Cinta CEO Yang Kejam

Cinta CEO Yang Kejam
Jangan Ganggu Lelakiku !


__ADS_3

Fiona menatap kesal dengan apa yang ada di hadapannya, dapat terlihat samara terus tersenyum menatap edric sepanjang perjalanan,, dan sesekali edric juga tersenyum kepada samara.


*ahh, brengsek .. sampai kapan aku harus melihat mereka seperti ini* fiona memalingkan wajah malas


*Baiklah, tersenyumlah selagi bibirmu bisa tersenyum .. aku akan memberimu waktu untuk bahagia* fiona tersenyum penuh teka teki


Ntah apa yang di rencanakan wanita itu? tidak ada yang mengetahuinya.


................


Di waktu yang sama dan di jam yang sama pula, alishka sudah sampai dirumah sakit ... sebelum ke kantor gadis itu pergi kerumah sakit, ingin melihat david sang pujaan hatinya.


"Selamat pagi sayang" alishka memegang tangan david


"Mulai hari ini aku tidak bisa menemani mu,, aku harus masuk kerja jika tidak kak edric akan marah, dan kau tau sendirikan dia bisa memotong gajiku kapan saja" alishka tersenyum


Kemudian alishka meletakkan vas berisi bunga di meja tepat disebelah david.


"Aku membawakan bunga untukmu,, ruangan ini akan terlihat segar dan harum jika ada bunga, dan kau pasti tau aku sangat suka dengan bunga" alishka membuka gorden jendela


Tetap tidak ada sahutan dari david, karena lelaki itu masih terbaring tidak sadarkan diri.


"Aku sangat merindukan suaramu david" alishka menatap wajah david


"Baiklah, aku harus pergi sekarang" alishka menghela nafas


"Aku akan kembali setelah selesai bekerja" alishka tersenyum lalu beranjak meninggalkan david.


................


Di tempat lain, di sebuah hotel terbesar di London.


Pretty berjalan memasuki hotel megah tersebut,, terlihat semua karyawan hotel tunduk padanya.


Pretty adalah pemilik hotel tersebut, dia baru di sahkan oleh Mr Jack (ayahnya) menjadi direktur hotel 2 bulan yang lalu,, dan ini hari pertamanya dia datang sebagai direktur hotel.


"Good morning Bella, kau terlihat cantik" pretty berjalan menuju ruangannya


Pretty sudah mengetahui semua karyawannya dan juga asistennya Bella, walau tanpa bertemu sebelumnya.


"Yes morning miss, terimakasih" balas bella sambil mengikuti pretty dari belakang


Bella yang sudah mendapat informasi tentang direktur hotel yang baru, langsung bergegas mendekat.


Pretty menarik kursi di mejanya lalu duduk,, dengan cepat bella menaruh berkas yang dia bawa di meja pretty.


"What's this?" pretty menatap berkas tersebut


"Itu adalah daftar semua tamu yang berkunjung di bulan ini miss"


"Is that so? baiklah aku akan melihatnya nanti" pretty mengecek ponselnya


Bella masih diam berdiri di tempatnya,, menatap bosnya itu.


"Ada apa?" tanya pretty menatap bella datar


"Tidak, tidak ada" jawab bella gugup


"Kenapa kau masih disini? pergilah " pretty mengusir melalui matanya


"Saya permisi miss" bella menundukkan kepalanya hormat, lalu meninggalkan ruangan.


Setelah pintu tertutup rapat,, diluar bella menginjakan kaki dengan kuat dan menghela nafas kasar.


"Hah, ternyata direktur baru itu sombong sekali" ucap bella kesal


................


Edric menghentikan mobil di dekat TrendyStore..


"Sudah sampai beby" seru edric


Lalu pria itu keluar dari mobil kemudian membuka pintu mobil untuk istrinya, tak lama samara juga turun dari mobil.


"Beby, aku harus ke kantor,, kau berhati hatilah saat bekerja" edric membelai pipih samara


"Ed" samara menatap fiona yang masih di dalam mobil


"Jangan biarkan dia duduk di sampingmu" samara masih menatap fiona


Edric juga ikut menoleh ke arah fiona ..


