Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Gaun Untuk Istriku


__ADS_3

Hai hai hai, Selamat sore pembaca setiaku πŸ€—


Aku ingin bilang terimakasih banyak sudah setia menanti kelanjutan cerita ini πŸ™πŸ» Meskipun radar lama author updatenya 😁


Tapi percayalah, rambutku sampai putih memikirkan kisah Edric dan yang lainnya 🀣


Oke, sudah cukup author mengoceh ya πŸ˜† Mari kita lanjut πŸ‘‡πŸ»


...🌿🌿🌿🌿🌿🌿...


Alesya masih terpaku memandang kepergian Edric dan Pretty,, masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Apa yang spesial dari gadis itu? Aku bahkan jauh lebih baik darinya, tapi dia tidak ingin memandang ku sama sekali. Batin Alesya geram


Sementara Bella hanya menatapnya, gadis itu tertawa kecil tanpa suara.


Dia terlihat syok? Apa nona Alesya menyukai tuan itu? Jadi ingin bersaing dengan miss ya,, sayang sekali sepertinya tuan itu lebih suka dengan miss di bandingkan dengan mu nona. Batin Bella tertawa


"Apa yang kau lihat?" Tanya Alesya ketus


"Tidak nona" Bella geleng kepala


"Minggir" Alesya menabrak bahu Bella saat melewatinya


Bella hanya melihat Alesya yang perlahan menghilang dari pandangannya.


"Pasti dia merasa sangat malu" Bella tertawa kecil


"Wah, miss sangat beruntung dapat kekasih seperti tuan tadi" Gumam Bella sambil duduk kembali


Sementara di luar hotel tepat di halaman parkir Edric masih menggandeng tangan Pretty,, namun karena merasa tidak perlu lagi, Pretty menghempaskan tangan Edric dengan kuat.


"Hentikan, Rich" Pretty melepaskan tangannya


Edric yang tidak sadar terkejut, karena Pretty melepaskan tangannya dengan kasar.


"Kau.." Edric melotot


"Apa?" Pretty lebih melotot


"Kau ini sebenarnya kenapa Rich?" Tanya pretty kesal


"Kenapa kau melakukan hal seperti itu di depan nona Alesya?" Pretty semakin geram


"Apa yang aku lakukan?" Edric balik marah


"Aku melakukan sama seperti apa yang kau lakukan padaku waktu itu" Jelas Edric


"Hah?" Dahi Pretty berkerut bingung


"Kau ingat saja sendiri" Balas Edric acuh


Edric beranjak dan duduk di bangku taman dekat hotel, bak seorang kekasih yang sedang merajuk.


Apa yang dia maksud? Saat itu ... Pretty memutar otak mengingat sesuatu dan tiba-tiba saja dia terbahak.


"Hahaha, astaga" Pretty terkekeh


"Rich" Pretty menatap Edric masih terkekeh


Pretty mendekat dan duduk di samping Edric, dia terus memandang wajah Edric sampai kembali terbahak.


"Hahaha, kau lucu sekali Rich" Pretty tidak berhenti tertawa


Namun Edric justru memasang wajah masam, membuat Pretty semakin terkekeh.


"Ada apa sayang? Kenapa wajahmu begitu? Bukankah tadi kau yang menarik ku untuk kesini" Rayu Pretty memegang dagu Edric


"Cih" Edric menatap datar


"Kau memang pintar bermain sandiwara" Cibir Edric


"Hahaha, Aku?" Pretty lagi-lagi terkekeh


"Baiklah, jadi kau sengaja melakukan itu? Agar nona Alesya berhenti mendekatimu? Benar yang ku katakan?" Pretty kembali ke mode serius


"Humm" Edric mengangguk


"Aku tidak ingin kehadirannya merusak kesenanganku" Ucap Edric


Meskipun Edric tidak tau jika Alesya menyukainya, namun Edric dapat melihat tatapan Alesya yang memiliki arti lain,, karena itu Edric memilih untuk melakukan sandiwara.


