Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Panik !!


__ADS_3

Hi all how are you? semoga kalian yang membaca kisah ini dalam keadaan baik² saja dimana pun kalian berada yagesya ❤


Author mau bagi tau nih, kalau kisah Edric dan Samara akan tertunda sekitar 2 hari,, jadi sabar² dalam menanti ya semua 🙏🏻


Ok, let's go 👇🏻


...🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿...


Di saat semua orang sedang bersuka cita di kediaman keluarga Michael Edon,, disisi lain seorang pemuda tengah berpegangan tangan dengan seorang gadis sambil duduk di sebuah cafe yang berada dekat pesisir pantai.


"Kenapa kau membawa ku kesini?" Keiza menoleh menatap sang kekasih di hadapannya


"Aku hanya ingin menikmati akhir tahun ini bersama mu" Arthur menghirup angin yang berhembus melewatinya


"Apa kau keberatan?" Sambung Arthur menatap Keiza


"Tentu tidak" Keiza menggeleng


"Tapi.." Keiza terhenti


"Tapi?" Arthur menatapnya lekat


"Apa keluarga mu tidak mencari mu? Seharusnya saat ini kau merayakan tahun baru bersama keluarga mu" Seru Keiza tertunduk


"Lalu?" Arthur masih menatap kekasihnya itu


"Aku hanya takut dan segan, jika mereka tau kau ada disini bersama ku" Lirih Keiza


"Humm, sangat bagus jika mereka tau" Arthur tersenyum


"Arthur" Keiza melotot geram


"Kenapa?" Arthur tertawa kecil


"Aku tidak bercanda" Keiza cemberut


"Aku juga tidak bercanda sayang" Arthur tersenyum


"Kei" Menggenggam tangan Keiza


"Aku ingin keluarga ku tau bahwa kau adalah kekasih ku" Ucap Arthur sungguh-sungguh


"Hah?" Keiza terkejut sekaligus senang


"Kei" Arthur berdiri dan berjalan ke arahnya


"Ya" Keiza sontak ikut berdiri


"Apa kau mau menikah dengan ku? Menjalani hidup berdua bersama ku?" Arthur berlutut di hadapannya


"Hah?" Keiza menutup mulut tak percaya


"Arthur, aku.." Mata gadis itu berkaca kaca dan hampir menangis


Arthur mengambil sebuah kotak di dalam saku jasnya dan kembali memegang tangan Keiza.


"KEIZA MENIKAHLAH DENGAN KU" Teriak Arthur kencang sampai pengunjung cafe ikut mendengar


"Apa kau menerima lamaran ku?" Arthur menatap gadisnya sambil membuka kotak cincin itu


"Aku.." Keiza bingung


Namun orang-orang di sekitar mereka ikut bersorak.


"Terima ayo terima" Ucap seorang wanita dan orang-orang yang menyaksikan


"Ayo terima, terima, terima" Orang-orang terus bersorak


Keiza menatap sekeliling dengan mata berkaca-kaca air matanya tak dapat di bendung lagi.


"Humm, ku terima" Ucap Keiza setelah itu menangis haru


"Cihuuyyyy" Orang-orang ikut berbahagia melihat mereka


Arthur langsung menyematkan cincin di jari manis sang kekasih.


"Terimakasih" Lirih Arthur dan langsung memeluk Keiza erat


Namun mereka melepas pelukan karena orang-orang tengah bersiap untuk meluncurkan petasan menyambut detik-detik tahun baru.


"Ayo kita hitung, 1 , 2 , 3 ya" Semua orang menyalakan petasan masing masing


Ciiittttt, Duarrr, Duaarr



"Terimakasih sudah membuat ku merasakan indahnya tahun baru" Keiza tersenyum menatap petasan yang begitu indah


Karena selama ini Keiza hanya diam dirumah selama hidupnya tidak pernah merayakan tahun baru.