"Tidak beby, itu tidak akan terjadi" edric tersenyum


"Hey, cepat turun" edric mengetuk kaca mobil


"Ada apa ed" fiona masih belum turun dari mobil


"Apa kau fikir aku akan mengantarmu sampai dimana kau mau?? tidak, kau turun disini sekarang" bentak edric


"Tapi kenapa ed?" fiona terkejut


"Cepat turun atau aku harus memaksa mu keluar" ucap edric dengan kesal


Fiona akhirnya turun dari mobil.


"Aku pergi ya beby" edric mengecup kening samara


"OK, be careful" samara tersenyum legah


Edric pergi melajukan mobilnya ke gedung Alliance Michael, sebelumnya dia melambaikan tangan ke samara,, dan tak lama edric menghilang dari pandangan samara.


Fiona menatap samara dengan sangat benci...


Samara melirik fiona sekilas, lalu melangkah masuk ke butik, namun belum sempat masuk fiona menarik tangan samara dengan kasar.


"Ahhh" samara merasa sakit di pergelangan tangannya


"Lepaskan tangan ku" samara mencoba menarik tangannya


"Bagaimana jika aku tidak melepaskannya" fiona menekan nada bicaranya


"Apa yang kau inginkan? katakan saja" samara tersenyum kecut


"Tidak ada, cukup dengan kau menjauh dari hidup edric" fiona tersenyum jahat


"Sungguh? bagaimana kalau aku tidak ingin menjauh darinya" samara menatap fiona tanpa takut


"Hahaha, itu berarti aku akan membuat hidupmu seperti di neraka" fiona tertawa mengancam


"OK, lakukan apa yang kau inginkan,, aku tidak akan membiarkan suamiku hidup bersama wanita licik seperti dirimu" samara menunjuk dahi fiona


"Dan ya jangan pernah coba untuk mengganggu lelakiku,, aku tidak akan diam saja" lanjut samara


Samara pergi meninggalkan fiona yang masih diam mematung, tak percaya dengan perkataan samara yang cukup berani menantangnya.

__ADS_1


*ahh dasar wanita sialan ,, aku harus cepat menyingkirkannya* fiona mengepal tangannya


Fiona beranjak pergi meninggalkan butik samara dengan kesal.


...............


Di tempat lain tepatnya di mansion dominique,, terlihat para pelayan sedang mengerjakan tugasnya masing masing.


Dominique sedang sarapan sendirian di ruang makan,, karena ayah dan ibunya sedang berada di amerika, dan datang seorang wanita dari pintu utama.


"Hey domi, good morning" thalia menjatuhkan dirinya di sofa


"What else now? kau tidak pernah datang sepagi ini,, apa ada masalah?" dominique melirik sekilas sambil memotong buah


"Ya, kakakku tidak bisa di hubungi belakangan ini" thalia menghela nafas


"So? kau mencemaskan kakakmu?" dominique sambil memakan buah


"Mungkin kakakmu sibuk, dan biasanya kau tidak begitu perduli dengan kakakmu" lanjut dominique mengambil segelas air


"Nah, minumlah .. sepertinya kau berlari" dominique memberikan segelas air


"Thank you" thalia meneguk air tersebut sampai habis


Dominique ikut duduk di sebelah thalia.


"Ya aku memang tidak perduli dengan apa yang dia lakukan,, tapi dia tetap kakakku, dan hanya dia yang aku miliki sekarang" wajah thalia menjadi sendu


"Aku tau itu,, apa kau sudah mencari ke apartmentnya?" dominique tersenyum menatap thalia


"Sudah, aku sudah ke apartmentnya tapi dia tidak ada,, biasanya dia pasti menelfonku,, tapi belakangan ini aku tidak bisa menghubunginya, dan aku juga tidak tau dia dimana" thalia mulai murung


"Hey calm down,, kakakmu pasti baik baik saja, mungkin dia sedang ada pekerjaan penting diluar kota atau mungkin saja ponselnya rusak,, kita kan tidak tau" dominique memberi semangat pada thalia


