Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Mendadak Terkenal


__ADS_3

Karakter Istimewa



Dominique orang memanggilnya Domi, adalah Model sekaligus Seniman Aktris/Dancer terkenal di London ,, Domi sering di undang ke acara perusahaan yang terkenal di London untuk meriahkan acara,, Namun bayarannya tidak sedikit di atas rata rata karena dance yang dia tampilkan selalu amazing, sampai detik ini belum ada yang bisa menggeser posisinya sebagai dancer terbaik, dia bermusuhan dengan Fiona Callista merupakan saingan beratnya dalam entertainment world.



Thalia adalah model/aktris, dia sahabatnya Dominique.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Arthur sedang menonton televisi, tak sengaja ia melihat kakaknya ada di siaran live hari ini,, Arthur pun akhirnya mengetahui suami kakaknya itu.


*oh ternyata tuan Edric itu kakak ipar ku,, tidak ku sangka Samara bisa menikah dengannya,, memang sih aku tidak sempat melihat suami kakak ku di waktu pernikahan,, ternyata bosku adalah suami kak Samara*


Arthur pun memberitau orang tuanya bahwa kakaknya menjadi brand ambassador pada produk terbaru perusahaan tersebut,, Aldebaron dan Jane pun tersenyum melihat putrinya.


Beredar berita di seluruh sosmed, wanita cantik yang menggantikan Fiona Callista menjadi brand ambassador adalah istri dari CEO muda yang tampan.


Kini Samara menjadi topik pembicaraan terkini,,


seluruh kota telah mengetahui identitas istri sang CEO itu.


Samara telah selesai mempromosikan produk, dia beristirahat di ruangan yang telah di sediakan,, sementara Edric di luar sedang di kerubungi reporter dan banyak pertanyaan yang tertuju pada Edric.


"Apakah wanita tersebut adalah istri anda yaitu Samara Caroline,, tuan tolong berikan kepastian anda?"


Seorang reporter memberi pertanyaan pada Edric,, Edric memalingkan wajahnya, dia sangat malas jika harus berurusan dengan reporter,, David berusaha untuk menghindari reporter dan memberikan jalan untuk tuan mudanya.


Namun mereka tidak dapat menghindar,, sehingga Edric mengeluarkan suaranya.


"Yes she is my wife,, my wife named Samara Caroline" Setelah memberi kepastian Edric pergi meninggalkan para reporter


Samara terkejut melihat akun instagramnya begitu banyak followers,, Samara sangat heran dalam 1 hari begitu banyak dm di akun sosmednya itu.


*Geez, bagaimana ini? semua orang sudah mengetahuinya,, aku tidak akan bisa hidup dengan tenang* Samara memejamkan mata, dia sangat letih terutama dia memikirkan apa yang akan terjadi.


Exhibition event telah berakhir, semua orang telah meninggalkan lokasi, kecuali Alishka dia masih duduk di area pameran,, Alishka sedang melamun.


*kenapa bisa kakak ipar yang jadi brand ambassador? kak Fiona dimana? dia bahkan tidak terlihat,, ada apa sebenarnya* Alishka masih bertanya tanya dalam pikirannya.


Edric menyandarkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan,, Edric dapat melihat Samara yang berada di ruangan itu juga.


*kenapa dia harus ada disini juga,, ahh kenapa harus dia? kenapa tidak wanita lain saja sih* Edric sangat kesal.

__ADS_1


Seorang pegawai datang memberikan informasi.


"Excuse me sir,, banyak perusahaan luar negri yang ingin memasarkan produk kita, mereka juga tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan kita,, ini berkat nona Samara, dia melakukannya dengan sangat baik tuan"


Edric melirik Samara lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Alright good job,, pergilah dan urus klien kita dengan baik, pastikan kerja sama itu berhasil"


Pegawai membungkukan badan lalu pergi.


Samara dapat melihatnya karena jarak Edric dengannya tidak jauh,, Samara ingin memberikan minuman yang dia pegang untuk Edric dan Samara menghampiri Edric.


"Hmm sayang, kau pasti haus kan.. Ini minumlah" Samara tersenyum dan duduk di samping Edric


Edric membelai rambut Samara, namun tiba-tiba Edric menariknya sehingga membuat Samara kesakitan.


"Aww, ini sakit tuan,, tolong lepaskan aku" Samara berusaha melepaskan tangan Edric


"Kau berusaha untuk merayuku? sayang sekali rayuan mu itu tidak berguna" Edric melepaskan rambut Samara dengan kasar sampai wanita itu terjatuh


Ya begitu lah CEO itu memang sangat kejam,, tidak ada kata CINTA di dalam hidupnya, hanya ada KEBENCIAN mendalam.


