Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Izinkan Aku Mencintaimu


__ADS_3

Di taman belakang rumah yang luas dan sejuk,, terdapat bunga bunga yang indah bermekaran.


Samara menghirup udara di pagi hari rasanya sangat segar,, Samara tersenyum melihat para pelayan yang sedang membersihkan taman.


Ada beberapa pelayan lelaki yang melihat Samara.


"Istri tuan muda cantik sekali ya,, baru ini aku melihatnya langsung" Pelayan lelaki terpesona dengan wajah nona muda mereka


"Hey, jangan memandang nona muda seperti itu,, jika tuan muda tau kau bisa tamat" Salah satu pelayan yang lain memperingatkan temannya


"Tapi aku tidak berbohong,, nona muda kita benar benar cantik"


Pelayan lelaki itu masih memandangi Samara sampai tidak mengetahui keberadaan tuan muda yang sudah ada di belakangnya.


"Hey, tutup mulut mu,, dasar bodoh" Salah satu pelayan memberi kode untuk temannya agar menengok ke belakang.


Begitu menengok betapa kagetnya pelayan lelaki tersebut melihat tuan muda sudah berdiri di belakangnya dengan posisi tangan melipat di dada.


"Maaf tuan muda,, saya tidak mengetahui anda berada di belakang saya"


Pelayan lelaki tersebut menundukkan kepalanya dan sudah berkeringat dingin dalam hati dia berkata *tamatlah riwayatku*


Edric menatap pelayan lelaki itu dengan sangat tajam, seperti tatapan ingin membunuh.


"Apa istriku itu sangat cantik?"


Edric meninggikan suaranya,, pelayan lelaki itu sangat bingung takut takut salah jawab.


"I..Iya tuan muda,, no..nona muda cantik"


Pelayan lelaki tersebut bicara dengan terbata-bata karena ketakutan.


Mendengar jawaban pelayan lelaki tersebut, Edric langsung mengepalkan tangannya.


"Apa kau begitu terpesona dengan istriku,, sampai kau memandangnya tidak berkedip"


Edric semakin emosi,, pelayan lelaki itu takut akan kemarahan singa jantan ini.


"David" Edric memanggil


David yang mendengar dari balik dinding langsung menuju ke tempat tuan mudanya.


"Tuan muda memanggil saya"


David sudah berada di samping Edric.


"Aku ingin kau buat peraturan baru,, siapa pun yang memandang istriku lebih dari 5 detik, dia akan di hukum,, itu berlaku mulai detik ini"


Edric mengepalkan tangannya dengan erat.


"Baik tuan muda"


David memberi perintah pada Pak Hendy untuk memberitau seluruh pelayan yang ada perihal peraturan baru yang ada di rumah ini.


"Sekarang katakan padaku,, hukuman apa yang harus ku berikan untukmu"


Edric masih menatap pelayan lelaki dengan sangat tajam,,, pelayan lelaki itu gemetar ketakutan.


"Maafkan saya tuan,, saya janji tidak akan mengulanginya" Pelayan tersebut memohon pada Edric agar memaafkannya


"Okay ,, aku melepaskan mu kali ini ,, tapi kau ingat, tidak akan ku biarkan kau lolos untuk kedua kalinya,, pergi dan kerjakan tugas kalian"


Pelayan tersebut berterimakasih pada Edric dan pergi ke rumah belakang.


David tidak habis pikir dengan peraturan yang di buat tuan mudanya.


*seperti ini lah jika tuan muda sudah jatuh cinta,, tuan muda akan sangat sensitif jika menyangkut wanita yang dicintainya* Lagi-lagi david geleng kepala melihat tuan mudanya.


Alishka yang mendengar peraturan baru yang di buat oleh kakaknya pun terkejut.


*kak Edric sudah gila ya membuat peraturan yang tidak masuk akal begitu,, dasar posesif* Alishka memutar bola matanya dengan malas.


Alishka sangat terkejut melihat David yang sudah berada di sampingnya.


"Apa yang sedang nona lakukan disudut sini? nona sedang menguping ya"


David memergoki Alishka yang sedang menguping.


"Hah? tidak,, aku tidak menguping, kau jangan asal bicara"


Alishka tidak mengakui kalau dia sedang mendengar pembicaraan kakaknya.


