Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Bercocok Tanam


__ADS_3

Kakak beradik itu saling mengobrol, Arthur mengatakan niatnya yang ingin melamar sang kekasih.


"Sepertinya aku ingin menikahi keiza" Ucap arthur tanpa keraguan


"Menikah? Apa kau serius?" Samara sedikit kaget


"Aku serius,, Dan aku sudah yakin" Arthur memegang tangan keiza


"Kei, Apa kau siap untuk menikah?" Samara beralih menatap keiza


"Iya kak" Keiza mengangguk


"Kalau begitu kau harus bicarakan hal ini dengan mommy dan daddy,, Katakan yang sebenarnya, Jangan pernah menutupi apapun" Samara menatap adiknya itu


"Lagi pula aku senang, Bisa memiliki adik ipar sepertimu kei" Celetuk samara menepuk bahu keiza


Keiza hanya tersenyum malu, Wajahnya langsung merah meronah.


"Secepatnya aku akan mengatakannya pada daddy" Arthur tersenyum menatap keiza


"Arthur" Panggil alishka


"Alishka" Arthur menoleh pada gadis yang pernah mengisi hatinya itu


"Kau disini juga?" Tanya arthur


"Apa dia gadis yang kau katakan itu?" Alishka menatap keiza


"Ya, Benar" Arthur mengangguk


"Kau sendirian?" Arthur belum menyadari keberadaan david


"Kenapa kau berfikir dia datang sendirian" Sahut david dari belakang alishka


"Kau sudah pulih?" Arthur menoleh ke david


"Seperti yang kau lihat" Balas david acuh


"Itu bagus, Alishka selalu mengkhawatirkan keadaanmu,, Dia sangat mencintaimu" Tutur arthur jujur


"Humm, Aku tau" David melirik alishka, Sedikit tertegun


"Kau pria yang beruntung,, Berjanjilah kau akan menjaganya dengan baik, Jika tidak aku pasti akan menghajarmu" Arthur menekan kalimatnya


"Tenanglah, Sebelum kau menghajarnya,, Aku akan membunuhnya terlebih dahulu" Edric menimpali


"Terimakasih, Arthur" Alishka tersenyum manis


"Kau tidak ingin mengenalkan ku padanya?" Melirik keiza


"Ahh, Benar" Arthur menepuk dahinya


Lalu menarik tangan keiza agar berdiri, Dan memperkenalkan kekasihnya itu.


"Keiza, Dia calon istriku" Kata arthur ke alishka


"Sayang, Dia alishka,, Adiknya tuan edric" Kata arthur ke keiza


Keiza yang awalnya cemburu,, Mulai memahami hubungan antara arthur dan alishka yang hanya sebatas saudara ipar.


"Hai, Senang bertemu denganmu" Alishka mengulurkan tangannya


"Hai" Keiza menjabat tangan alishka


Kedua gadis itu saling melempar senyuman,, Lalu dengan cepat keduanya beradaptasi dan saling mengobrol, Mulai dekat satu sama lain.


"Kau sangat beruntung dicintai pria seperti arthur,, Dia itu pria idaman para gadis, Banyak gadis yang mengejarnya" Seru alishka


"Sungguh?" Keiza terkejut


"Kau tidak tau? Arthur tidak pernah mengatakannya? Dikantor banyak gadis yang ingin dekat dengannya, Dia sangat terkenal" Pekik alishka


"Hei, Jangan menceritakan hal yang berlebihan" Arthur takut keiza marah


"Kenapa? Aku hanya mengatakan kejujuran,, Kau memang pria pujaan para gadis dikantor" Celetuk alishka


"Berhentilah menceritakan yang tidak tidak" Arthur menyenggol kaki alishka dari bawah meja


Jadi kau takut? Dasar, Dihadapan kekasihmu kau tidak berani bicara. Gerutu alishka menatap arthur


"Meskipun begitu, Dia tetap mengabaikan para gadis itu,, Kurasa karena dia sangat menjaga hatinya untukmu" Ucap alihska tersenyum


"Benarkah? Tidak ku sangka, Kau menjauhi gadis lain demi diriku" Keiza tersenyum menatap arthur


"Tentu saja, Bagiku kebahagianmu adalah yang paling penting" Arthur menggenggam jemari keiza


"Kalian jadi membuatku iri, Kalian terlihat begitu romantis" Lirih alishka


"Aku bisa melakukan lebih dari itu" David langsung menatap alishka


"Melakukan apa?" Alishka tergelak


"Apa kau perlu bukti?" David menarik tubuh alishka mendekat padanya


Wajah mereka sangat dekat sekali, Jantung alishka bahkan berdetak kencang.


