Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Masa Lalu Alishka


__ADS_3

"Duduk disini, dan tunggu sampai aku selesai" pinta samara


"Jadi kau mengajak ku turun, untuk menunggu mu? begitu beby?" edric melipat kedua tangannya


"Ya itu benar,, bukankah sudah ku katakan, kalau malam ini aku akan memasak" samara tersenyum


"Sungguh? kau benar benar akan pergi ke dapur?" edric sedikit tercengang


"Tentu saja,, diam disitu dan jangan kemana mana" teriak samara saat beranjak ke dapur.


Samara sudah tiba di dapur,, para koki saling pandang menatap heran.


"Nona muda, ada apa nona? jika nona butuh sesuatu katakan saja, nona tidak perlu sampai masuk ke dapur nona" salah satu koki sudah mulai panik


*jika nona muda sampai kesini,, ini pertanda buruk, tuan muda bisa marah besar* pikir koki tersebut


"Aku ingin memasak disini,, jadi kalian bisa menyingkir dulu kan" samara tersenyum dengan manis


"Apa? nona muda mau memasak?" koki yang lain ikut terkejut sampai mengangkat wajahnya.


Plakk


Pak hendy dengan kasar memukul kepala koki tersebut agar menunduk,


"Apa kau lupa peraturan yang dibuat tuan muda? jangan pernah menatap nona muda lebih dari 5 detik" tegas pak hendy


"Maaf pak" koki tersebut menundukkan wajah menyesal


*apa? peraturan macam apa itu? pantas saja tidak ada yang berani melihatku, jadi selama ini karena peraturan yang tidak masuk akal begitu? dia itu tidak waras ya, dasar cemburuan* samara tersenyum getir.


"Ya sudah pergilah,, aku ingin memasak sendiri" titah samara


"Tapi nona, biar kami yang mengerjakannya,, nona bisa memberi arahan saja" ucap sang koki tetap menunduk


"Tidak, aku ingin memasak sendiri untuk suamiku,, apa kau tidak mengerti juga?" samara sedikit marah


"Tapi nona"


"Tidak ada tapi tapi,, aku ini nona muda kalian, lakukan perkataan ku dan pergi dari sini" dengan bangga samara mencoba mengusir para koki yang mencegahnya


"Atau kalian ingin ku aduhkan pada tuan muda" ancam samara


"Baik nona" para koki pergi menuju rumah belakang


Pak hendy hanya geleng kepala melihat samara yang keras kepala.


"Nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya pak hendy mengawasi samara


"Sudah, pak hendy lebih baik istirahat saja ya,, saya bisa sendiri" titah samara


"Baik nona, saya permisi" pak hendy undur diri


Samara mulai meracik bumbu dan menyediakan semua bahan yang telah dia beli dipasar bersama edric,,, samara memasak dengan teliti.


Sementara edric menunggu dimeja makan, lelaki itu terlihat jenuh.


"Nona muda tidak ingin dibantu tuan,, nona menyuruh semua koki untuk pergi meninggalkan dapur" pak hendy memberi informasi


"Biarkan saja, lakukan apa yang dia inginkan jangan membantah" ucap edric tersenyum


"Baik tuan muda" pak hendy kembali mengawasi samara dari jauh


Edric mulai mengecek ponselnya,,


"Mamah pergi ke luar kota" edric bergumam sendiri


"Pak hendy, apa mamah pergi?" tanya edric


"Iya tuan,, nyonya pergi sejak sore, nyonya bilang ingin mengunjungi seorang teman" jelas pak hendy


"Baiklah, terimakasih pak" edric tersenyum datar


Karena jenuh edric mengambil majalah dan melihat lihat,, tampak gambar fiona yang ada di majalah.


"Hmm, ternyata dia semakin terkenal ya" edric tersenyum smirk


"Dia tidak pernah kembali? apa dia sudah mendapatkan pria lain?" pikiran edric penuh tanda tanya


Tak lama samara datang membawa nampan,, samara menyiapkan semua hidangan yang telah dibuatnya di hadapan edric.


"Ini semua hasil masakan mu beby?" edric terkejut ada begitu banyak makanan


"Benar, silahkan dicicipi yang mulia" samara sedikit tertawa


"Beby, ini terlalu banyak untukku" edric menatap semua makanan didepannya


"Aku akan ikut makan dengamu sayang,, setelah kau mencicipinya" balas samara tersenyum


"OK" edric manggut manggut


Edric mulai mencicipi setiap menu, sesendok dan sesendok,, dalam sekejap matanya langsung berbinar.