"Kalau begitu nona sedang apa? apa nona sedang memperhatikan saya dari jauh"


David tersenyum menggoda Alishka,, membuat Alishka salah tingkah.

__ADS_1


"Minggir kau,, aku mau siap-siap untuk morning run"


Alishka tersenyum malu dan pergi meninggalkan David berlari ke kamarnya,, David yang melihatnya pun tertawa.


*nona kau sangat menggemaskan kalau sedang malu* David masih tertawa,, lalu dia lanjut mengawasi pasangan suami istri tersebut.


Di taman Samara tidak mengetahui tentang peraturan baru yang di buat oleh Edric,, Samara masih duduk sambil merasakan sejuknya angin pagi hari.


"Apa aku boleh duduk disini"


Edric menghampiri Samara layaknya seorang bad boy yang ingin mendekati seorang gadis.


Samara yang terkejut dengan perubahan sikap Edric pun tersenyum.


"Of course,, anda boleh duduk dimanapun anda mau tuan"


Samara bicara menatap lurus ke depan,, dia berusaha tidak melihat edric.


Edric pun duduk di samping istrinya,, dia merentangkan tangannya di bangku taman tersebut seperti ingin merangkul Samara namun tidak, Edric hanya merentangkan tangannya saja.


Samara tidak bicara sedikit pun,, Samara malas jika dia salah bicara singa jantan ini pasti akan mengamuk nantinya,, namun Edric justru bertanya tanya kenapa istrinya tidak meresponnya sedikit pun.


*kenapa dia diam saja,, bukankah dia yang berusaha mendekati ku,, lalu kenapa sekarang saat aku ingin dekat dengannya dia seperti patung begini sih*


Edric menghembuskan nafasnya dengan kuat.


"Hmm apa kau bosan dirumah saja?"


Edric menatap Samara yang belum menjawab pertanyaannya.


*hey come on lihat aku*


"Tidak tuan"


Namun Samara masih bicara menatap lurus ke depan.


*kenapa kau jadi cuek begini sih,, kau benar benar tidak ingin melihatku ya* Edric kesal karena Samara bicara tidak menatap dirinya


Edric memegang tangan Samara secara tiba-tiba, refleks Samara terkejut sedikit menggeser.


"Ada apa tuan" Samara heran dengan sikap Edric yang mendadak sedekat ini


"Aku ingin pergi ke mall,, aku ingin kau menemani ku hari ini"


Edric menatap Samara dengan penuh kelembutan,, Edric juga bicara dengan lembut.


Samara tersenyum dan itu membuat jantung Edric dag dig dug.


*ternyata wanita ini sangat cantik disaat tersenyum,, kenapa jantung ku tidak karuan begini,, apa mungkin aku mulai jatuh cinta padanya*


"Okay,, cepatlah bersiap aku menunggumu di mobil"


Samara langsung mengganti pakaiannya dengan cepat, sementara Edric sedang menunggu di mobil.


Lagi-lagi Samara bingung mau pakai yang mana.


*ini pertama kalinya tuan muda memintaku menemaninya,, aku harus tampil perfect*


Samara sudah bersiap,, dia menyusul Edric ke mobil, David sudah berada di dalam mobil untuk mengemudi,, Samara sudah berada di samping Edric,, david ingin melajukan mobil namun Alishka berteriak.


"Hey, tunggu"


David segera berhenti membuat Edric marah.


"Dav, kenapa kau berhenti,, biarkan saja dia"


Edric kesal jika harus menunggu lama.


"Maaf tuan muda"


Saat David ingin menginjak gas mobilnya,, Alishka sudah berada di samping mobil.


"Kakak, kalian mau kemana" Alishka bertanya pada kakaknya


"Apa urusannya dengan mu"


Yang di tanya mala menjawab dengan ketus,, namun karena Edric sangat memanjai adiknya,, dia tetap memberitau Alishka.


"I want to go to the mall"


Alishka sangat antusias jika mendengar kata mall.


"Aku ikut ya kak,, please" Alishka mengatupkan kedua tangannya


Edric sangat malas jika harus mengajak adiknya,, Edric ingin berusaha mendekatkan jarak antara dia dengan istrinya.

