
Masih di tempat yang sama di Gedung Alliance Michael,, Edric menatap layar ponselnya
"Alvaro membatalkan janjinya,, dia akan berkujung nanti malam"
Edric memberi tau David perihal Alvaro yang ingin berkunjung,, tanpa bertanya David pun mengerti apa yang harus dia lakukan, tentu saja menyiapkan semua hal untuk sambutan sahabat karib tuan muda.
Di lantai dasar terlihat para pegawai sedang mengerjakan tugasnya masing-masing,, Alishka sedang berjinjit dia ingin mengambil berkas yang ada di rak atas, namun tangannya tidak sampai untuk meraih berkas tersebut.
Tiba-tiba ada sebuah tangan yang kekar mengambil berkas tersebut, sontak Alishka heran dan berbalik.
Ternyata Arthur berada di belakangnya,, Alishka bisa mencium aroma parfum pria tersebut karena jarak yang sangat dekat.
Arthur mengambil berkas itu dan memberikannya pada Alishka.
"Aku lihat kau tidak sampai meraihnya,, karena itu aku membantu mu, ini berkas yang kau butuhkan"
Arthur tersenyum memberikan berkas tersebut, Alishka pun jadi salah tingkah,, bisa di katakan penampilan Arthur saat bekerja memang sangat tampan tidak terlihat dari usianya yang tergolong muda..
"Thank you,, apa kau anak baru? aku tidak pernah melihat mu sebelumnya"
Alishka memperhatikan wajah Arthur *sepertinya aku pernah melihatnya,, tapi dimana ya*
Alishka masih menatap wajah Arthur.
"Yes, aku masih beberapa hari bekerja disini,, karena itu banyak orang yang tidak mengenal ku"
Arthur tersenyum, lalu mengulurkan tangan kepada Alishka.
"My name is Arthur,, and what is your name?"
Alishka yang mendengar Arthur berbicara langsung merespon.
"Oh yeah I'm Alishka"
Alishka pun mengulurkan tangannya lalu bersalaman dengan Arthur,, Alishka kemudian mengingat kejadian di pesta pernikahan kakaknya.
*benar, pria ini yang menabrak ku waktu itu,, ternyata dia anak baru yang di bicarakan anak kantor*
Alishka masih belum mengetahui bahwa Arthur adik kandung dari Samara,, begitu juga dengan Arthur yang tidak mengetahui bahwa wanita di hadapannya adalah adik ipar kakaknya.
"Alishka nama yang bagus,, pleased to meet you"
Arthur melepaskan tangan Alishka, kemudian dia tersenyum,, seperti ada daya tarik yang membuatnya ingin terus memandang Alishka.
"Thank you,, I'm also glad to meet you"
Alishka tersenyum, lalu melihat jam tangannya.
"Oh, sorry .. Aku harus lanjut bekerja,, see you again Arthur"
"Umm okay"
Alishka tersenyum, lalu setengah berlari menuju ke lift,, sementara Arthur masih memandang Alishka dari tempatnya berada sampai Alishka benar-benar menghilang tertutup pintu lift.
*gadis yang manis,, apa aku bisa bertemu dengannya lagi* Arthur senyum-senyum sendiri kemudian berlalu
Alishka memencet tombol lantai 10, kemudian lift naik menuju lantai 10 ,, tempat dimana percetakan dan penerbitan sampul majalah Alliance Michael.
Pintu lift terbuka, Alishka keluar lalu berjalan menyusuri koridor sampai di area percetakan,,
Alishka melihat brosur untuk produk baru sudah tercetak.
*wah Samara wajah mu bakal tersebar di seluruh kota,, kau akan terkenal*
Alishka sedikit tertawa, Alishka berjalan sambil melihat lihat sekeliling,, tanpa dia tau ada seseorang berjalan ke arahnya,, lalu tiba-tiba.
Bruuk
Alishka menabrak tubuh seseorang yang ada di depannya, Alishka yang malu pun melihat ke atas ke wajah orang tersebut.
"Sedang apa anda disini nona"
__ADS_1
Ya benar orang itu David.
Alishka langsung mundur selangkah agar tidak terlalu dekat.
"Aku cuma mau kasih berkas ini ke bagian percetakan"
"Dan ya kau jangan panggil aku nona.. aku tidak mau identitas ku terbongkar"
Alishka setengah berbisik ke telinga David,, David pun tersenyum.
"Baiklah,, kau bisa berikan berkas itu padaku ,, kau boleh pergi sekarang"
David mengambil berkas dari tangan Alishka lalu menyuruh Alishka untuk keluar.
*dasar bodoh,, aku sengaja kesini, kau mala ingin aku pergi,, dasar payah* Alishka menatap David dengan kesal,, lalu pergi begitu saja.
David yang melihat tatapan Alishka yang sedikit aneh pun bingung.
*apa dia marah padaku,, memangnya apa yang salah dariku,, kenapa dia melihatku begitu*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di TrendyStore butik milik Samara , gaun-gaun mewah tertata dengan rapi semuanya memiliki warna yang cantik.
Samara dan pegawainya yang lain sedang istirahat makan karena jam sudah menunjukkan pukul 3 sore.
