
Sementara david masih termenung sambil berbaring,, terlihat alvaro menghampiri edric.
"Ed, kau sedang apa?"
"Diamlah" edric acuh sambil bermain game
Alvaro hanya menggeleng kepala,, lalu duduk didekat dominique.
"Ehm, ehm" alvaro berdehem
Dominique dan samara langsung berhenti mengobrol,,
"Al, kau kenapa?" tanya dominique
"Aku hanya sakit kepala, honey bisa kau pijit kepalaku" pinta alvaro
"Baiklah" dominique mulai memijit kening alvaro
"Thank you honey" alvaro tersenyum
*apa benar alvaro akan menikahi alishka? sudah jelas dia sangat mencintai domi* samara bertanya tanya
"Sayang" samara menyender di bahu edric
"Dasar bodoh" teriak edric
Sontak membuat samara terkejut,
"Sayang, apa kau marah padaku?" samara bingung
"Ahh, bodoh" edric berteriak sambil membanting hp di meja dengan kesal
"Ed, kenapa kau kasar sekali" samara terkejut
"Ti..tidak beby, bukan begitu" edric berusaha menenangkan istrinya
"Tadi kau mengatakan kalau aku bodoh" samara cemberut
"Bukan kau beby,, aku mengatakan itu untuk tim dalam permainan ini" edric menunjukkan layar ponselnya
"Hanya karena permainan itu, kau menjadi marah?" tanya samara heran
"Ya begitulah beby" edric menyimpan kembali ponselnya
"Sayang, kau tidak memberi kabar pada alishka dan pretty?"
"Aku lupa,, sebentar ya"
Edric langsung mengirim pesan kepada alishka, bahwa david sudah siuman.
Dan david memperhatikan semua orang dari ranjangnya,,
*apa tuan muda sudah bahagia? apa aku bisa menikah setelah ini?* david menghela nafas berat
*sepertinya tuan alvaro berkata dengan jujur, jika dia sangat mencintai wanita itu* pikir david melihat alvaro dan dominique
David memejamkan mata sejenak,,
"Kakak" suara thalia mengejutkannya
"Kau sudah selesai?" david menatap adiknya
"Sudah,, sangat sakit mengeluarkannya" thalia memegang perutnya
"Apa saja yang sudah kau makan?"
"Tidak ada,, aku hanya makan French fries saja" seru thalia
"Itu bisa membuatmu masuk angin,, ingat jangan pernah terlambat makan" titah david
"Baiklah kakak,, aku akan menuruti semua perkataan mu" thalia tersenyum
"Tentu saja,, jika tidak, bulan ini kau tidak akan dapat uang saku" tegas david
"Yah kakak,, aku libur pemotretan demi menjagamu disini, dan kau tidak memberiku uang bulan ini? tidak, itu tidak adil" balas thalia merengek
"Lia, kau sudah dewasa.. sampai kapan kau akan tergantung padaku" ucap david datar
"Selain menjadi model, kau juga harus bisa bekerja mandiri" lanjut david
"Aku akan berusaha sendiri sampai kakak menikah,, jadi kakak tenang saja" balas thalia percaya diri
"Bagaimana jika sebentar lagi aku akan menikah? kau akan tetap seperti ini?" tanya david serius
"Kakak mau menikah? su..sungguh?" thalia terlihat sedih
"Tentu saja aku akan menikah,, karena itu cobalah hidup mandiri,, tapi meskipun begitu, aku akan tetap menjagamu sampai ada pria yang akan menikahimu" seru david tersenyum
"Tidak,, aku tidak mau menikah" thalia semakin cemberut
"Setiap orang akan menikah lia,, begitu juga denganmu" ucap david
"Lupakan saja,, kakak ingin menikah? tapi siapa wanita itu? apa kakak akan kenalkan aku padanya?" tanya thalia antusias
"Tunggu saja,, kau akan mengetahuinya nanti" david tersenyum
"Umm OK,, jika kakak menyukainya, aku juga pasti setuju" thalia juga tersenyum
*selain alishka, kau adalah gadis yang harus ku jaga,, aku tidak ingin senyuman ini menghilang dari wajahmu thalia* batin david
"Maaf mengganggu,, thalia, aku ada show sebentar lagi, apa kau bisa menemaniku?" pinta dominique
"Dance? baiklah" thalia manggut manggut
"Kakak, aku pergi sebentar ya .. Nanti aku pasti kembali" thalia pamit
"Ok be careful" seru david
Thalia membetulkan penampilannya, dominique pamit kepada alvaro.