"Apa yang kau lakukan?" Alishka menatap mata david


Tanpa basi basi, David meraih dagu alishka dan me lu mat bibir kecil gadis itu,, Alishka yang terkejut tidak bisa mengontrol nafasnya.


"Eummz" Alishka memukul dada david, Karena sulit bernafas


Namum david tidak perduli, Justru memperdalam ciumannya semakin ganas,, Arthur dan keiza hanya saling menatap satu sama lain.


Sementara tuan muda dan istrinya itu tidak menyadari, Karena terlalu asik bermesraan melupakan semua orang yang ada disekilingnya.


Edric bermain dirambut samara, Sambil sesekali mengecup pelan bahu istrinya,, Mencium leher sang istri, Aroma parfum samara membangkitkan gairah edric dan membangungkan si junior.


"Beby, Aku tidak tahan lagi" Bisik edric

__ADS_1


"Kau sangat harum beby" Edric menciumi leher istrinya itu


"Ed, Hentikan ahh, geli" Samara merinding


"Ayo beby" Tangan edric mulai nakal


Tangan itu langsung merambat ke bagian yang paling disukainya.


Samara yang merasa malu, Menyingkirkan tangan edric pelan.


"Jangan mulai deh, Ingat ini tempat umum" Ucap samara


"Kau istriku, Siapa yang akan marah, Beby?" Edric tidak perduli


Hei, Aku tau itu,, Tapi tolong pahamilah situasi dan keadaan, Tidak mungkin melakukan itu didepan banyak orang kan, Dasar mesum. Batin samara


"Ed, Apa kau ingin kita melakukan itu?" Samara mulai merespon


"Yes, Beby" Mata edric berbinar


"Bawa aku ketempat dimana hanya ada kau dan aku saja" Bisik samara membelai wajah suaminya


"Kau sangat menggoda, Beby" Edric tersenyum nakal


"David" Edric menoleh, Dan mendapati pemandangan tak biasa


David masih menikmati lu..ma..tan dibibir gadisnya itu, Keduanya memejamkan mata.


Edric yang emosi, Ingin menarik kerah baju david,, Namun samara menahannya.


"Ed" Samara menggeleng kepala


"Kau harus bisa percaya dengan david, Dia tidak akan menyakiti alishka" Samara meyakinkan suaminya itu


"Ayo, Ada sesuatu yang harus kita selesaikan" Samara mengedipkan mata genit


Edric yang tergoda dengan kedipan samara langsung mengikuti langkah kaki istrinya, Meninggalkan david dan alishka.


Begitu masuk kedalam mobil, Edric ingin langsung menerkam samara,, Namun samara mencegahnya.


"Tidak ed, Jangan sekarang" Tolak samara


"Aku tidak ingin melakukannya disini" Samara geleng kepala


Edric memahami perkataan istrinya itu, Dan dia melajukan mobilnya menuju kesebuah hotel mewah yang ada di London.


...............................


Disisi lain, David menyudahi ciumannya dan melepaskan perpagutan bibir mereka,, David menatap wajah alishka, Terlihat wajah gadis itu merah meronah menahan malu.


"Apa aku belum romantis?" Tanya david


"Hentikan, Kau membuatku merasa malu" Alishka tersenyum malu


"Bibirmu sangat manis, Sayang" Bisik david menggoda


Alishka semakin merasa malu, Jantung berdetak tak karuan.