"Ini sangat enak, beby" senyum edric mengembang


"Kau luar biasa beby" lanjut edric kembali menyantap makanannya


"Aku kira kau tidak akan menyukainya, terimakasih" samara terharu


"Ayo makan bersamaku" edric menyuapi samara


Mereka makan saling memberi suapan, sampai akhirnya mereka selesai makan.


"Pak hendy, katakan pada semuanya mulai besok para koki harus mengikuti masakan istriku" titah edric


"Baik tuan muda" pak hendy langsung memberi perubahan dalam resep masakan.


"Apa tidak masalah? kalau mamah tidak suka bagaimana?" samara terlihat ragu


"Kau tenang saja beby" edric hanya tersenyum


"Aku tidak melihat alishka sejak pulang kerumah,, apa dia sudah tidur?" tanya samara


"Pak hendy" teriak edric


"Iya tuan muda"


"Dimana alishka?"


"Sejak siang nona alishka pergi keluar tuan"


"Sampai sekarang dia tidak kembali?"


"Benar tuan"


"Baiklah, kau boleh pergi"


Edric memandang jam didinding, sudah pukul 9 malam.


*dimana kau? sudah berani melanggar aturan ku* edric terlihat murka


"Sayang" samara mencoba mendekat karena terlihat edric emosi


"Beby, pergilah ke kamar, dan jangan keluar sampai aku menyusul" edric menatap samara datar


"Sayang, ada apa?" samara heran


"Beby, masuk ke kamar sekarang" bentak edric


Samara terdiam, dan langsung berlari menuju kamarnya.


...----------------...


Tidak membutuhkan waktu lama untuk alishka pulang kerumah,


"Aku pulang" teriak alishka saat memasuki rumah


"Wah, Daebak" edric bertepuk tangan menghampiri alishka


"Daebak? sejak kapan kau menggunakan bahasa korea" alishka terheran


"Bukankah itu yang sering diucapkan dalam drama korea mu" edric duduk menyilangkan kakinya


"Duduklah, aku ingin bicara denganmu" titah edric


"Apa ada masalah? tidak biasanya kau ingin bicara denganku" alishka ikut duduk di sofa


"Pak hendy, perintahkan seluruh pelayan untuk meninggalkan rumah utama" edric memberi kode


"Baik tuan muda" pak hendy menundukkan wajah sebelum pergi


Alishka terlihat kebingungan dengan situasi yang akan dia hadapi,, gadis itu melihat ke kanan dan ke kiri, tidak ada orang satu pun.


*kenapa kak edric mengusir semua orang? kenapa aku merasa seperti akan di intimidasi? aku tau jika aku adik kandungnya,, tapi bagaimanapun dia itu terkenal CEO yang kejam dan tidak kenal ampun* alishka mulai merinding


"Dimana mamah dan kakak ipar? mereka tidak terlihat?" tanya alishka mulai takut


"Tidak ada,, sekarang hanya akan ada kita berdua" ucap edric santai meneguk minumannya


"Oh begitukah?" alishka berusaha tenang


*ada apa ini? apa kak edric sudah mengetahui hubungan ku dengan david? tapi itu tidak mungkin* alishka mulai takut


"Ya, bisa aku mulai sekarang?" edric menatap alishka dengan tajam


"Yes of course, silahkan" alishka tersenyum getir


"Sebelumnya, apa tidak ada yang ingin kau katakan padaku?" edric menatap adiknya datar


"Tidak kak" jawab alishka masih bersikap santai


"Sungguh? baiklah, kalau begitu aku yang akan bertanya" edric melipat kedua tangannya di dada


"Bukankah ini akhir pekan?" tanya edric sambil bersandar di sofa


"Ya, benar ini weekend" alishka masih menatap mata edric


"Hah, kalau begitu kau tidak mungkin bekerja di akhir pekan,, tapi, kenapa kau kembali sampai larut malam?" edric menekan suaranya


"Alishka, kau tau ini sudah melebihi batas kebebasan mu" bentak edric setengah berteriak


Suara edric berhasil membuat gadis itu terkejut,


"Aku tau,, maaf kak" alishka menunduk tidak berani menatap kakaknya


"Apa kau merasa takut?" edric merendahkan suaranya


"Hey, angkat wajahmu itu,, dan katakan dari mana saja kau hari ini?" bentak edric


"Maafkan aku kak" dengan berani alishka menatap sambil menangis


"Kau tau, aku membatasi kebebasan mu,, itu karena kesalahan mu dimasa lalu" edric memalingkan wajahnya


"Aku tau" alishka menganggukkan kepalanya


...~Flashback~...


