
Edric keluar dengan amarah yang memuncak ... Dia bahkan sampai membanting pintu yang menghalangi nya sampai pecah ... Para pegawai yang terkejut langsung terdiam dan tidak berani bicara... David pun menyusul edric yang berjalan sangat cepat di depan nya.
David melihat pintu kaca yang pecah... akibat ulah edric..
*astaga nona apa yang sudah kau lakukan .. sampai tuan muda sangat marah,, ku harap ini tidak berlarut larut*
David sampai berlari mengejar tuan muda nya...
~Flashback~
Di jalanan kota, dominique masih berusaha mengejar mobil ray ... dengan jarak yang tidak terlalu dekat, agar ray tidak curiga..
"Dom, apakah kita harus terus mengikuti ny?" tanya thalia
Thalia merasa itu tidak terlalu penting,, tapi lain hal nya dengan dominique.
"Tentu, kita harus tau kemana dia membawa wanita itu" jawab dominique yang terus menatap ke depan..
Thalia pun akhir nya mengikuti perkataan dominique...
Terlihat mobil ray berhenti di sebuah hotel mewah, Hotel Viagra.. samara masih dalam keadaan tidak sadar,, ray membopong tubuh samara memasuki hotel tersebut.. Lalu memesan kamar pada receptionist.
Dominique pun menepikan mobil nya dan menyuruh thalia berjaga di mobil..
"Kau tunggulah disini,, biar aku yang masuk"
Thalia pun menganggukkan kepala nya..
~Flaschback done~
David membawa mobil dengan kecepatan tinggi, itu sangat kencang dan berbahaya...
*ya tuhan,, aku mohon, aku tidak ingin mati cepat*
David berdoa di dalam hati nya .. namun tuan muda terus saja mendesak nya..
"Lebih cepat lagi david" bentak edric yang sudah sangat tidak sabar...
*apa yang kau lakukan disana dasar wanita bodoh .. jadi kau hanya berpura pura mencintaiku, cihh*
lagi lagi edric mengepalkan tangan nya dengan kuat... dia terus menelfon ponsel samara, namun tidak ada jawaban..
*wanita sialan, apa kau begitu bersenang senang sampai melupakan panggilan dariku*
Segala macam cemohan buruk di tujukan untuk samara.. saat ini edric benar benar sangat emosional..
Dominique masih berusaha mencari informasi .. karena ray sudah tidak terlihat.
"Excuse me ... bisa kau beritau aku nomor berapa kamar Ray Jackson" tanya dominique
Ya dominique memang tau jika pria itu adalah Ray Jackson, seorang fotografer terkenal di London..
"Sorry, tidak bisa ,,, tugas kami adalah mengunci semua informasi pengunjung .. demi keamanan dan kenyamanan pengunjung kami tidak bisa memberitau sembarang orang"
Namun receptionist tidak mau memberi informasi.. dominique pun masih mencoba lagi.
"Tunggu sebentar,, saya adalah teman nya, saya sudah punya janji dengan nya,, itu arti nya tidak ada masalah kan, cepat kau beritau berapa nomor kamar nya" dominique masih belum jerah.
"Maaf nona, sekali lagi tidak bisa ... jika memang anda punya janji, anda bisa menghubungi nya langsung .. silahkan anda pergi" receptionist pun menyuruh dominique untuk pergi.
*sial, wanita ini sangat payah.. dia bahkan tidak bisa di ajak bekerja sama*
Dominique menatap petugas hotel tersebut dengan geram...
*tidak, aku harus tau apa yang di lakukan pria itu.. bisa saja wanita itu hanya korban kan*
dominique berusaha masuk ke dalam hotel tanpa sepengtahuan petugas hotel tersebut.
Diam diam dia menyelinap masuk di saat petugas hotel tidak melihat nya ... Dominique terus menyusuri lorong hotel banyak pintu kamar yang tertutup.
*dimana mereka? bagaimana aku bisa menemukan mereka, aku bahkan tidak tau yang mana kamar pria itu*
Dominique masih berusaha mencari secara perlahan .. ada satu pintu yang belum tertutup rapat.
Dominique diam diam mengintip dari celah pintu tersebut..
*ahh sial, itu bukan mereka*
dominique menghela nafas dengan kasar..
Dominique melanjutkan pencarian, namun tiba tiba ponsel nya berdering.. sontak dia terkejut.
My princeā¤
__ADS_1
šCall....
Dominique melihat layar ponsel nya, ternyata alvaro menelfon.. Dominique pun langsung menjawab panggilan tersebut.
Dominique : "Hello, dear .. Ada apa?"
