
...~Flashback~...
Edric memberi perintah kepada bagian percetakan untuk menyebarkan brosur parfum colorkey ke seluruh penjuru kota London.
"Cepat bagikan brosur itu,, pastikan semua perusahaan menerimanya"
Edric menyuruh semua bawahannya untuk menyebarkan brosur tersebut dan menawarkan kerja sama kepada perusahaan lain.
"Baik tuan muda"
Semua pegawai pun pergi meninggalkan ruangan,, hanya tinggal David seorang asisten yang selalu setia di samping tuan muda.
"Dav, apa semua sudah selesai"
Edric bertanya perihal kunjungan Alvaro.
"Sudah tuan muda,, semua sudah di persiapkan"
David dengan detail menjelaskan pada Edric, meskipun David tidak terlalu suka dengan Alvaro, namun David tetap menghargai Alvaro.
*Kenapa sih dia harus kembali ke London,, kenapa tidak di Belgia selamanya, sungguh menyebalkan*
David sedikit murung wajahnya mulai berubah.
...~Flashback Done~...
Alvaro telah sampai di gerbang utama,, para security pun membukakan gerbang untuk Alvaro, Alvaro melajukan mobilnya sampai di depan rumah utama.
Seorang pelayan memberi kabar pada David,, David pun langsung menuju kamar Edric untuk memberi informasi kedatangan Alvaro.
Di dalam kamar Edric memeluk Samara dari belakang saat Samara sedang berdiri di depan cermin.
"Bagaimana penampilan ku? apa ini sudah cocok" Samara bertanya perihal penampilannya.
"Kau terlihat sempurna,, Aku bahkan tidak ikhlas jika dia harus melihat kecantikan mu"
Edric masih memeluk Samara dan menempelkan wajahnya di bahu Samara,, Samara tertawa mendengar Edric bicara seakan akan cemburu pada temannya sendiri.
"Uhh, sayang,, Kau tidak mungkin cemburu kan pada teman mu sendiri"
Edric mengeratkan pelukannya.
"Tentu saja aku cemburu,, tidak ada satu pun lelaki yang boleh melihat mu,, Sebaiknya kau ganti gaunmu dengan yang biasa saja,, ini terlalu cantik untuk mu"
Edric mulai sensitif dengan apa yang di pakai Samara,, itu selalu terjadi sejak dia mulai mencintai wanita itu.
Samara pun menjadi bingung dengan sikap Edric yang berlebihan.
*bukan aku yang cantik, tapi kau yang terlalu tampan wahai tuan muda,, sadarlah*
Samara tidak habis pikir Edric bisa cemburu yang berlebihan bahkan di saat orangnya belum tiba di rumah.
"Baiklah, aku akan ganti dengan yang lain saja,, tapi aku mohon kau duduk dulu dan tunggu aku ya"
Samara mengambil stelan pakaian warna hitam, lalu menggantinya di kamar mandi.
Kemudian Samara keluar setelah selesai mengganti pakaiannya,, menghampiri Edric yang menunggu di sofa.
"Ayo kita turun ke bawah" Ajak Samara
Namun Edric menarik Samara agar duduk di sofa bersama dengannya.
"Aku masih ingin bersama mu"
Edric membelai wajah Samara,, mencium kening kemudian mencium kedua pipi Samara, kemudian Edric mengelus bibir Samara,, Samara tersenyum malu.
__ADS_1
Edric mendekatkan wajahnya menatap bibir istrinya yang sangat mungil.
*aku ingin sekali menciumnya, apa dia akan marah*
Edric mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Samara,, jantung Samara berdetak kencang dan memejamkan matanya.
Jarak bibir mereka semakin dekat dan semakin dekat.
Tok tok tok !!!
Suara ketukan pintu mengejutkan Edric,, Edric langsung menoleh ke arah pintu dan berdiri.
*sial, kenapa harus ada yang mengganggu di saat seperti ini* Edric pun memberi jawaban
"Masuk"
Mendengar suara Edric, Samara membuka matanya,, melihat Edric sudah berdiri, dia sedikit bingung, lalu dia melihat David dari arah pintu.
"Tuan muda, Tuan Alvaro sudah datang tuan"
David memberi tau Edric perihal kedatangan Alvaro.
"Baiklah,, aku akan turun"
Edric menggandeng tangan Samara,, lalu keluar menuruni anak tangga,, David pun mengikuti dari belakang,, David memberi kode pada Pak Hendy untuk menyiapkan makan malam.
Rosa yang sudah di tau perihal kedatangan Alvaro pun,, ikut menyambut Alvaro menuju pintu utama.
Alvaro keluar dari mobilnya dan langsung berjalan menuju rumah Edric,, Edric sudah berada di depan pintu utama, disampingnya ada Samara dan juga Rosa,, David juga ada di belakangnya.
