Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Drama Datang Bulan


__ADS_3

David telah dibawa ke St. Edon’ Hospital, rumah sakit ini memiliki peringkat yang sangat tinggi di antara pasien, dan mereka adalah contoh yang bersinar dari fasilitas perawatan kesehatan yang sangat baik di Inggris. Dengan tingkat perawatan yang mengesankan dan tingkat spesialisasi yang tinggi dalam berbagai bidang.


David langsung ditangani oleh dokter,, sementara edric, alishka dan alvaro menunggu di luar ruangan UGD.


Edric mondar mandir sambil menunggu dokter keluar,, dan alishka duduk sambil terus menangis.


"Tenanglah alishka ,, Dia akan baik baik saja" ucap alvaro untuk menenangkan alishka, menepuk bahu gadis itu.


Alishka pun menyenderkan kepalanya di bahu alvaro..


"Dia pasti baik baik saja kan? Dia tidak akan pergikan?Aku tidak ingin kehilangan dia" balas alishka sambil terisak


"Of course,, kau jangan khawatir .. dia pria yang hebat, dia tidak mungkin kalah" jawab alvaro sembari mengusap kepala alishka


Dari situ alvaro dapat melihat cinta dimata alishka,,


*mereka saling mencintai ,, tapi tidak ada yang tau,, kau harus hidup david, hanya kau yang bisa menghentikan pertunangan ini* ucap alvaro dalam hati.


Samara dan mamah rosa pun datang kerumah sakit setelah menerima kabar dari edric, mereka langsung menyusul...


"Alishka, syukurlah kau baik baik saja sayang" ucap mamah rosa


Mamah rosa duduk disamping alishka,, kemudian memeluk putrinya itu.


"Mamah takut sekali terjadi sesuatu padamu sayang" lanjut mamah rosa lalu mengecup kening alishka.


"Aku baik baik saja mah" balas alishka menatap sang ibu


"Lalu siapa yang ada diruang UGD? Jika kalian semua baik baik saja" bertanya menatap edric, alishka dan juga alvaro bergantian


"David mah" jawab edric


"Hah? David?" mamah rosa sedikit kaget


Alishka kembali menangis dengan keras .. itu membuat mamah rosa heran.


"David yang menyelamatkan alishka dari pembunuh berantai,, saat kami tiba ditempat itu, david sudah terluka parah dan tidak sadarkan diri" jelas alvaro kepada mamah rosa.


Mamah rosa pun menenangkan alishka agar tidak terus menangis... samara merapatkan tubuhnya ke samping edric yang berdiri bersandar di dinding.


"Apa david akan selamat?" tanya samara


"Dia pasti selamat ,, Dia bersumpah tidak akan meninggalkan ku beby" ucap edric yang juga mulai meneteskan air mata.


Samara pun memeluk edric memberikan kekuatan pada lelaki itu,, karena samara tau jika edric saat ini sedang rapuh, david bukan hanya asisten tapi juga teman yang sangat setia dan selalu menjadikan edric prioritasnya.


Tidak lama dokter pun keluar dari ruangan,, dokter itu tidak lain adalah dokter darren.. semua orang langsung berdiri.


"Bagaimana keadaannya? Dia masih hidupkan? Jawab aku?" Tanya edric sedikit membentak dokter darren


Dokter darren pun menelan salivanya sendiri, menjadi merinding menatap mata edric yang tajam... Darren pun menghela nafas lalu menjelaskan.


"Pasien saat ini sedang kritis karena kehilangan banyak darah,, Pasien memiliki golongan darah O+ namun persedian dirumah sakit tidak ada, jika di antara kalian yang memiliki golongan darah O+ silahkan melakukan pengecekkan darah untuk segera transpusi darah" ucap dokter darren.


"Dasar tidak berguna,, bagaimana rumah sakit sebesar ini tidak memiliki stok darah? hah?" edric yang emosi menarik kerah dokter darren.


Dokter darren yang tercekik hampir kehilangan nafasnya...


"A..ku me..ngata..kan yang se..benar..nya" jawab dokter darren terbata bata


"Sudah ed,, kendalikan emosi mu ,, dia bisa mati" ucap alvaro


Edric pun melepaskan dokter darren... dokter darren pun langsung terbatuk batuk.


