
Fiona Callista
Fiona Callista 27 tahun, wanita cantik yang berprofesi sebagai model,, ialah model yang sedang naik daun dan terkenal di London, ia pernah menjadi kekasih Edric Michael Edon pria yang di inginkan semua wanita,, Karena menjadi wanita yang dicintai Edric, membuat para ladies sangat iri padanya.
...----------------...
Malam semakin larut di luar sedang turun hujan, hawa dingin menembus masuk ke tubuh seorang wanita yang sedang berada di balik selimut.
Wanita itu tidak lain ialah Samara yang sedang gemetaran karna kedinginan bibir Samara pun ikut gemetar.
Berbeda dengan pria yang berada di atas tempat tidur, pria itu tidur dengan nyaman seperti sedang mimpi indah.
^Ck mimpi apa ya tuan muda itu^
"Hmmm huuffff" Seperti itulah suara yang keluar dari mulut Samara karena bibirnya bergetar.
Edric mendengar suara Samara yang jaraknya tidak jauh darinya, sehingga ia terbangun.
"Hooammm" Edric menggeliat dan bangkit menghampiri Samara
"Kenapa kau berisik sekali,, sudah ku bilang jangan mengganggu tidurku, kau mala membuat suara yang tidak jelas" Edric terus saja mengoceh tapi Samara tidak memperdulikan
"Kau ini tuli atau sengaja tidak mendengarku, Hey wake up"
Seketika Edric memegang tangan Samara agar dapat membangunkannya.
*Kenapa tangannya dingin sekali, apa dia sakit? Atau dia demam* Pikir Edric
Sangat terlihat raut wajah Edric sedikit khawatir,, Edric langsung menggendong tubuh Samara membawanya ke tempat tidur.
*astaga Samara apa saja yang kau makan,, tubuh mu langsing tapi kenapa sangat berat* Edric memandang wajah istrinya yang tertidur dan memegang dahinya.
"Seharusnya aku tidak membiarkan mu tidur di sofa, maaf ya membuat mu jadi begini" Edric pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Samara dan tertidur lelap.
Malam telah berganti pagi, kilauan sinar matahari membangunkan Samara.
Samara membuka matanya, ia terkejut melihat dirinya berada di tempat tidur dan ia lebih terkejut lagi melihat Edric yang berada di sampingnya dengan posisi tangan Edric memeluknya.
*apa yang sudah terjadi? Kenapa aku tidak bisa ingat,, kenapa aku bisa tidur di sini, bukankah aku tidur di sofa*
Samara berusaha mengingatnya namun gagal, samara pun segera bangkit dan melepaskan tangan Edric dengan hati-hati.
Samara menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya,, Di saat Samara sedang mandi Edric pun terbangun.
Matanya melihat sekeliling mencari keberadaan istrinya.
*Dimana dia? Masih pagi sudah menghilang*
Samara keluar dari kamar mandi dan melihat Edric sudah bangun.
"Selamat pagi tuan, anda sudah bangun" Samara berusaha tersenyum
*Gawat, kenapa dia cepat bangun,, aku bahkan belum pakai baju, tidak mungkin aku memakai baju di hadapannya,, meskipun dia suamiku tapi itu hal yang berbeda* Samara bingung harus bagaimana
"Kau sudah mandi ya" Edric berjalan menuju Samara
Samara langsung mundur selangkah.
"Menyingkirlah jangan menghalangi jalanku,, apa kau ingin mandi lagi bersamaku?"
Edric tersenyum nakal, Samara berlari menjauh
"Tidak tuan maaf, silahkan anda mandi saja"
"Jangan berlari nanti handuk mu bisa terlepas, Haha" Edric tertawa melihat tingkah Samara
Edric masuk ke kamar mandi, Samara langsung memakai pakaiannya dengan cepat.