"Terimakasih juga sudah menerimaku" Bisik Arthur kembali memeluknya dari belakang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara di waktu yang sama di kediaman keluarga Michael Edon.


"Para hadirin semuanya, tahun baru akan tiba dalam hitungan detik,, mari kita rayakan tahun baru ini dan Tuan Edric sendiri yang akan menyalakan petasan bersama Nona Samara" Ucap salah seorang yang memakai mic


"Let's all go to the park" Mengajak semua orang untuk keluar menuju taman


Semua orang yang ada dalam party tahun baru ingin ikut menyaksikan Edric dan Samara menyalakan petasan bersama.

__ADS_1


"Silahkan Tuan Muda" David mengarahkan Edric ke meja di mana petasan sudah tersedia


"Waw! Ini akan menjadi moment yang sangat langkah" Pekik Darren


"Ihh" Alishka memukul bahu Darren


"Aww" Darren meringis


"Kenapa kau memukul ku?" Darren bingung


"Dia itu kakak ku" Ucap Alishka cemberut


"Aku tau dia kakak mu, tapi kenyataan dia tidak pernah merayakan tahun baru bersama wanita" Balas Darren


"Kau.." Alishka geram


"Dulu aku sempat mengira dia tidak normal karena selalu dingin dengan semua gadis, tapi sekarang aku percaya karena dia terlalu mencintai istrinya itu" Seru Darren


Plak !!


"Berani sekali kau mengatakan Edric tidak normal, bagaimana pun dia teman kita" Alvaro memukul kepala Darren


"Yaya, baiklah maaf" Darren mengelus kepalanya yang sakit


"Kau tidak tau apapun masa lalunya, akan lebih baik kau diam saja" Alvaro memasukan sepotong kue bolu ke dalam mulut Darren


"Sial..." Darren pun terdiam karena mulutnya penuh bolu


"Hahahah" Alishka dan Dominique serentak tertawa melihatnya


"Sepertinya itu berhasil membuatnya diam" Celetuk Dominique


"Pffttt" Dominique tertawa kecil menutup mulutnya


Darren memukul lengan Alvaro kesal namun mulutnya masih berusah mengunyah bolu yang begitu banyak.


"Apa? Mau lagi?" Alvaro memasukkan sepotong kue lagi ke mulut Darren dengan paksa


"Hemmm" Darren berdehem kesal


"Ada apa?" Thalia menghampiri sambil membawa segelas jus


"Astaga, Darren apa yang terjadi? Kau makan begitu banyak kue bolu?" Thalia yang melihat Darren kewalahan mengunyah heran


"Apa kau kelaparan? Sayang?" Thalia menatap Darren


"Humm" Darren hanya bisa geleng kepala dan menunjuk Alvaro


"Apa yang ingin kau katakan?" Thalia bingung


"Ada apa Varo?" Thalia menatap Alvaro


"Sudah biarkan saja dia, sebaiknya kita lihat Edric menyalakan petasan saja" Pekik Alvaro menarik tangan Thalia


"Hei, sialan tunggu" Darren ikut mengekor setelah berhasil menelan bolu


"Lepaskan tangan pacar ku" Darren menyerobot di tengah


"Dasar pencemburu" Pekik Alvaro


"Aku juga punya pacar" Alvaro beranjak ke samping Dominique


"Sayang" Darren memegang lehernya


"Kau kenapa?" Thalia bingung menatapnya


"Berikan padaku" Darren merampas gelas yang di bawa Thalia


Gleg gleg gleg, Ahh


Legah setelah minum air Darren langsung menatap Thalia.


