
Di kediaman keluarga Michael para koki sedang menyiapkan makanan untuk keluarga tersebut, di pandu oleh pak hendy kepala keamanan rumah utama.
Di sisi lain didalam kamar terlihat alishka masih terisak dia menangis semalaman,, tak lama pretty terbangun dan mendapati alishka yang sedang terisak membelakangi dirinya.
Pretty mencoba menyentuh bahu gadis itu ingin memastikan keadaannya,,
"Alishka"
"Apa kau baik baik saja?" tanya pretty
"Kak pretty" alishka menoleh
Namun wajahnya sudah basah karena air mata yang terus mengalir,, pretty mengusap air mata gadis itu
"Kenapa kau menangis" pretty sedikit bingung
"Kenapa mamah tidak pernah memikirkan perasaan ku kak" ucap alishka sambil terisak
"Hah, jadi karena itu" pretty akhirnya mengerti
"Apa kau tidak setuju dengan pertunangan itu?" tanya pretty
Alishka geleng kepala, dan langsung memeluk pretty,, gadis itu semakin keras menangis di pelukan pretty.
"Menangislah jika kau ingin menangis" pretty memeluk alishka erat
*kasihan, kenapa aunty harus memaksanya,, ini tidak benar* pikir pretty
Pretty mengelus rambut alishka dengan sayang.
"Sudahlah,, ini weekend seharusnya kau jangan bersedih, lebih baik kita jogging" ajak pretty melepaskan pelukan alishka
Pretty mandi dan membersihkan dirinya bersiap untuk lari pagi,, alishka kemudian mengusap air matanya tidak menangis lagi.
......................
Disisi lain tepatnya didalam kamar utama,, terlihat sepasang suami istri masih tertidur dengan nyenyak.
"Hoamm" samara menggeliat
Plak
Sebuah telapak tangan mendarat di wajah edric, sontak membuat lelaki itu terbangun.
Matanya membulat mendapati tangan samara di atas wajahnya, edric dengan kesal menyingkirkan tangan itu dari wajahnya.
*ahh, mengganggu tidurku saja* batin edric
Namun disaat edric ingin melanjutkan tidurnya,,
Plak
Lagi lagi tangan samara memukul wajahnya,, edric melirik ke wajah istrinya, samara masih tertidur dengan nyenyak.
"Apa kau benar benar masih tidur? jika kau sengaja mengganggu ku, maka aku tidak akan mengampuni mu" ucap edric dengan kesal
Edric meletakkan tangan samara dengan hati hati,, jujur saja lelaki itu sangat menyayangi istrinya.
Edric hendak memejamkan matanya lagi,, tapi tiba tiba saja kaki samara menendang bokongnya sampai dia terjatuh dari ranjang.
Bug
Lelaki itu tersungkur dilantai, edric memegang bokongnya yang terasa sakit akibat ulah samara,, dia menjadi emosi dan langsung bangkit.
*berani sekali kau menendangku beby* edric menatap samara kesal
"Samara" teriak edric memanggil samara dengan kuat
"Samara wake up" bentak edric dengan keras
Edric menarik selimut dengan kasar,, sontak samara langsung terbangun, wanita itu langsung duduk di kasur menatap suaminya heran.
"Ada apa sayang? kenapa kau berteriak" samara bingung
Seiring berjalannya waktu samara sudah terbiasa memanggil edric dengan kata SAYANG.
"Hah? apa kau yakin tidak menyadarinya?" tatapan edric menyelidik
"Kau sengaja melakukan itu kan? jawab aku beby" bentak edric
"Apa yang ku lakukan? sayang aku tidak melakukan apapun" samara semakin bingung
"Ada apa dengan mu? kau marah marah tidak jelas" ucap samara tanpa beban
Dan itu berhasil membuat edric tercengang, lelaki itu terkejut dengan respon istrinya.
"Kau barusan memukul wajahku, dan kau juga menendang ku" teriak edric
"Beby kau ... kau benar benar tidak ingat" edric menatap jengkel
"Sayang aku menendangmu" samara menutup mulut terkejut
Samara langsung berdiri menghampiri edric yang sangat kesal.
"Apa sangat sakit?" tanya samara cemas
"Sayang maafkan aku, aku tidak sengaja dan aku juga tidak tau,, kapan aku menendangmu sayang?" samara merasa bersalah
"Kau sungguh tidak ingat? kau menendangku sampai aku terjatuh beby" edric menatap tidak percaya
Samara hanya menggelengkan kepalanya tertunduk.
"Sudahlah,, kau memang sedang tertidur, karena itu kau mungkin tidak ingat" edric mengalah
"Sayang, kau tidak marahkan?" samara tersenyum manis
"Dengan wajah yang kau buat seperti itu? bagaimana aku bisa marah? itu tidak mungkin" edric tersenyum
"Mendekatlah" pinta edric
Samara mendekat ke edric sesuai permintaan.
