Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Couples Gathering (part 3)


__ADS_3

Ketika para pasangan bucin sedang reuni,, Dibelahan bumi yang entah sebelah mana, Intinya pasangan ini sedang berada dijalanan kota London.


Keiza memeluk erat pinggang sang kekasih,, Gadis itu tersenyum sambil menikmati angin yang melewati wajahnya, Rambutnya juga ikut bergerak karena motor yang dibawa kekasihnya itu melaju dengan cukup kencang.


"Sayang, Sebenarnya kita mau kemana?" Tanya keiza penasaran


"Nanti kau juga tau, Sebentar lagi sampai kok" Balas arthur sambil menatap lurus kedepan


"Humm" Keiza hanya mengangguk


Gadis itu semakin mengencangkan pelukannya,, Sementara arthur tersenyum melirik tangan yang melingkar dipinggangnya itu, Perasaan senang menyelimuti hatinya.


Sesekali dia menuruni kecepatannya, Dan memegang tangan yang melingkar dipinggangnya itu.


Sampai mereka tiba disebuah cafe,, Arthur menghentikan motornya, Tepat dihalaman cafe tersebut.


"Turunlah, Kita sudah sampai" Seru arthur


Keiza turun dan melihat sekeliling, Cafe yang mewah dan terlihat elegant,, Bahkan dapat terlihat dari halaman parkir yang begitu luas.


"Apa kita akan masuk?" Tanya keiza


"Humm, Kenapa? Kau tidak suka tempatnya?" Tanya arthur ragu


"Bukan begitu ,, Hanya saja aku tidak pernah ketempat mewah seperti ini, Aku sedikit malu" Ucap keiza jujur


"Aku tau,, Jangan takut, Aku ada disampingmu" Arthur tersenyum


"Ayo, Pegang tanganku" Ajak arthur


"Humm" Keiza tersenyum


Lalu keduanya bergandengan memasuki cafe mewah tersebut,, Keiza yang tidak terbiasa terlihat canggung.


Pasalnya dicafe itu hanya ada kalangan orang kelas atas,, Gadis biasa sepertinya tidak mungkin bisa berada disini, Pikir keiza.


Keiza ragu melangkahkan kakinya, Gadis itu berhenti sejenak.


"Apa yang kau takuti? Tidak masalah, Tidak akan ada yang mengganggumu" Ucap arthur meyakinkan


"Percayalah,, Aku tidak akan biarkan orang lain menyakitimu" Arthur menggenggam jemari keiza


Keiza pun tersenyum, Lalu mengikuti langkah kaki arthur sampai kesebuah meja yang sudah dipesan kian oleh arthur.


"Duduklah" Arthur menarik kursi untuk keiza


"Terimakasih" Keiza tersenyum


Keiza memandang kesekeliling, Sungguh tempat yang indah dan terasa sejuk dimata.


"Aku sengaja memesan tempat ini, Untuk berkencan denganmu" Ucap arthur menatap keiza


"Bagaimana? Kau suka?" Tanya arthur penuh harap


"Apa kau sudah menyiapkan semuanya?" Keiza balik bertanya


"Humm, Aku menyiapkan semuanya,, Sebenarnya saat ini aku terlalu gugup, Aku takut kau tidak akan menyukainya" Arthur jujur


"Aku sangat menyukai semua ini,, Dan aku senang, Kau melakukan ini untukku" Keiza tersenyum manis


"Aku masih tidak menyangka, Saat ini aku menjadi gadis yang paling beruntung,, Bisa berada disampingmu" Keiza terharu, Airmata mulai menetes disudut matanya


"Terimakasih, Sayang" Keiza memegang tangan arthur


"Humm, Aku yang beruntung,, Telah mendapatkan gadis sebaik dirimu, Terimakasih sudah mencintaiku" Arthur tersenyum


Lalu pria itu mengecup dahi keiza dengan sayang, Senyuman terus mengembang dibibir kedua insan itu.


Tak lama pelayan datang membawa pesanan arthur,, Arthur memang sudah memesan kian, Pria itu telah menyiapkan segalanya.


