
Di dalam sebuah mansion tempat tinggal nya Dominique,, Terlihat alvaro sedang duduk di sofa di dalam kamar sambil meneguk gelas yang berisi wiski,, Dominique keluar dari bathroom telah mengenakan piyama yang terbuka membuat seluruh lekuk tubuh nya terlihat seksi.
Wanita itu menghampiri alvaro, dan duduk di atas pangkuan lelaki itu ... dominique mengambil gelas dari tangan alvaro dan meneguk gelas itu sampai habis.
Alvaro yang melihat sikap dominique tidak seperti biasa pun terkejut..
"Honey, kenapa kau terlalu dekat ... duduk lah di sampingku, jangan seperti ini" pinta alvaro
"Kenapa honey? apa kau tidak ingin aku berada didekat mu?" tanya dominique sambil membelai pipih alvaro.
"No, not really .. Aku hanya takut terjadi hal yang tidak seharusnya" ucap alvaro
"Apa yang kau takutkan? aku adalah kekasih mu .. Aku menginginkan mu honey" balas dominique yang mulai membuka piyamanya di hadapan alvaro
Dominique hanya menyisakan bra dan underpants yang masih menutupi tubuhnya ... kemudian wanita itu menarik dan mendorong tubuh alvaro ke atas kasur agar tertidur dengan posisi telentang...
Dalam sesaat alvaro terlena dengan keindahan tubuh dominique ... namun lelaki itu langsung tersadar kembali..
"Tidak domi, ini tidak benar" ucap alvaro berusaha menolak permintaan dominique
Alvaro ingin bangun tapi dominique justru naik ke atas tubuhnya, duduk tepat di atas pinggangnya alvaro... membuat lelaki itu tidak bisa bangun.
"Apa yang kau lakukan dom? ku mohon menyingkirlah" ucap alvaro menatap dominique
"Tidak, aku akan tetap seperti ini ... memangnya kenapa honey? s*k* itu hal yang biasa di jaman sekarang" jawab dominique
Tangan dominique mulai membuka kancing kemeja alvaro,, namun alvaro mencegah dominique.
"Jangan memaksa ku untuk melakukannya domi,, ini demi kebaikan mu" bentak alvaro menatap dominique dengan tajam
*aku masih belum menyelesaikan masalah pertunangan,, bagaimana mungkin aku bisa menidurimu seperti ini? aku tidak akan bisa tenang* ucap alvaro dalam hati
"Kenapa kau tidak ingin melakukannya? apa kau tidak mencintaiku? atau ada perempuan lain yang sudah memuaskan mu" balas dominique sembari beranjak turun dari tubuh alvaro, dan kemudian berbalik badan menangis
Alvaro menghela nafas dengan kasar... lalu mendekati dominique.
"Kau jangan salah paham domi, tidak ada perempuan lain selain dirimu... Aku bukan tidak ingin menuruti keinginan mu, tapi aku berusaha untuk tidak merusak mu, karena aku ingin menjaga mu ... Aku ingin melakukan semuanya setelah kita menikah" jelas alvaro sambil memegang tangan dominique
"Kau masih sangat murni,, tidak ada yang pernah menyentuh mu,, apa kau tidak takut? menyerahkan seluruh tubuhmu padaku? bagaimana jika nanti aku meninggalkan mu? bukankah kau sendiri yang akan rugi" lanjut alvaro menatap dominique
Dominique yang mendengar perkataan alvaro pun sadar jika yang dia lakukan itu salah... wajah wanita itu berubah sendu, dia masih meneteskan air mata.
"Jika aku lelaki brengsek, tanpa kau memintanya aku pasti sudah melakukannya sejak pertama kita bertemu" lanjut alvaro lagi
"Maafkan aku honey" ucap dominique yang langsung memeluk alvaro.
Alvaro pun membalas pelukan dominique,,
"Aku sangat mencintai dirimu,, dan cobalah untuk mengerti perkataan ku, tidak semua cinta itu harus ditunjukkan dengan s*k* ... Sudahlah, pakai kembali piyama mu nanti kau bisa masuk angin" balas alvaro tersenyum
Kemudian alvaro mengambil piyama jubah milik dominique dan melingkarkan piyama itu ke tubuh dominique...