Hari itu adalah hari istimewa bagi alishka, di karenakan hari itu alishka akan wisuda,, gadis itu telah menyelesaikan studinya.


Alishka turun kebawah, gadis itu terlihat sangat cantik tubuhnya dibalut gaun putih yang indah.


"Wah, sepertinya kau sangat bersemangat,, kau terlihat cantik" edric tersenyum menatap adiknya

__ADS_1


"Tentu saja,, hari ini aku akan wisuda, aku harus menjadi paling cantik" alishka tersenyum manis


"Tapi nona, setiap hari anda selalu terlihat cantik" bisik david mendekati alishka


"Sungguh? terimakasih david" balas alishka tersenyum malu


"Apa yang kalian bicarakan? cepatlah, mamah sudah menunggu disana" titah edric


"Apa kau akan mengantarku?" tanya alishka


"Ya, apa yang kau tunggu? ayo" edric menarik tangan adiknya


"Silahkan nona" david tersenyum membuka pintu mobil


Mereka menuju gedung Royal Halbert Hall, merupakan gedung ternama di London.



Acara wisuda telah terlaksana,, alishka mendapatkan peringkat pertama dengan IPK 3,99 ,, gadis itu memang sangat cerdas,, bahkan semasa ujian dia tidak pernah bermain curang, dia telah membuktikan bahwa dia memang unggul bukan karena menyuap pihak sekolah.


"Selamat ya sayang, mamah bangga sama kamu" mamah rosa mencium kening putrinya


"Terimakasih mah" alishka tersenyum senang


"Congratulations, nona alishka" edric memberikan buket bunga untuk adiknya


"Thank you" alishka memeluk kakaknya


"Acara sudah selesai tuan,, anda dan keluarga sudah bisa kembali" ucap david


"Baiklah, kalau begitu ayo kita pulang" ajak edric


Mamah rosa langsung masuk ke mobil,,


"Alishka" teriak stevi dari belakang


"Stevi" alishka menoleh


"Selamat untukmu ya, aku ikut senang" stevi memeluk sahabatnya dengan erat


"Hehe, terimakasih ya" alishka membalas pelukan stevi


"Ehh, kau sudah mau pulang? kita bahkan belum foto bersama" stevi terlihat sedih


"Iya, maaf ya" alishka juga merasa sedih


"Tidak bisakah? kau pulang bersamaku, alishka ini hari kelulusan kita" pinta stevi


"Kakak, aku disini dulu ya" alishka memohon


"Tidak, kau harus pulang bersamaku" tegas edric


"Kakak ayolah,, lagian aku sudah besar, aku bisa pulang sendiri" alishka merengek


"Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu,, apa kau mengerti?" bentak edric


"Tidak akan ada yang terjadi kakak,, aku bersama stevi" alishka masih memohon


"Yaya, baiklah ,, ingat, jangan pulang larut malam" edric tidak bisa menolak permintaan adiknya


"OK" alishka tersenyum senang.


Tak lama edric langsung masuk mobil meninggalkan alishka,, selama di perjalanan edric tidak merasa tenang


"Tuan, apa tidak sebaiknya kita menunggu nona" david merasa tidak enak


"Tidak perlu,, mungkin memang sudah saatnya memberi kebebasan untuknya" edric tersenyum


...----------------...


Sementara di halaman gedung, alishka masih berfoto bersama stevi,,


"1, 2, 3, ya" ucap sang photografer


"Sekali lagi tuan" pinta stevi


"Ayo gaya bebas" ucap stevi


Mereka foto bersama sebanyak mungkin,,


"Hah, alishka tidak ku sangka,, kita akhirnya lulus juga" stevi memeluk alishka


"Tapi, kau tetap yang terbaik diantara kami" lanjut stevi tersenyum


"Ya aku juga tidak menyangka,, aku mendapatkan peringkat pertama" alishka tersenyum


"Wah, kau terlihat sangat cantik,, aku iri padamu" stevi menatap alishka


"Haha, kau ini bicara apa ,, kau juga sama cantiknya" alishka tertawa


Mereka akhirnya tertawa bersama.


