Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Usaha Terakhir Fiona


__ADS_3

David sedang duduk menunggu di sebuah cafe,, dan tak lama orang yang dia tunggu datang juga.


"Ku kira kau sudah dapat pekerjaan" ucap david


"Cepat katakan, apa yang harus ku lakukan? Apa pekerjaanku?" Lucy to the point


Cast Lucy πŸ‘‡πŸ»




"Hah, ternyata kau tidak sabar ya" david menatap lucy


"Duduklah, aku akan menjelaskannya padamu,, tapi sebelum itu aku ingin bertanya dulu padamu" ucap david serius


"Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya lucy, lalu meneguk minuman yang di pesan oleh david


"Disini tertulis, bahwa kau pernah mengikuti seni bela diri saanshou,, dan kau pernah memenangkan duel pertandingan antarbangsa? Apa itu benar?" Tanya david


"Ya, benar" jawab lucy tenang


"Apa sampai saat ini? Kau masih bisa menggunakan seni bela dirimu itu? Jika disaat kau perlu?" Tanya david lagi


"Tentu saja, bahkan masih teringat jelas di kepalaku" balas lucy santai


"Kalau begitu aku tidak perlu meragukan mu" david smirk


Mendengar ucapan david,, lucy mengerutkan dahinya.


"Tunggu, apa kau menyuruhku untuk membunuh orang?" Tanya lucy masih bingung


"Tidak, semua itu hanya untuk berjaga,, jika ada yang menyerang kapan saja" tutur david santai


"Tidak? Lalu untuk apa kau menanyakan seni bela diriku? Apa aku akan menjadi supir seorang bandit?" Lucy masih bingung


"Kau tidak akan menjadi supir seorang bandit,, tapi kau akan menjadi supir pribadi nona muda kami" tegas david


"Nona muda?" Lucy mengerutkan dahi berfikir


"Istri dari presdir Alliance Michael tuan edric" seru david mantap


"Istri tuan edric? Nona samara? Kau serius?" Lucy terbelalak kaget


"Ternyata kau sudah tau? Nona muda memang sangat terkenal ya" gumam david


"Apa kau sudah gila? Bagaimana aku bisa menjadi supir pribadinya? Menjadi pelayannya saja itu mustahil" lucy tak percaya diri


"Aku tau, jika dibandingkan dengan nona muda? Kau itu hanya butiran debu" cibir david


"Ya, kau memang benar" lucy menghela nafas


"Apa kau mau menerima tawaran ini? Berikan jawabanmu sekarang" seru david menunggu


Lucy masih berfikir dengan matang,, apakah dia akan menjadi supir samara atau tidak? Hanya dia yang bisa memutuskan itu.


"Jika sampai aku berdiri, kau belum memberi jawaban,, maka aku akan mencari orang lain" tegas david


Sesaat david hendak bangkit berdiri,, lucy menahannya.


"Ya ya ya"


"Aku mau, aku mau" ucap lucy antusias


"Apa kau yakin dengan jawabanmu?" David menatap tajam


"Aku serius" jawab lucy


"Tulis tanda tanganmu disini" david memberikan sebuah berkas


"Apa ini?" Lucy menatap david


"Surat perjanjian bekerja,, disitu tertulis kau tidak bisa mengundurkan diri sebelum kau di pecat" seru david di saat lucy sudah menandatangani


"Dan dengan bertanda tangan, artinya kau menyetujui ini" david sedikit mengulas senyum


"Ya, bukankah itu sama saja,, aku tidak akan bisa melepaskan diri" ucap lucy


"Ya benar, tepat seperti perkataanmu" david tersenyum


"Ahh, kau benar benar licik" gerutu lucy


"Mulai sekarang jaga bicaramu, karena kau akan menemui nona muda,, dan ya, jangan pernah mencari masalah,, jika tidak tuan muda akan menghukummu" pesan david


"Apa nona muda itu pemarah?" Lucy sedikit merinding


"Kau akan tau sendiri saat melihatnya" ucap david tanpa beban


"Sialan, itu bukan jawaban yang ku mau" lucy terlihat kesal


"Pergilah, tugasmu dimulai dari sekarang" titah david


"Kau harus menjemput nona muda di butiknya, aku sudah mengirimkan alamatnya padamu" seru david


"Dan antarkan ke kantor secepatnya, karena tuan muda akan makan siang bersama istrinya" lanjut david


"Baik tuan" lucy mengingat dengan jelas


Lucy bangkit hendak pergi,, namun david menahan.


"Tunggu" panggil david


"Ada apa tuan?" Tanya lucy


"Ingat, tugasmu menjaga dan melindungi nona muda tetap aman,, jika nona muda tergores sedikit saja, aku sendiri yang akan memberi pelajaran padamu" david menatap tajam


"Baik tuan" lucy menelan salivanya sendiri takut


"Kau bisa gunakan mobil itu" david menunjuk mobil yang ada di parkiran cafe

__ADS_1


Setelah mendapatkan kunci mobil dari david,, lucy dengan cepat, bergegas menjemput samara di butiknya.