"Umm, okay" Pretty mengangguk paham


"Aku akan membantu mu,, dan aku akan berperan sebaik mungkin sampai tidak ada yang tau, jika aku ini adik sepupu mu" Pretty dengan bangga memuji aktingnya


"Bukankah aku ini berbakat? Bagaimana jika aku ikut casting film? Pasti akan lolos kan?" Pretty terus mengoceh


"Dih" Edric muak melihat tingkah Pretty yang lebay itu


"Yaya, terserah" Jawab Edric malas


"Kenapa panas sekali disini" Gerutu Edric gerah


Edric melonggarkan dasinya agar tidak merasa pengap, dan tiba-tiba Pretty mengeluarkan kipas angin mini dari tasnya.


Setelah kipas itu hidup di arahkan ke wajah Edric yang sudah berkeringat,, Edric yang tadinya gerah langsung merasa sejuk dan menoleh.


"Apa ini?" Edric heran

__ADS_1


"Ini kipas angin portable, selain ukurannya yang kecil,, ini bisa di bawa kemanapun dan bisa di pakai kapapun" Jelas Pretty tersenyum


"Bagaimana? Sudah merasa sejuk kan?" Tanya Pretty


"Terimakasih" Edric tersenyum kecut


"Ya sudah, pegang sendiri" Pretty menyerahkan kipas mini itu ke tangan Edric


"Heh, kau" Edric geram


Jika ada yang berani melawan Edric? Iya tentu saja itu Pretty.


"Pretty" Bentak Edric


Tapi Pretty tidak perduli dan berjalan menjauhinya.


"Dasar sepupu laknat" Maki Edric tanpa terdengar oleh Pretty


Namun saat itu David kembali dengan mengendarai mobil dan hampir menabrak Pretty.


"Ahhh" Pretty teriak kaget


David langsung injak rem mendadak dan mobil langsung berhenti.


"Hufft, Hampir saja" David tarik nafas


"Apa nona suda gila? Bagaimana jika tadi nona tertabrak? Nona bisa celaka" David keluar marah marah


"Kenapa kau menyalahkan aku?" Ketus Pretty kesal


"Nona Pretty, kau.." David belum siap bicara


"Bagaimana aku bisa tau? Kalau kau tiba-tiba muncul membawa mobil? Aku ini bukan peramal, dasar bodoh" Gerutu Pretty


Pretty hendak pergi namun tangan Edric menahannya.


"Mau pergi? Urusan kita belum selesai honey" Ucap Edric menyela tiba-tiba


"Tuan muda" David langsung berdiri tegak


Ehh, apa tadi? Tuan muda memanggilnya honey? . David heran


"Rich, aku lelah" Pretty memasang wajah lesuh


"Apa? Lelah?" Edric menaikkan sebelah alisnya


"Kau belum melakukan apapun sudah lelah?"


"Tapi Rich.."


"Tidak ada tapi-tapi, ayo ikut denganku" Paksa Edric


"Dav, ayo pergi ke Westfield Stratford City" Titah Edric


"Baik tuan muda" Meskipun bingung David tetap menurut


"Oh iya, mana ponsel yang ku suruh kau beli?" Menagih


"Ini tuan" Menyerahkan


"Ini honey, ponsel barumu" Edric menyerahkan ponsel yang masih tersegel itu pada Pretty


Kenapa dia terus memanggilku honey? Apa nona Alesya masih memperhatikan ku. Pretty menatap Edric


"Ini untukku?" Pretty ragu


"Tentu saja, ayo kita pergi honey" Edric tersenyum manis


Lalu membukakan pintu mobil untuk Pretty,, sebelum masuk ke mobil mata Pretty menyapu sekeliling, dan benar saja Alesya ada di ambang pintu masuk hotel melihat ke arah mereka.


Ahh, jadi begitu. Pretty mengangguk


"Terimakasih ya sayang" Pretty mencubit pipi Edric gemas


"Ayo" Pretty tersenyum dan masuk ke mobil


Kurang ajar, kau sudah berani menyentuh wajahku ya. Gerutu Edric tersenyum getir


Sementara David semakin bingung dan heran melihat tingkah keduanya yang membuat David curiga.


Tuan muda dan nona Pretty? Ada apa dengan mereka. David pusing


David melajukan mobil menuju tempat yang di minta Edric,, Tak lama setelah mobil keluar dari arena hotel.


Gadis yang memantau dari jauh terasa panas dan terbakar.


"Ihh, menyebalkan" Ucap Alesya kesal


"Siapa gadis itu sih?" Gerutu Alesya


"Ya, Pretty?"