"Seharusnya aku memindahkan mu ke tempat yang terpencil,, kau tidak berguna, cabut saja gelar doktermu itu" ucap edric mengancam darren


"Jangan edric kumohon ,, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkannya" pinta dokter darren


Alishka yang mendengar keadaan david kritis langsung lemas dan pingsan...


"Alishka" teriak samara menahan tubuh alishka yang hampir terjatuh


"Tolong dokter,, alishka pingsan" lanjut samara


Dengan sigap alvaro menggendong alishka, lalu meletakkan alishka ke kamar pasien... Mamah rosa semakin panik melihat keadaan putrinya.


Dokter darren pun memeriksa keadaan alishka...


"Dia baik baik saja ,, hanya perlu beristirahat .. jangan membuatnya terlalu banyak pikiran" ucap dokter darren.


"Kalau begitu aku permisi" lanjut dokter darren


"Tunggu" alvaro menahan


"Golongan darah ku O+ kau bisa mengambilnya" ucap alvaro memberikan tangannya


"OK, ikut aku ke ruangan transpusi darah .. tapi sebelum itu kami harus mengecek kondisi mu terlebih dahulu" balas dokter darren


Alvaro pun mengikuti dokter darren untuk melakukan transpusi darah.


Edric keluar mengurus administrasi,, meskipun rumah sakit tersebut dibawah naungannya, edric tetap memberikan biaya pengobatan.... sementara mamah rosa menunggui alishka bersama samara.


Samara pun memberi kabar kepada arthur melalui pesan.


....................


Arthur didalam kamarnya, terlihat sedang melakukan dance,, arthur sering dance untuk menghilangkan rasa bosan...


"One two Three,, putar ke kanan ya" ucap arthur sambil terus menari


Pria itu terus menari sampai music yang dia putar berhenti... setelah itu arthur pun duduk sambil meminum air dingin, dia sudah merasa cukup lelah sehabis menari.


Arthur menjatuhkan tubuhnya di atas kasur... karena hari sudah larut malam,, dia mulai memejamkan mata hendak tidur.


Namun notifikasi dari ponselnya membuatnya terbangun kembali... arthur bangkit dan memeriksa ponselnya.


"Pesan dari samara" ucap arthur menatap bingung

__ADS_1


Arthur pun membaca isi pesan dari samara,, seketika matanya membulat, ponselnya pun terjatuh begitu saja.


"Alishka" arthur mendadak cemas


*seharusnya aku mengantar mu pulang,, sehingga itu tidak akan terjadi padamu,, maafkan aku alishka* arthur sangat menyesal.


..............


Pagi hari telah tiba, edric dan yang lainnya semalaman menginap dirumah sakit, dikamar tempat alishka dirawat...


Samara telah bangun terlebih dahulu,, dia membuka gorden jendela yang ada dikamar tersebut, sinar matahari pun memasuki ruangan.


Alishka yang terkena sinar pun terbangun,, di lihatnya mamah rosa tertidur sambil memegang tangannya.. lalu dia menoleh ke arah samara yang merapikan gorden jendela.


"Samara" panggil alishka


"Alishka sudah bangun,, bagaimana keadaan mu?" tanya samara mendekat


"Aku baik baik saja" jawab alishka tersenyum


"Aku senang mendengarnya" samara pun tersenyum membelai pipih alishka dengan sayang


"Mamah" alishka mengelus rambut mamahnya yang sedang tertidur.


Mamah rosa yang terasa pun langsung terbangun.


"Sayang" ucap mamah rosa yang menatap putrinya


"Kamu gak apa apa kan? Gak ada yang sakit kan?" tanya mamah rosa dengan cemas


"Aku gak apa apa kok mah" jawab alishka tersenyum


"Kalau begitu baguslah ,, kamu mau sarapan? biar mamah bawakan untuk kamu" ucap mamah rosa yang hendak beranjak dari kursinya


"Ehh jangan mah ,, biar samara yang cari makanan, mamah tunggu sini saja ya" pinta samara


"Ya sudah" mamah rosa pun kembali duduk di dekat alishka


Samara pun bersiap ingin keluar,, namun saat itu edric juga terbangun.