Edric langsung memeluk istrinya itu, mendekapnya dengan erat.
"Aku mencintaimu beby"
"Aku juga mencintaimu"
Samara tersenyum memandang wajah edric, dan edric mengecup kening samara dengan sayang lalu mereka kembali berpelukan.
Sampai nada dering ponsel mengejutkan mereka.
"Siapa itu sayang" samara menatap ponsel edric
Edric meraih ponselnya melihat nama pemanggil yang ternyata dokter darren...
"Darren menelfon" ucap edric heran
Tak lama edric menerima panggilan tersebut.
"Ada apa" bertanya ketus
"Katakan saja jangan membuang waktuku"
"Kalau kau berani menipuku, kepala dan tubuhmu tidak akan menyatu lagi" membentak
"Baiklah, aku akan datang"
Edric menutup telfonnya.
Setelah menerima telfon wajah edric langsung berubah senang,, samara melihat heran.
"Sayang apa yang terjadi? kau seperti terlihat senang" tanya samara
"Cepat bersiap, ikutlah dengan ku" balas edric antusias
"Hah? mau kemana?" samara semakin heran
__ADS_1
Namun edric tidak menjawab,, samara kemudian membersihkan dirinya di bathroom.
......................
Sementara diruang makan, mamah rosa sudah menunggu putra dan putrinya.
"Silahkan nyonya" pak hendy menghidangkan semua makanan di meja
"Terimakasih pak hendy" mamah rosa tersenyum
Pak hendy berlalu meninggalkan mamah rosa.
Tak lama edric muncul bersama dengan samara,,
"Ed, ayo kita sarapan" ajak mamah rosa
"Baik mah" jawab edric dengan senyuman
"Edric, apa yang membuatmu terlihat ceria?" mamah rosa dapat menebak wajah putranya
"Mamah akan tau sendiri nanti" balas edric
Mamah rosa hanya manggut manggut.
Terlihat pretty berjalan menurun anak tangga, wanita itu mengucir rambutnya menjadi satu, mengenakan sweatpants dengan tops setengah terbuka (hanya menutupi bagian dada), dan juga mengenakan topi serta hendset ditelinganya.
"Pretty, ayo sarapan bersama" seru mamah rosa
"Tidak aunty, nanti saja" balas pretty
"Apa kau ingin pemanasan dipagi hari?" tanya edric
"Ya" pretty menganggukkan kepalanya
"Kau benar benar ingin keluar dengan penampilan seperti itu" bentak edric
"Kenapa dengan penampilanku? bukankah ini bagus" pretty menatap dirinya
"Bagus? seluruh tubuhmu hampir terlihat, dan kau sebut itu bagus?" edric terlihat marah
"Ahh, sudahlah kau membuang waktuku" pretty ingin melangkah pergi
"Ya setidaknya kau harus memakai jaket,, hey pretty" teriak edric
Pretty berhenti dan berbalik badan.
"Sungguh? kau sama saja seperti daddy,, ahh, kau menyebalkan rich" pretty tidak perduli dan pergi begitu saja
"Hah, wanita itu benar benar keras kepala" edric menghela nafas kasar
"Sudahlah ed, biarkan saja ,, lagi pula dia sudah dewasa dia bisa menjaga dirinya sendiri" ucap mamah rosa
"Aku hanya takut pria diluar sana menatapnya dengan maksud lain,, cukup alishka saja, aku tidak ingin pretty juga ... ahh, itu menyebalkan" wajah edric berubah datar
Samara menatap edric tersenyum..
*aku bangga denganmu ed, kau memperlakukan pretty sama seperti kau memperlakukan alishka* samara tertawa kecil.
"Alishka tidak terlihat?" edric heran tidak mendapati adiknya dimeja makan
"Mungkin dia masih tidur" jawab mamah rosa
"Tidak, itu bukan kebiasaan alishka bangun siang" edric sedikit heran
"Ya mungkin saja dia lelah,, lagi pula ini weekend, jadi tidak masalah kan" ucap mamah rosa dengan santai
"Baiklah,, beby cepat habiskan makanmu" menatap samara
Samara menganggukkan kepala.
"Kalian mau langsung pergi" tanya mamah rosa
"Iya mah, darren menelfon,, aku harus kerumah sakit untuk memastikan sesuatu" seru edric
"Memastikan apa ed? apa terjadi sesuatu dengan david" mamah rosa sedikit cemas
"Aku akan mengabari mamah setelah memastikannya"
Edric pergi ditemani oleh samara, dan mamah rosa mengantar mereka sampai depan pintu utama.
Terlihat alishka yang tak sengaja mendengar percakapan edric dan mamah rosa, merasa sangat khawatir akan keadaan david.
