
Hello, welcome back to my novel π€
Ada yang rindu author gak?? Atau rindu sama Babang Edric? π€
Alhamdulilah author sudah pulih dan akan melanjutkan cerita ini kembali ya guys,, So let's just go ππ»
Note : Lebih baik baca sehabis buka puasa ya π
...----------------...
Masih di siang bolong,, Edric dan Samara masih melakukan perang bibir mereka didalam mobil.
Keduanya saling menikmati perpaduan bibir mereka,, Sentuhan Edric bahkan mengalihkan kesadaran Samara.
Tanpa di sadari Edric mulai membuka resleting baju Samara,, Tangan Edric sibuk menurunkan baju yang menjadi penghalang baginya, Sementara bibirnya masih setia menempel di bibir sang istri.
Setelah resleting terbuka sepenuhnya, Edric langsung menurunkan gaun Samara sampai setengah tubuhnya terlihat,, Beruntung mobil Edric dilapisi kaca kedap suara dan bahkan dari luar para penjaga tidak bisa melihat apapun.
Edric me..ra..ba dua benda kenyal yang masih berada dibalik penutup kain,, Merasa tidak puas, Edric langsung melepaskan kaitan kain tersebut.
Maka menyembul lah kedua benda kenyal nan padat milik Samara,, Edric me..re..mas dan sesekali memainkan pu..ti..ng di tengahnya.
"Eummm" Samara menggeliat menahan rasa geli
Sejenak Edric melepas ciuman mereka,, Dan menatap wajah sang istri, Tapi tangannya masih aktif di area favoritenya.
"Please stop" Pinta Samara
"Tahan sebentar saja beby" Lirih Edric
Samara yang sudah lemas menjadi pasrah saja,, Dan Edric mulai mencium dari jenjang leher sampai di kedua benda kembar yang begitu menggiurkan baginya.
Edric mulai meng..hisap pu..ting bergantian kanan dan kiri tidak pilih kasih Edric melahap keduanya,, Samara semakin menggelinjang tidak karuan akibat sentuhan demi sentuhan yang di berikan Edric.
"Akhhhh, Ed" Lirih Samara
Lalu menjambak rambut Edric dengan kuat sehingga pria itu menghentikan permainannya.
"Kenapa beby?" Edric menatap Samara
"Aku tidak tahan lagi Ed" Samara tersenyum malu
"Apa maksudmu beby? Kau ingin kita melakukannya lagi seperti semalam?" Edric tersenyum nakal
"Entahlah, Aku tidak tau" Samara menutup wajahnya merasa malu
"Jadi kau ketagihan ya?" Edric terus menggoda
"Tidak" Samara geleng kepala
"Baiklah, Aku akan memberikan service yang spesial untukmu beby" Edric mengedipkan matanya genit
"Service? Apa maksudmu Ed?" Samara mengerutkan dahinya bingung
"Kau akan tau nanti" Edric tersenyum
"Ayo beby" Edric hendak membuka pintu mobil
"Hei !" Samara menghalangi
"Kenapa kau.." Edric lupa
"Bagaimana kau bisa membuka mobil? Tanpa menunggu ku merapikan gaun?" Bentak Samara
"Kau ingin semua orang melihatku seperti ini?" Samara marah
__ADS_1
"Apa yang kau katakan beby? Ada pria yang berbagi udara denganmu saja aku tidak rela" Edric menekan kalimatnya
"Lalu kenapa kau mau membuka pintunya?" Samara cemberut
"Maaf beby" Edric tersenyum
"Baiklah, Biar ku bantu merapikannya" Ucap Edric
Lalu Edric mengambil bra yang tadi dia lepaskan,, Dan membantu samara memakainya.
Setelah itu mereka keluar dari mobil menuju rumah utama,, Terlihat didalam rumah sudah dihiasi penuh dengan dekorasi yang semakin mempercantik ruangan.
Mama Rosa yang berada diruang tamu melihat Edric dan Samara,, Wanita paruh baya itu pun langsung membuka suara.
"Kalian sudah selesai?" Tanya mama Rosa tanpa melihat ke orangnya
Edric dan Samara yang mendengar pertanyaan mamanya terlihat heran saling pandang.
"Mama sudah katakan padamu untuk cepat honeymoon" Pekik mama Rosa
"Tapi kau masih saja keras kepala,, Lihat kan? Kau bahkan tidak kenal tempat untuk melakukannya" Sindir mama Rosa
"Uhuk-uhuk" Merasa tersindir Samara tiba-tiba terbatuk
"Beby, Kau baik baik saja?" Edric langsung cemas
"Ya, Aku baik baik saja" Samara kikuk
"Ed, Apa kau tidak bisa melihatnya? Sam sedang memberikan kode jika dia ingin cepat pergi honeymoon" Mama Rosa asal bicara
"B..bukan..." Samara kaget mendengar penuturan mama Rosa
"Benarkah beby?" Edric tersenyum senang
"Tapi.." Samara tidak bisa bicara
"Hah, Itu lebih baik kan,, Sam berterimakasih lah pada mama, Karena mama sudah mengatakan keinginan mu" Mama Rosa terlihat senang
Samara tercengang tidak habis pikir, Karena keinginan sang mertua yang ingin cepat menimang cucu.