Alvaro : "Hallo, dom .. kau ada dimana sayang? sejak tadi aku mengirim pesan kau bahkan tidak membalas nya"
Dominique : "Iya, maafkan aku sayang .. aku tidak sempat membalas pesan mu, maaf ya"
Dominique masih memperhatikan sekeliling, takut takut petugas hotel itu melihat nya ..
Alvaro : "Umm, seperti nya malam ini aku belum bisa datang menemui mu,, maafkan aku ya"
Dominique : "Okey, baiklah .. tidak masalah"
Alvaro : "Tapi lain kali aku janji pasti akan datang"
Dominique : "Okey sayang ... Kalau begitu boleh aku tutup telfon nya?"
Dominique masih terus waspada, menurunkan nada suara nya ,, sementara di seberang telfon alvaro merasa sedikit heran.
Alvaro : "Ada apa sayang? apa ada masalah .. seperti nya kau sedang cemas"
Dominique : "Tidak, aku baik baik saja sayang.. aku hanya sedikit lelah, beberapa hari ini aku banyak perfomance" dominique berbohong.
Alvaro : "Baiklah,, kalau begitu stirahat yang teratur ya sayang, Bye"
Dominique pun mematikan panggilan tersebut... baru selesai dia menelfon tiba tiba dominique mendengar suara wanita berteriak..
*itu pasti dia, aku yakin pasti wanita itu*
dominique mencoba mendekati sumber suara tersebut...
Di halaman hotel.. David sudah menepikan mobil nya, tanpa aba aba edric langsung keluar dan masuk ke dalam hotel..
Berbeda dengan dominique, edric masuk tanpa permisi dan langsung membentak receptionist..
"Dimana istriku berada" edric bahkan mencekik leher petugas hotel tersebut.
"Cepat katakan dimana dia" edric semakin memperkuat cengkraman nya di leher petugas wanita itu..
Jika saja david tidak datang, mungkin wanita itu sudah pasti pingsan dan hampir mati..
Begitu lepas petugas tersebut langsung terbatuk batuk..
"Katakan sekarang dimana Ray Jackson, membawa nona kami" david yang bertanya
"D..dia be..rada dikamar 303" receptionist itu sampai gemetaran takut menatap edric..
Mendengar nya edric langsung naik ke atas .. menuju kamar 303, yang di susul oleh david....
Sementara dominique sudah berada di dekat kamar tersebut,, Dia menempelkan telinga nya di dinding berusaha mendengar..
*tidak salah lagi ini kamar nya*
dominique ingin berlari menuju pintu namun, edric sudah lebih dulu sampai di depan pintu bersama david..
Dominique pun langsung berbalik dan memalingkan wajah nya... sehingga edric dan david tidak sempat melihat nya..
Di dalam kamar, samara sudah tersadar .. namun begitu membuka mata nya dia sangat bingung kenapa bisa berada di atas tempat tidur..
Ray keluar dari kamar mandi..
"Wah, kau sudah bangun .. sayang sekali aku bahkan belum melakukan apapun padamu"
Ray tertawa menatap samara dan berjalan ke arah nya... Samara pun menjauhkan diri nya dari ray..
"Dasar licik, kau pembohong .. Kenapa kau membawa ku kesini , apa yang kau inginkan" samara berteriak..
"Kau ingin tau apa yang ku inginkan?" berjalan mendekati samara
"Aku menginginkan tubuhmu" ray tertawa dengan keras..
"Pria bajingan .. Jangan harap kau bisa menyentuh ku .. tidak akan ku biarkan itu terjadi" samara ingin berlari ke arah pintu
Namun tangan ray memegang nya dari belakang .. kemudian menarik nya kembali ke atas ranjang..
Samara terjatuh di atas kasur .. Ray mencoba ingin mencumbu nya namun samara menghindar dan berusaha mendorong tubuh ray..
"Pergi kau bajingan, aku membenci mu"
samara berusaha mendorong sekuat tenaga.. namun apalah daya, tenaga ray jauh lebih kuat dari nya...
__ADS_1
Samara menendang kaki ray, pria itu pun terjatuh ke lantai .. Samara mencoba mengambil kesempatan untuk kabur, namun sangat di sayangkan .. ray sudah bangkit dan menarik kembali tangan samara menjatuhkan nya di tempat tidur
Ray dapat mengunci pergelangan tangan samara dengan satu tangan dan menindih tubuh samara di tempat tidur membuat nya tidak dapat bergerak... sementara satu tangan lagi membuka resleting baju samara,,
"Tidak, tidak jangan .. ku mohon hentikan ini" samara berteriak menangis berusaha melepaskan diri nya..