"Jika kalian mengizinkan, Kami akan pergi dari sini" Arthur pamit


"Kalian mau pergi?" Lirih alishka


"Tapi yang lainnya ingin berkenalan denganmu" Seru alishka


"Siapa?" Arthur heran


"Ahh, Tunggu sebentar,, Itu mereka" Alishka menunjuk dua pasang kekasih yang berjalan kearahnya


"Kalian lama sekali" Pekik alishka


"Alvaro, Dia terlalu cemburu" Seru darren menyalahkan


"Arthur, Mereka teman temanku dan juga teman kak edric, Yang itu alvaro dan yang itu dokter darren" Ucap alishka menunjuk keduanya


"Hallo, Aku arthur" Arthur mengulurkan tangan


Alvaro dan darren menjabatnya bergantian.


"Dan gadis itu dominique, Dia kekasihnya alvaro,, Mereka akan menikah dalam waktu dekat" Seru alishka


"Lalu ini thalia, Adiknya david dan juga kekasih dokter darren,, Mereka baru resmi berpacaran" Alishka tersenyum memperkenalkan semuanya


"Hai" Ucap dominique dan thalia kompak


"Hai" Arthur tersenyum


"Dan kalian, Itu keiza calon istri arthur" Pekik alishka


"Kalian akan menikah?" Tanya alvaro


"Ya, Benar" Arthur mengangguk


"Kalau begitu aku pasti akan mengundang kalian ke pernikahanku,, Kalian harus datang" Alvaro tersenyum


"Baiklah, Kalau begitu kami permisi" Arthur izin undur diri


"OK, Becarful" Ucap semuanya


Arthur menggandeng tangan keiza dan pergi meninggalkan ketiga pasangan itu,, Tak lama mereka menghilang dari pandangan.


"Apa kalian melihat edric?" Alvaro merasa kurang


"Benar, Apa mereka sudah pergi?" Gumam darren


"Hei, Kau asisten edric,, Kemana edric pergi?" Darren menepuk david


"Aku tidak tau, Tuan muda tidak mengatakan apapun" David heran


"Baiklah, Kalau begitu kami juga harus pergi" Alvaro dan dominique pamit

__ADS_1


"Aku ingin menemui papah,, Sampai bertemu lagi" Alvaro tersenyum, Begitu juga dengan dominique


Pasangan itu pergi menuju mobil yang ada di parkiran, Dan mobil itu melaju meninggalkan cafe.


"Sayang, Apa kau tetap ingin disini?" Darren menatap thalia


"Tidak, Aku sudah mengantuk,, Kita pulang saja" Pinta thalia


"Oke" Darren setuju


"Kakak ipar, Aku harus mengantar adikmu pulang,, Jadi berhati hatilah" Seru darren


"Hei, Jangan pernah menyentuh adikku sebelum menikah" Tegas david


"Baik kakak ipar" Darren tersenyum


"Aku permisi ya kak" Thalia pamit


"Hati hati" David tersenyum menatap adiknya


Darren dan thalia bergandengan masuk kedalam mobil, Dan langsung meluncur kejalan raya.


Tinggalah sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara itu,, David menarik tangan alishka agar mengikutinya.


Mereka juga meninggalkan cafe, Dan keluar,, Ketika melihat mobil yang terparkir sudah tidak ada, Keduanya tertawa lepas.


"Hahaha" Tertawa menatap satu sama lain


"Tidak ada mobil, Apa yang harus kita lakukan?" Tanya alishka


"Kita jalan kaki saja" Ajak david


"Humm, Ayo" Alishka setuju


Mereka berpegangan tangan sambil berjalan, Menikmati kebersamaan menatap langit langit.


"Apa kau tidak takut?" Tanya david


"Tidak, Aku merasa nyaman didekatmu" Ucap alishka


"Mau pulang ke apartmentku?" David menatap alishka


"Kau serius?" Alishka terlihat antusias


"Ya" David tersenyum


"Humm, Lagi pula aku masih ingin bersamamu" Alishka tersenyum


"Baiklah, Ayo" David mempererat genggaman tangannya.


..........................