"Selamat menikmati" Ucap sang pelayan, Lalu pergi


"Ayo, Buka mulutmu" Pinta arthur


"Kenapa?" Keiza heran


"Aku ingin memasukkan suapan pertama untukmu" Balas arthur tersenyum


"Aku bisa makan sendiri" Keiza menolak


"Jika kau tidak mau, Aku akan marah" Ancam arthur


"Humm, Baiklah" Keiza langsung membuka mulutnya


Arthur sudah membelah steak, Awalnya hendak menyuapkan ke keiza,, Namun, Melihat bibir keiza yang terbuka membuatnya berpikir lain.


Pria itu langsung memajukan bibirnya, Melahap bibir kekasihnya itu,, Keiza yang tidak siap terbelalak kaget.


Arthur memejamkan matanya menikmati bibir ranum keiza,, Perlahan keiza mulai membalas ciuman itu, Sekian lama bibir mereka saling berpagutan.


"Maaf" Ucap setelah melepaskan ciuman itu


"Kau curang" Keiza cemberut kesal


"Karena kau membuatku terlalu bergairah,, Sejenak aku jadi lupa diri" Balas arthur


Dan wajah keiza langsung merah merona mendengar penuturan arthur.


"Keiza"


"Aku sangat mencintaimu" Arthur mencium kedua punggung tangan keiza


"Aku juga mencintaimu, Arthur" Keiza tersenyum malu


Lalu arthur berdiri dan mengambil sesuatu dari sakunya, Dan beranjak kebelakang keiza.


"Tutup matamu" Pinta arthur


Keiza menurut dan menutup matanya,, Perlahan arthur mengangkat rambut keiza, Dan memasangkan kalung berlian dileher gadis itu.


"Sangat pas denganmu" Bisik arthur


"Apa itu?" Keiza belum menyadari


"Lihatlah" Arthur menarik keiza untuk berdiri

__ADS_1


Menyuruh pelayan untuk menaruh cermin didepan keiza


"Hah" Keiza terkejut melihat kalung yang berkilau dilehernya


"Apa kau menyukainya?" Bisik arthur


"Ini sangat indah" Keiza menangis haru


"Itu lebih indah saat kau berada dilehermu" Balas arthur


Pria itu memeluk keiza dari belakang,, Mengecup punggung gadis itu, Dan mencium jenjang leher keiza yang terbuka.


Arthur membelai lembut kulit tangan keiza yang sangat halus itu,, Sejenak keiza menikmati sentuhan arthur yang begitu hangat, Senyuman terukir dibibirnya.


Arthur memutar tubuh keiza, Sehingga wajah mereka berhadapan,, Arthur mencium tengkuk leher keiza, Hal itu membuat keiza merasa geli.


"Stop it" Lirih keiza


Suara keiza membangunkan arthur dari hasratnya yang mulai memuncak,, Pria itu langsung menghentikan aksinya.


"Maaf, Jika aku terlewat batas" Ucap arthur, Namun senyum bahagia terukir diwajahnya


Mereka melanjutkan makan malam berdua, Namun perasaan bahagia dan senang bercampur dihati mereka berdua.


...........................


Disisi lain, Beberapa pasangan bucin sedang menikmati obrolan santai mereka,, Namun diantara mereka ada yang terlihat kesal, Wajahnya sangat ketat.


"Beby, Seharusnya kita tidak perlu datang kesini,, Seharusnya pergi ketempat lain saja" Gerutu edric kesal


"Kau seperti tidak ingin bertemu dengan kami? Apa kau merasa terganggu" Cibir darren


"Diam kau,, Dasar jomblo menyedihkan" Edric ketus


"Hei, Jaga bicaramu itu,, Aku bukan lagi jomblo yang tersiksa, Sebentar lagi aku akan menikah" Pekik darren


"Hahaha, Kau? Menikah?" Edric tertawa


"Jangan terlalu percaya diri,, Jika aku menunda pernikahan alishka, Kau tidak akan bisa menikah" Edric menekan nada bicaranya


Darren terbelalak mendengar ucapan edric,, Sementara david tertawa melihat reaksi darren.