"Benar, namanya tadi Pretty" Gumam Alesya


"Baiklah, kita lihat saja,, sampai kapan aku bisa menggeser posisimu, nona Pretty" Alesya tersenyum sinis


...----------------...


Mobil sudah berhenti tepat di Westfield Stratford City. Saat ini edric dan pretty sedang menelesuri koridor mall.

__ADS_1


"Rich, untuk apa kita kesini?" Tanya Pretty


"Aku sudah katakan akan datang, jadi sebaiknya kau diam dan ikuti saja" Balas Edric tanpa menoleh


"Cepat sedikit, sudah tidak ada waktu" Edric menarik lengan Pretty


David hanya mengekor di belakang mereka, masih memutar otak untuk menebak apa yang terjadi? Di antara tuan mudanya dengan Pretty.


Sebenarnya mereka ini mau apa? Kenapa mereka mesra sekali, ini bukan sifat tuan muda yang ku kenal. Batin David


Mereka berhenti di sebuah toko gaun, dimana terdapat semua gaun mewah dan cantik yang ada di toko tersebut.


Dan sepertinya toko juga milik Edric,, karena itu sang manager toko langsung yang melayani.


"Selamat datang tuan dan nona" Manager hormat


"Apa yang anda inginkan tuan?" Sang manager menatap Edric


"Keluarkan semua gaun terbaik yang kau punya" Titah Edric


"Aku ingin sesuatu yang istimewa untuk istriku" Edric tersenyum


"Baik tuan, mohon tunggu sebentar" Sang manager dengan sigap menyuruh karyawannya


Tak lama karyawan membuat barisan gaun yang semuanya terlihat cantik dan indah.


"Please sir, this is all for the best" Ucap sang manager


Edric mengamati semua gaun itu,, lalu melirik Pretty yang juga melihat gaun-gaun tersebut.


"Pilih mana yang kau suka?" Kata Edric ke Pretty


"Tapi Rich.." Pretty ragu


"Cepat" Perintah itu terdengar sangat dingin


Pretty dengan cepat mengecek kondisi kain pada semua gaun dengan hati-hati, dia sebenarnya takut pilihannya itu salah.


Aku harus pilih yang mana? Rich ini sangat bodoh sekali, bagaimana jika Samara tidak sependapat denganku? Bagaimana aku tau Samara akan suka atau tidak. Batin Pretty


Pretty terus melihat lihat gaun, dan sesekali melirik Edric yang terus memantaunya.


Dan pandangan Pretty tertuju pada satu gaun yang terlihat indah namun tidak mencolok.


"Rich" Panggil pretty


"Ya?" Edric menoleh


"Aku suka ini" Pretty menunjuk gaun tersebut


"Okay" Edric tersenyum


"Aku ingin itu untuk istriku" Kata Edric ke manager


"Baik tuan" Sang manager langsung mengerti


"Tunggu" Panggil Edric


Edric mendekat ke Pretty dan menatapnya.


"Kenapa?" Pretty heran


"Pilih satu lagi" Pinta Edric


"Satu lagi?" Pretty heran


"Karena kau sudah membantuku, dan aku hanya ingin mengucapkan terimakasih" Edric tersenyum


"Kau pilih gaun yang kau suka untukmu"


"Really?" Pretty terlihat semangat


"Yes" Edric mengangguk


"Okay" Pretty langsung berlari mengamati kembali gaun-gaun indah itu


Setelah selesai memilih gaun dan Edric yang membayar semuanya,, Edric dan Pretty memilih untuk pulang kerumah.


"Kau ingin kerumahku? Atau kembali ke hotel?" Tanya edric


"Aku kembali ke hotel saja, lagi pula masih ada yang harus ku selesaikan" Pretty tersenyum


"Kalau begitu kita pulang bersama" Edric takut meninggalkan sepupunya


"Tidak perlu, aku naik taxi saja" Ucap pretty yakin


"Kau yakin?" Edric ragu


"Ya, terimakasih untuk gaunnya" Pretty tersenyum mengangkat paper bag


"Humm, itu hanya hadiah kecil untukmu" Edric tersenyum


Mereka pun berpisah setelahnya,, pretty pun berjalan menuju halte hendak menuggu bus atau taxi yang lewat.


Tanpa pretty sadari sepasang mata sedang memperhatikannya dari jauh.


Bersambung....


...See you again guys ❀...

__ADS_1


__ADS_2