"Iya beby, Bersabarlah sebentar ya" Edric tersenyum sambil mengelus perut Samara
"Ed" Samara merasa malu
Sementara mama Rosa hanya tersenyum melihat anak dan menantunya itu.
"Lebih baik ajak istrimu istirahat Ed,, Nanti malam kita tidak akan bisa istirahat dengan tenang" Seru mama Rosa
"Baiklah ma" Edric mengangguk
Edric menarik tangan Samara agar mengikutinya kedalam kamar,, Mereka menaiki tangga menuju kamarnya.
Setiba didalam kamar Edric langsung mengunci pintu kamar,, Itu membuat jantung Samara berdegup kencang.
Apa yang akan dia lakukan? Kenapa dia mengunci pintunya?. Pikiran kotor mulai memasuki otak Samara
Edric menuntun Samara dan mendudukkannya di tepi kasur,, Samara hanya menurut saja dan duduk.
Lalu Edric membuka jasnya dan juga kemejanya sehingga dia bertelanjang dada,, Samara menelan salivanya sendiri melihat tubuh sispack sang suami.
Edric membungkuk dan mencondongkan wajahnya mendekat ke Samara,, Dan itu semakin dekat, Membuat Samara memejamkan matanya.
"Istirahatlah beby" Bisik Edric ditelinga, Lalu mengecup kening Samara
Dan segera bangkit menuju bathroom untuk membersihkan dirinya,, Saat Edric sudah didalam bathroom Samara langsung buka mata.
__ADS_1
Apa apa'an kau samara? Bisa bisanya kau berpikir mesum, Dasar bodoh. Samara memukul kepalanya
Untuk apa aku menutup mata? Ku pikir dia akan menciumku lagi, Ahh itu memalukan. Samara menghambur ke kasur.
...----------------...
Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda,, David dan Alishka berada di taman belakang rumah, Mereka memang suka menghabiskan waktu berdua ditaman.
"Ada apa sayang?" David menatap kekasihnya itu
"Apa?" Alishka menoleh heran
"Sejak tadi kau terus diam,, Apa yang kau pikirkan?" David mulai duduk menghadap Alishka
"Tidak ada" Alishka geleng kepala
"Sungguh?" David merasa curiga
"Ya" Alishka mengangguk
"Jangan berbohong,, Wajahmu mengatakan kau sedang tidak baik" Pekik David
"Apa terjadi sesuatu saat aku pergi?" David sangat mencemaskan pujaan hatinya itu
"Jangan khawatir,, Aku sungguh baik-baik saja" Alishka tersenyum manis
"Aku legah mendengarnya" David juga tersenyum
David menggenggam jemari Alishka,, Lalu mendekatkan wajah mereka sehingga hampir tidak ada jarak.
"Apa yang kau lakukan? Ini tempat umum banyak yang melihat" Ucap Alishka
"Aku tau" David tersenyum
David menatap bibir mungil milik gadis yang ada dihadapannya itu,, Tak lama David menarik tengkuk leher Alishka.
Lalu David melu..mat bibir kekasihnya itu dengan penuh kerinduan,, Alishka memejamkan mata sambil membalas ciuman David.
Setelah cukup lama mereka beradu bibir, Akhirnya David melepaskan ciuman mereka,, Mereka saling pandang dan tersenyum.
Alishka yang wajahnya mulai memerah, Langsung memeluk David dan menenggelamkan wajahnya didada bidang milik David,, David juga memeluk Alishka sambil mengelus rambut gadisnya yang halus itu.
Tanpa mereka sadari sejak awal Lucy melihat semua yang mereka lakukan,, Seketika Lucy tiba-tiba merasa lemas dan langsung pergi ke kamarnya.
Lucy menutup pintu kamar dan langsung bersandar di pintu,, Tangannya memegang dada yang entah sejak kapan terasa sesak.
"Kenapa ini?" Lucy mencoba mengatur nafas
"Kenapa rasanya sakit" Lucy menepuk dadanya
"Ini sakit sekali" Lucy tiba-tiba menangis
"Ada apa denganku?" Lucy menghapus air matanya
"Kenapa aku menangisinya?" Lucy masih saja menangis
"Mereka memang berpacaran, Tentu saja itu wajar" Lucy bergumam sendiri
"Tapi kenapa perasaanku seperti ini" Lagi-lagi air mata menetes
"Kenapa sesakit ini" Lucy menangis semakin keras
"Hiks hiks hiks"
Bersambung......
__ADS_1