"Thank you" ucap dominique tersenyum
Alvaro pun mengecup kening wanitanya dengan sayang... lalu memeluk wanita itu dengan erat...
Namun tiba tiba ponsel nya berdering, alvaro mengangkat panggilan itu... dan wajahnya berubah serius... setelah mematikan telfon alvaro pun pamit kepada dominique.
"Aku harus pergi ,, maaf honey" ucap alvaro lalu memakai jasnya
"Ada apa al? kenapa tiba tiba" tanya dominique penasaran
"Aku harus membantu edric ,, sepertinya adiknya telah diculik" jawab alvaro sambil berjalan keluar kamar menuju mobil
"Apa adiknya seorang gadis?" tanya dominique lagi
"Ya, seorang gadis" jawab alvaro lagi
"Apakah mungkin dia diculik pembunuh berantai? aku pernah mendengar beritanya beberapa hari yang lalu, sudah banyak kasus pembunuhan berantai itu dan pelakunya masih terus berkeliaran" ucap dominique merinding
"Akan ku coba cari tau" balas alvaro yang hendak pergi
"Be careful" teriak dominique saat mobil alvaro mulai menjauh
.....................
Di mansion edric, terlihat samara yang masih menjaga mamah rosa yang belum sadarkan diri... dan edric masih terus mondar mandir dengan gelisah.
seorang bodyguard datang membawa informasi mengenai david...
"Permisi tuan ,, kami mendapat informasi bahwa tuan david tidak ada di Apartmentnya,, dan kami juga menemukan mobil tuan david yang terparkir di pinggiran jalan, namun tuan david tidak ada didalam mobil nya tuan" jelas seorang bodyguard
"Benarkah? dia membawa mobil tapi meninggalkan nya di pinggir jalan begitu saja" ucap edric dengan sangat heran.
*apa yang sebenarnya terjadi? alishka tidak tau ada dimana? dan david, dia juga ntah kemana?" edric sangat stress memikirkan masalah yang terjadi
"Kalau begitu kau cepat pergi ,, bagi 2 team untuk mencari alishka dan david" titah edric
"Baik tuan muda" si bodyguard pun pergi
Tidak lama alvaro datang menemui edric ...
"Ada apa ed ,, sebenarnya kenapa dengan alishka? kenapa bisa menghilang" tanya alvaro dengan serius
__ADS_1
"It's good that you came,, aku tidak bisa menemukan alishka dimana pun,, david juga tidak ada kabar darinya sama sekali" jawab edric sedikit frustasi
"Tenanglah ed, aku akan memerintahkan seluruh subordinate ku untuk mencari mereka" balas alvaro menenangkan edric
Alvaro pun memberi perintah melalui telefon ...
"Kenapa david tidak ada kabar?" tanya alvaro
"Aku tidak tau,, aku mendapat informasi jika dia tidak ada di apartment nya dan dia juga meninggalkan mobil dijalanan" jawab edric
"Meninggalkan mobil dijalanan? apa mungkin david sedang mencari keberadaan alishka" ucap alvaro dari segi pemikirannya
"Kenapa kau begitu yakin?" tanya edric berusaha memecahkan teka teki dari pemikiran alvaro
"Dari yang ku lihat selama ini, asisten mu itu sangat peduli dengan adikmu .. dan ada benarnya juga jika alishka memberi kabar kepada david dan bukan kepada dirimu" jelas alvaro
"Kau benar, dia selalu memberi kabar kepada david ... aku memang bukan kakak yang berguna, seharusnya aku lebih perduli dengannya" ucap edric menutup wajahnya menyesal
"Sekarang bagaimana keadaan alishka? aku tidak bisa hanya menunggu seperti ini" lanjut edric
"Tenanglah ed,, jika alishka bersama dengan david mungkin dia akan aman ,, tapi tidak jika mereka berhadapan dengan pembunuh berantai" ucap alvaro menekan kalimat akhirnya
"Apa maksudmu? alishka diculik pembunuh berantai itu" edric mulai mengepalkan tangannya.
"Ya, semua korbannya adalah seorang gadis ... bisa saja dia juga mengincar alishka" ucap alvaro sambil berusaha mencari jalan dari masalah tersebut...