"Setelah ini, apa yang kau rencanakan?" tanya alishka


"Aku ingin bekerja,, aku akan melamar di perusahaan terkenal Alliance Michael" ucap stevi antusias


"Benarkah? aku tidak yakin mereka menerimamu" alishka menatap stevi


"Kenapa? apa alasannya mereka tidak menerimaku?" tanya stevi bingung


"Karena kau itu bodoh, haha" alishka tertawa meledek


"Sialan, meskipun tidak setinggi dirimu,, aku tidak sebodoh itu, nilai IPK ku 3,50" ucap stevi bangga


"Iya iya" alishka tertawa


"Hai, alishka" seorang pria menyapa alishka


"Selamat untukmu, telah mendapatkan peringkat pertama" Deon mengulurkan tangan tersenyum


"Terimakasih" balas alishka datar


Dan menerima salam dari deon,,


"Apa kau tidak memberi selamat untukku" ucap stevi


"Tentu saja,, selamat untuk kelulusan kita"


"Dan jika kalian ada waktu, aku ingin mengundang kalian ,, aku mengadakan pesta kelulusan" deon tersenyum


"Pesta kelulusan?" alishka dan stevi bersamaaan


"Ya benar, aku sudah mengundang semuanya,, dan aku harap kalian juga datang" deon tersenyum


"Tapi dimana itu?" tanya stevi


"Aku sudah memboking cafe,, aku sudah mengirim alamatnya di grup komunitas sekolah" balas deon


"Apa kalian akan datang?" tanya deon menatap alishka penuh makna


"Tentu, kami akan datang,, ya kan alishka?" stevi menatap alishka


"Hah? aku? kak edric tidak mungkin mengijinkan ku stevi" alishka geleng kepala


"Dia pasti marah" alishka ragu


"Ini cuma pesta kelulusan,, hanya sekali saja alishka" stevi melas


"Hmm, baiklah tapi aku tidak janji ya" alishka tersenyum


"Bagus,, kalau begitu aku akan menunggu jam 8 malam" ucap deon, lalu pergi.


...----------------...


Didalam kamar alishka sudah bersiap untuk pergi sesuai janjinya dengan stevi,, namun, gadis itu belum beranjak dari kasurnya.


"Bagaimana jika kak edric marah? tapi ini kan hanya sekali" alishka masih berfikir


Dengan berani gadis itu melangkah keluar kamar,, diruang tamu terlihat edric sedang menatap ponsel.


"Kakak" alishka menghampiri


"Ada apa?" edric masih fokus ke layar ponselnya


"Aku ingin pergi" ucap alishka


"Kemana?" edric masih santai


"Pesta kelulusan" alishka takut takut menjawab


"Kau ingin pergi? malam malam begini?" edric langsung menatap adiknya


"Acaranya mulai jam 8 malam kak" balas alishka


"Apa kau pikir aku akan mengijinkan mu keluar dengan pakaian terbuka seperti ini" bentak edric


"Apa yang salah dengan penampilanku? kakak aku sudah dewasa" alishka sedikit merajuk


"Sudah dewasa bukan berarti kau bisa berpakaian seenaknya" ucap edric sedikit menekan


"Pokoknya aku mau pergi,, aku tidak pernah minta apapun pada kakak, tapi sekarang aku mau pergi" alishka tetap pada pendiriannya


"Apa kau sudah gila?" teriak edric


"Kakak aku serius,, stevi sudah menungguku didepan, aku sudah berjanji denganya" alishka masih ingin pergi


"Alishka, aku bukan melarangmu ,, tapi jika terjadi sesuatu padamu? apa temanmu itu akan memastikan keselamatanmu" ucap edric penuh kelembutan


"Kakak tidak akan ada yang terjadi,, percayalah" alishka tersenyum


"Baiklah, kau boleh pergi,, tapi kau harus pulang tepat jam 9" tegas edric


"Baiklah,, aku akan mengingatnya" alishka tersenyum lalu pergi meninggalkan rumah


...----------------...


Sampai di cafe tempat dimana pesta kelulusan diadakan oleh deon,, Alishka mengenakan gaun berwarna hitam.



Terlihat suasana cafe sudah ramai,,


"Hai, deon" teriak stevi saat memasuki cafe


"Hai, akhirnya kau datang" deon menghampiri


"Apa alishka juga datang?" tanya deon


"Ya, itu alishka" stevi menunjuk gadis yang baru masuk ke cafe


"Cantik sekali" ucap deon menatap alishka dari bawah sampai atas


Matanya tidak berkedip memandang alishka,, tatapannya sangat aneh.


