
Mr Hugo ππ»
Hugo Rayburn, sang pengusaha terkenal di dunia. Kekayaannya jangan di pertanyakan lagi, 7 keturunan tidak akan habis,, dan kepintarannya menurun pada putranya Alvaro Rayburn. Tuan hugo adalah seorang duda, karena istrinya meninggal disaat melahirkan putra keduanya,, sejak saat itu banyak wanita dewasa yang berburu mendapatkan hatinya yang sampai saat ini masih tertutup rapat,, pesonanya bahkan tidak kalah dengan putranya.
...----------------...
Makan malam telah selesai,, saat ini semua orang saling mengobrol satu sama lain,, dan tak terasa malam semakin larut, tuan hugo pamit undur diri.
"Terimakasih atas undangan anda nyonya rosa, saya pasti akan menyempatkan waktu saya untuk berkunjung lain waktu" ucap tuan hugo tersenyum
"Saya juga berterimakasih tuan, anda sudah bersedia mampir kerumah saya" balas mamah rosa
"Kalau begitu kami permisi ya nyonya rosa,, karena ini sudah sangat malam" seru tuan hugo
"Varo, ayo kita kembali kerumah" tuan hugo menatap putranya
Alvaro yang sedang asik berbincang dengan edric dan pretty,, langsung berdiri dan pamit kepada semua orang.
"Baiklah, aku pulang ya" seru alvaro menepuk punggung edric
Alvaro menghampiri papahnya yang sudah menunggu,, mereka keluar menuju pintu utama.
Pemilik rumah mengantar sampai depan pintu,, dan saling bersalaman.
"Be careful Mr Hugo" mamah rosa tersenyum
Tuan hugo menoleh dan hanya membalas dengan senyuman,, lalu masuk ke dalam mobil.
"Umm, pandangan papah tidak pernah lepas dari aunty rosa" gumam alvaro pelan
Tak lama dia menyusul masuk ke dalam mobil,, dia terus memperhatikan papahnya itu, senyuman terus mengembang di bibir tuan hugo.
Dan mamah rosa memandang kepergian tuan hugo sampai mobil itu menghilang dari pandangannya,, mamah rosa sedikit melamun.
"Aunty" panggil pretty menghampiri
"Mobilnya sudah pergi aunty" seru pretty
Namun mamah rosa tidak menjawab, senyuman masih menghiasi bibir wanita paruh baya itu.
"Aunty" pretty menepuk bahu mamah rosa
"Hah" sontak mamah rosa langsung terkejut
"Ada apa pretty?" tanya mamah rosa kaget
"Mobil uncle hugo sudah pergi,, tapi aunty masih saja menatap ke arah gerbang" ucap pretty menatap mamah rosa
"Haha, aunty hanya lelah,, jadi aunty sedikit melamun" balas mamah rosa kikuk
"Ayo masuk, disini dingin" ajak mamah rosa
"Umm, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres" lirih pretty memandang mamah rosa dari belakang
Pretty mengikuti mamah rosa masuk ke dalam rumah utama,, terlihat yang lainnya masih duduk di ruang tamu sambil mengobrol.
Alishka masih bergelantungan manja di lengan david,, bahagia? tentu saja, itulah yang dirasakan alishka pada saat ini,, dan david sesekali tersenyum memandangi kekasihnya itu, tidak ada yang lebih membahagiakan di banding bersama sang pujaan hati,, itulah yang di rasakan david.
Mamah rosa tersenyum senang, melihat kemesraaan putri dan kekasihnya itu,, berbeda dengan pretty yang memasang wajah ketat dan datar.
*hufft, paling malas melihat orang yang di mabuk cinta begini, apa mereka harus pamer kemesraan begitu, cih* cibir pretty dalam hati
Pretty yang malas melihat alishka dan david langsung pergi, menaiki tangga menuju kamar yang biasa di tempati,, dan jack dapat melihat jelas kekesalan dari wajah putrinya.
Sementara sepasang suami istri sedang saling menatap satu sama lain,, dengan posisi edric duduk di sofa, dan samara tidur di sofa namun kepalanya di pangkuan edric.
Samara membelai pipih edric dengan tangannya, matanya memperhatikan wajah sang suami dengan seksama,, edric hanya tersenyum memandangi sang istri.