...~Flashback~...


David sedang berkeliling di taman, berlari kecil di sore melepas penat saat weekend.


Setelah berlari cukup lama, david yang merasa haus berhenti di depan stand yang menjual coffe milk.


"Tolong berikan satu cup" ucap david pada penjual


Setelah selesai membuat coffe, sih penjual memanggil david yang sedang duduk menunggu di pinggir jalan.


"Ini tuan" ucap sang penjual


"Terimakasih" david tersenyum


"David" sih penjual kaget melihat sih pembeli


"Lucy" david juga sedikit kaget, yang ternyata dia memang mengenal penjual coffe itu


Lucy adalah teman sekolah david waktu SMA, disaat sekolah mereka mengambil jurusan yang sama dan juga berada di kelas yang sama, namun mereka beda status,, jika david adalah anak orang kaya, maka lucy adalah siswa yang menerima bantuan sosial.


Sejenak mereka mengenang masa sekolah,, mereka duduk di tempat yang tidak jauh dari stand cofee.


"Sudah lama tidak bertemu" lucy membuka suara


"Kau benar, itu sudah sangat lama" ucap david menatap langit di atas


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya lucy menatap david


"Tidak ada, aku hanya menikmati angin yang berhembus di sore hari" david menghela nafas


"Jadi kau pemilik stand coffe itu?" Tanya david menoleh


"Tidak, aku hanya bekerja,, itu milik orang lain" lucy mendengus kasar


"Jadi kau dibayar untuk berjualan?" Tanya david lagi


"Ya, itu benar" lucy menganggukkan kepala


"Kenapa kau mau berjualan seperti itu?" David mengerutkan dahinya


"Karena aku tidak seperti dirimu, yang dengan mudah mendapat pekerjaan dimanapun yang kau mau" tutur lucy menghela nafas berat


"Aku tau,, tapi bukankah gajinya sedikit?" David to the point


"Humm, setidaknya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupku,, aku sudah mencoba mencari pekerjaan lain, tapi belum ku dapatkan" raut wajah lucy tampak sedih


"Berikan nomormu" david menyerahkan ponselnya


"Nomor?" Lucy menatap mata david


"Ya, jika kau butuh bantuan,, kau bisa menghubungiku kapan saja" seru david


Setelah bertukar nomor ponsel, david izin pamit pergi,, lucy hanya menatap kepergian david.


Mereka berpisah setelah sekian lama bertemu.


.........................


Samara sedang mengemas gaun yang akan di antar siang ini,, namun suara mobil yang berhenti di depan butiknya, mengalihkan perhatiannya.


"Siapa itu?" Gumam samara


"Keiza, coba lihat ke depan,, siapa yang datang?" Samara setengah berteriak


"Iya kak" keiza langsung berlari ke depan


Dan lucy yang masih berada didalam mobil, menghela nafas berat.


"Kau pasti bisa, ayo lucy temui nona mudamu" lucy bicara sendiri


Tak lama gadis itu keluar dari mobil, berjalan hendak masuk ke butik,, tapi lucy di kejutkan dengan kemunculan keiza dari pintu.


"Maaf, kamu siapa ya?" Tanya keiza menatap lucy


"Kedatangan saya kesini untuk menjemput nona muda" ucap lucy lantang


"Nona muda?" Keiza mengerutkan dahinya heran


"Saya diperintahkan oleh tuan edric" balas lucy mantap


Mendengar nama edric, keiza langsung mempersilahkan lucy untuk masuk.


"Oh, ya,, silahkan masuk dulu nona" ucap keiza


Keiza langsung berlari menghampiri samara,, di ikuti oleh lucy yang menyusul dari belakang.


"Kakak, orang itu suruhan tuan edric,, katanya ingin menjemput kakak" bisik keiza


"Kamu yakin?" Samara sedikit tak percaya


"Kakak lihat sendiri deh" keiza mengangkat bahunya


Samara langsung menemui lucy yang menunggu di depan,,


"Apa kamu disuruh tuan edric datang kesini? Untuk menjemputku?" Samara menatap mata lucy, sambil melipat kedua tangannya


Lucy yang melihat samara langsung mengetahui, jika itu nona mudanya.


"Ya, benar nona" lucy menunduk


"Bisakah kau tunggu sebentar lagi,, masih ada sedikit pekerjaan yang belum ku selesaikan" pinta samara


"Maaf nona, tapi ini menyangkut hidup dan mati saya" ucap lucy masih menunduk


Mendengar ucapan lucy, samara mengerutkan dahinya bingung.