__ADS_1


"Kau kan bisa pakai mobil mu sendiri"


"Aku sedang malas menyetir,, kakak ipar aku boleh ikut kan"


Alishka memelas di hadapan Samara,, Samara pun membujuk suaminya agar Alishka di izinkan ikut.


"Sayang, tidak apa ya kalau Alishka mau ikut,, kasihan dia" Samara tersenyum


*apa-apaan ini, aku kan tidak mau memanggilnya sayang lagi,, ini semua karena mu Alishka*


Edric yang senang mendengar Samara memanggilnya sayang pun langsung luluh.


"Okay,, cepat naiklah"


Alishka yang mendapat izin dari kakaknya langsung duduk didepan di samping David.


Mereka pun berangkat menuju WESTFIELD STRATFORD CITY Mall milik Edric sendiri.


Dan tidak butuh waktu lama mereka telah sampai di tempat tujuan, mall sudah ramai di kunjungi banyak orang.


Mereka memasuki pintu mall terlihat beberapa orang melihat ke arah mereka, Dua pria tampan dan dua wanita cantik seperti itu lah pandangan para pengunjung mall yang melihat mereka.


Edric berjalan di depan bersama istrinya, namun Edric sangat risih melihat beberapa pria yang menatap istrinya,, Edric pun langsung menggenggam tangan Samara dan tidak melepaskannya.


Samara yang heran tiba-tiba Edric menggandeng tangannya sedikit tersenyum,, sepertinya Samara senang Edric terus menggandeng tangannya.


Sementara dua insan manusia yang berada di belakang tidak jauh dari mereka pun ikut menatap tangan yang bergandengan itu.


*hey, hargailah kaum jomblo.. seakan-akan dunia milik kalian berdua saja* Alishka memajukan bibirnya


*wah tuan muda ternyata anda sudah mulai cemburu ya,, padahal para pria itu hanya menatap nona saja* Batin David


David dapat melihat tuan mudanya itu cemburu,, meskipun pria lain hanya menatap tidak menyentuh namun Edric sudah cemburu melihatnya.


"Tuan, anda mau beli apa ke mall" Samara heran sudah lumayan jauh berkeliling namun Edric belum mengunjungi satu toko pun


"Panggil aku sayang" Edric berbisik di telinga Samara, membuat Samara geli


"Okay sayang" Dengan sikap Edric yang lembut Samara langsung luluh guys


Edric mengajak Samara melihat toko emas berlian,, sementara Alishka menarik David untuk melihat lihat high heels.


"Excuse me,, bisa perlihatkan kalung yang paling mewah yang kalian miliki"


Edric menyuruh pegawai toko emas untuk memperlihatkan kalung berlian.


"Ini beberapa kalung berlian termewah yang kami miliki tuan,, silahkan di lihat"


Pegawai memberikan beberapa kalung yang terpajang kepada Edric.


Edric memegang satu kalung tersebut.


"Coba pakai, apa ini akan cocok untukmu"


Samara terkejut Edric memberikan kalung kepadanya.


"Sayang, apa kalung ini untukku" Samara masih tidak percaya


"Of course,, kalung ini memang untukmu,, sini biar ku pakaikan di lehermu"


Edric memakaikan kalung tersebut di leher Samara,, hati Samara sedang berbunga, bak keajaiban datang dari langit.


"Coba lihat, sangat indah di lehermu" Edric tersenyum memandang cermin yang ada di hadapannya


"Do you like it?" Edric memegang bahu istrinya


"Yes I really like it"


Samara tersenyum memandang suaminya,, entah keajaiban apa hari ini Samara menjadi wanita yang paling bahagia di dunia.


Edric memegang tangan Samara.


"Maafkan aku jika selama ini aku terus menyakiti mu,, Aku tau pernikahan ini tidak mudah untukmu,, tapi aku ingin memiliki mu seutuhnya dan izinkan aku untuk berusaha mencintaimu"


Edric menyatakan perasaaan yang ada di hatinya lalu mencium kedua tangan Samara.


Air mata menetes membasahi pipi Samara,, Samara terharu dengan ucapan Edric yang tulus,


Samara pun menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih sudah ingin mencintaiku"


Samara menangis bahagia,, meskipun Samara tidak tau ini bukan akhir dari penderitaannya.


Edric mengusap air mata Samara lalu memeluknya dengan erat.

__ADS_1


Bersambung....


Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻


__ADS_2