"Kau tau, dengan wajahmu yang seperti ini,, semua wanita akan tergila-gila padamu ed,, kau bahkan tidak memiliki kekurangan sedikitpun" seru samara
"Apa kau barusan mengakui kalau suamimu ini sangat tampan?" edric sedikit mengulas senyum
"Humm, kata jelek tidak pantas untukmu" gerutu samara
"Hahaha, ternyata istriku sedang cemburu? apa kau takut wanita lain merebutku?" goda edric
"Jika suaminya setampan ini? wanita mana yang tidak takut" samara cemberut
"Jangan takut beby, jika aku sudah jatuh hati pada satu wanita,, wanita manapun tidak akan bisa menyentuhku" edric tersenyum
Tangan edric mulai bermain-main di rambut samara,, dimatanya rambut itu sangat menggemaskan, sesekali mengusap dan mencium rambut istrinya.
Samara hanya membiarkan suaminya bermain dirambutnya,, wanita itu sedikit tertawa melihat tingkah suaminya.
Tak lama suara jack membuat semua orang menoleh,, ke pemilik suara.
__ADS_1
"Kakak ipar" lirih jack
"Ya jack" sahut mamah rosa
"Kalau begitu aku permisi ya kak,, aku takut kemalaman dijalan" seru jack pamit
"Oh, mau pulang sekarang?" tanya mamah rosa, dan dijawab anggukkan kepala oleh jack
"Yaya, aku panggilkan pretty dulu ya" ucap mamah rosa
Belum sempat mamah rosa beranjak, pretty sudah turun dengan membawa kopernya.
"Aku sudah siap daddy" seru pretty menghampiri
"Pretty, ternyata kamu sudah bersiap" mamah rosa tersenyum
"Pretty, izin pamit pada aunty rosa" ucap jack
Sesuai perintah daddynya, pretty pamit dan tidak lupa menyalami tangan mamah rosa,, setelah itu pretty menghampiri edric dan samara.
"Rich, jangan sampai kau tergoda rayuan sampah fiona,, ingat aku selalu memantau" bisik pretty di telinga edric
Edric hanya membalas anggukkan kepala, dan menepuk bahu gadis itu.
"Alright, be careful" ucap edric
"OK" pretty mengedipkan sebelah matanya
"Jaga rich dengan baik, jauhkan dia dari fiona,, wanita itu bisa melakukan apa saja" bisik pretty di telinga samara
Samara sedikit kaget, namun dia hanya membalas dengan tersenyum.
"Baiklah, aku pergi ya" pretty tersenyum
Namun pretty tidak sekalipun menoleh ke alishka dan david, dia langsung pergi ke arah pintu utama.
"Daddy, aku tunggu di mobil" teriak pretty beranjak keluar
Jack hanya menghela nafas, entah ada masalah apa putrinya dengan keponakannya? sampai tidak berpamitan? itulah yang ada dipikiran jack.
"Kakak ipar, aku pergi" ucap jack
"Iya, hati-hati jack" mamah rossa tersenyum
"Edric, alishka" jack hanya tersenyum menatap kedua keponakannya
"Hati-hati uncle" ucap alishka dan edric bersamaan
"David? kamu menginap disini saja ya?" pinta mamah rosa
"Tapi nyonya, apa tidak masalah?" david segan
"Tentu saja tidak,, kamu akan menjadi bagian keluarga ini" mamah rosa tersenyum
"Ayo kita masuk,, sebaiknya kita istirahat" ajak mamah rosa
Semua orang masuk dan menuju kamar mereka masing masing,, mamah rosa sudah tidak terlihat.
Dan edric menggandeng samara menaiki tangga menuju kamarnya,, begitu juga dengan alishka dan david, namun kedua pasangan ini berpisah di tangga,, karena kamar mereka berbeda.
"Aku masih ingin bersamamu" bisik david
Pria itu tidak ingin berpisah dari kekasihnya.
"Aku juga masih merindukan mu david,, tapi belum waktunya untuk kita" alishka sedikit tertawa
"Sudah, aku lelah ingin istirahat" pinta alishka
"Baiklah, pergilah ke kamarmu" david tersenyum
Setelah memastikan gadis yang dia cintai masuk kekamarnya,, dia juga masuk kedalam kamar yang di sediakan untuknya.
...----------------...
Jack sudah sampai di mansionnya,, security membuka gerbang agar mobilnya bisa masuk.
Begitu mobil berhenti, jack keluar mobil dan membukakan pintu mobil untuk putrinya.
"Thank you daddy" pretty tersenyum, di perlakukan manis oleh daddynya
"Ayo masuk, rumah ini sudah lama merindukan mu" ucap jack
"Hahaha, aku juga rindu rumah ini" pretty tertawa
Ayah dan anak itu pun masuk ke mansionnya,, bangunan yang besar dan elegant, dapat terlihat dari lampu lampu kristal yang tergantung di plafon.