"Beby, mau kemana?" tanya edric yang melihat samara ingin pergi


"Aku mau cari makanan buat sarapan semua orang" jawab samara


"Aku ikut" pinta edric


"OK" samara pun setuju


"Dimana alvaro?" tanya edric lagi karena tidak melihat alvaro


"Dia pergi setelah transpusi darah ,, dan dokter bilang david sudah di pindahkan ke ruang ICU" balas samara


"Ya sudah, ayo" ajak edric setelah mendapat informasi dari istrinya


Mereka pun berjalan keluar menyusuri lorong rumah sakit,, mereka menggunakan lift karena ruangan david dan alishka ada di lantai 3... dan mereka telah sampai di lantai bawah.


"Beby, tunggu" edric menarik tangan samara


"Ada apa ed" tanya samara yang heran


"Beby apa kau terluka? kenapa kau tidak mengatakan padaku jika kau terluka" tanya edric dengan sangat khawatir


"-_-"


Samara bingung menatap edric,, tidak tau harus menjawab apa, dia merasa baik baik saja .. tapi ntah kenapa edric bertanya seperti itu?


"Beby kau berdarah" lanjut edric cemas


"Darah? dimana darahnya?" tanya samara kaget dan bingung


"Dibelakang, rok mu berdarah beby" balas edric


Samara pun memeriksa rok nya ,, ternyata benar saja ada bercak darah.


*astaga, aku sampai lupa hari ini sudah masuk tanggal menstruasi ku* samara merasa malu


"Ayo kita panggil dokter" edric langsung menggendong samara dengan panik


"Tidak ed, aku baik baik saja" tolak samara


Namun edric justru mendobrak ruangan dokter darren..


"Ada apa ini?" tanya dokter darren


"Cepat kau obati istriku" titah edric dengan panik


"Memang kenapa dengan istrimu ed" tanya dokter darren yang bingung


Karena dari segi wajah samara terlihat baik baik saja dan tidak merasa sakit.


"Dia berdarah ,, cepat lakukan sesuatu atau ku kirim kau ke dunia lain" bentak edric


"Yaya baiklah ,, letakkan istrimu di tempat tidur" ucap darren yang tidak punya pilihan


Darren memeriksa keadaan samara, namun hasilnya nihil tidak ada luka sama sekali itu membuat darren heran ... samara pun geleng kepala melihat reaksi suaminya yang berlebihan.


"Dokter aku baik baik saja" ucap samara


"Maaf dokter,, aku hanya sedang datang bulan" jelas samara kepada dokter darren.


Samara pun terpaksa menahan malu di depan dokter darren .. Dokter darren pun ingin tertawa mendengarnya.


"Hey, kenapa kau tidak meriksa keadaan istriku? sudah ku bilang dia berdarah" ucap edric yang tidak tau apa apa


"Cepat obati dia" lanjut edric yang semakin emosional


"Tenanglah istrimu baik baik saja ed,, dia hanya membutuhkan pembalut" ucap dokter darren

__ADS_1


"Apa maksud mu dia baik baik saja? sudah jelas dia berdarah" edric masih tidak percaya


*kenapa bisa ada suami yang bodoh seperti dirimu di dunia ini* dokter darren hilang akal menanggapi keras kepalanya edric


"Ed, yang dikatakan dokter itu benar ,, aku baik baik saja ed" samara berusaha membujuk edric


"Itu biasa terjadi setiap bulan" lanjut samara


"Apa setiap bulan? jadi kau selama ini kau sakit dan berdarah setiap bulan beby? kenapa tidak mengatakan padaku beby?" tanya edric yang semakin dramatis


"-_-"


Samara terpelongo dengan pertanyaan edric yang sangat berlebihan


*kenapa kau seperti ini ed? apa kau tidak pernah tau jika wanita setiap bulannya menstruasi,, bagaimana lagi aku harus menjelaskan padamu ed* samara menepuk dahinya sendiri.


Dokter darren sampai tertawa tanpa suara .. melihat tingkah edric.