"Ya semoga saja kau benar,, aku hanya takut terjadi sesuatu padanya dom, aku tidak punya siapapun lagi didunia ini domi" thalia mulai menangis memeluk dominique


"Hey hey,, kau jangan pernah berfikir tidak ada siapapun, jangan pernah sekalipun" dominique memegang bahu thalia


"Karena masih ada aku disini,, aku akan selalu menemanimu, jadi kau tidak perlu khawatir,, percayalah kakakmu pasti baik baik saja" dominique mengusap air mata thalia


"Terimakasih banyak" thalia memeluk dominique lagi


"Kau bukan hanya seorang teman tapi kau sudah seperti kakak bagiku" lanjut thalia tersenyum


"Kau boleh menganggapku apa saja,, asalkan kau tidak menangis lagi? okay" dominique tersenyum


Thalia tertawa kecil namun masih mengeluarkan air mata.


"Sudahlah jangan menangis,, Bagaimana kalau kita shopping? mau?" tanya dominique menghibur


"Mau, kebetulan aku mau membeli shirt untuk kakakku" thalia setuju


"OK, aku juga ingin membeli dress,, let's go now" ajak dominique


Dominique berjalan ke halaman mansionnya, menuju mobilnya yang terparkir di depan gerbang, dan thalia mengikuti dari belakang.


Tak lama mereka pergi dengan mobil menelusuri jalanan kota London.


...............


Di sisi lain di gedung Alliance Michael.


Edric turun dari mobil lalu berjalan memasuki kantornya ... Seperti biasa para pegawai selalu hormat padanya, dan seperti biasa pula edric menanggapinya dengan acuh.


Pintu lift terbuka edric langsung menuju ruangannya ... Dia duduk di depan meja kerjanya,, mengecek CCTV melalui laptop nya, dapat terlihat di situ alishka sedang duduk di mejanya sambil bekerja.


Edric sedikit tertawa...


"Anak ini benar benar takut di potong gaji ya, haha" edric geleng kepala


"OK, rajin rajinlah bekerja kau akan mendapat bonus" lalu edric menutup laptop kembali


Menatap kursi yang biasa tempat david duduk menunggunya,, Edric mengambil ponsel mengetik sesuatu di layar ponselnya.. lalu menghela nafas panjang.


Tok tok tok !!


"Masuk"


"Excuse me sir, ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani"


"Taruh saja dimeja"


"Yes sir"


Sekretaris meletakkan berkas dimeja, namun matanya memperhatikan edric dengan seksama


*oh my god, ganteng banget sih tuan edric kalau dilihat dari dekat begini* sekretaris masih fokus melihat wajah edric


"Apa yang kau tunggu?" edric tau jika sedari tadi diperhatikan


"Ti..tidak ada tuan" sekretaris mulai gugup


"Pergi sana"


"Permisi" sekretaris menundukkan wajahnya dan pergi


Edric mulai memeriksa berkas yang diberikan sekretaris tersebut.


................


Disisi lain tepatnya di lantai bawah,, telepon berbunyi di meja alishka.


"Halo selamat pagi, layanan Alliance Michael ada yang bisa dibantu?"


"Tawaran kerja sama?"


"Baiklah, anda bisa menghubungi bagian pemasaran"


"OK, terimakasih"


Alishka menutup telepon tersebut...


"Hufft" alishka menghela nafas, dan melanjutkan mengetik di monitornya


Tanpa disadari alishka, jika arthur sedang memperhatikannya.


"Wow good job ,, kau sangat serius ya" arthur berdiri depan meja alishka


"Ehh, sejak kapan kau ada disini" alishka setengah kaget


"Sejak kau menerima telepon dari klien Alliance Michael" arthur tertawa


"Benarkah? maaf aku tidak melihatnya" alishka juga tertawa


"Santai saja ,, bagaimana keadaan mu? sudah baikan?"