Cahaya lampu membuat seisi ruangan menjadi hidup saat malam hari,, itu sangat indah.
__ADS_1
"Hah, aku sangat merindukan kamarku" ucap pretty saat sampai di depan kamarnya
"Istirahatlah, kau pasti lelah kan" jack tersenyum
"Aku tidur duluan ya dad" pretty izin
"Pretty" jack menahan pretty
"Ada apa daddy?" pretty heran
"Daddy tidak tau apa masalah mu dengan alishka? tapi daddy bisa melihat hubungan kalian saat ini sedang tidak baik" ucap jack serius
"Daddy.." pretty ingin bicara
"Dengarkan daddy pretty, kita bisa mencintai seseorang,, tapi kita tidak bisa memaksa orang itu untuk mencintai kita, daddy harap kau bisa mengerti itu pretty" lanjut jack
"Tidurlah" jack menepuk bahu putrinya
Kemudian jack berlalu pergi ke kamarnya sendiri, meninggalkan pretty yang masih mencerna perkataanya.
...----------------...
Malam telah berganti pagi,, hari ini david sudah kembali memulai tugasnya sebagai asisten edric.
Dia sudah bersiap pagi pagi sekali,, david menuruni anak tangga, senyumnya mengembang saat melihat sang pujaan hati sudah ada di meja makan.
Alishka juga tersenyum menatap david,, entah apa yang mendorong gadis itu untuk bangun lebih pagi,, sementara mamah rosa berjalan menuju dapur.
Wanita paruh baya itu memperhatikan para koki yang memasak,, mamah rosa sedikit mengerutkan dahinya.
"Bukankah aku tidak pernah memberikan resep sederhana seperti ini?" tanya mamah rosa
Para koki terlihat bingung,, sepertinya mamah rosa baru menyadari adanya perubahan dalam resep masakan.
"Pak hendy, ada perubahan dalam masakan?" mamah rosa menatap pak hendy si penanggung jawab rumah utama
"Maaf nyonya, tuan muda meminta para koki untuk mengikuti resep masakan nona muda" ucap pak hendy menunduk
"Samara bisa memasak?" tanya mamah rosa
"Iya nyonya, nona muda pernah memasak disaat nyonya tidak ada" tutur pak hendy
"Tapi kenapa tidak ada konfirmasi dulu ke saya?" mamah rosa terlihat marah
"Maaf nyonya, tuan muda yang memintanya"
Wajah mamah rosa terlihat sedikit kesal, dan tidak ada senyuman.
"Jika nyonya ingin? saya akan merubah kembali semua resep masakan" ucap pak hendy
"Tidak perlu, jika edric yang memintanya maka kalian harus menurutinya" tegas mamah rosa, namun wajahnya masih merasa kesal
Mamah rosa berlalu meninggalkan dapur,, kembali ke meja makan
"Wanita itu benar benar sudah merubah putraku" lirih mamah rosa, menatap samara datar
Terlihat edric dan samara baru menuruni anak tangga,, hendak menuju meja makan.
"Silahkan tuan" david mempersilahkan
"Ternyata kau masih ingat dengan tugasmu ya" edric mencibir
"Tentu saja tuan" david menunduk
Samara tersenyum kepada ibu mertuanya,, namun mamah rosa hanya menatapnya acuh, itu membuat samara bingung.
Para pelayan sudah menghidangkan makanan di atas meja,, alishka terlihat antusias.
"Ahh, aku sudah lapar,, baunya enak sekali" seru alishka
"Beby" edric mengkode minta di ambilkan
Samara dengan sigap menyiapkan piring dan mengambil lauk untuk edric,, edric langsung tersenyum, lalu sarapan dengan lahap.
Semua terlihat sedang menikmati sarapan,, namun tidak dengan mamah rosa, wanita paruh baya itu hanya menatap semua makanan di atas meja, tidak menyentuhnya sedikitpun.
"Mamah tidak makan?" tanya alishka heran
"Tidak, sudah kenyang" balas mamah rosa acuh
"Lagi pula mamah tidak lapar" ucap mamah rosa menatap sinis ke samara
Samara terlihat heran dengan sikap mertuanya itu,,
*kenapa mamah tiba tiba berubah?* pikir samara
Bersambung...
__ADS_1
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak ππ»
Dikit dulu ya guys π