David yang melihat Samara terjatuh ingin membantu namun Edric mencegahnya.


"Biarkan dia bangkit sendiri,, dia itu bukan anak kecil" Edric menatap Samara dengan sangat tajam


*maafkan saya nona Samara, saya tidak bisa membantu anda,, tuan kenapa anda bisa begitu kejam? apa anda belum bisa menerima nona Samara* David menundukkan kepalanya


Edric bangkit dari duduknya.


"Dav, take me home"


Edric meminta David untuk mengantarnya pulang,, David pun langsung menuju mobil, Edric meninggalkan Samara yang masih terduduk.


Samara menangis hatinya sangat perih, dia telah mencintai pria yang kasar dan juga kejam.


*kenapa? kenapa nasibku harus seperti ini? kenapa aku harus mencintai pria yang tidak bisa menghargai wanita,, kenapa perasaan ini harus datang, hiks hiks* Samara mengusap air matanya, lalu dia menghampiri Alishka.


"Kakak ipar,, kau keren sekali, kau bahkan tidak terlihat gugup,, wah ternyata kau berbakat jadi model ya"


Alishka memberikan jempol untuk Samara,, namun Alishka memperhatikan wajah Samara seperti habis menangis.


"Samara are you okay? apa kau habis menangis" Alishka menatap Samara ingin mencari jawaban kenapa wanita itu bisa menangis


"No, I'm not crying,, aku hanya kelilipan debu, mungkin karna itu mataku berair" Jawab Samara berbohong

__ADS_1


"Come on let's go home" Samara mengajak Alishka untuk pulang


Namun saat ingin pulang Alishka merasa lapar,, dia meminta Samara untuk ke cafe sebentar untuk membeli makanan.


Samara pun ke cafe membeli makanan untuk Alishka,, saat memesan tak sengaja Samara mendengar percakapan dua orang wanita yang duduk di belakangnya.


"Wow Dom, you are so brave,, kau sudah menantang seorang model terkenal" Thalia tertawa melihat sahabatnya itu


"Hahaha, dia itu hanya model untuk apa takut dengannya,, dia sendiri yang sudah memulai permusuhan, jika aku tidak bisa menjatuhkannya nama ku bukan Dominique"


Dominique tertawa, dia sangat senang bisa mengalahkan lawannya.


"Oh ya, kau tadi bertemu Fiona kan,, seperti apa reaksinya? apa dia sudah tau kalau kau yang mengerjai mobilnya,, sampai dia terlambat datang ke pameran" Tanya Thalia penasaran


Dominique meneguk minumannya sampai habis.


"Ya aku sendiri yang memberi tau dia" Dengan santai Dominique menjawab


"Have you gone mad? dia bisa membalas perbuatan mu kapan saja" Thalia heran dengan jalan pikiran sahabatnya itu


"Itulah yang sedang ku tunggu,, aku ingin lihat sejauh apa nyalinya berhadapan dengan ku, hahaha" Dominique tertawa tanpa rasa takut


Samara yang mendengar itu pun terkejut.


*oh ternyata mereka ini penyebab Fiona tidak datang ke acara pelounchingan tersebut,, siapa wanita ini? kenapa dia memusuhi Fiona.. aku harus cepat pergi dari sini*


Samara buru buru pergi tidak ingin sampai Dominique melihatnya,, namun Dominique melihatnya berjalan dengan cepat.


*wanita itu? bukankah dia wanita yang ada di pameran produk itu* Dominique langsung mengikuti Samara


Samara baru keluar dari cafe tapi Dominique menghadangnya dari depan,, Samara menundukkan wajahnya berusaha menghindari


Dominique melipat tangan nya di dada.


"Kenapa kau ingin cepat pergi dari sini? apa kau mendengar sesuatu" Dominique memegang dagu Samara dan mengangkat wajahnya


"Sorry, tapi aku sedang terburu buru,, adikku sudah menunggu ku" Samara hendak pergi, lagi-lagi Dominique menghalangi


"Hey, listen to me ,, jika kau tidak mengacaukan ku maka aku tidak akan mengacaukan mu,, kau ingat itu" Dominique pun pergi meninggalkan Samara


Begitulah Dominique, dia bisa menjadi teman yang begitu baik namun dia juga bisa menjadi musuh yang sangat jahat.


Samara masih berusaha mencerna perkataan Dominique dan kembali ke mobil Alishka.


Bersambung...

__ADS_1


Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻


__ADS_2