"Honey, maaf aku tidak bisa mengantar mu" ucap alvaro
"Tidak masalah, lagi pula aku bawa mobil kok" dominique tersenyum
"Bye alvaro" thalia melambaikan tangan
"Thalia, kau tau harus melakukan apa kan" alvaro mengedipkan matanya
"OK" thalia menganggukkan kepala mengerti
*yaya, aku harus selalu mengawasi kekasihmu dimanapun dia berada kan* ucap thalia dalam hati
__ADS_1
...----------------...
Waktu sudah memasuki siang hari, pretty kembali kerumah setelah olahraga kecil diluar rumah,, wajahnya sangat kesal bercampur lelah.
"Dasar pria bodoh,, memangnya dia itu siapa? anak kaisar, cih" gerutu pretty saat memasuki rumah
"Aku bahkan tidak ingin melihat wajahnya lagi" pretty masih mengomel sambil menaiki tangga
Gadis itu terus mengomel sampai tidak tau ada orang didepannya,,
Brug
"Awww"
Pretty memegang keningnya, lalu melihat kedepan
"Aduh" alishka juga mengelus keningnya
"Kak pretty gimana sih, tidak lihat aku mau lewat" alishka marah
"Hehe, sorry,, tidak melihat" pretty sedikit tertawa
"Lagian ngapain lihat kebawah? lihat itu kedepan kak" alishka masih ngomel
"Iyaiya maaf deh" pretty memelas
"Ya sudah" alishka menghela nafas
"Kau mau kemana? cantik sekali" tanya pretty penasaran
"Kerumah sakit mau jenguk david,, kata kak edric, dia sudah sadar" jawab alishka
"Oh begitu" pretty angguk kepala mengerti
"Hah? sudah sadar? sungguh?" pretty terkejut setelah mencerna kembali perkataan alishka
"Iya sudah sadar,, ya sudah aku pergi dulu ya kak" alishka tersenyum lalu beranjak pergi
Setelah mendengar kabar pretty kembali ke kamar mengganti pakaian,, dan berniat untuk menjenguk david.
*akhirnya kau sadar,, sudah lama aku menunggumu* pretty tersenyum senang.
...----------------...
Sementara dirumah sakit, tersisa edric dan samara ... dikarenakan setelah kepergian thalia dan dominique, alvaro juga pamit pergi meninggalkan rumah sakit.
"Dav, aku dan samara ingin pergi belanja,, apa kau tidak keberatan?" tanya edric
"Tidak tuan,, silahkan menikmati weekend anda tuan" david tersenyum
"Baiklah,, cepatlah sembuh, aku bosan mengemudi sendiri" edric menepuk bahu david
"Terimakasih tuan" david tersenyum getir
Setelah kepergian tuan mudanya,, david menghela nafas dengan kasar, memandang bunga yang ada di vas.
*katanya kau setiap hari membawa bunga untukku? tapi sampai saat ini kau belum datang juga* david kembali berbaring.
...----------------...
Edric dan samara berjalan menuju parkiran,, tak lupa edric membukakan pintu mobil untuk samara.