*Ada apa dengannya, kenapa dia seperti itu membuat ku merinding saja,, wahai tuan muda kenapa tingkah mu selalu berubah-ubah terkadang kau kasar terkadang juga kau aneh, kapan kau bersikap baik padaku* Samara sangat kesal
Edric masih memakai jubah handuknya, ia mengambil stelan jasnya,, terlihat Samara sedang menunggunya
"Apa kau ingin melihat ku mengganti pakaian" Edric menatap Samara
"Tidak tuan" Samara geleng kepala
__ADS_1
"Kalau begitu cepat berbalik"
Samara langsung membalikan badannya dan menutup mata, lalu bertanya pada Edric.
"Are you finish ?"
"A little bit more"
"Okay, katakan jika sudah selesai"
"It's finished, kau bisa buka mata"
Edric sudah sangat rapi dengan stelan jasnya, ia terlihat sangat tampan.
Samara pun mengakui ketampanan Edric *ya tuhan, sungguh indah makhluk ciptaan mu*
"Kau lihat apa?"
Suara Edric mengejutkan Samara.
"Maaf tuan, apa tadi malam saya merepotkan tuan?"
Samara bertanya perihal tadi malam entah kenapa dia bisa berada di tempat tidur.
"Jadi kau tidak ingat apa pun? Baguslah kalau kau tidak ingat" Bukan memberi jawaban mala tertawa
*dia sudah gila ya, tertawa sendiri,, apanya yang lucu sih* Samara terheran melihat tingkah Edric
"Kau benar benar ingin tau? baiklah, akan ku beritau,, Kau tadi malam mengigau kau terus memanggil namaku, membuat ku tidak bisa tidur,, apa kau begitu menyukai ku sampai tidur memanggil namaku"
*Astaga apa itu benar, tidak mungkin ya tuhan kenapa bisa begitu* Samara sangat malu wajahnya mulai memerah
"Dan ya tubuh mu berat sekali, tangan ku hampir patah karena menggendong mu"
*Hey, ini tidak masuk akal untuk apa kau menggendongku*
"Maaf tuan, tapi kenapa tuan harus menggendong saya"
"Hey, kau sendiri yang tidak ingin jauh dariku, kau tidak melepaskan tanganku,, menurutmu aku harus bagaimana lagi?"
Edric berkata bohong dan tertawa melihat Samara terbengong.
"Maafkan saya tuan,, sudah merepotkan anda, tapi tuan kita tidak melakukan hal yang lain kan" Wajah samara semakin merah padam
"Hey, apa kau begitu menginginkannya,, buang pikiran bodoh mu itu, aku bahkan tidak tertarik padamu" Edric menatap Samara dengan tajam
"Maaf tuan" samara menundukkan kepalanya
malu jika harus melihat edric saat itu.
**Sa*mara kau benar benar sudah gila,, bisa bisanya kau berfikiran kotor*
Edric menuruni tangga di ikuti oleh Samara.
Terlihat Rosa dan Alishka sudah berada di ruang makan bersama seorang wanita,, Samara bahkan dapat melihatnya.
*What? Bukankah dia wanita yang di usir oleh David, kenapa dia ada disini* Samara merasa risih melihat wanita itu
David juga sudah ada dirumah itu, dia mempersilahkan Edric untuk duduk lalu dia berdiri di sampingnya.
^David kaki mu apa gak pegal nunggui tuan muda sampai siap sarapan^
Samara ingin duduk di sebelah Edric namun Fiona lebih dulu mengambil tempatnya.
*Apa apaan kau ini dasar wanita tidak tau malu,, apa kau berusaha mendekati suami orang* Samara melihat Fiona dengan tajam.
Rosa bisa melihat menantunya terganggu dengan kedatangan Fiona.
"Samara kemarilah, kau bisa duduk di samping Edric"
Rosa bergeser menyuruh Samara duduk di sebelah kanan Edric.
Edric pun berada di antara Samara dan Fiona,, Edric menatap Fiona.