Perlahan ray menurunkan gaun samara,, tubuh samara sudah terlihat masih setengah badan.. sepasang payudara pun terpampang nyata di hadapan ray namun masih terbalut bra putih ... sungguh itu pemandangan indah di mata ray.
"Ternyata kau sangat menggoda sayang" ray tersenyum dengan nakal
"Dasar brengsek" samara melihat ray penuh dengan kebencian.
*ya tuhan,, tolong aku , ku mohon tolong aku* samara masih saja menangis
Pria itu pun langsung bergairah... ingin langsung bersetubuh dengan wanita ini.. Samara masih menangis dan masih mendorong tubuh ray dengan kuat .. ray ingin mencium nya namun tiba tiba..
Braakkk
Ada yang mendobrak pintu kamar tersebut ... dan ternyata edric masuk dengan wajah penuh amarah...
Edric yang melihat pakaian istri nya tidak lengkap lagi pun semakin panas,, dia langsung menarik baju pria itu dan..
Bug
Satu tinjuan mengenai wajah ray .. masih belum puas edric menarik kerah baju ray sampai ray hampir kehilangan nafas..
"Berani nya kau menyentuh istriku" edric memberikan satu pukulan lagi di wajah ray
Bug
Terlihat wajah ray sudah berdarah akibat pukulan dari edric .. Namun ray justru tertawa, membuat edric semakin marah..
"Apa kau benar benar ingin mati. Hah" Edric ingin memukul wajah ray lagi, namun david mencegah nya..
"Sudah tuan, jangan buat reputasi anda menjadi buruk hanya karena pria busuk ini .. Sebaik nya anda membawa nona samara pulang terlebih dahulu"
david berusaha menenangkan emosi tuan muda nya..
Edric menatap samara dengan tajam .. Samara menangis dan langsung memeluk nya
"Edric" mendekap ke dada edric.. dia merasa aman bersama pria yang di sebut nya sebagai suami.
"Terimakasih sudah datang menolongku,, jika kau tidak datang, aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku, hiks hiks" samara terus menangis..
Sementara edric mengepalkan tangan nya dengan erat ... Mata nya penuh dengan kebencian mendalam.
*cih, kau berakting seakan akan kau adalah korban pelecehan .. kau benar benar wanita licik*
Edric melepaskan pelukan samara... melihat penampilan samara yang sangat buruk, edric memakaikan jas nya untuk menutupi tubuh istri nya itu..
Di saat edric ingin membawa samara pergi tiba tiba ray bersuara..
"Sayang sekali, kenapa kau harus datang menggangu kami .. Itu sangat menyenangkan, benar kan sayang.. kau sangat menggoda" ray tersenyum dengan jahat ke arah samara...
Edric yang mendengar pun menjadi sangat marah .. Menatap samara penuh dengan kebencian..
Samara yang merasa edric menjadi salah paham pun mencoba membela diri..
"Dasar pria brengsek,, ed, dia berbohong aku tidak melakukan apapun .. dia yang membawa ku kesini"
"Benarkah? bukankah kau yang menyuruh ku untuk datang menemui mu" ray membalikkan fakta
Samara tidak habis pikir .. kenapa ray justru menuduh nya berbuat seperti itu..
"Hei tuan muda yang agung .. Kau jaga istrimu baik baik, jika tidak ingin aku merebut nya .. bagaimana pun aku tidak akan tahan jika dia terus saja menggoda ku" lanjut ray
Mata samara terbelalak, sungguh itu adalah fitnah .. dia bahkan tidak pernah menghubungi ray, di hati nya hanya ada edric seorang.
Edric pun menarik tangan samara dengan kasar .. membawa nya pulang kerumah.. samara merasa kesakitan edric menggenggam pergelangan tangan nya dengan kuat...
David yang menyetir mobil pun sebenar nya menjadi bimbang...
*bagaimana ini? tuan muda pasti sangat marah ,, aku takut tuan akan melakukan hal yang di luar kemanusiaan .. aku sangat mengkhawatirkan nona samara, tuan muda itu orang yang sangat kejam"
David masih terus fokus menyetir...
Sementara samara menangis.. tangan nya sangat sakit, edric belum melepaskan pegangan nya di tangan samara .. dia menatap lurus ke depan...
*kau benar benar sudah membuat ku kecewa,, padahal aku sangat mencintai mu samara,, kenapa kau tega melakukan ini, sebaik nya dari awal kau tidak perlu besikap manis di hadapan ku*
Edric memejamkan mata nya menahan air mata yang ingin keluar....
Bersambung....
__ADS_1