"Welcome friend"
Mereka saling berpelukan,, kemudian Alvaro memberi salam pada Rosa.
"Hi aunty,, aunty semakin cantik saja"
"Kau bisa saja ,, ayo mari masuk.. kita makan malam bersama"
Mereka pun masuk ke dalam rumah.
"Dimana gadis kecil ku ,, aku tidak melihatnya"
Mata Alvaro melihat sekeliling mencari keberadaan Alishka.
"Dia ada, paling sedang menonton drama korea"
Edric menunjuk ke ruang tengah, ya memang benar Alishka sedang menonton televisi,, Bahkan Alishka sampai tertawa terbahak-bahak karena adegan yang lucu di drama tersebut.
Alvaro yang melihat Alishka langsung menghampirinya,, namun Alishka tidak tau tentang kedatangan Alvaro.
Alvaro menepuk pundak Alishka dari belakang.
"Apa sih kak,, jangan ganggu aku .. aku lagi seru nonton drakor"
Alishka masih belum berbalik, Lagi-lagi Alvaro menepuk pundaknya,, Alishka pun sontak langsung berbalik.
"Oppa"
Alishka terkejut Alvaro ada di belakangnya,, Alvaro pun merentangkan tangannya.
"Hey little girl,, apa kau tidak merindukan ku"
Alishka pun langsung memeluk Alvaro,, Alvaro pun juga memeluk Alishka.
David yang melihat itu pun hatinya ngilu,, dia ingin drama itu segera berakhir.
__ADS_1
*dengan begitu mudah Nona Alishka memeluknya,, sampai kapan aku harus melihat ini*
Alishka memang sangat dekat dengan Alvaro,, karena itu Alishka memanggilnya dengan panggilan khusus ,, karena Alvaro sering datang di saat dia masih sekolah,, dibandingkan Edric dia justru lebih manja dengan Alvaro meskipun bukan kakak kandungnya.
"Oppa, kenapa lama sekali baru datang"
Alishka sangat manja jika Alvaro ada di rumahnya,, Alvaro pun mengusap usap kepala Alishka.
"Maaf ya,, oppa lama datangnya... kan oppa di Belgia ngurus perusahaan"
Alvaro mencubit pipi Alishka dengan geram.
"Aww , sakit loh oppa"
Alishka memegang pipinya,, Alvaro tertawa.
"Dulu kau segini , sekarang sudah setinggi ini,, cepat juga bertumbuhan mu ya"
Alvaro mengukur tinggi Alishka dengan tangannya.
"Iya dong,, aku kan tidak kecil terus"
Alishka tersenyum membuat wajah imut,, Edric dan Samara tertawa melihat tingkah Alishka.
"Sudah sudah , ayo kita makan dulu"
Rosa pun menyuruh yang lain untuk makan bersama.
Alvaro duduk tepat di sebelah Alishka,, Melihat itu Rosa pun salah mengartikan kedekatan mereka..
"Varo, ini kan pertama kalinya setelah 2 tahun kamu berkunjung .. apa tidak sebaiknya kamu menginap saja disini"
Rosa membuka suara di meja makan.
"Iya aunty,, rencana juga ingin menginap beberapa hari saja"
Alvaro tersenyum, lalu menatap Alishka.
"Makan yang banyak,, biar gemuk"
Alvaro menambahkan lauk di piring Alishka,, Alishka pun jadi kesal dan memukul lengan Alvaro.
"Ihh, oppa aku gak mau gemuk ahh"
Alishka cemberut tapi Alvaro tertawa.
Melihat itu Rosa menjadi yakin jika di antara mereka ada perasaan.
"Varo, kalian kan sudah dekat sudah mengenal satu sama lain,, Apa tidak sebaiknya kalian menjalin hubungan yang serius? tunangan misalnya,, aunty senang kok kalau kamu bisa jadi bagian dari keluarga kita"
Duuaarrr
Seketika badai menghantam Alvaro dan Alishka.
Alvaro langsung menunduk tidak tau harus bicara apa terhadap Rosa,, Alishka pun merasa lemas, bisa-bisanya ibunya membicarakan pertunangan tanpa bertanya dahulu padanya.
Samara menatap keduanya dengan bingung,, begitu juga dengan Edric yang tau jika Alvaro sudah punya kekasih.
Dan David lah yang paling terpukul, sudah sangat lama dia menaruh hati pada adik perempuan bosnya itu,, Hatinya hancur mendengar Rosa mengatakan perihal pertunangan Alishka dan Alvaro.
David mengira harapannya sudah hancur berkeping-keping,, Dia mengepalkan tangannya.
Suasana pun berubah menjadi hening.
Bersambung.....
__ADS_1
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