Ditempat lain, Sepasang suami istri tengah berada didalam lift,, Saat lift terbuka edric langsung menggendong samara ala bride style, Edric membawa istrinya memasuki sebuah kamar yang telah dipesannya.


Samara membuka pintu kamar, Lalu edric dengan kakinya menutup pintu itu.


Edric berjalan menuju kasur ukuran king size yang sudah tersedia,, Lalu meletakkan samara dengan hati hati di atas kasur.


Samara tersenyum senang diperlakukan dengan lembut oleh sang suami, Tidak seperti pertama kali edric membobol dirinya,, Itu hal yang paling menyakitkan baginya.


"Beby" Bisik edric, Sambil mengendus leher samara


Samara hanya menggeliat menahan rasa geli,, Namun senyuman tersimpul diwajahnya.


Edric membelai kulit tangan samara, Dari bahu sampai turun ke telapak tangan,, Di genggamnya kedua tangan itu, Sembari mencium punggung yang terpampang lalu naik ke leher.


Samara yang duduk didepannya, Mulai terangsang akibat sentuhan halus yang diberikan oleh edric.


"Ahhhhhh, Ed" Samara mengerang


Suara de..sa..han itu membuat edric tersenyum, Dan semakin bersemangat.


"Sebentar lagi beby" Bisik edric mencium punggung leher samara


Edric mulai menuruni resleting gaun samara dari belakang, Perlahan gaun itu mulai terbuka sedikit demi sedikit memperlihatkan punggung yang halus itu.


Saat resleting terbuka seluruhnya, Gaun yang dikenakan samara mulai melonggar,, Kemudian kedua tangan edric menyusup dari belakang, Meraih kedua benda kenyal yang masih terbalut bra berwarna merah.


Tangan edric me..re..mas pelan kedua benda kesukaannya itu,, Membuat pemiliknya semakin merasa geli dan terus men..de..sah.


"Emmmzz" Samara menggigit bibir bawahnya, Menahan rasa geli bercampur kenikmatan


Edric melepaskan gaun yang masih menempel ditubuh samara,, Membuang gaun itu kelantai,, Keadaan samara saat ini hanya menyisahkan bra and panties yang masih melekat ditubuhnya.


Perlahan edric melepaskan kaitan bra, Lalu melepaskannya dan menjatuhkan bra itu ke lantai,, Edric memutar tubuh samara menghadapnya.


Pa..yu..dara yang padat dan kenyal terpampang nyata dihadapannya, Edric tersenyum nakal melihat pemandangan yang tersuguh didepan matanya.


"Beby, Kau terlihat sangat indah" Ucap edric menatap samara


Wajah samara merona mendengar rayuan maut edric,, Jantungnya berdetak kencang, Nafasnya tak beraturan.


Edric mulai meraih benda kenyal itu, Dan kembali me..re..mas nya lagi,, Cukup lama pria itu bermain disitu.


Lalu turun kearea sensitif,, Tangannya mulai meraba bagian inti,, Terasa milik samara sudah basah, Mungkin wanitanya sudah sangat terangsang.


Edric langsung menurunkan underpants itu,, Maka samara saat ini telah full naked.


Jari edric mulai bermain di area sensitif itu, Meng..gesek pelan bagian inti yang sudah basah itu,, Dan bermain di kli..to..risnya.


"Ahhh...ahhhh, Ed" Samara mengerang keras


Samara merapatkan pahanya karena menahan sensasi aneh yang dia rasakan saat ini,, Nafasnya tidak beraturan.


Mendengar de..sa..han yang semakin kuat,, Edric justru semakin bermain dan memasukkan kedua jarinya ke bagian inti milik samara, Dan memaju mundurkan jarinya perlahan.


Semakin kuat de..sa..han dari mulut samara, Maka semakin edric mempercepat jarinya itu,, Sampai samara merasakan puncak kenikmatannya.


Edric mengeluarkan jarinya yang sudah basah, Akibat cairan yang dikeluarkan oleh samara,, Namun pria itu tersenyum.

__ADS_1


"Malam ini, Akan sangat menyenangkan beby" Ucap edric


Bersambung.........


__ADS_2