak tega.


"Berhentilah menangis, Aku tidak suka melihatmu menangis" David mengelus rambut Alishka


"Maaf, Aku tidak bermaksud membuatmu sedih" Ucap David


Namun alishka tidak menjawab, Mala berbaring dikasur membelakangi David.


"Pergilah" Ucapnya


"Kau mengizinkanku pergi?" Tanya David


"Pergilah, Aku ingin sendiri" Jawab Alishka


David hendak menaiki kasur ingin menyentuh punggu Alishka, Namun suara ketukan pintu mengurungkan niatnya.


Tok tok tok !


"Tuan David, Tuan muda menyuruh anda untuk menemuinya diruang kerja sekarang" Ucap pak hendy dari luar


"Katakan pada tuan muda, Saya akan menemuinya" Sahut david


Kemudian pak hendy pergi meninggalkan kamar, Terlihat david bangkit dari duduknya.


"Aku harus pergi sekarang" David menatap alishka yang berbaring


Tapi alishka tidak ingin menjawab,, David mengecup kepala alishka dengan sayang.


Lalu dengan cepat dia menuju ruang kerja Edric,, Terlihat Edric sudah menunggu sambil melihat dokumen dimejanya.


"Tuan muda memanggil saya" David sudah berdiri didepan Edric


"Duduklah, Ada yang harus ku katakan padamu" Edric menoleh


"Ada apa tuan?" David sudah duduk didepan Edric


"Apa kau mencintai Alishka?" Edric bertanya serius


"Bukan hanya mencintai, Tapi saya sangat mencintai Alishka" Jawab David


"Baik, Itu tidak perlu diragukan lagi,, Tapi, Apa benar kau memang melakukan hal itu?" Tanya Edric penuh harap


"Maafkan saya tuan muda" Hanya itu yang keluar dari mulut David


"Apa itu berarti kau mengakui perbuatanmu?" Edric meninggikan suaranya

__ADS_1


Namun david tidak menjawab,, Itu membuat Edric kesal.


"Apa kau tidak bisa bicara dengan jujur padaku? Apa kau ingin terus bungkam seperti ini?" Tanya Edric emosi


David masih diam tidak bergeming ditempatnya.


"Baiklah, Kebungkaman mu mengatakan jika yang dikatakan alishka itu memang benar" Edric mendengus


"Pernikahan kalian dilakukan akhir pekan ini,, Dan ini perintah" Tegas Edric


"Jangan pernah kau menyakitinya, Jika dia meneteskan air mata sedikit saja,, Aku pasti akan mengambil nyawamu" Ucap Edric penuh penekan


"Saya akan selalu mengingat perkataan anda tuan" David tersenyum


Semarah apapun anda, Tapi anda tetap perduli dengan adik anda tuan. Batin David


"Tentu saja kau harus mengingatnya" Edric ketus


"Apa kau sudah mengatur pertemuan dengan perusahaan Scorpion Build?" Tanya Edric, Mengubah topik pembicaraan


"Saya sudah berusaha tuan,, Tapi pemimpin mereka menolak untuk datang tuan" Jawab David


"Siapa pemimpin mereka? Dia berani menolak pertemuan denganku?" Edric heran


"Dia, Andrian Edmund, CEO yang memimpin perusahaan Scorpion Build,, Dia berasal dari Italia tuan" Seru David


"Andrian? Italia?" Edric mengerutkan keningnya


"Apa hanya itu yang kau dapatkan?" Tanya Edric menatap David


"Tuan" David ragu-ragu


"Katakan" Edric menunggu


"Dia juga ketua gengster yang terkenal di Italia,, Dan dia juga memiliki jaringan yang besar diseluruh dunia tuan" Ucap david


"Benarkah?" Edric sedikit terkejut


"Maaf tuan, Tapi sebaiknya anda jangan mencari masalah dengannya tuan" David cemas


"Kenapa? Apa dia sangat hebat? Sampai aku harus takut dengannya?" Edric acuh


"Bukan begitu tuan,, Saya hanya takut terjadi hal yang tidak diinginkan,, Keselamatan anda lebih penting tuan" Tutur david


"Cepat atur pertemuanku dengannya,, Aku akan datang menemuinya" Titah edric


"Apa anda yakin tuan?" David terkejut


"Ya, Kerja sama ini harus berhasil,, Jadi jangan buang waktu" Edric tersenyum


"Baik tuan"


David langsung menghubungi, Mengatur pertemuan edric dan andrian, Sesuai keinginan edric.


..........................


Disebuah mansion mewah bergaya eropa, Seorang pria bertubuh tinggi seperti atletis serta berdada bidang, Sedang berenang di kolam.