"Ed, Kenapa kau selalu merusak kesenanganku? Apa kau tidak bisa melihatku bahagia?" Teriak darren kesal


"Kenapa aku harus melihatmu bahagia? Memangnya kau ini siapa?" Celetuk edric ketus


"Hais, Kau memang sangat menyebalkan" Darren tergelak


"Sayang, Apa kau bisa membujuk kakakmu? Suruh dia menikah dengan cepat" Darren memegang tangan thalia


"Bagaimana mungkin aku membujuknya? Mereka akan bertunangan terlebih dahulu,, Sepertinya kau harus lebih bersabar" Balas thalia


Darren hanya mendengus kasar, Mendengar ucapan thalia,, Karena memang david dan alishka akan bertunangan sebelum menikah.


"Jadi kapan kalian akan melangsungkan pertunangan?" Tanya alvaro ke david


"Saya tidak tau pasti tuan,, Nyonya rosa ingin mempersiapkan semuanya" Balas david


"Humm, Mamah memang tidak bisa dibantah" Gumam edric


"Al, Kau harus datang bersama dengan kekasihmu" Edric melirik dominique


"Oppa, Kau akan menikah?" Alishka terkesiap


"Ya, Kami akan menikah" Alvaro menggenggam tangan dominique


Itu membuat dominique tersenyum malu, Kecurigaannya terhadap alishka langsung menghilang.


"Itu bagus, Akhirnya niatmu terlaksana" Edric menepuk bahu alvaro


"Humm, Kau benar" Alvaro mengangguk


"Domi, Apa kau bahagia?" Tanya samara


"Humm, Aku sangat bahagia" Dominique tersenyum


"Kau juga harus datang untuk mendampingiku, Bersama thalia" Ucap dominique memegang tangan samara


"Baiklah, Aku pasti akan datang" Samara bersemangat


"Bukankah itu arthur?" Suara alishka mengejutkan samara


"Kau melihat arthur?" Tanya samara


"Sepertinya dia bersama seorang gadis" Ucap alishka


"Apa itu kekasihnya?" Tanya edric ke samara


"Aku tidak begitu yakin,, Tapi aku rasa benar, Itu keiza" Gumam samara


"Siapa arthur?" Tanya alvaro dan darren bersamaan


"Apa kalian mengenalnya?" Tanya dominique


Sementara thalia hanya menyimak percakapan mereka.


"Dia adikku" Lirih samara


"Oh, Begitu" Darren manggut manggut


"Mungkin dia sedang berkencan" Ucap alvaro asal


"Samara, Kenapa kau tidak pernah mengatakan jika kau memiliki adik yang tampan seperti itu" Bisik thalia


"Kau benar, Dia sangat tampan" Dominique menimpali


"Ya, Dia juga menjadi idola para gadis dikantor,, Pesonanya memang mematikan" Alishka ikut menimbrung


"Sungguh? Wah, Dia pasti sangat terkenal" Thalia kagum


"Dia memang terkenal,, Dia juga memiliki wajah yang tampan" Ucap alishka


"Haruskah aku mendekatinya juga?" Ucap dominique


Ketiga wanita itu terus mengamati arthur dari jauh, Dan berbicara tanpa memperhatikan wajah kekasih mereka yang sudah sangat masam.

__ADS_1


Ketiga pria itu menoleh ke samara selaku kakak dari topik yang dibicarakan kekasih mereka,, Membuat samara merinding, Pasalnya wajah masam ketiga pria itu terlihat sangat kesal.


"Hei, Berhentilah menatap istriku,, Apa kalian ingin? Aku mencongkel mata kalian" Edric berdiri menutupi samara, Menjadi tameng


Lalu ketiga pria itu, Menepuk punggung kekasih masing masing.