*apa yang terjadi? kenapa dokter menelfon kak edric? apa david tidak bisa diselamatkan?* alishka kembali menangis.
......................
Edric dan samara sudah berada didalam mobil, edric ingin melajukan mobilnya,, namun pandangan edric teralihkan ke sebuah ponsel yang berada di dasbord mobilnya.
Edric mengambil ponsel tersebut, lalu menyalakan ponsel itu terdapat 100 panggilan tidak terjawab dari My younger sister💙
"Sayang, ponsel siapa itu?" tanya samara
"Ponsel david, aku lupa jika ponselnya ada padaku" edric menatap layar ponsel itu datar
"Ada foto seorang gadis" ucap samara ikut melihat layar ponsel itu
*siapa gadis di foto itu? bukankah david memiliki foto alishka, kenapa ada foto gadis lain di layar ponselnya* batin samara
"Biarkan saja" jawab edric acuh
Terlihat edric mengetik sesuatu setelah menyalin nomor tersebut di ponsel miliknya, dan menaruh ponsel david ke dalam sakunya,, lalu dengan cepat edric melajukan mobilnya ke jalan raya.
Edric fokus menyetir dengan kencang tanpa bersuara,,
"Sayang" samara memecah konsentrasi edric
Edric melambatkan kecepatan mobilnya, melirik samara.
"Yes beby"
"Aku merasa kalau david menyukai alishka" samara to the point
"Kenapa kau bisa berfikir begitu beby?" edric mengerutkan keningnya
"Aku pernah melihatnya memandang foto alishka, dan itu sudah lama terjadi, tapi saat itu aku ragu untuk mengatakannya" jawab samara
"Apa benar david suka dengan alishka?" edric bicara dengan ragu
"Aku juga merasa ragu,, tapi setelah melihatnya mempertaruhkan nyawa demi alishka, aku semakin yakin kalau dia mencintai alishka" samara tersenyum
"Sayang, jika itu benar,, bukankah david akan merasa sedih jika tau pertunangan alishka akan di tentukan" lanjut samara merasa kasihan
"Sudahlah, mungkin saja kau salah menduga beby ,, david melakukan itu, karena sudah tugasnya untuk menjaga alishka" balas edric acuh
*hmm, lihatlah? dia tidak percaya* samara menghela nafas.
Edric menaikkan kecepatan menuju rumah sakit.
......................
Di waktu yang sama dan dijam yang sama pula, pretty sedang berlari kecil berkeliling taman, dan sesekali berhenti melakukan pemanasan.
Kemudian pretty kembali berlari namun tak sengaja tali sepatunya terlepas ,, karena itu dia berhenti dan berjongkok untuk mengikatnya.
Sementara disisi lain, seorang pria bertubuh tinggi sedang berlari sambil membetulkan hendset yang berada ditelinganya.
"Nah, selesai" ucap pretty setelah mengikat kembali tali sepatunya.
Pretty kembali berdiri, lalu tiba tiba...
Brug
"Aww" pretty memegang kepalanya sakit
Ternyata dia menabrak seorang pria yang ada di hadapannya...
"Hey, kau punya mata tidak? kalau jalan lihat lihat dong" bentak pretty marah
__ADS_1
"Hello, sudah jelas kau yang salah,, kenapa kau marah padaku" pria itu tidak terima
"Heh, kau yang menabrakku lebih dulu,, tentu saja ini salahmu" pretty menatap tajam ke pria itu
"Hey nona, jika kau tidak berhenti sembarang tempat,, aku tidak mungkin menabrakmu, dan ini jalan umum siapapun bisa melewatinya" pria itu menatap tidak suka
"Tetap saja kau salah, karena kau kepala ku terasa sakit" pretty memegang keningnya
"Kau mengikat tali sepatumu ditengah jalan, sudah jelas itu salahmu nona,, dan kau masih menyalahkan aku" pria tersebut terheran
"Kau bisa menepi ke seberang jalan tapi tidak, kau melakukannya ditengah jalan ,, dan saat aku lewat, kau tiba tiba berdiri dihadapan ku,, katakan dimana kesalahanku?" ucap pria itu dengan santai
"Aku tidak mau tau,, kau tetap saja salah, dan kau harus minta maaf" ucap pretty memalingkan wajahnya
"Aku tidak akan minta maaf,, gadis konyol" ucap pria tersebut dengan sebal, lalu pergi
"What? kau bilang apa tadi?" tanya pretty jengkel
"Hey, dasar kau pria bodoh" teriak pretty dengan kesal.
"Ihh, menyebalkan" pretty menendang batu yang ada dijalan
......................
Sementara di tempat lain di sebuah mansion,, didalam kamar thalia masih tertidur di kasur.
Dia merasa sakit perut dan tiba tiba..