*dasar CEO bodoh* Dokter darren juga geleng kepala


"Tidak ed,, istrimu tidak sedang sakit ,, itu disebut menstruasi" ucap dokter darren


"Menstruasi? apa itu sakit?" tanya edric tidak mengerti


"Menstruasi itu pendarahan yang akan terjadi setiap bulan ,, dan itu terjadi pada semua wanita,, rasa sakit yang dirasakan setiap wanita itu berbeda beda" jelas dokter darren


"Jadi itu tidak berbahaya?" tanya edric lagi


"Tidak itu tidak berbahaya ,, dan jika seorang wanita tidak mendapat menstruasi, maka kemungkinan wanita itu sedang mengandung" lanjut dokter darren


"Benarkah?" tanya edric yang antusias mendengar kata mengandung


"Beby? kau juga menstruasi?" tanya edric menatap samara


Samara pun menganggukkan kepalanya...


"Itu artinya istriku juga bisa mengandung" ucap edric dengan mata berbinar


"Tentu bisa" balas dokter darren tersenyum


Edric dan samara pun keluar dari ruangan dokter darren... samara meminta edric membeli pembalut


Dan dia menunggu dikamar mandi ...


"Ed bisa tolong kau belikan pembalut yang bersayap untukku" pinta samara


"Aku tidak mungkin pergi dengan kondisi ku yang begini" samara memohon


"Tentu beby, aku akan membelinya untukmu .. Kau tunggulah disini" edric tersenyum


Edric pun tiba disupermarket,, dia berkeliling mencari pembalut yang di minta samara.


Hampir setengah jam dia memutari supermarket,, tapi tak kunjung selesai


"Excuse me sir,, anda sedang mencari apa?" tanya seorang petugas supermarket


"Apa kau tau dimana aku bisa menemukan pembalut?" tanya edric


Petugas tersebut sedikit heran menatap edric


*baru ini seorang pria mencari pembalut* pikir petugas itu


"Ada di sebalah sana tuan" sang petugas pun menunjukkan bagian dimana terdapat banyak jenis pembalut


Edric pun melihat semua pembalut yang ada...


"Samara memintaku membeli pembalut yang bersayap? tapi tidak ada satu pun yang punya sayap,, dimana sayapnya?" edric sampai garuk kepala karena bingung


Edric pun mengambil satu persatu semua pembalut yang ada ,, lalu membayarnya ke kasir


"Apa anda yakin membeli semua pembalut ini tuan?" tanya petugas kasir


"Ya" jawab edric


Petugas kasir pun memberikan bon kepada edric...


Setelah selesai membeli pembalut, tidak lupa edric membeli pakaian ganti untuk samara ... dan dia pun kembali kerumah sakit.


Sampai dirumah sakit edric langsung menghampiri samara ... terlihat samara yang sudah jenuh menunggu di depan toilet.


"Beby" teriak edric yang membawa banyak bungkusan plastik


Edric pun memberikan semua yang dia bawa kepada samara...


"Aku juga membawa baju ganti untuk mu beby" ucap edric


"Terimakasih ed" balas samara tersenyum.


Namun samara terkejut melihat begitu banyak pembalut yang dibawa oleh edric...


"Ed, aku hanya meminta mu membeli pembalut yang bersayap,, kenapa kau membeli banyak sekali pembalut" tanya samara heran.


"Aku sudah mencarinya beby ,, tapi tidak ada yang memiliki sayap,, jadi aku membeli semuanya" jawab edric tanpa beban


"....."


"Sebaiknya kau jangan pakai yang bersayap,, aku tidak ingin kau terbang jauh beby" lanjut edric


"Maksud ku bukan sayap untuk terbang ed" balas samara tertawa


"Maksud mu bagaimana beby" tanya edric yang jengkel di tertawai


"Yang seperti ini? pembalut yang bersayap, dia tidak terbang" samara menunjukkan bungkus pembalut


"Hehe, aku tidak tau beby" balas edric sedikit malu...


Bersambung.....

__ADS_1


Pembaca yang bijak akan meninggalkan Jejak 🙏🏻


__ADS_2