Terlihat seorang pria menghampiri dan berdiri ditepi kolam, Menunduk memberi hormat kepada pria yang berenang.


Tak lama andrian muncul dari dalam kolam hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada, Lalu berdiri dan menghampiri asistennya itu.


Seorang pelayan wanita memakaikan jubah handuk kepada andrian, Setelah memakai jubah handuk andria duduk santai di sofa sambil menikmati wiski.


"Kau tau, Jika aku sedang tidak ingin di ganggu" Andrian meninggikan suaranya


"Maaf tuan, Tapi ini tentang perusahaan Alliance Michael yang mengajukan kerja sama dengan Scorpion Build" Seru ken


"Sudah ku katakan, Aku tidak mau datang,, Jika mereka menginginkan kerja sama, Maka pemimpin mereka yang harus menemuiku" Bentak andrian kesal


"Pemimpin mereka ingin bertemu dengan anda tuan,, Asisten pribadinya meminta persetujuan anda" Ucap ken


"Siapa pemimpin Alliance Michael itu?" Tanya andrian tertarik


"Edric Michael Edon, Dia adalah CEO ternama dikota ini tuan, Dan hampir seluruh aset dikota ini semua miliknya" Balas ken


"Kau atur saja pertemuan ku dengannya,, Kita harus bersikap baik kepada tamu kita" Andrian tersenyum penuk makna


"Baik tuan"


Ken hendak pergi meninggalkan andrian, Tapi andrian memanggilnya.


"Tunggu" Andrian menahan


"Ya, Tuan" Ken berbalik


"Apa kau sudah dapatkan yang ku inginkan?" Tanya andrian, Tanpa memberitau keinginannya


Ken sedikit mengerutkan dahi heran, Namun karena menjadi asisten yang bertahun lamanya,, Ken langsung memahami keinginan bosnya itu.


"Apa yang anda maksud adalah gadis itu tuan?" Tanya ken hati hati


"Bukankah aku sudah mengatakannya? Apa kau melupakannya?" Andrian menatap tajam


"Tidak tuan, Saya sudah mencari tau tentang gadis itu" Ucap ken gemetar, Takut


"Pretty Nelson, Dia adalah direktur Beautiful Light Hotel, Dan juga anak tunggal dari Jack Nelson pemilik Diamond Company, Penghasil berlian terbesar didunia" Ucap ken lantang


"Gadis itu seorang direktur?" Andrian tertawa kecil


"Ya tuan, Dan ada satu hal lagi tuan" Ken ragu


"Apa ada yang spesial?" Andrian menatap ken seksama


"Jack Nelson adalah paman dari Edric Michael Edon,, Edric merupakan anak dari Robert, Kakak kandung Jack Nelson" Ucap ken yakin


"Kenapa kau berbelit belit, Edric dan gadis itu? Mereka sepupu" Andrian menatap ken


"Benar, Tuan" Ken mengangguk


"Baiklah, Sepertinya ini akan sangat menarik" Andrian tersenyum sinis


"Pergilah, Segera atur pertemuanku dengan edric" Titah andrian


"Baik tuan"


Setelah ken pergi meninggalkannya,, Andrian bersantai menikmati wiski.


Tidak perlu mengerahkan tenagaku untuk menemukanmu gadis konyol, Kita akan segera bertemu. Andrian tersenyum, Senyuman yang tidak pernah dia tunjukkan didepan semua orang.


..................

__ADS_1


Disisi lain, Pretty sedang fokus menatap layar monitor dimeja kerjanya,, Setiap hari gadis itu menghabiskan waktunya hanya untuk mengurus pekerjaan.


Dia tidak pernah berpikir untuk mencari kekasih hati atau berkencan dengan seorang pria,, Meskipun banyak pria yang ingin berkencan dengannya, Tapi pretty selalu menolak setiap pria yang mengajaknya kencan.


Entah karena dihatinya masih tersematkan nama david atau karena hal yang lain? Tidak ada yang tau pasti.


"Permisi miss" Bella mengetuk pintu


"Ya" Pretty menoleh


"Ada apa?"


"Maaf miss" Bella ragu


"Kenapa?" Pretty mengerutkan dahi heran


"Tuan aaron ada didepan, Ingin bertemu dengan anda miss" Jawab bella


"Aaron?" Pretty terkejut


"Bella, Katakan padanya aku tidak ada" Pinta pretty


"Maaf miss, Saya sudah berusaha,, Tapi tuan aaron masih tetap ingin menunggu anda miss" Lirih bella


"Biarkan saja, Sampai kapan dia menunggu" Pretty acuh


"Kau boleh pergi" Melirik bella


Bella langsung pergi meninggalkan pretty sendiri, Setelah bella pergi,, Pretty kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Kenapa dia harus datang kesini" Gerutu pretty kesal


Aaron adalah salah satu pria yang ingin berkencan dengan pretty,, Tapi pretty selalu menolak aaron,, Namun aaron terus berusaha untuk mendapatkan cintanya.