"Aku senang kau mau datang di pesta ku ini" ucap deon mengecup tangan alishka


"Ehh, iya" alishka sedikit risih dengan sikap deon


"Kau sangat cantik alishka" deon menatap seluruh lekuk tubuh gadis itu


"Terimakasih" alishka tersenyum

__ADS_1


"Ayo nikmati pestanya" deon menarik tangan alishka


"Disini berisik sekali" alishka terganggu dengan suara musik yang kuat


"Ya tentu saja,, mereka semua menyukai musik, karena itu aku menyediakan dj" deon tersenyum menatap bibir alishka


"Apa kau tidak pernah ke pesta?" deon sangat penasaran dengan gadis dihadapannya ini


*dia benar benar manis,, aku harus mendapatkannya* deon tersenyum jahat


"Tidak, aku tidak pernah ke pesta,, kakak ku selalu melarangku" balas alishka dengan polos


"Dimana stevi? aku tidak melihatnya" alishka menoleh ke kanan ke kiri


"Mungkin dia sedang menikmati pesta, biarkan saja" balas deon


"Minumlah" deon memberikan gelas berisi wiski


"Maaf, tapi aku tidak minum ini" tolak alishka


"Santai saja, ini hanya soda bukan alkohol" ucap deon berbohong


Alishka menatap deon, lalu meneguk minuman tersebut


"Habiskan saja,, itu akan membuat mu lebih relax" deon tersenyum puas


Alishka langsung menghabiskan tanpa tersisa,, kesadarannya mulai hilang,,


"Mau tambah lagi?" rayu deon


"Ya, rasanya sangat manis" ucap alishka mulai mabuk


Deon terus menuangkan wiski ke gelas alishka sampai alishka mabuk berat,,


"Deon, kepala ku sakit" ucap alishka dengan nada yang berat


Alishka berusaha berdiri tegak, namun tidak bisa,, gadis itu mulai berjalan sempoyongan,, deon memegang bahu alishka.


"Ayo istirahat saja dulu" deon membawa alishka ke lantai 2


Dimana tidak ada orang satu pun di atas,,


"Aku ingin pulang" alishka merengek


Deon langsung menggendongnya masuk ke dalam sebuah kamar,, meletakkan alishka di tempat tidur.


"Deon, aku mau pulang, biarkan aku pulang" alishka mulai menangis


"Tunggu beby,, kita masih harus menikmati malam ini" ucap deon membuka kemejanya


"Tidak, aku tidak mau" alishka menangis dalam mabuk


"Ayolah beby" deon memaksa untuk membuka pakaian alishka


"Deon, jangan" alishka terisak sambil memukul dada deon.


...----------------...


Sementara edric dirumah terlihat gelisah dan cemas,, hatinya tidak tenang.


"David, cepat cari alishka,, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi" teriak edric


"Baik tuan muda" david langsung melacak lokasi alishka


"Nona alishka berada di cafe, yang tidak jauh dari sini tuan" ucap david


"Cepat antar aku kesana"


Edric langsung keluar dari rumahnya menuju tempat alishka berada,,


Dan setiba di cafe, edric langsung masuk dan melihat suasana cafe yang begitu ramai.


"Brengsek, kenapa banyak pria disini" gerutu edric


"Hey, dimana adikku" teriak edric saat melihat stevi


"Maaf tuan, saya tidak tau" stevi ketakutan


"Hah, sialan kau" edric hampir menampar gadis itu, dengan cepat david mencegahnya


"Hentikan tuan,, lebih baik kita mencari nona alishka" david menahan tangan tuan mudanya


"Cepat, kau cari dia" bentak edric


"Katakan dimana mereka?" bentak david kepada pemilik cafe


"Tuan deon memesan kamar di lantai 2 dan membawa gadis itu bersamanya" ucap sang pemilik cafe


Mendengar itu edric langsung menuju kamar yang ada di lantai 2,,


Di dalam kamar, deon membuka resleting gaun alishka secara perlahan ,,


"Deon, jangan, aku mau pulang" alishka masih menangis dan terus merengek


"Sabar beby,, kau akan menikmatinya" deon ingin mencumbu alishka.