"Kenapa kau bisa berada disini? Siapa yang mengizinkan mu masuk"
"Mamah yang menyuruhnya untuk masuk,, lagi pula sudah lama Fiona tidak datang berkunjung"
__ADS_1
Rosa memberi penjelasan kepada putranya,, Rosa sudah mengenal Fiona karena Fiona sering datang sewaktu berpacaran dengan Edric.
Edric tidak membantah karena menghormati ibunya,, Fiona tersenyum penuh kemenangan.
"I want to eat soup"
Di saat Samara ingin mengambilkan sup untuk Edric, Fiona mendahului dan memberikan sup untuk Edric.
"Edric, kau makanlah dengan lahap"
Fiona tersenyum berusaha membuat Samara cemburu, ia telah mengibarkan bendera perang.
Samara mengepalkan tangannya, namun tetap tersenyum di hadapan semua orang,, ia tau harus menjaga nama baik Edric.
David dan Alishka menyaksikan drama yang terjadi di pagi hari.
Alishka memang menyukai Fiona, ia dulu berharap kakaknya menikahi wanita itu.
"Wow, what a great couple"
Alishka dengan sengaja menambah api yang berkobar di hati Samara, ia tau jika kakak iparnya itu cemburu,, Namun saat Edric menatapnya dengan tajam ia langsung terdiam.
David pun memberi isyarat pada Alishka untuk tutup mulut.
Sarapan pun di lanjutkan dengan senyap.
Edric akan berangkat ke kantornya, David sudah menunggu di dekat mobil.
Samara mengantar Edric ke depan pintu utama,, Fiona pun mengikuti dari belakang
"Ed, kau hati hatilah di jalan" Dengan tidak tau malunya, Fiona memegang tangan Edric
Edric melihatnya dengan sangat jijik, namun ia membiarkan Fiona memegang tangannya.
Samara yang melihatnya pun menjadi panas,, sepertinya Samara mulai memiliki perasaan terhadap Edric.
"Sudah cukup, aku ingin melihat istriku,, kau menyingkirlah dari hadapan ku"
Duaarr, bagaikan pedang yang menusuk hati Fiona.
^Haha mampus^
Edric mengabaikan Fiona dan menghampiri Samara.
"Kau hati hatilah saat bekerja,, Jangan macam macam selama aku tidak ada" Edric memegang pipih Samara
"Baiklah tuan,semoga hari anda menyenangkan" Samara tersenyum namun senyum itu terpaksa
*Aku tau kau hanya memanfaatkan ku saja untuk membuatnya cemburu,, aku bukan wanita yang bodoh tuan* Samara masih berusaha tersenyum
Mobil telah meninggalkan gerbang utama,, Samara ingin kembali ke kamar dan bersiap untuk pergi ke butiknya sudah lama ia tidak datang ke butik miliknya.
Akan tetapi Fiona menceganya.
"Kenapa harus buru buru,, apa kau tidak punya waktu untuk bicara denganku" Fiona berkata lembut dan berpura-pura baik
*demi wanita seperti ini, Edric mengabaikan ku,, sialan, tidak akan ku biarkan kau menang dariku* Gerutu Fiona
Samara menantang dan melipat kedua tangannya di dada.
"Apa yang ingin kau bicarakan? Katakan sekarang,, aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni mu"
*Wow very interesting, seperti nya dia tidak selemah yang ku kira* Fiona tersenyum
"Alright another time, bisa kita bertemu"
"Alright sure, katakan saja kapan pun kau ingin bertemu"
Samara tersenyum lalu meninggalkan Fiona dan naik ke atas menuju kamarnya.
Fiona pergi meninggalkan rumah, sebelum itu ia melihat ke arah Samara.
*Aku harus mencari tau tentang wanita ini,, seperti nya akan seru jika sedikit bermain dengannya*
"Hahaha" Dia tertawa seperti orang gila
Bersambung ..
__ADS_1
Sampai jumpa di episode selanjutnya ππ»
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak ππ»