*Kenapa dia mengatakan hal seperti itu? Apa edric akan membunuhnya jika aku tidak datang* pikir samara

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Samara heran


"Anda tau sendiri nona,, jika tuan muda bisa melakukan apa saja disaat tuan muda sedang marah, saya mohon nona" lucy memelas


"Baiklah, aku ikut denganmu" samara setuju karena kasihan


*Aku tidak mungkin biarkan orang lain menerima hukuman karena aku* batin samara


"Keiza, aku titip butik padamu,, aku harus pergi sekarang" setengah berteriak


"Baik kak" balas keiza


Samara keluar menuju mobil,, di susul oleh lucy, gadis itu membukakan pintu mobil untuk samara.


"Terimakasih" ucap samara


Sejenak lucy tertegun mendengar ucapan terimakasih yang terlontar dari bibir samara,, tak lama lucy melajukan mobilnya menuju Alliance Michael.


"Siapa namamu?" Tanya samara


Samara memperhatikan lucy, meskipun tidak dapat melihat wajahnya.


"Lucy, nona"


"Lucy? Nama yang bagus" samara tersenyum


Sekilas lucy dapat melihat senyuman itu dari kaca yang ada didekatnya.


*Nona muda manis sekali, tuan muda sangat beruntung mendapatkan nona muda, dia sangat cantik* batin lucy


"Terimakasih nona" ucap lucy tersenyum


Setelah itu tidak ada suara yang keluar dari keduanya,, lucy pun fokus mengemudi menyelusuri jalan raya.


........................


Seorang wanita berpenampilan modis dan elegant, berjalan memasuki kantor.


Terlihat beberapa karyawan berbisik menggosipi wanita itu,,


"Tidak tau malu banget ya,, padahal sudah sering diusir, masih saja datang kesini" bisik karyawan wanita


"Iya benar,, padahalkan dia itu model terkenal, kok kelakuannya seperti itu ya" karyawan lain menimpali


"Ihh, kayak tidak ada yang mau saja, terus deketin tuan edric,, jijik banget aku sumpah" balas karyawan yang lainnya


Semua perkataan para karyawan itu dapat terdengar di telinga fiona,, wanita itu mengepalkan tangannya, merasa tidak terima.


Fiona menaiki lift menuju ruangan edric,, tak lama dia sampai di depan ruangan edric, fiona langsung mendorong pintu dengan kuat.


Sementara edric dan david yang mendengar suara pintu terbuka langsung menoleh,, mengira jika samara yang datang.


"Edric" panggil fiona


Wanita itu langsung menghampiri edric,, seketika edric memasang wajah kebencian.


"Ed, aku mencintaimu,, aku masih sangat mencintaimu" fiona memeluk edric


"Lepaskan aku" edric mendorong fiona dengan kasar


"David, apa yang kau lihat" bentak edric


"Nona fiona, tolong keluarlah dari ruangan ini" bentak david


Hendak menggeret fiona, namun fiona menepisnya.


"Tidak, aku tidak akan keluar dari sini" fiona masih keras kepala


"Ed, aku tau kau masih mencintaiku kan? Kau terpaksa menikahi wanita itu, aku tau semuanya ed" dengan tidak tau malunya memegang tangan edric


"Ed, aku tau kau tidak mencintainya kan? Aku tau kau ingin bersamaku" fiona membelai wajah edric


Wanita itu mendekatkan wajahnya ke wajah edric, lalu dengan berani me*lu*mat bibir edric yang seksi itu.


Cukup lama fiona mencium bibir edric,, namun karena tidak ada perlawanan, dia pun melepaskan ciuman itu.


"Apa kau sudah selesai?" Edric menatap tajam


"Keluar kau dari ruanganku" bentak edric dengan murka


"Keluar" edric mendorong tubuh fiona, sampai terjatuh didekat pintu


Fiona yang merasa sakit, karena kakinya terbentur lantai,, justru memasang wajah sedih


"Jika kau tidak mencintaiku,, kenapa kau mau berciuman denganku ed" fiona memasang wajah murung


"Kau sendiri yang melakukan itu, aku bahkan tidak membalasnya" edric sedikit mengulas senyum


"Dan kau tau, aku sangat membenci wanita mu*ra*han sepertimu" ucap edric dengan tatapan kebencian mendalam


"Pergi kau wanita ja*la*ng" teriak edric dengan emosi yang memuncak


Fiona yang mendengar ucapan edric merasa terhina,, dia langsung bangkit dan berlari pergi sambil menangis.


"Dav, aku tidak ingin wanita sialan itu bertemu dengan istriku" ucap edric


"Cepat kau susul dia" edric setengah berteriak


"Baik tuan muda"


David langsung menyusul fiona yang sudah tak terlihat.


..........................


Lucy telah memakirkan mobil,, setelahnya dia langsung menyusul samara masuk ke dalam kantor.


Samara berjalan memasuki kantor edric,, para karyawan hormat kepada istri dari presdir mereka,, samara pun tersenyum kepada semua karyawan.


Lalu samara menunggu di depan lift,, hendak menuju ruangan presdir,, namun begitu pintu lift terbuka, munculah fiona dari dalam.

__ADS_1


Bersambung ......


Pembaca yang bijak akan meninggalkan jejak πŸ™πŸ»


__ADS_2