Brak


Edric mendobrak pintu kamar dengan kuat,,


"Hey, bajingan"


Edric menarik deon, dan langsung meninju wajahnya sampai berdarah


"Berani kau menyentuhnya, bajingan" edric sangat murka


"Tuan" david yang melihat alishka dalam keadaan mabuk, sangat marah.


"Jangan kotori tangan anda tuan" ucap david


"Kau ingin menghajarnya?" edric mendorong deon, menyerahkan kepada david


David langsung menyeret deon keluar dari cafe,, ke tempat dimana tidak ada orang yang melihatnya.


Sementara edric menggendong adiknya masuk ke mobil, menutupi tubuh gadis itu dengan jasnya.


"Kau menyentuh nona alishka dengan tangan ini" amarah david memuncak


David langsung mematahkan tangan itu,,


"Ahhh, ampun" teriak deon kesakitan


"Tidak ada ampun bagimu" bentak david,


"Hah" david terus meninju wajah deon, sampai wajahnya berlumuran darah.


"Jangan sampai aku melihatmu,, atau kau akan tiada" ancam david


Meninggalkan deon yang terbaring di tanah.


"Apa kau sudah membereskan bajingan itu?" tanya edric yang masih murka


"Sudah tuan,, anda tenang saja"


"Bagus,, dia akan menyesal karena pernah lahir kedunia" edric tersenyum jahat


Mereka langsung kembali ke rumah utama.


Begitu tiba dirumah, terlihat alishka sudah sadar.


"Kakak" alishka bangun menangis


"Sudah ku katakan padamu sebelumnya, tapi kau tetap pergi" edric memalingkan wajahnya


"Kau tau, apa yang akan terjadi padamu? jika aku tidak ada" bentak edric dengan kemarahan


Edric membanting meja yang ada di hadapannya


"Hiks hiks, maafkan aku kak" alishka semakin menangis


"David, bawa dia pergi dari hadapanku" teriak edric


"Nona pergilah ke kamar anda" ucap david


"Kakak" alishka memegang tangan edric


"Jangan menyentuhku" edric menepis tangan alishka


"Apa kau pergi untuk menemui pria itu?" tanya edric


"Jika kau ingin cepat menikah? maka aku akan menikahkan mu sekarang juga" ucap edric dengan marah


"Tidak kak, tidak" alishka geleng kepala menangis


"Aku minta maaf kak,, aku tidak akan mengulanginya" alishka menyesal


"Mulai sekarang kau tidak bisa keluar sesukamu,, mulai detik ini kau dihukum" bentak edric lalu pergi meninggalkan ruangan.


...~Flashback Done~...


Alishka menangis teringat masa lalunya,,


"Apa kau ingin aku menambah hukumanmu? apa hukuman yang ku berikan tidak cukup?" tanya edric masih menatap adiknya


"Kakak maafkan aku,, aku bisa menjelaskannya" pinta alishka


Pretty masuk kedalam rumah,, dia melihat alishka menangis di hadapan edric.


"Sudahlah, itu bukan urusanku" ucap pretty malas melihat alishka


Pretty menaiki tangga menuju kamar,,


"Katakan padaku alishka,, hukuman apa yang harus ku berikan padamu?" tanya edric setengah berteriak


"Kau tau ini sudah larut malam,, tapi kau baru kembali? sesuatu bisa saja terjadi padamu alishka" edric menurunkan nada bicaranya


Pretty menghela nafas, lalu berbalik.


"Sudahlah rich,, kau jangan terus memarahinya" ucap pretty


"Dia pergi untuk mengunjungi david" lanjut pretty


"Bangun alishka, pergilah ke kamar mu" pretty membantu alishka berdiri


"Pretty, aku belum selesai bicara dengannya" bentak edric


"Jika kau ingin bicara,, bicarakan besok saja, jangan menyakitinya seperti ini rich" ucap pretty


"Cepat alishka, masuk ke kamar mu" lanjut pretty


Alishka menatap edric lalu pergi ke kamarnya,,


"Mungkin dia pernah melakukan kesalahan,, tapi dia itu adikmu rich, kau harus bisa lebih lembut" lanjut pretty


"Aku tidak ingin menyakitinya,, aku hanya takut hal itu terjadi lagi" edric terduduk di sofa


"Aku tau kau menyayanginya,, sudahlah, sebaiknya kau istirahat" pretty menepuk bahu edric.


Bersambung......


...Pembaca yang bijak akan meninggalkan tempat 🙏🏻...

__ADS_1


__ADS_2