Setelah itu edric langsung melajukan mobilnya,,
"Katakan beby, kau ingin belanja dimana?" tanya edric tetap fokus menyetir
"Aku ingin ke pasar tradisional" jawab samara tersenyum
"What? traditional market? really?" edric terkejut
"Aku serius sayang" samara semakin menujukkan senyum manisnya
"Tapi bukankah pasar tradisional itu berada di jalan yang sempit,, mobil tidak akan bisa masuk kedalam beby" edric beralasan
"Aku tau,, karena itu kita akan berjalan kaki, dan mobilmu di parkirkan di depan sayang" samara menekan kata katanya
"Apa ada alasan lain?" tanya samara
"Tidak beby" edric tersenyum kecut
*aku tau kau tidak pernah menginjakkan kaki mu di pasar tuan muda,, karena itu aku akan menunjukkan padamu seperti apa keseruan belanja di pasar* samara tertawa kecil melihat edric.
...----------------...
Seorang pria sedang mengendarai motor sportnya dengan kencang, menatap lurus ke depan.
Sementara pretty berjalan kaki keluar dari perumahan yang mewah,, gadis itu hendak menunggu bus, ya pretty adalah gadis yang mandiri.
Jika tidak bekerja, dia tidak pernah menggunakan fasilitas kendaraan yang diberikan edric untuknya selama dia tinggal dirumah,, karena itu hari ini dia memilih kerumah sakit dengan naik bus.
"Aigoo, sepertinya cuaca hari ini sangat terik" pretty menghela nafas dengan kasar
Namun disaat dia ingin menyebrang jalan,, disisi berlawanan ada pengendara motor yang sangat kencang,,
Pria itu dengan cepat membelok dan mengerem motornya, tapi karena mendadak pria tersebut lepas kendali dan terpental dari motornya,, pretty yang keserempet motor lumayan kencang juga terjatuh dan tasnya terlempar ke jalanan.
"Ahh" pretty bangkit dan terduduk dijalan
"Aww, sial" tanganya perih sedikit lecet
Pretty melihat ke depan, pria tersebut masih terbaring dijalan,, pretty berjalan menghampiri pria tersebut.
"Siapa dia?" gumam pretty menatap pria itu
Karena wajahnya tertutup helm, dia tidak dapat melihatnya.
"Kenapa dia tidak bergerak?" pretty menggoyang tubuh pria itu
"Ya bangunlah" pretty masih melakukan hal yang sama
*tidak, apa dia mati? bagaimana ini* pretty terlihat panik
"Ya, apa kau benar benar mati?" pretty memukul lengan pria tersebut
"Ahhh, apa yang kau lakukan?" pria tersebut bangun dan kesakitan
"Apa kau sudah gila? kenapa kau memukul ku? ahh, sial" pria itu bangkit dan memegang lengannya.
Pria itu membuka helmnya, sehingga wajahnya dapat terlihat,, seorang pria muda yang tampan, tinggi dan putih.
"Ya, kau gadis konyol" pria itu terkejut menunjuk pretty
__ADS_1
"Ahh, kenapa kau selalu membuatku sial" bentak pria tersebut
"Pria bodoh, kau yang menabrakku ditaman dan sekarang kau menabrakku lagi" pretty setengah berteriak
"Aku tidak akan memaafkan mu" bentak pretty marah
"Dasar bodoh, tidak berguna" pretty terus memaki pria tersebut
"Ya, ditaman kau menyalahkanku dan sekarang kau menyalahkan aku lagi" pria tersebut tidak terima
"Kau yang tidak punya mata,, kau menyebrang jalan tanpa melihat, dan lihat akibatnya? karena kau motorku tergores" bentak pria itu
"Kau harus ganti rugi sekarang juga" pria tersebut menatap pretty
"Ganti rugi? benarkah? aku yang terluka dan tertabrak? tidak, aku tidak mau" pretty menatap tajam pria tersebut
"Beraninya kau" pria itu menujuk pretty
"Aku tidak perduli, lakukan saja yang kau inginkan,, I still don't care" teriak pretty di telinga pria tersebut
Pria tersebut tercengang menatap kesal ke pretty,, pretty berjalan mengambil tasnya yang terlempar, lalu berbalik.
"Dasar pria bodoh" teriak pretty, lalu pergi menuju halte bus
"Dia menyebutku pria bodoh? sungguh?" gerutu pria itu menatap pretty yang perlahan menghilang
"Lihat saja,, jika aku bertemu denganmu lagi, tidak akan ku lepaskan" ucap pria tersebut kemudian pergi.