Karena aaron yang tidak pernah menyerah mendekati pretty, Membuat pretty harus terus menghindarinya.


"Aghhhh" Teriak pretty stress


Sementara diluar ruangan, Terlihat aaron sedang duduk ditempat biasa pretty bertemu klien,, Dia melihat bella yang keluar dari ruangan pretty, Dan langsung memanggilnya.


"Bella, Apa kau sudah mengatakannya?" Tanya aaron


"Sudah tuan, Saya sudah menyampaikannya" Balas bella


"Apa dia akan keluar?" Tanya aaron penuh harap


"Maaf tuan, Sepertinya miss tidak ingin bertemu dengan anda,, Sebaiknya anda pergi dari sini tuan" Ucap bella segan


"Jadi dia menolak ya?" Aaron murung


"Maaf tuan" Bella terlihat tak enak hati


"Tidak masalah, Aku akan tetap menunggu sampai dia selesai dengan pekerjaannya" Aaron tersenyum


"Tapi tuan, Anda akan bosan jika terus menunggu" Pekik bella


"Kau benar,, Tapi tidak masalah untukku, Silahkan lanjutkan pekerjaanmu" Aaron tersenyum manis


"Permisi tuan" Bella menunduk


Sejenak bella melirik aaron terbesit rasa kasihan dihatinya, Namun dengan cepat langsung berjalan menjauh.


Tuan aaron itu pria yang baik, Tapi kenapa miss selalu menolak untuk bertemu dengannya? Kasihan sekali anda tuan. Batin bella


Dan aaron masih setia menunggu pretty, Dia bermain ponselnya sambil sesekali melihat kearah ruangan pretty,, Tapi pretty belum juga keluar.


...........................


Edric tengah dalam perjalanan menuju ke tempat pertemuannya dengan andrian.


"Apa kau yakin dia akan datang?" Edric ragu


"Saya yakin tuan, Tuan andrian bukan orang yang suka ingkar janji" Seru david


"Aku rasa kau benar" Edric manggut manggut


Lalu edric memejamkan matanya, Istirahat sejenak,, Mobil terus melaju sampai tiba ditempat tujuan.


"Kita sudah sampai tuan" Suara david membangunkan edric


"Benarkah?" Edric membuka mata


"Ayo" Edric langsung keluar


Zoma London, Restaurant tempat edric dan andrian akan bertemu.



Edric berjalan masuk kedalam restaurant, Diikuti oleh david,, David mengantar edric kemeja yang sudah dipesan atas nama Edric dan Andrian.


Sepertinya andrian belum datang, Karena meja tampak masih kosong.


"Apa aku harus menunggu seperti ini?" Tanya edric kesal


"Sepertinya tuan andrian sedang dalam perjalanan tuan" Ucap david


"Baik, Kita harus tetap menunggunya" Edric langsung duduk menyilangkan kakinya


David berdiri tepat disampingnya,, Dan diluar mobil sport ferrari terparkir dihalaman restaurant.


Seorang pria bertubuh tinggi, Berwajah rupawan keluar dari mobil itu,, Andrian tersenyum, Senyumannya sangat mematikan.


Andrian mengenakan jas, Membuatnya terlihat berwibawa dan semakin tampan saja,, Banyak para wanita yang memandangnya, Pesona andrian memikat para kaum hawa.


Berbeda dengan edric yang hanya berdua dengan asistennya, Andrian masuk ke restaurant dikawal oleh beberapa bodyguard bertubuh kekar dibelakangnya.


Andrian langsung menghampiri edric yang sudah ada,, Edric terkejut melihat andrian yang dikawal oleh banyak anak buah.


"Mr edric?" Andrian berdiri dihadapan edric


"Yes, Welcome mr andrian" Edric berdiri mengulurkan tangannya


"Thank you, Nice to meet you Mr. Edric" Andrian menjabat tangan edric


"Silahkan duduk tuan andrian" Edric tersenyum


"Oh, Tentu" Andrian langsung duduk


David memandang ken dengan seksama, Begitu juga dengan ken,, Dan david risih melihat banyaknya bodyguard yang mengelilingi andrian.


Ini mau berbisnis apa mau perang. Batin david

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2