__ADS_1


"Ya sudah lebih baik, terimakasih" alishka tersenyum


"Apa kau sedang senggang?" tanya alishka


"Ya seperti yang kau lihat, kerjaan ku sudah selesai" arthur menaikkan sebelah alisnya


"Wow great,, kau menyelesaikan pekerjaan mu secepat itu"


"Ya terkadang jika aku sedang rajin" arthur tertawa


"OK, bagaimana jika makan siang bersama?" ajak alishka tersenyum


"Hmmm I think,, aku setuju" arthur menerima ajakan alishka


"OK, aku akan mengajak stevi,, dan kita makan diluar"


"Baiklah,, ku tunggu"


Arthur beranjak pergi, kembali ke mejanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang lain.


Di mejanya sambil bekerja arthur juga sesekali membalas chat dari kezia,,


**Percakapan ChatπŸ—¨


Arthur : Hai, sedang apa?


^^^Keiza : Tidak ada^^^


Arthur : Apa hari ini kau sibuk?


^^^Keiza : Tidak juga, kenapa?^^^


Arthur : Come walk with me πŸ’™


^^^Keiza : What? aku masih kerja 😳^^^


Arthur : Malam ini


^^^Keiza : Tonight? Apa kau serius^^^


Arthur : Yes, I'm serious, aku akan menjemputmu


^^^Keiza : Hey, kau bahkan tidak tau rumahku^^^


Arthur : Tentu saja, setelah mengantarmu pulang


^^^Keiza : Hah? kau akan kebutik?^^^


Arthur : Ya, aku akan singgah


^^^Keiza : Alright it's up to you^^^


Arthur : OK, see you there ❀


Percakapan selesai**


Arthur tersenyum lalu menyimpan ponselnya di tas.


......................


Waktu sudah berjalan seharian, sekarang pukul 6 sore,, samara sudah bersiap untuk pulang kerumah, tak lupa samara pamit kepada keiza.


"Kei, aku pulang ya"


"Iya kak, be careful" keiza tersenyum


"Okay"


Samara keluar butik menunggu edric yang akan menjemputnya,,


"Aku temeni ya kak" keiza menyusul keluar


"Ehh, kamu nanti kemalaman pulangnya" tolak samara


"Tidak apa kak" keiza tersenyum


Tak lama seorang pria dengan motor sport berhenti di depan mereka, pria itu membuka helmnya lalu menatap mereka.


"Arthur" samara heran


"Kau tidak bilang kalau ingin menjemputku? soalnya edric sudah dijalan"


"Kau jangan terlalu percaya diri ,, aku datang karena ingin menjemput seseorang, bukan kau" jelas arthur


"Hah? tapi siapa?" tanya samara kepo


"Ayo, kita pulang sekarang" arthur menatap keiza


Keiza mendekat maju ingin naik ke motor arthur, sehingga samara mulai mengerti.


"Oh, ternyata keiza" samara manggut manggut


"Kalau begitu aku pergi dulu ya" arthur memakai helmnya pamit dengan samara


"Duluan ya kak" keiza tersenyum


"Yaya okay" balas samara


Arthur melajukan motornya meninggalkan samara yang masih bingung.


"Sejak kapan mereka dekat?" samara bingung sendiri


"Tapi itu bagus,, artinya ada harapan untuk mereka memulai hubungan" samara tersenyum.


Tak lama mobil edric datang, suara klekson mobil mengejutkan samara.


Edric membuka pintu dari dalam,, samara langsung masuk ke mobil.


"Apa aku terlambat?" edric melihat samara


"Tidak, aku baru saja keluar" samara tersenyum


"Kita langsung pulang?" tanya samara


"Ya, sepertinya aku sangat lelah" edric menghela nafas berat


"Hmm baiklah,, ayo jalan" samara setuju


Bersambung......


Maaf ya kalau dikit πŸ™πŸ»


...Terimakasih sudah setia membaca novel Cinta CEO Yang Kejam sejauh ini, dan tak lupa author mengucapkan terimakasih banyak untuk semua pendukung Cinta CEO Yang Kejam ....


...Grazie (Terimakasih dalam bahasa Italia)πŸ™πŸ»...

__ADS_1


__ADS_2