"Kita harus pergi mencari alishka ,, ayo ikut denganku" edric menarik lengan alvaro yang masih berfikir.
"Tapi kau bahkan tidak tau dimana alishka berada,, kita harus mencari tempat persembunyiannya ed" ucap alvaro
"Kalau begitu ayo kita cari pria brengsek itu,, aku sudah meminta polisi untuk membantu kita" balas edric dengan panik
"OK" alvaro setuju dengan edric
"Beby, tetap dirumah jangan keluar apapun yang terjadi tetap dirumah" ucap edric memberi pesan kepada samara, yang dijawab anggukkan kepala oleh samara
"Kau berhati hatilah ed" ucap samara saat edric pergi
................
Sementara didalam gudang david dan alishka masih harus berhadapan dengan john ... david menatap john yang ada didepan, dan alishka mengumpat dibalik tubuh david.
"Apa kalian sudah siap untuk mati" ucap john sambil tertawa menyeramkan
Meskipun darah telah mengalir dari kepalanya, pria itu masih bisa berdiri dengan kokoh.
Alishka yang ketakutan terus memegang lengan david,, david dengan diam masih menatap john dengan berani,, namun secara diam diam dia memberikan ponsel kepada alishka menyuruhnya menelfon edric.
David mengambil ponsel dari saku celana, lalu alishka dari belakang mengambil alih ponsel david dan menelfon edric tanpa sepengetahuan john, lalu menjatuhkan ponsel di dekat tasnya agar tidak terlihat.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya alishka takut dan cemas
"Aku harus menghadapinya jika kita ingin keluar dari tempat ini" jawab david
"Tidak, itu berbahaya david" cegah alishka
Namun david tetap maju berusaha melawan john...
"Majulah" david menantang john dengan berani, dia bersiap menerima serangan
"Kau sangat menarik ,, bersiaplah untuk pergi ke neraka" ucap john sambil mengelus pisaunya yang tajam
John langsung menyerang david, mencoba menusuk david .. namun david berhasil menghindar,, tapi lagi lagi john menyerang david dengan brutal, john mendorong david ke dinding dan berusaha menusuk mata david,, tapi david menahan menggunakan tangannya.
David sedikit kewalahan karena tenaga john memang sangat kuat,, pisau itu hampir mengenai matanya, tapi david berusaha menahan dengan kuat dan mengambil alih pisau itu ... david mengunci tangan john, lalu melintir telapak tangan john dan membuat pisau itu terlepas dari tangannya.
Kemudian dengan cepat david menunjang tubuh john sampai terpental ke tumpukkan kayu yang ada di gudang,, begitu john terjatuh, david mengambil kesempatan untuk membawa alishka pergi...
"Alishka" david berbalik ke arah alishka
Tapi sayang john justru dari belakang memukul pundak david dengan kayu..
Bug
David menahan rasa sakit nya,, namun john semakin gila , dia menarik david ... dan david pun menyerang balik , mereka terus berkelahi, saling tumbuk dan saling menimpa...
Bug Bug Bug Bug
bisa dikatakan john adalah lawan yang tangguh,, dia sangat kuat meskipun david memberi beberapa pukulan di wajah nya ... dia masih belum mengalah
Wajah david sudah berdarah dan luka akibat ulah john yang terus memukul nya ... nafas david terengah... john menjatuhkan david ke lantai, memberi tumbukkan lagi di wajah david, lalu mencekik leher david dengan kuat ... David hampir kehilangan nafas, namun david meraih kayu yang ada di sampingnya dan memukul john menggunakan kayu itu.
John pun yang kesakitan melepaskan david ... David pun gantian menimpa john dan terus memukuli wajahnya.. sampai john menjadi lemah tak berdaya...
David yang amarahnya sudah memuncak mengambil kayu yang runcing dan ingin menancapkan di tubuh john...
"Pergilah kau ke neraka" teriak david dengan amarah yang membara
Namun melihat john yang sudah melemah terbaring di lantai...david mengurungkan niatnya, dia tidak ingin menjadi pembunuh .. lalu membuang kayu itu.
David yang sudah lemas dan bajunya sudah sangat kotor akibat perkelahian yang sengit pun terduduk.