...----------------...
Di tempat lain, alishka sampai dirumah sakit ...
"Excuse me, apa kau tau dimana ruangan tuan David Christhoper?" tanya alishka tersenyum
"Ya, ada diruangan Rose 3 nona" jawab seorang suster
"OK, thank you"
Alishka kemudian berjalan menuju ruangan Rose 3 seperti yang di katakan suster,, alishka mengetuk pintu,lalu masuk.
"Permisi" alishka tersenyum
Namun tidak ada satu orang pun didalam ruangan,, alishka memperhatikan ruangan.
*mungkin kak edric sudah pergi* pikir alishka
David membuka mata, dan mengetahui kedatangan alishka.
"Kemarilah, apa yang sedang kau tunggu? bukankah kau datang untuk melihatku"
David bangkit untuk duduk.
Alishka yang mendengar suara langsung menoleh,, ya suara yang sangat dia rindukan selama ini.
"David" alishka menghampiri
Gadis itu menangis menatap wajah david,,
"Kau sudah sadar?" alishka sangat bahagia melihat pria yang dia cintai telah sadarkan diri
"Aku merindukanmu" alishka memegang wajah david
"Ya, aku juga sangat merindukanmu alishka" david memegang tangan alishka yang ada di wajahnya
"Hmm" alishka tersenyum senang
"Sebentar, aku ingin mengganti bunga itu" alishka ingin beranjak
"Jangan pergi, tetaplah disini" david menahan tangan alishka, lalu memeluk tubuh gadis itu
"Diam disini, dan jangan pernah coba untuk pergi" lanjut david mendekap tubuh alishka
Alishka diam berdiri sesuai permintaan david,, gadis itu tersenyum, mengelus rambut david secara perlahan.
...----------------...
Pretty turun dari busnya,, telah sampai dirumah sakit.
"Aigoo, penampilan ku berantakan" pretty melihat dirinya sendiri
"Ahh, ini karena pria bodoh itu,, awas saja jika aku bertemu dengannya lagi" teriak pretty kesal
Pretty meluruskan rambutnya dengan rapi,, lalu berjalan masuk kerumah sakit.
Setelah bertanya kepada suster, pretty langsung menuju ruangan dimana david dirawat,, pretty ingin masuk keruangan namun tak sengaja....
"Kenapa kau tidak mengatakannya? kenapa tidak sejak dulu" alishka mulai menangis
"Tidak semua hal harus itu di katakan,, perasaan juga bisa di ungkapkan melalui tindakan, tapi mungkin kau tidak pernah melihatnya" ucap david membelai wajah alishka
"Seharusnya kau tidak melakukan itu, sampai kau terluka ,, saat itu aku hampir gila david, aku tidak ingin kehilangan dirimu" alishka menggeleng kepala
"Hey, aku baik baik saja" ucap david menenangkan
"Dengar, aku tidak perduli dengan hidupku,, yang aku tau aku sangat mencintaimu alishka, aku tidak akan pernah meninggalkanmu" david memeluk alishka lagi
"Tidak akan pernah ku tinggalkan, tidak akan pernah" lanjut david memeluk gadis yang dicintai dengan erat
"Aku juga mencintaimu" alishka terisak dipelukan david
Duarr
Didekat pintu pretty yang mendengar dan melihat semua itu, langsung lemas.
Hatinya sakit seperti tersayat,, perasaan gadis itu hancur berkeping keping.
"Ternyata dia mencintai wanita lain" pretty mulai meneteskan air mata.
"David dan alishka, mereka .. hiks hiks" air mata pretty tak dapat dibendung lagi.
Gadis itu langsung berlari menuju toilet sambil terus terisak...
"Sakit, kenapa rasanya sakit sekali" pretty menepuk nepuk dadanya
Gadis itu terduduk di lantai...
Bersambung....
Dikit dulu ya guys ππ»
Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak ππ»
__ADS_1