Bssshhhh
"Ahh, legah" ucap thalia tanpa beban
"Ihh, lia,, buang angin sembarangan" bentak dominique
"Bau tau, dasar tukang kentut" dominique mendorong thalia kesal
"Domi" thalia terkejut
"Sorry dom, sudah tidak tahan" thalia sedikit tertawa
"Ahh" dominique beranjak dari kasur
"Lagian kenapa bisa disini? kan tadi malam sama alvaro" thalia heran
"Jangan bahas dia, aku malas" dominique pergi keluar
"Domi tunggu" thalia bergegas mengikuti sahabatnya itu
"Selamat pagi nona" semua pelayan menunduk hormat kepada dominique
"Hari ini saya mau makan french fries ya" pinta dominique kepada pelayan
"Baik nona" pelayan tersebut menudukkan kepala
"Dom, aku juga ya" thalia tersenyum lebar
"Iya" balas dominique ketus
"Kenapa sih, sensitif banget deh" thalia memajukan bibirnya
"Berantem ya?" tanya thalia penasaran
"Lia, aku tadi bilang apa?" dominique melotot tajam
"Jangan bahas ya? OK" thalia merinding takut melihat dominique marah
Tak lama alvaro muncul menghampiri mereka,, dominique acuh dan tidak melihat ke arah alvaro.
*kenapa dengan mereka? tidak ingin saling tatap? tidak ingin saling bicara? hah, pacaran itu rumit ya* thalia geleng kepala
Pelayan datang menghidangkan makanan yang diminta dominique,, thalia yang sudah lapar langsung makan.
Sementara dominique menghela nafas panjang,, alvaro yang tau jika dominique sedang marah, berusaha mendekati
"Honey" alvaro duduk disebelah dominique
"Kau masih marah?" alvaro memegang tangan dominique
Dominique hanya diam saja.
"Honey, aku minta maaf,, kalau aku membuatmu kecewa, aku tidak bermaksud begitu honey" bujuk alvaro
"Ku mohon percayalah padaku" alvaro memegang erat tangan dominique
"Domi, aku ketaman bentar ya" ucap thalia yang mulai kikuk
*baiklah, selesaikan masalah kalian,, aku tidak ingin mendengarnya* ucap thalia dalam hati
Setelah thalia pergi, alvaro memegang bahu dominique agar menghadap dirinya.
"Honey bicaralah" pinta alvaro
"Apa yang harus dibicarakan al? bukankah sudah jelas? kau tidak menginginkan ku" dominique menatap
"Pergilah, jika kau ingin pergi" dominique memalingkan wajahnya
"Honey kau ingin aku pergi? apa kau serius?" tanya alvaro yang terkejut
"Untuk apa aku menahan mu disini al? katakan" dominique menatap mata alvaro
"Apa kau tidak lagi mencintaiku?" alvaro meragu
"Cinta? sebaiknya kau tanya dirimu sendiri? apa kau mencintaiku?" teriak dominique
"Domi, aku sangat mencintai mu ,, ku mohon jangan menjauh dariku domi" pinta alvaro
"Kau terus menundah pernikahan kita,dan kau terus memberi alasan yang tidak pasti,, sudah berapa lama aku menunggumu al" dominique mulai menangis
"Domi dengarkan aku,, aku pasti akan menikahimu, tapi ku mohon beri aku waktu untuk menyelesaikan masalahku" alvaro memegang tangan dominique
"Masalah? kau bahkan tidak pernah mengatakan padaku, apa masalah mu al?"
"Kau tidak perlu tau, satu hal yang harus kau tau,, aku hanya mencintaimu, hanya mencintaimu tidak ada wanita lain" alvaro mencium tangan dominique
"Apa kau mau makan?" dominique mulai melunak
"Tidak honey, aku harus kerumah sakit ,, aku ingin menjenguk temanku, maafkan aku" alvaro membelai pipih dominique
"OK, be careful" dominique tersenyum
Dominique mengantar alvaro sampai depan,, alvaro sudah menghilang bersama mobilnya, thalia menghampiri dominique.
"Dia pergi?" tanya thalia
"Ya, dia ingin menjenguk teman yang sakit" dominique tersenyum
"Oh begitukah" thalia manggut manggut
Dan ponsel thalia berbunyi, ada sebuah pesan masuk
Thalia terbelalak membaca pesan tersebut,,
"Ada apa lia?" dominique heran melihat ekspresi thalia
"Domi, temani aku kerumah sakit sekarang" thalia mulai cemas
"Rumah sakit? sekarang?" dominique sedikit kaget
"Iya, ayo cepat" thalia sangat terlihat khawatir
"OK" dominique dengan cepat mengambil kunci mobil
Lalu mereka melakukan perjalanan kerumah sakit,,
"Cepat sedikit" pinta thalia
"OK" dominique melajukan mobilnya dengan cepat
__ADS_1
Bersambung......
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak 🙏🏻