Samara bersama dengan Keiza dan yang lainnya berada di tempat masing-masing,, Mereka menyantap Boiled noodles dengan santai.
Namun di antara pegawai ada yang melihat situs berita terkini,, terlihat foto Samara yang sedang beredar saat menjadi Brand Ambassador Colorkey dan juga terlihat ungkapan Edric yang mengatakan bahwa Samara Caroline adalah istrinya.
"Wah Kak Samara menjadi Brand Ambassador Colorkey,, pantas saja tidak masuk kemarin, Congratulations"
Salah satu pegawai berbicara ,, membuat yang lainnya ikut terkejut dan juga senang.
"Wow,, Ternyata suami kakak Tuan Edric Michael Edon, CEO muda yang tampan itu"
Keiza yang mendengar langsung merampas ponsel temannya itu,, seperti tidak percaya, ternyata benar ada wawancara yang di lakukan wartawan pada Edric,, lalu Edric mengiyakan kebenaran tersebut.
dia menatap ke arah Samara.
Samara yang di tatap pun sedikit tegang karena sudah tertangkap basah.
"Hmm sebenarnya aku baru ingin memberi tau kalian,, tapi kalian sudah tau duluan, hehe"
Samara sedikit tertawa untuk menetralkan suasana,, Keiza masih terus menatapnya dengan menyelidik.
"Kenapa kakak harus menyembunyikan itu?"
"Kenapa tidak langsung bilang saja ,, kalau kakak menikah dengan orang yang berkuasa di kota ini"
Lanjut Keiza
Samara yang serbah salah pun menjelaskan pada Keiza.
"Begini Kei, bukan maksud ku ingin menutupinya,, pernikahan itu sangat tiba-tiba,, aku juga tidak ingin orang-orang menjauhi aku karena aku istri dari pria itu,, makanya aku tidak jujur pada kalian"
Samara sedikit murung.
"Aku juga tidak ingin punya musuh,,, Banyak wanita yang ingin dekat dengannya, jika semua tau kalau aku adalah istrinya,, apa menurut mu aku masih bisa aman"
Samara mengeluarkan semua perasaannya campur aduk, lalu menundukkan kepalanya.
Keiza yang mendengar penjelasan Samara pun perihatin terhadap Samara.
"Maafkan aku kak,, Aku akan melakukan hal yang sama jika aku di posisi kakak,, maaf ya kak"
Keiza memegang tangan Samara,, Samara pun tersenyum.
"Tidak apa,, seharusnya aku yang minta maaf tidak jujur dari awal,, maaf ya"
Mereka pun berpelukan saling memaafkan,, Samara dan Keiza sudah seperti kakak beradik.
__ADS_1
Sepasang mata memperhatikan kedua wanita itu.
"Mengharukan sekali ya,, Aku seperti sedang menonton drama korea"
Kedua wanita itu sontak terkejut dan melihat ke arah suara tersebut, ternyata Arthur sudah berdiri di depan mereka.
"Ehh kamu !"
Keiza sedikit malu melihat Arthur,, dia memang menyukai Arthur sejak pertama bertemu.
"Hai,, senang melihat mu lagi"
Arthur tersenyum menatap Keiza,, wajah Keiza pun sedikit memerah.
"Eh iya !"
Keiza salah tingkah.
"Berhubung kau datang,, jadi aku ingin istirahat dulu,, biar Keiza yang menemani mu ya"
Samara sengaja meninggalkan Arthur dan Keiza, berharap mereka bisa dekat.
"Ya kakak,, aku baru datang, kau mala mau tidur"
Arthur cemberut menatap kakaknya,, lalu dia melihat Keiza yang sedang makan.
"Apa itu yang kau makan"
"Hmm this is boiled noodles"
Keiza memperlihatkan mangkuk yang dia pegang,, Arthur pun sepertinya tertarik.
"Wow that's my favorite food,, Boleh aku mencobanya sedikit"
Arthur tertawa karena memang itu makanan faforitnya,, Keiza pun tertawa lalu memberikan sesuap mie pada Arthur.
Arthur menerima suapan dari Keiza,, Keiza tersipu malu, Namun Arthur menanggapi dengan santai.
"Thank you,, Ini sangat enak"
Arthur pun meminta minum pada Keiza,, Samara yang melihat dari jauh pun tersenyum, lalu menghampiri Arthur.
"Aku baru tau kalau kau suka boiled noodles"
Samara bergabung dengan mereka.
"Ya kau tidak tau saja,, makanya lain kali cari tau makanan faforit ku, haha"
Arthur tertawa, Samara memukul lengannya.
"Rugiiiii"
"Hahaha"
Samara pun ikut tertawa bersama dengan Keiza.
"Kak, kapan kau akan berkunjung kerumah.. Daddy dan mommy merindukan mu"
Arthur teringat jika kakaknya sudah lama tidak main kerumah.
"Hmmm,see you later,, Aku tidak tau pasti,, tapi aku pasti datang lain kali"
Samara belum terpikir kapan bisa mengunjungi orang tuanya *sebaiknya aku minta izin pada Edric,, mungkin besok aku akan kerumah bertemu daddy dan mommy*
Samara pun tersenyum.
Bersambung....
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻
__ADS_1