................
__ADS_1
Dan di dalam perjalanan edric dan alvaro terus berusaha mencari tempat persembunyian pelaku pembunuhan berantai ... namun saat tiba di kantor polisi
Tiba tiba edric mendapat panggilan... edric pun melihat layar ponselnya
"David" ucap edric menatap ke alvaro
"Angkat saja ed,, mungkin saja kita bisa mendapat petunjuk" balas alvaro
Edric pun mengangkat telfonnya... Namun edric tidak mengerti
"Tidak ada jawaban dari david" ucap edric bingung
"Keraskan volumenya" pinta alvaro
Kemudian edric dan alvaro bisa mendengar suara gaduh antara david dan john ...
"Dia menelfon dari tempat pembunuh itu ,, kita bisa melacak ponsel david" seru alvaro
Kemudian mereka melanjutkan pencarian dengan melacak ponsel david.
..............
"David, kau baik baik saja" ucap alishka menghampiri david yang juga sudah lemah
"Tidak perlu memikirkan ku,, yang terpenting adalah kau" balas david menatap alishka
"Kenapa kau menempu bahaya demi aku?" tanya alishka yang menangis menempelkan dahinya ke dahi david
"Karena itu sudah menjadi tugas ku, menjagamu" jawab david dengan suara yang lemah
"Kau selalu mengatakan itu" ucap alishka terus menangis
Namun disaat mereka saling memeluk tiba tiba john masih bangkit mengambil pisau dan ingin menyerang alishka dari belakang... david yang mengetahui itu langsung melindungi alishka.
David menarik alishka ke belakang tubuh nya... sehingga david lah yang tertusuk pisau,, john pun menusuk pisau itu 3 kali ke perut david.. sampai david memuntahkan darah dari mulutnya.
"Daviiiiiiiddddddd" teriak alishka yang melihat david di tusuk
David pun ambruk di pelukan alishka...
"David" alishka membaringkan david di paha nya, tangisnya pecah
Tubuh david bersimba darah,, begitu banyak darah yang mengalir, alishka memegang pisau yang masih menancap di tubuh david.. lalu mencabut pisau itu.
"Kenapa kau melakukan ini david" bentak alishka menangis histeris
"Alishka maafkan aku" ucap david dengan perlahan
"Tidak, seharusnya kau tidak perlu melakukan ini david" alishka memegang wajah david
"Aku tidak ingin terlambat untuk mengatakannya,, meskipun nanti aku akan tiada, tapi aku ingin kau tau .. aku mencintai mu alishka" ucap david
"Aku mencintai mu sejak pertama aku melihat mu" lanjut david yang sudah semakin melemah karena kehilangan banyak darah
"Aku juga mencintaimu david" balas alishka menangis memeluk david
David pun perlahan tidak sadarkan diri....
"David, tidak david" alishka mengguncang tubuh david
"David bangun,, jangan tinggalkan aku" alishka berusaha membangungkan david
"Daviiiddd" teriak alishka histeris
John yang melihat david tidak sadarkan diri,, pun tertawa dengan keras
"Hahaha" tertawa john dengan bangga
"Kekasihmu sudah mati,, sekarang giliran mu beby" john ingin mendekati alishka
Alishka menatap john dengan kebencian mendalam... Dia tidak perduli jika harus mati, dia masih tetap memeluk david di pangkuannya.... alishka memejamkan matanya pasrah.
Namun ... tiba tiba....
"Do not move ,, Menyerahlah anda sudah terkepung" polisi datang menangkap john
Edric dan alvaro pun datang bersamaan...
"Alishka" teriak edric dengan cemas
Alishka pun membuka matanya.... melihat kakaknya sudah datang.
"Kakak" ucap alishka yang masih menangis
"Oh god thank you ,, kau baik baik saja" edric duduk memeluk alishka
"David kak" ucap alishka
"Tolong david kak" lanjut alishka tidak berhenti menangis
Edric pun melihat david yang terluka parah dan tidak sadarkan diri... menyuruh beberapa polisi untuk membawa david kerumah sakit.
Edric memberikan jasnya untuk menutupi tubuh alishka yang terbuka ... Lalu mereka semua pun pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Bersambung....