"Honey" Panggil alvaro


Namun dominique belum menoleh


"Sayang" Darren juga memanggil gadisnya


Tapi thalia masih sibuk menatap yang lain


"Nona muda" David mencengkram kuat bahu alishka


Alishka yang merasakan sakit, Langsung menoleh.


"Untuk apa melihatnya dari sini? Kenapa kau tidak langsung menghampirinya saja" David menekan suaranya


"Maaf, Sayang" Alishka memohon


Mendengar suara david, Sontak dominique dan thalia ikut menoleh,, Dan mendapati tatapan tajam dari kekasih mereka.


"Jika belum puas melihatnya? Kita bisa menghampirinya" Ucap alvaro kesal


"Tidak, Bukan begitu beby,, Thalia yang mulai duluan" Dominique melempar kesalahan


"Jadi kau yang mengajari mereka? Wah, Bravo" Darren memasang tatapan tajam


"Domi" Thalia melotot ke dominique


"Bukankah kau bilang dia sangat tampan? Kenapa kau tidak mendekatinya saja? Hah" Darren mulai emosi


"Apa yang kau bicarakan? Apa kau ingin melihatku bersama pria lain?" Thalia menantang


"Apa kau gila? Jika kau berani mendekati pria lain, Maka aku akan menghabisi pria itu" Ancam darren


"Jadi berhentilah berpikir untuk mendekati orang lain,, Jika tidak orang itu akan tiada" Darren menggenggam tangan thalia


"Apa sudah selesai?" Tanya edric mulai jenuh


"Kenapa?" Tanya darren cetus


"Aku akan menemui adik iparku itu,, Jika kalian tidak mau, Maka terserah" Ucap edric


Lalu menggandeng tangan samara menuju meja dimana arthur dan keiza berada.


"David,, Aku ingin berkenalan dengan pacarnya" Pinta alishka


"Baiklah, Ayo" David tersenyum


"Jika dia punya pacar, Kenapa kita harus takut?" Gumam alvaro


Dan akhirnya mereka semua menyusul edric.


.......................


Sementara arthur dan keiza, Terlihat sedang saling menyuapi satu sama lain.


"Apa kau senang?" Tanya arthur


"Ya, Aku sangat senang" Balas keiza tersenyum


"Baguslah,, Aku senang melihatmu bahagia" Arthur tersenyum


Namun mereka dikejutkan dengan kedatangan seseorang.


"Arthur, Keiza" Panggil samara


"Kak samara" Ucap keduanya bersamaan


"Kenapa kau bisa ada disini?" Tanya arthur heran


"Tentu saja untuk makan malam,, Apa disini ada terlihat seperti pasar?" Pekik samara


"Hai, Kei" Sapa samara


"Kakak, Kakak juga disini?" Keiza tersenyum


"Boleh aku duduk?" Tanya edric dengan nada lembut


"Tuan edric, Silahkan tuan" Arthur langsung menarik kursi untuk bosnya itu


"Apa dia kekasihmu?" Tanya edric yang sudah duduk


"Ya tuan" Arthur mengangguk


"Kenapa kau memanggilku tuan? Aku ini kakak iparmu, Panggil aku kakak ipar" Titah edric


"Tapi..." Arthur ragu


"Apa kau mau ku pecat?" Ancam edric


"Tidak" Arthur geleng kepala


"Kalau begitu panggil aku kakak ipar" Ucap edric


"Baik, Kakak ipar" Arthur tersenyum


"Ya, Lebih bagus begitu" Edric tersenyum


Apa ini? Dia berubah seratus derajat,, Apa dia salah makan? Kenapa dia menjadi baik begini. Pikir samara


"Siapa namamu?" Edric menatap keiza


"Keiza, Tuan" Keiza menunduk malu


"Gadis yang manis" Gumam edric


"Hah? Kau bilang apa?" Samara menatap edric


"Tidak ada" Jawab edric berbohong


Sudah jelas kau bilang dia manis,, Masih tidak mau mengaku. Batin samara

__ADS_1


Edric mengalihkan pandangan kearah lain, Takut menatap samara yang menyelidiknya.


Bersambung......


__ADS_2