"Setelah lapar kau sangat haus ya?" Tanya Thalia


"Tentu saja, bedebah itu membuat ku makan cake sebanyak itu" Pekik Darren kesal


"Alvaro yang menyuruh mu makan?" Thalia bingung


"Dia juga yang memasukkan cake ke mulut ku sayang" Darren mengaduh


"Pfffttt" Bukan bersimpati justru Thalia tertawa


"Sayang, kau.." Darren kesal


"Aku menyesal tidak melihatnya, itu pasti lucu" Thalia tertawa


"Hah, kau pacar ku tapi membelanya?" Darren semakin kesal


"Sudah lah, jangan buat drama lagi, kalau kau salah bicara tentang Edric dan David mendengarnya kau bisa habis" Alvaro mengingatkan


"Kau masih ingat kan, orang yang menjelekkan Edric berakhir dengan tragis" Bisik Alvaro


"Baiklah" Darren yang mengingat itu pun langsung menelan salivanya


"Sudah-sudah, ayo kakak dan kakak ipar sudah di depan" Ajak Alishka


"Come on" Mereka semua pun menuju ke taman


Terlihat David membantu Edric tengah bersiap untuk membakar petasan.


"Beby come on" Edric menarik Samara agar berdiri di sampingnya

__ADS_1


"Ed, aku.." Samara ingin bicara tapi Edric tidak mendengarkan


"Kau tenang saja beby, ini tidak berbahaya" Ucap Edric


"Jangan takut" Bisik Edric


Tapi kepala ku sangat berat, ada apa denganku ini. Batin Samara


"Are you ready?" Edric menatap Samara tersenyum


"Humm" Samara hanya mengangguk


Edric memberi kode pada David dan David mengangguk.


"Ok let's count together" Teriak David


"1"


"2"


"3"


"Go"


Edric pun membakar petasannya dan memegang kuat petasan tersebut bersama Samara.


Duar, Duar, Duar begitulah bunyinya


Semua orang menyaksikannya.


"Happy new year" Teriak Alishka dan juga yang lain


"Ayo bersulang" Darren membuka tutup wiski


"Cisss" Party di mulai


Setelah selesai menyalakan petasan,, Edric dan Samara ikut bergabung bersama yang lain menikmati party di sertai suara musik bass yang kencang.


Yang lainnya berjoget dan berdansa bersama menikmati tahun baru, begitu juga dengan Edric.


"Come on baby" Edric mengajak Samara untuk berdansa


"Ed" Samara ingin melangkah tapi kakinya terasa berat


Apa yang terjadi? pandangan ku menjadi kabur ya tuhan. Samara mengedipkan mata berusaha melihat Edric


"Beby" Edric menatapnya


"Kenapa diam saja?" Edric heran


"Ed..."


Samara perlahan terjatuh ambruk di atas rerumputan taman.


"BEBY" Teriak Edric panik langsung memeluk tubuh istrinya


Semua orang yang mendengar teriakan Edric ikut berpaling.


"Kakak ipar" Alishka kaget


DEG


"Nona Muda" David ikut panik


DEG


"Samara putriku" Aldebaron dan jane ikut terkejut


DEG


"Samara" Mama rosa juga panik


DEG


"Samara" serentak Pretty, Alvaro, Dominique, Darren, Thalia


Semua orang panik seketika melihat Samara jatuh tidak sadarkan diri.


"Apa yang terjadi nak? Bangun sayang" Jane menangis melihat keadaan putrinya


Edric menggendongnya ke dalam kamar.


"Beby, sadarlah sayang" Edric mengusap telapak tangan Samara


"Beby" Mata Edric berkaca menepuk-nepuk pipi Samara


"Beby, ayo bangun" Mengguncang tubuh Samara


"Come on come to your senses" Teriak Edric panik


"Darren quickly do something" Alishka memukul Darren yang sedang terdiam


"Jangan diam saja!" Bentak Alishka


"Ba..baik" Darren dengan ragu maju kedepan


"Ed, Biar aku coba memeriksanya" Ucap Darren


"Jika terjadi sesuatu maka aku tidak akan memaafkan mu" Edric menarik kerah kemeja Darren


"Oke, oke aku akan coba" Darren menelan salivanya takut

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung.....


__ADS_2